
Blue tidak bisa menghindar, ia malah menyerang monster beruang karena mempunyai perlindungan dari neraka.
Kerusakan terus dihasilkan, Blue memanggil Tobias dari dunia buatan untuk mengulur waktu. Sedangkan ia sendiri mundur untuk memulihkan tenaga.
Tobias bisa bertarung dengan monster beruang dengan sangat baik, kemampuan pedangnya tidak bisa diremehkan.
Tangan Blue dengan cepat mengambil ramuan penambah HP dan MP ketika situasi sudah aman. Ia melihat pertandingan sambil bergumam, "Sepertinya aku terlalu percaya diri."
Raul kembali ke ruang penyimpanan karena HPnya sudah merah. Sedangkan Nevada harus duduk dan menstabilkan kekuatannya.
Tobias saling bertukar serangan, tetapi tidak ada satupun yang kalah. Blue tidak bisa mengandalkan Perubahan Raga karena itu sangat beresiko.
Setelah HP dan MP penuh, Blue segera membantu Tobias. Meskipun seimbang dalam kecepatan, keterampilan monster beruang itu sangat banyak hingga membuat Tobias terus mengalami kerugian.
Blue menggunakan stealth dan melakukan serangan dari belakang. Ia hanya menggunakan slash supaya tidak terlalu mencolok.
"Manusia curang!"
"Sejak kapan manusia itu adil!" kata Blue sambil bermanuver memutar kebelakang.
Tangan monster beruang tidak bisa berhenti menyerang karena Tobias selalu menghindar. Blue selalu bisa memanfaatkan celah di tubuh musuhnya.
"Argh... Manusia sialan!"
Monster beruang jatuh dengan tubuhnya yang masih menggunakan keterampilan mengamuk. Blue mengerutkan kening melihat beruang mutasi yang begitu kuat. "Ini tidak seperti sebelumnya."
Tobias segera masuk kedalam dunia buatan, sambil memberikan salam beladiri.
Pada kehidupan sebelumya, monster mutasi bisa dikalahkan dengan mudah. Namun sekarang sangat berbeda, monster itu bisa menggunakan keterampilan mengamuk sejak HPnya masih 70%.
Bee keluar dari ruang penyimpanan. "Aku juga merasa ada yang aneh di wilayah ini. Setelah menyelidikinya ada beberapa simbol di sini, aku merasa ada seseorang yang sedang mengawasi."
"Aku tidak merasakannya."
"Ini seperti sebuah kamera yang sedang merekam semua pergerakan kita."
Blue melepaskan prana di tubuhnya, ia mencoba mencari sesuatu yang mencurigakan. Setelah melakukan pencarian mendetail, Blue menyadari ada sebuah simbol raksasa yang mengelilinginya.
"Aku pergi!" kata Blue langsung bergegas.
__ADS_1
Nevada yang terluka tidak punya kesempatan istirahat, ia menyusul tuannya dengan tubuh yang penuh luka.
Dalam perjalanan, Blue melempar ramuan penambah HP dan MP. "Segera gunakan itu, bersiap untuk bertarung."
Nevada langsung menggunakannya, ia tidak tahu apa yang dimaksud tuannya. Tepat ketika HPnya penuh, 10 orang berpakaian hitam muncul menghadang Blue.
Blue dan Nevada segera berhenti, mereka tampak tenang karena sepuluh orang itu sangat lemah dimatanya.
"Tuan, mungkinkah ada urusan dengan kami?" tanya Blue dengan suara rendah.
"Seperti yang diharapkan dari ketua grup Fairy. Anda sangat sopan tapi aku tidak boleh terlalu lama bersamamu." Seorang pria maju ke depan.
"Anda terlalu memuji tuan, aku hanya pemain sederhana yang menjunjung tinggi keadilan." Blue segera tahu, 10 orang itu adalah tetua Grup Hao.
Salah seorang pria membuka topengnya, ia adalah Hao Yang ketua ke 7 grup hao. "Langsung saja ke intinya, berapa yang harus kami bayar untuk mengakuisisi grup Fairy?"
"100 kali grup Hao, atau bahkan 1000 kali. Aku akan mempertimbangkannya," sahut Blue dengan senyum manis.
Salah seorang tetua merasa kesal dengan jawaban Blue, ia segera menghunuskan pedang ke arah Blue. "Bocah sialan!" teriaknya.
Blue tidak menanggapi pernyataannya, ia hanya tersenyum dan menghilangkan sikap hormatnya. "Awalnya aku memang berniat menjual Grup Fairy dengan 100 kali grup Hao, tetapi sekarang tidak lagi."
7 dari 10 tetua tak kuasa menahan kekuatannya, mereka berlutut dan kehilangan beberapa HPnya. Tentu saja tetua ke 7 masih berdiri tegap tanpa terganggu sedikitpun.
Blue tahu kekuatannya masih lemah, oleh karena itu ia tidak boleh mundur dan menunjukkan taringnya pada lawan.
Hao Yang melepaskan kekuatannya, ia menghentikan dominasi Blue. "Aku pikir ini terlalu berlebihan ketua Blue."
Sebagai tanggapan Blue langsung menarik prana yang menyebar. "Maafkan aku ketua Hao, aku hanya merasa tidak nyaman jika di rendahkan. Meskipun grup Fairy masih muda, mereka mempunyai banyak bakat yang perlu di kembangkan."
"Haha, maafkan kekasaran kami ketua Blue. Ini hanya salam pertemuan karena 10 tetua hadir untuk bertemu denganmu." Hao Yang memberikan salam beladiri sambil membungkukkan badannya.
Blue juga melakukan hal yang sama. "Ketua Hao sungguh sopan. Maafkan aku yang tidak bisa memahami maksud anda."
"Baiklah, mari membahas bisnis ketua Blue." Hao Yang memimpin pembicaraan karena sebagian tetua ketakutan.
Ketua pertama dari grup Hao angkat bicara. "Seperti yang dikatakan ketua ketujuh, mari berbisnis."
"Sebuah kehormatan bisa bekerja sama dengan grup Hao yang sangat terkenal. Kami grup Fairy pasti akan melakukan yang terbaik."
__ADS_1
Ketua pertama menjelaskan bisnis yang mungkin di kembangkan kedua grup bersama-sama. Bisnis yang dibicarakan adalah aliansi guild di domain dewa. Sama seperti Singa Langit, grup Hao dengan semua guild binaannya ingin bertukar otoritas kekuasaan.
"Sepertinya sedikit susah ketua pertama. Bagaimana jika bekerja sama di Benua Barat, di sana kami masih berkembang tapi sudah siap melawan guild tingkat 3."
"Kami saat ini hanya ingin Benua Utara ketua Blue," jawab ketua pertama grup hao.
"Anda pasti sudah tahu kami memiliki wilayah yang sangat luas. Jika grup hao tidak mempunyai barang yang sepadan saya tidak akan menyetujui aliansi." Blue menatap tajam ke arah ketua pertama.
"Seperti yang diharapkan dari ketua Blue, tentu saja kami setara dengan Singa Langit." Ketua pertama membagikan beberapa wilayahnya di benua utara.
Blue sudah menghafal semua peta di Benua Utara, jadi ia bisa melihat prospek kedepannya dari wilayah grup hao.
"Sangat hebat, aku setuju jika kalian memberikan gua di wilayah ini." Blue menunjuk sebuah gua mati tempat pertambangan batu energi.
"Tentu saja, ketua Blue. Mari membuat kontrak perjanjian." Ketua Pertama merasa senang karena Blue hanya meminta tambang kecil di pusat benua.
Ketua ketujuh mengerutkan kening, ia sudah membaca semua informasi dan perjanjian yang dilakukan Blue. "Mungkin informasi itu salah," gumamnya pelan.
Setelah membuat kontrak, semua tetua pergi. Blue yang tampak biasa saja dari tadi mulai menyeringai. "Usaha tidak pernah mengkhianati hasil."
Blue segera pergi ke tempat tambang batu energi tingkat rendah yang di dapatkan. Sesampainya di depan gua, ia melihat banyak pekerja yang menambang batu energi.
Sebagai aliansi grup hao, Blue mempunyai hak untuk masuk. Jadi tidak ada yang berani menghentikannya.
Setelah Blue masuk, semua pekerja mendapatkan pesan untuk segera mengosongkan tambang karena sekarang tambang itu milik Fairy Dance.
Blue mengusap dinding goa beberapa kali, ia sedang mencari sesuatu. Bee yang penasaran segera keluar dari ruang penyimpanan. Tangan lebahnya segera menyentuh dinding dan mengedarkan keterampilannya.
Bee tercengang melihat banyaknya simbol aneh yang tertulis di seluruh dinding tambang. "Aku yakin kau sudah mengetahui ini."
"Dewi Athena pernah bercerita tentang tempat peristirahatan peliharaannya, Kucing Es. Kala itu kucing es membelanya sampai di segel, karena Dewi Athena masih terlalu naif, ia membiarkan kucing es tersegel."
Menurut ceritanya, Kucing Es ini sangat misterius. Bahkan pengelihatan dewi Athena tidak bisa menembus apa yang dipikirkannya. Jika Blue menebak, pasti itu adalah binatang celah dimensi yang tidak diketahui sistem ataupun dunia ini.
"Simbol disini terlalu rumit, aku tidak mengerti sedikitpun." Bee mengerutkan kening, ia sudah mengetahui banyak bahasa dan mempelajari simbol tingkat dewa. Namun simbol yang terukir dalam dinding jauh diatasnya.
Ela keluar dari ruang penyimpanan. "Ini pasti buatan seseorang yang melebihi dewa."
"Outer, hanya itu yang bisa aku pikirkan." Blue secara reflek menjawab sesuatu yang tidak diketahui Ela maupun Bee. Ia mengetahui nama itu dari Dewi Athena yang terkurung di ruang tanpa batas.
__ADS_1