Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Ekspansi


__ADS_3

Tanpa terasa Blue terus menebas sampai wilayah manusia serigala. "Wah aku sudah hampir ke ujung timur Benua Utara." Blue melihat salju yang menumpuk dimana-mana.


Roger yang merasakan kehadiran Blue langsung berubah menjadi serigala salju dan berlari. Raungannya terdengar sangat keras ketika berlari.


"Tuan, anda datang ke tempat kecil ini." Roger berlutut karena sudah merasakan kekuatan yang diberikan.


"Bagaimana keluargamu?" tanya Blue dengan senyum manis.


"Semua terselamatkan. Pasukan manusia ular sudah mundur dan menandatangani perjanjian damai."


"Antar aku ke markas kalian!"


Roger tanpa ragu langsung memimpin jalan menuju rumah kayu di dalam hutan yang ada di atas pohon. Ras manusia serigala hidup di atas pohon karena perjanjian dengan manusia ular.


Sebuah rumah kayu terlihat sangat megah, Roger menggunakan beberapa sihir untuk membukanya. Para manusia serigala bersosialisasi di dalam rumah buatan yang begitu besar.


"Wow, kau berhasil membangun dunia buatan seperti ini?"


Roger mengangguk. "Ini semua karena bantuan salah satu penyihir terkuat di ras ular. Aku tidak tahu bagaimana ia menciptakannya, tetapi ras manusia ular menyebutnya Ratu Medusa."


Blue terkejut mendengarnya, seharusnya Medusa yang dimaksud Athena sudah mati beberapa ribu tahun yang lalu.


"Apa kau memiliki kekuasaan untuk mempertemukan aku dengan Ratu Medusa?" tanya Blue.


"Aku tidak punya. Ketika Ratu Medusa menciptakan dunia buatan ini, semua ras serigala tidak diperbolehkan melihat."


"Menarik, mungkinkah dia masih hidup?"


"Maksud anda Ratu Medusa?"


"Lupakan, ayo berkeliling." Blue melihat pasar, rumah tingkat yang terbuat dari batu bata dan makanan bakar.


Peradaban ras serigala sangat nyaman, Blue juga melihat adanya simbol di dalam Batu Mana yang ditanam. Blue menemukan 18 Batu Mana di setiap sudut dunia buatan.


Rasa penasarannya memuncak, Blue mempelajari semua simbol yang ada di dalamnya. Meskipun ia tidak bisa membuat dunia buatan sendiri, ia akan menerapkan konsepnya setelah menjadi Pembuat Simbol tingkat Maha Guru.


Jiwa belajar Blue meluap, ia harus menemui seseorang yang di panggil Ratu Medusa. Tanpa rasa takut, Blue menyusup ke pemukiman ras ular.


Stealth miliknya sangat kuat, jadi bisa dengan mudah menemukan tempat persembunyian Ratu Medusa.


[Anda telah masuk domain Ratu Medusa, semua status anda akan terganggu.]


[Status anda terlalu tinggi untuk ditekan. Domain Ratu Medusa tidak bisa menahan anda.]


Blue tersenyum melihat seorang wanita cantik yang duduk di kursi. "Selamat pagi, Ratu Medusa."


"Siapa kau sebenarnya?"

__ADS_1


"Aku hanya seorang pemain yang kebetulan lewat."


"Tidak mungkin, para pemain itu sangat lemah. Mereka tidak akan bisa masuk kesini!" tanya Medusa sambil mengerutkan keningnya.


"Sesuai yang dikatakan Athena, engkau memang medusa pada masa itu." Blue tersenyum dan duduk di kursinya.


"Hah, kau adalah utusan dari dewi biadab itu ya..."


"Sepertinya anda salah, aku hanyalah pemain yang pernah mendatangi Athena. Sebenarnya ia sangat menyesal membuatmu jadi seperti itu, tapi ia harus melakukannya."


"Cerita karangan itu sangat baik. Langsung saja ke intinya, apa yang kau inginkan?"


Blue melepaskan energi buatannya yang hampir seperti milik Athena. "Apa anda butuh bukti yang lainnya?"


"Haha, jadi wanita tak tau malu itu benar-benar masih hidup. Jadi apa pesannya?"


"Ia hanya menyesal dan ingin aku membantumu melepaskan kutukan. Meskipun pemahamanku masih rendah, setidaknya dengan bantuan anda itu mungkin dilakukan."


"Tidak perlu, aku sudah menikmati hidupku serangan."


"Baiklah, jika itu kemauan anda. Tapi bolehkan aku bertanya sesuatu?"


"Tanyakan?"


"Bukankah anda sudah dibunuh Perseus?"


"Bukankah anda salah satu yang tidak abadi?"


"Bahkan kau tahu sesuatu yang memalukan seperti itu. Aku memang tidak abadi, tetapi jiwaku bisa berpindah dari satu tubuh ke yang lainnya."


Blue tersenyum tipis dan mencoba berdiskusi tentang cara membuat simbol dunia buatan. Meskipun tidak bisa mewujudkannya sekarang, ia mempunyai pemikiran tentang masa depan.


Ratu Medusa tidak bisa bertarung karena jiwanya sangat lemah, oleh karena itu ia membutuhkan gadis perawan untuk memperkuat jiwanya.


"Aku bisa mengisi energi jiwamu!" kata Blue sangat percaya diri.


"Haha, anak kecil sepertimu tidak akan mengerti konsep jiwa. Pergilah, biarkan aku tidur dan menikmati akhir hidupku."


Blue berjalan ke belakang punggung Medusa, ia menggunakan energi jiwa untuk menambah kekuatan Medusa. Ternyata jiwa Medusa merespon dan berbagi sedikit jiwanya.


Meskipun sedikit, sistem Domain Dewa langsung merespon dan menyarankan Blue untuk keluar permainan.


[Jiwa anda telah berkurang sedikit, anda tidak akan bisa login selama 1 hari.]


Tanpa peringatan Blue keluar dari domain dewa setelah tindakan gegabah yang dilakukannya. Meskipun begitu, ia mempunyai perasaan baik telah membagi sedikit jiwanya pada medusa.


Arief keluar dari mesin virtual dan langsung duduk bermeditasi. Ia mengembangkan teknik jiwa, atau secara kasar memiliki jiwa yang tak terbatas.

__ADS_1


Bisa dikatakan teknik ini dibuat untuk menjadi abadi, ia tidak tahu siapa yang menciptakan tapi yang pasti bukan dari dunia ini.


Setelah berhasil menstabilkan tubuhnya, Arief mengepalkan tangannya berulang kali. "Ini menarik, aku tidak merasakan efek samping setelah memberikan sedikit jiwaku."


Ia teringat perkataan Athena tentang jiwa mahkluk hidup, siapapun yang kehilangan sedikit jiwanya akan menjadi zombie hidup. Namun Arief dengan gegabah mencobanya, untung hasilnya sangat memuaskan.


Setelah mencoba beberapa gerakan, Arief menuju ruang ketua guild.


"Leon, sepertinya kau sangat serius." Arief langsung duduk di sofa.


"Haha, kau benar-benar gila. Singa Langit menunduk hanya untuk bantuan Elf Salju." Leon menutup laporan dan duduk di depan sahabat karibnya itu.


"Hehe, meskipun Elf Salju sangat kuat, mereka butuh perkembangan."


"Kabar seseorang menjelajah ujung utara dan timur sudah tersebar luas. Mungkin tidak ada yang tahu, tapi aku tahu itu pasti kamu!"


"Haha, kau bisa menebaknya dengan benar."


"Bolehkah aku tahu caramu bisa sampai ke Benua Utara dengan begitu mudah. Aku sudah mengevaluasi kekuatan bos penjaga gerbang, seharusnya kau tidak pernah menginjakkan kaki di sana."


Arief menepuk pundak sahabat karibnya itu dan tersenyum manis. "Belum saatnya kau tahu, tapi ada satu hal yang perlu engkau lakukan. Jangan fokus melebarkan sayap di utara."


"Bukankah benua itu penuh dengan material?"


"Kita tidak bisa bersaing dengan Grup Hao. Lebih baik. Fokuskan guild berkembang di selatan atau barat."


"Bagaimana dengan Benua Timur?"


"Kita sudah terlambat untuk menginjakkan kaki di Benua Timur. Tunggu waktu yang tepat sebelum bertindak."


Leon dan Arief berdiskusi tentang permasalahan Fairy Dance. Mereka dua anak berumur 21 tahun yang sangat cerdas.


Setelah menemukan kesimpulan, Leon memberi perintah pada Jessica untuk memfokuskan perkembangan di benua selatan dan barat. Arief mengatakan uang Fairy Dance sangat banyak, jangan sia-siakan potensinya.


Jadi Leon tidak akan segan dan mengalokasikan banyak uang untuk membangun pondasi di benua selatan dan barat. Ia berencana menghabiskan 2 triliun kredit untuk perkembangan Fairy Dance di dua benua tersebut.


Awalnya Jessica sangat terkejut, tetapi setelah melakukan kajian keuangan. Ia berhasil menciptakan kesimpulan bahwa ada seseorang di balik keputusan Leon.


"Bos, selalu membuatku kesulitan. Tapi entah mengapa semua berjalan begitu mulus," gumam Jessica melihat laporan keuangan Fairy Dance yang lebih dari 1 triliun kredit.


Tepat ketika Jessica masuk kedalam permainan, ia mendapatkan pesan bahwa seseorang telah mengirim koin emas dalam jumlah besar.


[Buana telah mengirim 150 juta koin emas.]


"Haha, baiklah mari perlebar sayap kita!" teriak Jessica penuh semangat. Staffnya di dalam kantor virtual melihatnya dengan penuh rasa penasaran.


Perlu diketahui, 150 juta setara dengan 135 miliar kredit. Hal itu karena harga emas menurun hingga ke angka 900.

__ADS_1


__ADS_2