Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
159. Pasukan Biru


__ADS_3

Kostum yang sangat lembut karena berwarna biru laut membuat pasukan Fairy Dance tampak menggemaskan. Namun Shadow yang berada di depannya seperti sedang menghadapi tsunami besar di depannya.


Setidaknya masih ada 3 juta pemain Shadow yang masih berdiri. Mereka belum masuk jangkauan serangan Mortir atau senjata lainnya.


Satu hal yang pasti, setiap pemain yang masuk jangkauan serang senjata pertahanan Fairy Dance pasti akan mati. Rumah Kebangkitan Danau Putih penuh dengan pemain Shadow yang tidak bisa keluar.


Kobaran perang masih belum padam, jadi mereka tidak bisa keluar dari Rumah Kebangkitan. Sistem melarang pemain yang sudah kalah di dalam medan perang untuk bergabung kembali.


Namun setelah pembaruan keempat, semua guild besar akan semakin berkuasa. Hal itu dikarenakan pemain yang sudah kalah bisa masuk kedalam medan perang lagi.


Fairy Dance membawa 700 ribu orang untuk melakukan penyerangan. Mereka semua adalah gabungan Fairy Dance dan 50 kelompok bayaran.


Semua instruksi Blue dijalankan dengan sempurna. Tidak ada satupun kelompok yang merasa dirugikan. Karena perasaan itu, mereka semua ikut dalam penyerangan Shadow di depan Desa Koral.


Tidak ada keuntungan yang didapatkan kelompok rahasia, tetapi ada sesuatu yang membuat mereka tidak ingin meninggalkan Blue dan Fairy Dance.


Surya yang melihat pasukan musuh sudah keluar dari desa berteriak, "Keluarkan semua senjata sihir!"


Setidaknya ada 1000 Meriam Sihir Otomatis yang dikeluarkan. Namun tidak dapat menghentikan pergerakan kelompok Fairy Dance yang mengeluarkan Tank Penggerebekan di depannya.


Semua Meriam Sihir Otomatis milik Shadow berhasil di hentikan. Mereka tidak kehabisan akal, para pemanah melepaskan anak panahnya.


Sayangnya Surya lupa bahwa Fairy Dance memiliki Penyapu Udara yang bisa dipindahkan sesuka hati. Akhirnya semua anak panah tidak dapat mengenai targetnya.


Blue berlari menuju pasukan musuh, disusul dengan semua anggota Fairy Dance. Mereka akan berdua ha sekuat tenaga untuk memenangkan perang.


Ayunan pedang Blue sangat indah, setiap tebasan pedangnya membuat satu pemain sekarat. Beberapa orang dibelakangnya langsung mengeksekusi korban dengan cepat.


Peperangan besar disaksikan oleh jutaan pasang mata. Mereka ingin mengambil strategi Fairy Dance yang selalu berhasil melawan guild besar. Shadow juga tidak kalah mengesankan, mereka berhasil selamat sampai sekarang.


Walaupun kenyataannya Surya tidak bisa berbuat apa-apa karena Boa dan pasukannya tidak membantu. Mereka semua lebih tertarik melakukan perjalanan untuk mencari kesenangan.


Secara tidak langsung Shadow kehilangan kekuatan yang sangat besar. Surya tidak merasakannya karena Boa dan pasukannya tidak pernah meninggalkan sisinya.


"Surya, sudah lama kita tidak bertemu," sapa Blue yang baru sampai di depan Surya dan para petinggi Shadow.


"Sangat baik, kamu berani menerobos pasukan hanya untuk aku." Surya menarik pedangnya bersiap melakukan duel antar ketua guild.


Namun rencananya tidak bisa terlaksana karena para petinggi Shadow juga siap bertarung.


Jessica dan Amelia malah menyimpan senjatanya, mereka berdua akan mengawasi keadaan sekitar supaya tidak ada yang mengganggu pertarungan.


Ada juga Leon, Dona, Aji, dan Bondan. Mereka hanya semua bersiap untuk mengalahkan musuh yang mencoba menghalangi pertandingan ketua Guild Fairy Dance dan Shadow.


Blue melakukan hal tersebut karena dia ingin mengembalikan nama Fairy Dance yang jatuh akibat tindakan Salju yang sembrono. Namun resikonya sangat tinggi karena Blue tidak boleh kalah dalam duel.


Jika kalah, maka nama Fairy Dance akan semakin tenggelam. Lambat laun Fairy Dance akan hancur berkeping-keping.


[Duel Blue vs Surya]

__ADS_1


Karena semua orang sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Sistem merestui duel antara Surya dan Blue, siapapun yang menang akan mendapatkan hadiah menarik.


Blue berlari menggunakan Black Wing. Dia tidak terbang karena ingin menyimpan keterampilan untuk sementara.


Ayunan pedang Blue menghantam musuhnya, Surya yang sudah mengalami banyak peperangan berhasil merespon dengan sangat baik.


Suara penuturan besi terdengar sangat nyaring, Blue menusuk seperti pengguna pisau. Dia melihat bahwa Surya adalah pengguna pedang bertipe kecepatan.


Makanya Blue merasakan kelembutan di setiap tangisannya. Walaupun terlihat lembut, Surya memiliki keterampilan pedang yang cukup hebat.


Keduanya saling mengerutkan kening. "Gaya Pedang Kaku," keduanya berkata bersama.


Gaya Pedang Kaku adalah teknik khusus dari sekolah pedang Shira yang terkenal sangat misterius. Blue mendapatkannya dari salah seroang pria bernama Toma.


Keduanya berlari dan mengadu teknik pedang. Tanpa diduga semua gerakannya sama persis. Bisa dibilang Surya dan Blue adalah kakak beradik.


"Aku tidak menyangka adik seperguruan menjadi musuhku. Aku harap peperangan dalam permainan tidak menimbulkan dendam di hati," kata Surya lembut sambil tersenyum.


Blue mengepalkan kedua tangannya ke depan. "Salam kakak, aku juga berharap begitu. Namun Fairy Dance tidak bisa kalah dalam peperangan kali ini, mohon mengertilah."


Keduanya terus beradu ilmu pedang, untungnya Blue mempunyai pengalaman yang jauh lebih banyak daripada Surya. Sehingga dia bisa memanfaatkan beberapa celah kecil untuk memberikan kerusakan.


[Slash]


Ayunan pedang Blue berhasil memberikan celah untuk melakukan serangan fatal.


[Blue memberikan kerusakan - 400, serangan kritikal]


Blue tersenyum manis, dia sudah menunggu situasi ini sejak lama. Aura warna ungu kehitaman muncul di sekitar tubuh Blue dan menyelimuti kedua pedangnya.


Melihat Surya yang belum selesai melepaskan semua airnya, Blue menerjang musuhnya dengan pedang di tangan kanannya.


Surya melebarkan matanya, dia tidak percaya pengendalian prana miliknya sedikit lebih rendah dari adik seperguruannya. Dengan aura seadanya, Surya menangkis serangan lawan dengan sekuat tenaga.


Tindakan itu akan membawa malapetaka untuknya. Hal itu karena Blue menggunakan dua pedang, sedangkan Surya menggunakan satu pedang.


Setelah berhasil menangkis satu pedang milik Blue, dia langsung menghempaskan pedang. Tanpa diduga tangannya juga ikut terhempas.


"Sial," kata Surya pelan.


Blue mengangkat salah satu sudut bibirnya. Ayunan pedang tangan kirinya akan mengakhiri pertandingan.


[Blue memberikan kerusakan - 500, serangan kritikal]


[Blue menang!]


Melihat Surya tumbang dalam pertandingan satu lawan satu membuat semua pasukan Shadow tidak fokus. Mereka kehilangan semangat untuk melanjutkan perang.


Melihat hal tersebut, semua pasukan Fairy Dance memanfaatkan situasi untuk membunuh banyak pemain.

__ADS_1


Kemenangan sudah ada di depan mata. Tidak ada yang bisa menghentikan amukan Fairy Dance dengan kostum berwarna biru miliknya.


Sejarah mencatat, Desa Koral berhasil bertahan melawan 5 juta pemain hanya dengan 700 ribu orang. Semua orang yang menonton peperangan memberikan tepuk tangan tanda kekaguman.


Fairy Dance mulai sekarang akan dijuluki sebagai Pasukan Biru atau Pasukan Samudra. Dengan kostum yang berwarna biru membuat semua musuhnya seperti sedang menghadapi tsunami.


Gelombang serang yang tenang tetapi mematikan. Itulah yang dapat digambarkan dalam peperangan kali ini. Hal yang tidak kalah mengejutkan Surya mundur dari kursi ketua Shadow.


Tidak ada yang mengetahui alasannya mundur dari kursi. Dia tidak membawa satu orangpun dari guild, tetapi semua pasukan Raja Ular juga mundur karena alasan khusus.


[Markas Besar Fairy Dance]


Semua orang tidak akan menyangka Boa dan Surya sedang duduk di kursi tamu markas Besar Fairy Dance. Tujuan mereka tidak lain adalah menemui Blue yang sedang duduk di samping.


"Aku ingin bertanya, bagaimana kamu mempelajari Gaya Pedang Kaku?" tanya Surya langsung pada intinya. Dia adalah orang yang jarang melakukan basa-basi.


Arief menggelengkan kepala. "Maaf, aku tidak bisa memberitahukan nama guruku. Aku bisa bilang, beliau melarang untuk mengatakannya," katanya.


Toma masih belum muncul di kehidupan sekarang. Jadi tidak mungkin Arief mengatakan bahwa dia belajar dari manusia yang belum pernah ditemuinya.


"Hanya segelintir orang yang bisa mengalahkan aku di aliran Pedang Kaku. Aku yakin gurumu adalah seorang yang terhormat, sampaikan salam ku padanya." Surya tidak bisa menyembunyikan kekagumannya.


Anak berusia 16 tahun berhasil mengalahkan kemampuan pedangnya. Tidak bisa dipungkiri Arief adalah jenius pedang yang disembunyikan.


"Pembicaraan kalian sungguh membosankan, aku tidak peduli dengan gaya pedang apa yang digunakan. Yang ingin aku ketahui, bagaimana kamu mengembangkan prana?" tanya Boa menatap tajam.


Sebelum Arief menjawab, dia tersenyum tipis mendengarnya. "Bukankah aku mendapat tiga permintaan?" tanyanya.


Arief tidak menjawab bukan karena tidak ingin mengatakannya. Dia hanya sedang menguji ketenangan Boa yang sebenarnya.


Jika memungkinkan, Arief akan menarik semua pasukan Raja Ular untuk bergabung dengannya. Walaupun di kehidupan sebelumnya Raja Ular dihancurkan oleh Perusahaan Aldi, Arief harus mencari tahu kebenarannya.


"Baiklah, apa yang kamu inginkan. Jangan terlalu berharap banyak, buktinya aku bisa keluar dari Shadow padahal sudah berjanji akan bersama mereka selama 5 tahun," kata Boa sambil melirik Surya.


Seperti yang dikatakan, Boa adalah seorang pasukan bayaran yang hanya tunduk pada pasukan kuat. Mereka tidak akan mau diperintahkan, oleh sebab itu Perusahaan Aldi menyingkirkannya untuk keamanan dunia.


Hanya dengan satu jawaban, Arief berhasil menyusun teka-teki yang sulit untuk dipecahkan. Entah kenapa Arief bisa berpikir sangat cepat, hal itu masih menjadi misteri. Pahala kemampuan khususnya adalah ingatan jangka panjang.


"Seberapa besar pasukan Raja Ular?" tanya Arief dengan nada sopan. Dia tidak ingin menyinggung perasaan Boa untuk sekarang.


"Aku mempunyai 12 ribu pengguna prana dan 30 ribu tentara terlatih. Bisa dibilang kami cukup kuat untuk menghadapai beberapa pasukan khusus." Boa tidak mengatakan kebohongan, Arief sudah mendeteksinya menggunakan keterampilan khusus.


"Seperti permintaan Surya, aku ingin pasukan Raja Ular bergabung dengan Fairy Dance. Sehingga aku bisa memberikan pelatihan khusus untuk mengembangkan prana, bukankah itu saling menguntungkan?" tanya Arief sambil tersenyum.


"Permintaan yang berani. Terakhir kali kita diganggu oleh beberapa orang, jadi bagaimana kalau melakukan pertandingan di dunia nyata?" tanya Boa dengan tatapan tajam.


Tepat setelah perkataannya selesai diucapkan 5 pisau sudah ada di depan lehernya. Mereka adalah pasukan Garuda yang dapat menyembunyikan aura dengan sangat baik.


Boa tidak pernah menyangka Pasukan Garuda adalah salah satu pendukung yang dimiliki Fairy Dance. Hanya dengan mereka seharusnya tidak bisa menahan pembunuh kelas S.

__ADS_1


"Baiklah, bagaikan jika melakukan pemanasan dengan lelaki tua ini," seorang lelaki tua berjalan masuk kedalam ruangan dengan langkah kaki yang mantap.


Pria itu tidak lain adalah Pak Tua, ketua Pasukan Garuda.


__ADS_2