
Blue memimpin perjalanan, mereka akan membagi pasukan menjadi 4 tim. Kana, Horizon, Mendy, dan Ridho akan menjadi ketua tim. Sedangkan Blue akan menjadi pengatur serangan.
Status mereka sudah cukup untuk membunuh para iblis rendahan. Jika ada seorang iblis tingkat tinggi atau iblis bernama, Blue akan turun tangan.
Hanya dengan 200 orang mereka berencana meruntuhkan Kota Iblis. Mendy bergerak dulu untuk melihat situasi.
15 iblis rendahan menyerang Mendy dan timnya yang beranggotakan 50 orang. Meskipun hanya iblis rendahan mereka memiliki level yang cukup tinggi.
Mendy bukan orang sembarangan, ia menggunakan keterampilannya yang hebat untuk menghentikan serangan lawan serta memberikan last hit pada rekannya.
[Raja Segalanya telah menggunakan energi kehidupan untuk meningkatkan perolehan poin pengalaman.]
Mendy yang membacanya langsung terkejut, ia tidak pernah mendengar ada efek seperti ini setelah melakukan sumpah darah.
Disisi lain Blue tersenyum melihat isi toko keramat demigod. Usahanya menyimpan energi kehidupan tidak sia-sia. Ternyata semua barang di dalam toko keramat dibeli menggunakan energi kehidupan.
Untuk meningkatkan 100% perolehan poin pengalaman pada seseorang, Blue hanya perlu mengeluarkan 1000 energi kehidupan. Karena ada 200 orang, Blue mengeluarkan 200 ribu. Namun itu sepadan karena efeknya akan bertahan sepanjang hari atau 24 jam.
Mendy yang bergerak paling depan membantai para iblis dengan sangat kejam. Semua timnya berhasil menghancurkan pertahanan kota dengan mudah.
"Bos, kapan kita akan bergerak?" tanya Kana yang sudah tidak sabar ingin bertarung.
Horizon dan Ridho juga memperhatikan, mereka sudah ketinggalan banyak poin pengalaman. Jadi harus memanen para iblis itu secepat mungkin.
"Tunggu, aku yakin kota iblis tidak semudah ini. Pasti mereka sedang menunggu sesuatu." Blue menggunakan Mata Dewa untuk melihat situasi.
Ternyata benar, para iblis sedang bersembunyi di bawah tanah menunggu para penyerang masuk. Mereka tidak terlalu kuat, tetapi berjumlah sangat banyak.
"7 juta, jumlah yang sangat mengerikan."
"Apa maksudmu, Bos?" tanya Horizon yang penasaran.
"Lawan kita lebih sekitar 7 juta iblis. Apa kalian masih bersikeras menyerang?" tanya Blue dengan senyum tipis.
Kana melirik Ridho dan Horizon. "Bos, kami bukan pengecut. Teh Party selalu mengarungi bahaya setiap saat, jadi mengapa kita mundur," jawab Kana tegas.
"Aku suka jawabanmu. Ayo rebut kota itu!" teriak Blue sambil menunjuk kota.
Kana, Horizon dan Ridho bergerak ke sisi yang berbeda. Mendy masih mengayunkan pedangnya dan membunuh semua iblis yang menghadang.
Melihat seorang anak iblis, Mendy menghentikan pedangnya dan membiarkannya pergi. Namun itu adalah pilihan yang salah, anak iblis itu sedang menyamar dan langsung menggunakan serangan mematikan.
Seketika HP Mendy berubah menjadi merah, rekan satu tim mengelilinginya. Mendy segera meminum ramuan penambah HP dan MP. "Jadi ini yang dimaksud, sungguh perang yang mengerikan," gumam Mendy.
__ADS_1
Matanya segera terbuka lebar ketika HPnya hanya bisa sampai kuning. Ia terus mengambil ramuan HP dan MP, sampai akhirnya ia sadar serangan iblis tadi sangat berbahaya.
"Ayo bergerak, jangan beri ampun pada iblis!" teriak Mendy mengangkat pedangnya untuk memberikan semangat pada tim.
Dengan HP yang berwarna kuning, Mendy terus berusaha menyerang sampai HPnya otomatis menjadi hijau sendiri. Artinya serangan iblis tadi bersifat sementara, jadi Mendy bisa sedikit lebih tenang.
Kana dan Horizon menyerang seperti seekor singa yang kelaparan. Pedang dan sihir beradu kecepatan, ratusan iblis rendahan bisa dikalahkan dengan mudah.
Berbeda dengan Ridho yang mengandalkan keindahan serang, pedangnya yang lentur dan gerakannya yang gemulai membuat para iblis tidak bisa memprediksi serangannya. Selain itu, ia mempunyai kepemimpinan yang cukup baik sehingga anggota timnya mendapat bagian.
Kana dan Horizon melihat timnya, mereka berdua menyadari ada yang salah dan langsung memperbaiki kesalahannya.
Blue yang terbang di atas kota tersenyum sambil menganggukkan kepala, penyerangan kali ini sangat sukses. Semua anggota Teh Party meningkat pesat, disisi lain kota iblis akan segera di rebut.
Namun kejadian yang sangat mengejutkan terjadi, sebuah cahaya hitam keluar dari bawah istana pemilik kota. Iblis bertanduk dua muncul di atas istana dan memandang Blue dengan tatapan merendahkan.
"Aku tidak menyangka anda mengorbankan diri untuk melindungi kota ini." Blue melihat status pemilik kota.
[Pemilik Kota Iblis Z]
Level : 310
...
"Manusia tercela. Kau sudah membunuh penduduk yang tidak bersalah!" ucap pemilik kota dengan tatapan marah.
Blue hanya mengangkat bahunya. "Sebenarnya ini hanya keserakahan kita para pemain. Kau tahu, tujuan kami adalah menjadi Dewa, jadi membunuh kalian bukan hal yang buruk."
Alasannya memang tepat, tetapi Blue tidak mengincar itu. Iblis selalu menuruti siapa yang lebih kuat, berbeda dari manusia yang menuruti penguasa.
Dengan menghancurkan kota iblis, Blue akan mendapatkan Reputasi. Berbanding terbaik dengan dunia manusia yang harus berbuat baik.
"Haha, manusia memang serah dari dulu. Jadi bicara padamu sungguh percuma." Pemilik Kota bersiap menyerang, tetapi Blue menghentikannya.
"Jangan terlalu terbawa emosi, aku datang kesini tentu saja untuk berdagang. Aku bisa menjadikanmu sangat kuat jika menjadi bawahan ku."
"Jangan harap!"
Blue sudah mengatakan sesuatu yang sangat penting. Jadi ia akan segera meladeni pemilik kota yang sangat keras kepala ini.
Dual Secret Sword langsung di lepaskan dari sarungnya. Blue menghilang dan berdiri di depan pemilik kota, ayunan pedangnya begitu cepat hingga pemilik kota tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
Kelincahan Blue sudah mencapai 10 ribu poin, ditambah lagi menggunakan Langkah Cahaya. Jadi kecepatannya sangat mengesankan.
__ADS_1
[Blue memberikan kerusakan - 35 ribu.]
Kekuatan suci atau holy sangat membantu untuk mengalahkan para iblis. Jadi Blue sangat beruntung mempunyai kekuatan cahaya.
Pemilik Kota yang sudah mengorbankan hidupnya untuk meningkatkan kekuatan secara signifikan, tapi tidak bisa memberikan serangan baik. Ia terlihat sangat frustrasi dan terbesit perkataan Blue sebelumnya.
"Tunggu, apa tawaranmu masih berlaku?"
"Tentu saja, aku sedang mengumpulkan pengikut untuk melawan para dewa. Kekuatan iblis adalah pilihan terbaik."
"Haha, jadi tujuanmu adalah memanfaatkan kami untuk menjadi dewa." Pemilik kota tertawa keras, ia tidak pernah menyangka ada seorang manusia yang begitu kejam.
"Siapa bilang aku memanfaatkan kalian." Blue menunjuk pasukan Teh Party membantai para prajurit iblis dan terlihat senang.
"Apa yang kau janjikan pada mereka?"
"Kekuatan, aku bisa membawa mereka menjadi pemain yang sangat kuat."
"Tetap saja mereka akan menjadi bawahan. Sungguh malang nasibnya." Pemilik Kota menggelengkan kepala.
"Hah, sebagai seorang iblis tingkat tinggi kau sangat bodoh. Orang kuat tidak selalu harus memimpin, kadang mereka harus berada di bawah seseorang untuk mencapai tujuannya." Blue langsung menghilang dan mengayunkan pedang mengarah ke leher lawannya.
"Tunggu, aku menyerah!" kata Pemilik Kota cepat.
Dia tidak bisa mengalahkan pria didepannya, jadi lebih baik menyerah dan melayaninya untuk beberapa tahun. Umur manusia jauh di bawah para iblis, pemilik kota masih menganggap Blue adalah manusia biasa.
"Sepertinya kau masih belum sadar. Aku adalah seorang player, setelah memutuskan melayaniku kau akan selamanya berada di bawahku."
Pemilik Kota tidak mengetahui informasi tentang player, Blue menjelaskan detailnya dan ia terkejut. Sebuah cahaya berwana ungu kehitaman menyelimuti tubuhnya.
Statusnya meningkat drastis setelah mengetahui kebenaran dunia. Pemilik Kota langsung berlutut di atas udara. "Tuan, aku bersedia melayani anda sampai akhir hayat."
"Bangunlah, ayo bersihkan ini dan menyerang kota lainnya." Blue menyuruh Pemilik Kota mengumpulkan semua iblis yang ada di dalam kota.
Blue menyatakan kemenangannya, ia membebaskan siapa saja yang tidak membuat kontrak dengannya. Karena sudah banyak iblis yang tewas, Blue hanya berhasil merekrut 10 ribu iblis setia.
[Demigod - Raja Segalanya]
Pengikut : 3,11 juta.
Energi Kehidupan : 3,09 miliar.
(Poin Pengalaman +3116%)
__ADS_1