
Peperangan masih berlanjut, Leon masih berduel dengan Ye Mo. Belum ada yang menonjol dan siapa pemenangnya.
"Kau sangat gigih!" ucap Ye Mo memandang lawannya.
"Sudah aku katakan sebelumnya, Fairy Dance tidak takut pada siapapun." Leon menghela napasnya, ia masih melakukan pemanasan.
Ye Mo menatap tajam ke arah Leon, kakinya langsung melangkah dengan cepat. Dua pedang beradu dan wajahnya di dekatkan satu sama lain.
"Akan aku tunjukkan kekuatanku!" geram Ye Mo. Ayunan pedang Ye Mo menjadi lebih berat, ia menggunakan keterampilan buatan.
Leon hanya bisa menerima serangan sambil mundur selangkah demi selangkah. Bukan berarti dia kalah, ia sedang menunggu kesempatan lawannya lengah.
Tepat ketika Ye Mo akan meneriakkan keterampilannya, Leon juga menggunakannya. "Absolut Slash!" katanya.
[Leon memberikan kerusakan - 7000 kerusakan kritis.]
Ye Mo yang terlihat tidak tenang langsung membalas serangan lawan, tapi itu adalah kesalahan besar untuk seorang pendekar pedang.
Leon melihat serangan Ye Mo melambat karena poros serangannya tidak stabil, ia langsung memanfaatkan kesempatan. "Giga Slash!"
Pedangnya menebas secara vertikal, kecepatan ayunannya lebih cepat dari gerakan kakinya. Ini adalah salah satu teknik pedang yang diajarkan Blue padanya.
Karena tumpuan serangannya hanya ada pada satu kaki, ia harus melatih kakinya sekuat mungkin. Itulah mengapa Leon selalu berlari di bawah tekanan gravitasi yang berat.
[Leon memberikan kerusakan - 12 ribu kerusakan kritis.]
"Sialan kau Badut!" teriak Ye Mo yang kesal karena semua serangannya selalu di dahulu.
Leon di ajarkan untuk tetap tenang, kemampuan terbaiknya adalah menilai situasi dan matanya. Jika salah satu darinya kabur, kekalahan adalah hadiahnya.
Sudah tidak mau menerima kerusakan, Ye Mo mengeluarkan pedang yang seharusnya disembunyikan. Serangan pedangnya langsung menerbangkan Leon.
[Ye Mo memberikan kerusakan - 7000.]
Mencoba untuk mengimbangi ayunan pedang lawan, Leon terus mundur dan berputar. Sayangnya pedangnya tidak mampu menahan gempuran lawan.
"Haha, sekuat apapun pedangmu. Pasti akan hancur!"
Sesuai perkataannya, pedang Leon patah karena tekanan yang begitu berat. Karena belum sempat mengeluarkan pedang baru, Leon masih menggunakan pedang patah untuk membelokkan serangan musuh.
"Mati kau!" teriak Ye Mo sambil mengeluarkan kekuatan buatan lainnya.
"Blink." Leon menggunakan keterampilan kelasnya, ia berpindah cukup jauh untuk menghindari serangan sekaligus mengambil pedang baru.
Kali ini senjatanya sangat mengejutkan Blue yang menonton dari kejauhan. "Hah, jadi dia benar-benar bisa mengambil pedang itu."
__ADS_1
"Pedang apa itu?" tanya Bee meramaikan suasana. Di sebelah, Kana dan teman-temannya mendengar.
"Pedang Langit, salah satu senjata sihir yang dapat mengalahkan dewa. Lebih mengerikannya lagi, tingkatnya sudah Legenda." Blue menjelaskan apa yang dilihat.
"Haha, sekarang pedangmu jauh tertinggal." Bee malah tertawa melihat pedang majikannya hanya tingkat tinggi.
Blue menahan evolusi pedang sihir untuk perubahan kelas ke empat. Ia harus menggunakan senjata tingkat tinggi untuk mendapatkan sesuatu yang istimewa dari Tower Pendekar Pedang.
"Benar juga, sangat disayangkan aku kalah dengan temanku sendiri." Blue malah menanggapi lelucon Bee dengan serius.
Mendengar perkataan tuannya, Bee langsung mengalihkan pandangannya ke medan perang. Kaki kepiting goreng tidak lupa masuk ke mulutnya yang imut.
Pertarungan awalnya berat sebelah, tetapi Leon mengeluarkan senjata yang dapat meningkatkan kecepatan serangannya.
Ye Mo tertekan lagi, sampai akhirnya seorang pria menghentikan serangan Leon dengan sangat mudah.
"Sudah cukup, Demon Slayer akan mengalami kerusakan berat karena obsesi bodoh mu!" ucap pria itu di depan muka Ye Mo.
HP Leon masih 50 persen, ia masih mempunyai kesempatan untuk menang. Sedangkan Ye Mo sudah mendekati 40 persen.
Level, poin status, pengalaman, kejeniusan, dan semua hal terkait pertempuran Leon masih di bawah Ye Mo. Namun karena tetap tenang dan mengedepankan serangan efektif Leon bisa mencari celah.
"Paman Chen, jangan menggangguku. Fairy Dance harus hancur!"
Ye Mo langsung menuruti perkataannya, ia menghubungi beberapa tim yang sudah menyerang cukup lama.
Chen Yu mendekati Leon dengan tenang, ia tidak ada niatan menyerang. "Ketua Leon, aku harap tidak ada dendam di antara kita!"
Pedang yang masih ada di sarung tiba-tiba terbang dengan kesempatan tinggi dan menusuk Leon. Seketika HPnya menjadi 1. Untungnya gelar yang ia dapatkan menyelamatkannya dari kematian.
Walaupun tidak mempunyai kesempatan, Leon tetap berdiri di depan gerbang Fairy Dance. Pijakannya masih tangguh meski HPnya hanya ada 1 poin.
Bayangan hitam muncul dan merangkul tubuh Leon, matanya sempat melihat Chen Yu. Seketika mereka menghilang dari pandangan semua orang.
Reaper berhasil membawa Leon ke luar dari medan perang. "Guild Master tidak boleh mati sampai perang berakhir."
"Ya aku tahu, tapi orang bernama Chen itu sungguh sesuatu. Mataku sama sekali tidak melihat tangannya bergerak."
"Itu bukan tangannya yang bergerak, tapi pedangnya memang bergerak sendiri. Mari tanyakan ini pada bos di lain waktu."
"Kau benar." Leon langsung meminum ramuan penambah HP dan MP.
Wilayah Rumah Kebangkitan berhasil diamankan Dona dan Bondan. Di depan pintu juga ada Iblis Kecil yang siap membantai siapapun.
Suara tepuk tangan terdengar. "Mengesankan, kalian berhasil bertahan cukup lama," ucap seorang pria dengan rambut panjang yang di kuncir. Pedang satu setengah meter di pegang tangan kirinya.
__ADS_1
"Siapa kau?" tanya Dona.
"Chen Rong. Awalnya aku tidak tertarik melawan guild kecil ini, tetapi perintah direktur tidak pernah salah."
Bondan yang tidak suka basa basi langsung menyerang, ia melompat dan menggunakan keterampilan tinjunya.
Namun kejadian aneh terlihat, Bondan yang seharusnya menyerang malah terpental cukup jauh dan mengalami kerusakan yang tidak sedikit.
[Chen Rong memberikan kerusakan - 35 ribu kerusakan kritis.]
"Sepertinya kalian sangat semangat ya." Chen Rong langsung berlari ke arah Dona, sayatan pedangnya berhasil melukai lawannya dengan sangat cepat.
Dona terkena kerusakan lebih besar dari Bondan karena pertahannya sedikit lebih rendah, Ia terpental 5 meter jauhnya.
HP Dona dan Bondan yang awalnya bisa dijaga terus langsung berubah menjadi kuning. Siapa yang menyangka satu orang saja langsung merubah alur perang.
"Mengecewakan, aku pikir masih bisa bersenang-senang." Chen Rong mengayunkan pedangnya lagi, tapi kali ini ada seorang pria bertopeng berhasil menghentikannya.
"Akhirnya kau menunjukkan dirimu, Topeng Setan." Chen Rong menatap tajam ke arah pria yang menyelamatkan Dona dan Bondan.
"Chen Rong, kau masih sombong seperti biasanya. Ayo tunjukkan padaku seberapa kuat peningkatan mu."
"Bukankah kau sudah keluar dari Fairy Dance?"
"Yah, ceritanya sedikit rumit. Jadi jangan membahasnya." Topeng Setan menjawab sesuai porsinya.
Dona dan Bondan langsung mundur sementara waktu.
"Terserahlah, sekarang ayo mulai!"
Chen Rong bergerak dengan kecepatan tinggi. Pedang panjangnya dikeluarkan dari sarungnya, tapi Topeng Setan sudah mundur beberapa langkah. Ini adalah salah satu teknik melawan pemain pedang panjang.
Namun Chen Rong tidak seperti orang pada umumnya, ia menggunakan prana untuk meningkatkan jarak serangnya.
Topeng Setan yang merasakan energi prana langsung menunduk dan menusuk lawan. Kecepatan mereka sama, bedanya Chen Rong pedangnya yang bergerak cepat sedangkan Topeng Setan tubuhnya.
Blue tersenyum tipis melihat perkembangan Bima yang sudah berhasil menggantikan perannya sebagai Topeng Setan. Keterampilan pedangnya sudah jauh melebihi pemain biasa.
"Tidak sia-sia aku memasukkannya ke Sumur Keramat."
"Bocah itu cukup berbakat, tapi aku merasa pergerakannya sedikit dibatasi."
"Ya, aku menyuruhnya untuk menggunakan 70 persen kekuatannya untuk pertandingan duel melawan Chen Rong." Blue berdiri dari duduknya, ia melihat Chen Yu berdiri di depan gerbang masuk.
"Baiklah, sudah saatnya kita turun." Blue memberi isyarat pada pasukan Kana.
__ADS_1