Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
259. Pertahanan Tak Tertembus


__ADS_3

Semua pemain di Desa Koral berfokus dengan efek tambahan yang dihasilkan. Mereka tidak melihat kata pertama yang menunjukkan bahwa Desa Koral sudah menemukan pelindung.


Blue dan semua orang di dalam ruang bawah tanah melebarkan matanya, tidak akan pernah ada yang mengira ternyata Kristal Es yang dibuat Blue adalah sebuah Batu Pemanggil Naga Es.


Bayangan berbentuk Naga Es terlihat, dia meraung dengan sangat keras. Semua pemain di seluruh Desa Koral mendengarnya, tetapi tidak ada yang menghiraukannya.


"Tuan, terima kasih telah membangkitkan hamba," kata bayangan Naga Es.


Blue terkejut mendengarnya, dia tidak pernah menyangka Naga Pelindung Desa Koral bisa berbicara.


Dengan pengalamannya yang melimpah, Blue bisa menenangkan dirinya dengan cepat. "Siapa namamu?" tanyanya.


"Setelah aku dibangkitkan, nama lamaku sudah ditanggalkan. Sekarang aku hanya akan memakai nama tuan baru," kata Naga Es.


"Baiklah, sekarang kami akan memanggilmu, Ryu pelindung dari Desa Koral!" kata Blue tegas.


Sebuah asap muncul disekitar bayangan naga es. Sebuah tubuh terbentuk sesuai dengan potensi yang dimiliki Blue.


Seekor Naga Es setinggi 15 meter terbentuk, sayapnya membentang sangat mengerikan. Beberapa pemain yang melihat tidak kuasa menahan tekanan yang dipancarkan.


Bahkan Jessica dan Amelia harus menahan dengan seluruh kekuatan prana miliknya.


"Hai, bukankah kamu akan melukai orang disini?" tanya Blue dengan sangat santai.


Dia merasa bahwa kekuatannya di turunkan pada Ryu. Setidaknya tekanan itu setara dengan 60% kekuatannya.


"Terima kasih, Tuan. Kekuatan yang anda berikan sangat mengesankan, meskipun saya masih bayi kekuatan ini sudah setara dengan naga berusia ribuan tahun," kata Ryu sambil menundukkan kepalanya.


"Mohon bantuannya. Ketika Desa Koral dalam bahaya, aku berharap kamu melindunginya dengan sepenuh hatimu."


"Perintah anda adalah sebuah kewajiban untuk hamba, bahkan jika anda memintaku mati maka akan aku lakukan!" jawab Ryu dengan sopan.


Setelah Ryu menarik auranya, semua pemain di ruangan merasa lebih lega. Suhu di seluruh Desa Koral menurun hingga titik dimana semua orang merasakan kesejukan.


Semua orang di Desa Koral langsung mempublikasikan semua yang mereka rasakan. Banyak super guild mulai memandang Fairy Dance sebagai rival.


Walaupun mereka masih guild tingkat 2, kekuatan mereka sangat solid. Bahkan ada dua guild tingkat 1 yang menjadi tamengnya.


Bahkan Sing Langit juga melindungi mereka di wilayah laut. Ini akan menjadi salah satu kekuasaan yang tidak akan bisa ditembus dengan mudah.


Regina langsung mengusulkan sebuah rapat tertutup antar petinggi Pentagon. Dia mempunyai otoritas yang cukup tinggi setelah mendapat kepercayaan dari ayahnya.


Kekuasaan kakaknya semakin berkurang kerena telah terbukti mengkhianati Pentagon. Namun ayah angkat Regina tidak akan melepaskan anak kandungnya begitu saja.


"Sekarang Fairy Dance benar-benar memanfaatkan kita. Jadi apa pendapat kalian tentang situasi ini?" tanya Regina dengan ekspresi serius.


Semua orang diam, mereka tidak ada yang bisa memberikan solusi. Kakak angkat Regina, Dimas mengangkat tangan.


"Mengapa kita harus takut dengan guild kecil itu. Bukankah lebih baik kita menjalin hubungan dengan guild super untuk menghancurkannya," katanya dengan suara keras.


Semua orang mendengarnya, tetapi tidak ada yang berani menyetujuinya. Kekalahan tempo hari masih berbekas di hati mereka semua.

__ADS_1


Padahal Blue sudah tidak ada, hanya ada satu wakil yang bernama Red Devil. Namun semua pasukan Pentagon berhasil di hentikan.


Dan juga ada monster yang suka memeras di pihak mereka, sehingga para petinggi Pentagon lebih memilih untuk menghindari konflik.


Ketika mereka semua merasa berada di atas angin, Fairy Dance selalu membalikkan keadaan. Semua peperangan Fairy Dance terpusat di Danau Putih, sudah dipastikan pertahan mereka sangat kuat.


Bahkan Blue merelakan kekuasaannya di Kerajaan Banyuwangi hanya untuk mempertahankan Danau Putih. Jadi sudah dipastikan Danau Putih adalah wilayah terlarang untuk mereka semua.


"Kakak, kamu belum memahami situasi dengan baik. Kita berada dalam perjanjian damai dengan Fairy Dance. Jika kita melakukan negosiasi dengan musuh, bukankah itu akan mencoret nama Pentagon?" kata Regina tenang.


Dia sebenarnya sedang berpikir tentang cara menyelesaikan masalah yang terjadi.


Salah seroang pria tua mengangkat tangan, dia adalah petinggi Pentagon yang berumur lebih dari 100 tahun.


"Menurutku lebih baik kita melakukan negosiasi dengan guild lain untuk melakukan invasi. Cepat atau lambat Fairy Dance akan menyatakan perang pada kita, jalan terburuknya kita masih memiliki markas untuk bersembunyi," katanya dengan suara pelan.


"Itu juga ide yang bagus, tetapi sampai kapan kita akan bertahan dan digunakan Fairy Dance?" tanya pria tua lainnya.


"Tidak perlu menganggap bahwa kita digunakan, Fairy Dance tidak akan pernah menyerang kita selama mereka tidak disentuh, itulah yang aku pikirkan," kata Regina.


Akhirnya semua orang memutuskan untuk membuat sebuah markas baru di wilayah lain. Sedangkan di Kerajaan Kediri mereka masih akan melakukan yang terbaik.


Begitu pula dengan Tanduk Iblis yang terluka parah. Banyak pemain mereka kehilangan level maupun barang berharga.


Yao yang merasakan kekalahan untuk pertama kalinya tidak terima. Dia akan mengunjungi Blue dan menantangnya lagi dengan kepala lebih dingin.


Sayangnya itu adalah tindakan bodoh, Blue tidak seperti orang biasa. Selama dia diberikan ruang untuk tubuh, kekuatannya akan semakin tinggi.


Beberapa guild super sudah melakukan penyerangan di sekitar Kerajaan Kediri. Mereka ingin melihat secara langsung pertahanan yang dirumorkan tidak tertembus.


Banyak guild kecil harus menderita karena rumor mengerikan tersebut. Beberapa bahkan memilih untuk membubarkan diri.


"Semua kembali ke tempat masing-masing. Kita akan mendapat tekanan dari beberapa pihak, aku harap kalian semua bisa menahannya," kata Blue pelan.


Lebih dari 10 orang yang ada di dalam ruangan, mereka semua adalah orang kepercayaan. Namun semuanya masih orang lain, tidak ada yang terkejut jika mereka berkhianat.


Blue pergi menuju Kota Danau Putih dan menemui Pemilik Kota. Dia langsung berlutut di depan Pemilik Kota dan berkata, "Pemilik Kota, sepertinya aku berhasil menjelajahi Sarang Monster dan membawa sebuah hadiah."


Sebuah Kristal Es dikeluarkan. Pemilik Kota terkejut dan langsung menggunakan kekuatannya untuk menekan badai es yang tercipta.


Walaupun hanya beberapa detik, semua ruangan di istana Kota Danau Putih membeku. Untungnya Pemilik Kota memiliki kekuatan yang cukup untuk menghentikannya.


Setelah pembaruan keempat kekuatan para Pemilik Kota sesuai dengan wilayah kekuasaannya. Jadi semakin setia penduduk Danau Putih, kekuatan Pemilik Kota akan semakin kuat.


"Hadiah yang sangat mengesankan, apa yang kamu inginkan jika aku menginginkan benda itu?" tanya Pemilik Kota dengan mata bersinar.


"Ini adalah bentuk penghormatan yang aku berikan pada anda, jadi hamba tidak akan meminta apapun," kata Blue sambil menyodorkan Kristal Es.


Pemilik Kota tersenyum tipis, jelas sekali dia melihat Blue menginginkan tahta. Namun dia melihat ada sesuatu yang lebih besar dari mengambil tahta Kota Danau Putih.


"Baiklah aku terima hadiah darimu. Ini akan membantu pengembangan Kota Danau Putih, sebagai Pemimpin Kota aku akan menghadiahkan gelar bangsawan Marquis," kata Pemilik Kota sambil mengangkat satu tangannya ke depan.

__ADS_1


"Terima kasih, Pemilik Kota."


"Jika aku bisa memberikan gelar Duke padamu maka akan aku berikan, sayangnya aku hanya seorang Duke. Jadi jangan berharap lebih," kata Pemilik Kota.


Blue tersenyum manis mendengarnya, dia tidak mengharapkan gelar yang lebih tinggi karena Marquis sudah cukup untuk mempertahankan posisi Fairy Dance di Danau Putih.


"Terima kasih kehormatannya, kalau boleh tahu dimana putra Mahkota anda?" tanya Blue pelan.


Pemilik Kota menyempatkan mata, dia tidak percaya Blue akan bergerak lebih cepat. "Putraku sedang menjalankan tugas di wilayah gurun, aku harap kamu tidak melakukan yang yang tidak terpuji," kata Pemilik Kota sambil melepaskan kekuatannya.


Blue tertekan, dia hampir jatuh ke tanah. Namun kekuatan prana miliknya bisa menahan kekuatan Pemilik Kota dengan baik.


"Tentu saja, aku hanya ingin menjadi temannya." Blue mengatakannya dengan menahan sakit, jelas sekali tekanan Pemilik Kota lebih kuat.


Bahkan beberapa penjaga mulai berkumpul di sebelah pintu ruangan pemilik kota. Mereka akan langsung menerobos jika terdengar suara pertarungan.


Melihat Blue tidak berbohong, Pemilik Kota melepaskan tekanannya. Dia menghela napas lega, pasalnya anaknya masih diperlukan dalam tatanan Kota Danau Putih.


Setelah melepaskan tekanannya, Pemilik Kota tersenyum dan memberikan isyarat untuk pergi.


"Jangan terlalu berharap, tujuanku tidak sekecil menjadi pemilik kota Danau Putih," gumam Blue pelan.


Pemilik Kota kehilangan senyumnya, dia sebenarnya sudah tahu apa yang dipikirkan Blue. Namun siapa yang menyangka Blue akan mengatakannya di depan wajahnya.


Walaupun pelan, Pemilik Kota mempunyai pendengaran yang sempurna. Setiap sudut ruangan adalah bagian darinya, jadi sudah sewajarnya sekecil apapun suaranya akan terdengar.


Blue keluar dari Kota Danau Putih dengan kaki gemetar. Dia sebenarnya sudah tak kuasa menahan tekanan Pemilik Kota, tetapi pikirannya masih tetap tenang.


Selama menghadapi musuh yang lebih kuat, entah mengapa Blue selalu tenang dan dapat berpikir dengan jernih. Mungkin itu berkat dari Energi Jiwa yang dia kembangkan.


Setelah keluar dari kota, Blue langsung berlari menuju Gurun.


"Raul, ayo menuju Gurun dengan cepat!" kata Blue sambil menunjuk ke depan.


Raul meraung dan berlari dengan kecepatan penuh, tidak bisa dipungkiri kecepatan Raul sedikit di atas Blue tanpa menggunakan sayap hitam atau kemampuan khusus dari Celah Dimensi. Tidak lupa Blue menggunakan Gate untuk mempersingkat perjalanan mereka.


Bee keluar dengan sendirinya. "Ayo lebih cepat. Aku sudah lama tidak melihat kamu berlari sangat kencang, Sobat!" katanya dengan penuh percaya diri.


Selama Blue tidak jatuh dari Raul, Bee akan tetap mengikutinya. Sistem di rancang seperti itu, hewan peliharaan tidak bisa jauh dari majikannya.


Sesampainya di Gurun, Blue melihat ada segerombolan monster yang sedang mengepung pasukan Kota Danau Putih.


"Pemilik Kota tidak akan pernah menyangka putranya akan mati disini," kata Blue pelan.


Pada kehidupan sebelumnya, putra mahkota mati ketika menjalankan tugas dari Pemilik Kota. Padahal bakatnya sangat bagus, sayang pengalaman pertarungannya sangat rendah.


Oleh karena itu Pemilik Kota memberikan tugas untuk memburu monster Gurun yang terkenal individual.


Sayangnya itu adalah tindakan bodoh. Ketika musim kawin datang, semua monster di gurun akan mulai bergerombol mencari pasangan.


Jika salah satu kelompoknya di serang, maka seluruh monster akan mengepung.

__ADS_1


"Sungguh pemilihan waktu yang sangat jelek," gumam Blue pelan. Dia langsung menggunakan Langkah Cahaya dan Sayap Hitam untuk menyelamatkan Putra Mahkota Danau Putih.


__ADS_2