Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Yeti Raksasa


__ADS_3

Arief mulai stabil setelah menenangkan energi di dalam tubuhnya. Ia membutuhkan waktu 5 hari untuk mengendalikan energi kekacauan.


Aries Hardiman memberikannya minuman konsentrasi kelas super, minuman ini jauh lebih baik dari kelas S.


"Bagaimana keadaanmu?"


"Terima kasih, Kakek. Sekarang aku sudah baikan." Arief memberi hormat dengan sopan.


"Apa yang sebenarnya terjadi?"


Arief tidak perlu takut membocorkan identitasnya di Domain Dewa karena Aries Hardiman juga sudah tahu ia dari masa depan.


"Jadi ramalan itu benar. Baiklah, segeralah kembali ke rumah, aku tidak sengaja menjebol tembok gedung Fairy Dance." Aries Hardiman menggaruk punggung kepalanya karena malu.


"Leon pasti menyadarinya, ia akan melakukan yang terbaik untuk membangunnya."


"Apa kamu pikir Leon setara denganku?"


"Tentu tidak, tetapi ia adalah ahlinya membaca dan mengidentifikasi sesuatu."


Sesuai perkataannya, Leon sudah membangun gedung dan menenangkan semua anggota Fairy Dance. Ia tahu bahwa sosok yang membawa Arief adalah seseorang yang sangat istimewa.


Meskipun diam saja, Leon bisa mengetahui seberapa kuat Yuliana. Kemampuannya mengidentifikasi di dapat dari banyaknya ia belajar.


Arief segera kembali ke Markas Besar Fairy Dance. Ia tidak mendapati sedikitpun hambatan. Sesampainya di markas, Jessica dan Amelia langsung menemuinya.


"Aku melihat kalian sangat khawatir, tenanglah aku bisa mengatasinya."


Leon juga muncul. "Setidaknya tinggalkan sedikit petunjuk, aku harus menggunakan cara istimewa untuk menemukan faktanya."


"Hehe, aku tidak sempat melakukannya." Arief *******-***** tangannya. "Apa kalian mau latih tanding?" lanjutnya.


"Ayo, lantai - 2 sudah aku siapkan."


Arief memimpin jalan menuju ruangan khusus latihan para pengguna prana. Cola dan Oliver yang sedang bercanda melihat keempatnya menuju raung rahasia langsung ikut.


Bima, Mahira, dan Ayunda yang berlatih bersama juga ikut. Mereka bertiga adalah pemain dengan kelas Pedang Sihir.


Dona, Bondan, Kana yang sedang latih tanding langsung berhenti dan mengikuti mereka ke lantai bawah.


Reaper dan Qin Huang yang mencoba teknik bersembunyi juga mengikutinya.


Semua orang tadi mempunyai hak untuk menggunakan lantai - 2. Jadi semua bisa ikut masuk kedalam dengan mudah.


1 lawan 3, Arief akan mencoba sesuatu yang sudah diberikan Kheos padanya. "Ayo lakukan yang terbaik!" teriak Arief dengan penuh semangat.


Leon mengambil pedang kayu, langkah kakinya sangat cepat dan langsung menghantam Arief yang belum sempat mengambil senjata.


Lengan Arief diselimuti cahaya hitam mencoba untuk menghentikan senjata lawan. Hasilnya sungguh mencengangkan, pedang Leon langsung patah karena benturan. Meskipun hanya pedang kayu, Leon sudah mengalirkan prana miliknya.


Jessica muncul dari belakang, tusukan tombaknya sangat cepat dan tepat. Arief tidak mau menerimanya, ia melompat ringan.


Amelia sudah mempersiapkan dirinya di udara. Pukulannya sangat keras. Anehnya dia yang terpental hingga membentur langit-langit arena.

__ADS_1


Jessica yang sedikit terkejut langsung terkena pukulan telak di pipinya hingga keluar arena.


"Jangan kehilangan fokus ketika bertarung!" ucap Arief mencoba menenangkan diri. Ia sebenarnya juga terkejut, kekuatan barunya sangat aneh.


Tepat setelah menyelesaikan perkataannya, Leon menggunakan teknik pedang di belakang. Karena Arief merasa itu berbahaya, ia menghindar.


Ubin arena pertarungan terbelah, Cola yang ada di ujung serangannya berteriak, "Kalau nyerang lihat-lihat!"


Bajunya compang-camping, kedua tangannya gemetar. "Sial, seberapa jauh sayatan pedangnya tadi," gumam Cola.


Oliver juga melihat tangan Cola tampak merah dan gemetar, meskipun ia melompat pelan hembusan anginnya mendorongnya beberapa langkah.


Leon tidak mendengarkan mereka, ia sedang fokus mengedarkan energi untuk bertahan karena Arief memukulinya dengan sangat kejam.


Amelia langsung menggunakan tinjunya untuk menolong Leon. Arief menghindar untuk menghemat tenaga, Jessica sudah bersiap di tempatnya.


Tusukan cepatnya juga mengandung prana yang sangat kuat hingga Reaper dan Qin Huang berusaha menghindar.


"Sial aku terlihat," ucap Qin Huang.


"Sepertinya kita seimbang!"


Reaper ternyata juga harus menghindar dari tusukan tombak yang sangat mengerikan itu.


Pertarungan masih berlanjut, Amelia tidak mau kalah ia mau menggunakan serangan pamungkas. Namun Arief sudah bersiap dengan tinjunya.


Kedua tinju bentrok, energi prana menekan semua orang yang ada di ruangan. Amelia terlempar hingga membentur tembok.


"Sepertinya sudah cukup. Kalian terlihat kelelahan," kata Arief sambil mengangkat kedua bahunya.


"Untuk semua orang yang ada disini, aku ingin menyampaikan sesuatu. Jangan pernah melakukannya seorang diri, aku pernah melakukannya dan gagal. Aku akan selalu membuka tangan untuk menerima keluhan dan memberikan petunjuk sesuai pengetahuanku."


Arief merasa semua rekan-rekannya malu untuk bertanya padanya karena ingin membuat sebuah kejutan. Namun bukan itu yang ia inginkan, proses adalah sesuatu yang perlu dinikmati.


Semua orang merenungkan perkataan Arief, mereka memang mempunyai hambatan dalam perkembangannya. Namun rasa malu bertanya membuat hambatan itu semakin besar.


Orang pertama yang mengangkat tangan tidak lain adalah Leon yang sudah tergeletak di tanah. Ia menceritakan beberapa hal mistis dan kebangkitan ilahi.


Arief dengan mudah memberikan nasihat dan menyuruhnya untuk melakukan latihan ringan supaya kekuatan ilahi miliknya bisa bangkit sepenuhnya.


Jessica, Amelia juga bertanya tentang fisiknya yang tidak mampu menopang kekuatan besar di dalam tubuhnya. Blue menyuruhnya untuk meditasi dan mengendalikan keluaran energi sembari meningkatkan fisik.


Semua orang bertanya dan mendapatkan sebuah cahaya penerangan. Mereka semua segera menjalankan latihan yang disarankan.


Arief segera kembali ke Domain Dewa. Ia melupakan ada penaklukan Yeti Raksasa.


Karakternya bangkit di gua tempat pertemuannya dengan Kheos. Ia melihat Bee sedang mengajari Apollyon dan Iksion tentang tatanan kepemimpinan di bawah Blue.


Raul sedang mengasah kukunya supaya lebih tajam dan mematikan. Ela sedang bereksperimen dengan ramuan penambah status. Sedangkan Drakula malah tidur di langit-langit karena sudah lama tidak masuk gua.


"Jangan lupa, aku adalah bosnya disini!" ucap Bee sambil menyilangkan lengan lebah gendutnya.


Blue memegang kepalanya layaknya seperti sebuah bola basket. "Mengapa kalian ada disini?" tanya Blue melihat Apollyon dan Iksion.

__ADS_1


"Kami juga tidak tahu."


Iksion dan Apollyon sekarang bebas bisa keluar masuk Dual Secret Sword. Tubuh fisiknya memang ada, tapi mereka sangat lemah.


"Hai jangan marah. Lihat itu, pedangmu masih menancap di sana!" teriak Bee menunjuk dua pedang warna hitam yang menancap bersilangan.


Blue mengambilnya dengan mudah, rasa sakit sebelumnya sudah tidak terasa lagi.


[Dual Secret Sword]


Tingkat : Langka (Menyesuaikan Evolusi).


Level : 200 (Sesuai Level Karakter).


Kekuatan : 670 (+2000 kerusakan pasti).


Kelincahan : 670 (+2000 kerusakan pasti).


Kemampuan khusus :



Setiap kenaikan level akan menambahkan 2 poin tambahan.


Meningkatkan kemungkinan serangan kritikal 40%.


Meningkatkan kerusakan serangan kritikal 75%.


40% kemungkinan mengeluarkan serangan ganda.



Syarat Evolusi :



Kumpulkan 100 senjata tingkat Epik dengan level yang sama.


1000 batu energi tingkat tinggi.



Tidak dapat ditransaksikan.


Tidak dapat jatuh.


Hanya bisa untuk pemain Blue.


"Powernya tidak terlalu tinggi, tapi kemampuan khususnya sangat menggiurkan." Blue segera menuju penyerbuan Yeti Raksasa.


Sesuai dugaannya, Yeti itu adalah Bos Dunia yang memiliki level 350. Level pemain di benua utara sangat rendah, hal itu karena kurangnya ramuan penyembuh HP dan MP.


Untuk mengalahkan Yeti dengan level 100an sungguh pekerjaan mustahil, tetapi Super Guild sudah ikut campur. Blue harus berhati-hati karena bisa saja mereka akan menyebarkan rumor tentang Fairy Dance bisa menyebrangi benua.

__ADS_1


Blue melihat sebuah kelompok yang terdiri dari 25 pemain, ia mengenal beberapa pemain yang akan menjadi legenda masa depan.


"Halo, aku Topeng Setan. Apa kalian ingin menaklukkan Yeti Raksasa?" tanya Blue dengan sopan dan sedikit membungkuk.


__ADS_2