
Setelah semua bangun, Arief segera mengemas barangnya dan pergi. Dia tidak ingin terlalu lama menetap.
Hal itu dapat menyebabkan peperangan karena beberapa orang sudah melihat kekuatannya. Pak Tua mungkin bisa menyembunyikan identitasnya, tetapi Izza Billy terlihat tidak dapat dipercaya.
Pilihan terbaik adalah kabur dan meminta bantuan Aries Hardiman. Tanpa alasan khusus, Arief melihat Aries sebagai seorang kerabat jauh. Dia juga selalu merasakan kehadirannya disekitar.
Perlu diketahui, orang berpakaian serba hitam yang menodong Pak Tua adalah Aries Hardiman. Bisa dibilang dia selalu berada di sekitar Arief.
Tidak ada yang tahu dimana dia, tetapi yang pasti Arief akan aman selama Aries Hardiman tidak mengalami kecelakaan atau urusan yang penting.
Sayangnya Aries Hardiman tidak memperdulikan orang lain kecuali Arief. Bahkan jika Yuliana mati, dia tidak akan mengulurkan tangannya kecuali diminta.
Arief dan teman-temannya langsung keluar ruangan, ternyata mereka berada di sebuah rumah sakit lantai paling atas. Dengan sedikit keterampilannya, Arief berhasil mengelabuhi beberapa orang.
Mereka semua berhasil keluar dari rumah sakit dengan mudah. "Mari kembali ke Markas Fairy Dance, di sana tempat yang paling aman!" kata Arief sambil berlari.
Untuk memastikan keamanan mereka tidak menggunakan kereta atau angkutan umum lainnya. Arief akan membeli mobil sederhana supaya tidak menarik perhatian orang.
Tidak lebih dari 300 meter dari rumah sakit, sebuah toko menjual beberapa mobil. Arief, Jessica, dan Amelia masuk dengan pakaian yang sangat lusuh.
Karena menggunakan pakaian yang kurang meyakinkan, tidak ada pegawai yang melayaninya. Arief tidak mempermasalahkan hal tersebut, dia langsung menunjuk salah satu mobil yang paling biasa.
Namun ada seorang pria yang mencibirnya. "Lihatlah ada seorang pria udik yang mencoba membeli mobil," katanya.
Amelia ingin sekali melayangkan pukulan pada pria itu, tetapi Arief terlanjur mengeluarkan kartu berwarna hitam.
"Aku ingin menyelesaikan semua administrasi tidak lebih dari 1 menit," kata Arief tidak merubah ekspresi wajahnya.
Pria yang mengejeknya langsung membuka mulutnya, dia tidak pernah menyangka ketiga orang di depannya adalah jutawan yang menyamar.
Tidak lebih dari 1 menit, semua surat ijin sudah diterbitkan atas nama Jessica. Arief mengendarai mobil dengan sangat baik, Jessica dan Amelia tidak mau terkejut lagi.
Walaupun mobil yang dibeli tidak mahal, kecepatannya cukup tinggi untuk sebuah mobil murah. Arief menancap gas hingga menyentuh kecepatan 160 kilometer perjam.
Anehnya dia tidak menyadari bahwa kecepatan mobilnya melaju sekencang itu. Penglihatannya tampak seperti sedang mengemudi mobil dengan kecepatan normal.
Jessica yang ada di depan memegang erat pegangan di sebelah kiri, Amelia juga melakukan hal yang sama.
Tidak butuh lama sebelum mereka sampai di markas Fairy Dance. Mobilnya memakai bahan bakar listrik, sehingga tidak membutuhkan pengisian bensin.
Alasan Arief membeli mobil listrik karena kedepannya benda itu akan memiliki nilai yang lebih tinggi. Artinya mobil yang tidak dipakai selama 30 tahun, harganya tidak akan turun malahan akan naik dengan perlahan.
"Kalian segera masuk ke gedung. Aku tidak ingin kalian terluka!" kata Arief dengan wajah serius.
Jessica dan Amelia sudah lama bersama Arief, mereka mengetahui situasi sedang tidak baik. Jadi dengan cepat keduanya berlari masuk kedalam gedung Fairy Dance.
"Izza Billy, aku tidak menyangka kamu adalah orang yang sangat licik." Arief merasakan sekelompok mengikutinya.
__ADS_1
Izza Billy dan 20 orang berpakaian hitam menunjukkan diri. Mereka adalah pasukan Sura yang sudah memperhatikan gerak gerik Arief.
"Seperti yang diharapkan dari anak ajaib. Sayangnya sebagai pemimpin pasukan khusus, aku tidak bisa membiarkan kamu hidup," katanya sambil tersenyum jahat.
Karena Arief menolak bergabung dengan Pasukan Sura, dia lebih baik membunuh Arief sebelum tumbuh semakin kuat. Alasannya sangat masuk akal, jika salah satu pasukan mendapatkannya, maka kekuatannya akan melonjak.
Bisa jadi Pasukan Sura akan di hancurkan. Izza Billy hanya melakukan tindakan pencegahan yang terbaik. Sayangnya pemikirannya terlalu dangkal, dia tidak pernah memikirkan orang yang berada dibelakang Arief.
Aries Hardiman ingin menunjukkan diri untuk memenggal Izza Billy, tetapi setelah melihat ekspresi Arief yang tenang dia mengurungkan niatnya.
Arief tertawa keras. "Aku tidak pernah menyangka kamu sangat naif, Izza Billy. Pernahkah kamu berpikir sedang ada di wilayah siapa?" katanya.
"Jangan menggertak, aku tidak merasakan sedikitpun trik yang sedang kamu persiapkan!" kata Izza Billy mengerutkan kening. Dia memang merasakan sedikit udara dingin, tetapi prana miliknya tidak mendeteksi adanya musuh.
200 orang mencabut pisaunya, suara gesekan pisau dan sarungnya terdengar oleh Izza Billy.
Seketika Izza Billy langsung mengeluarkan Pedang pendeknya dan meledakkan prana miliknya.
Aries Hardiman tersenyum setelah melihat beberapa pasukan yang berhasil lolos dari persepsinya. Bukan karena kekuatannya terlalu lemah, tetapi karena jarak yang jauh dan keterampilan menekan energi sangat baik.
"Siapa kalian?" tanya Izza Billy sambil mengerutkan kening. Dia tidak pernah menyangka ada seseorang yang bisa menyembunyikan prana dengan baik.
"Tidak penting siapa kita, yang pasti hari ini adalah akhir hidupmu!" kata salah satu pria berpakaian serba hitam. Pria itu tidak lain adalah Pak Tua yang sedang menyamar.
30 menit yang lalu, Arief mengirim pesan pada Pak Tua untuk menyiapkan pasukannya. Dia akan membawa ikan besar yang sangat lezat.
Belum lagi Pasukan Harimau Putih yang telah bersiap untuk menyerang. Namun Arief memberikan isyarat untuk tidak ikut campur.
Pasukan Garuda dan Pasukan Sura memiliki beberapa dendam. Jadi sudah seharusnya mereka menyelesaikan masalahnya.
Tanpa menunggu lama, Pak Tua langsung menerjang musuhnya dengan ayunan pedang pendek. Disusul dengan 200 orang yang sudah bersiap.
Pengeroyokan terjadi, pasukan Sura dengan cepat menyusut. Hanya dalam beberapa menit, Izza Billy berdiri sendirian melawan pasukan Garuda.
Ketika Pak Tua ingin menyelesaikannya, seorang pria berpakaian rapi muncul entah darimana. Bahkan Arief dengan kemampuan matanya tidak dapat melihat kecepatannya.
Pria misterius itu memegang pedang Pak Tua dengan kedua jarinya. Bisa dibayangkan betapa kuatnya pria misterius itu.
Arief yang menyaksikan tercengang, dia sudah tahu seberapa hebat Pak Tua jika menggunakan kemampuan terbaiknya. Namun pria misterius itu bisa menghentikannya dengan dua jari.
"Jangan membuat Dunia lebih kacau, kami menciptakan Domain Dewa untuk situasi seperti ini. Mari bermain Domain Dewa dan saling bertarung untuk melepaskan hasrat membunuh kalian berdua."
Pria misterius itu tersenyum manis. Tidak ada yang bisa membuka mulutnya, bahkan Arief tidak bisa bernapas dengan baik.
"Jadi kamu anak ajaib yang dibicarakan. Sungguh menjanjikan, tetapi kamu hanyalah bocah bau kencur. Jangan sok jadi pahlawan!" kata pria misterius tegas.
Pria itu memberikan peringatan keras karena Arief terlalu percaya diri dengan kekuatannya. Sekarang ada seorang pria yang mengejeknya, tetapi Arief tidak memiliki kekuatan untuk membalas.
__ADS_1
Aries Hardiman yang tidak terima dengan perkataan pria misterius, dia langsung menembakkan jarum energi. Sehingga membuat pria misterius merasakan sakit.
Darah keluar dari sudut mulutnya, dia mengusapnya dan langsung menghilang dari pandangan semua orang.
Izza Billy selamat karena Pak Tua tidak sempat mengayunkan pedangnya. Pria misterius itu tidak lain adalah salah satu jendral Perusahan Aldi.
Pak Tua memiliki sedikit persahabatan dengannya, tetapi masalah kedamaian dunia harus di dahulukan. Jika Pak Tua membunuh Izza Billy, ada kemungkinan Perusahaan Aldi akan melenyapkan Pasukan Garuda.
Mendengar perkataan pria misterius, Pak Tua langsung memerintahkan semua pasukannya untuk membeli mesin virtual Domain Dewa. Mereka semua akan bergabung dengan Fairy Dance.
Jumlah pasukan Garuda 60 ribu orang, semua biaya mesin virtual akan di tanggung pasukan khusus. Fairy Dance hanya menyediakan fasilitas untuk menunjang perkembangannya.
Tanpa berpikir panjang, Arief menerima tawarannya dan membuat kontrak seumur hidup.
Arman yang mendengar bahwa Fairy Dance mengalami bentrok dengan Pasukan Sura sedang bimbang. Dia merasa bahwa Fairy Dance adalah investasi menjanjikan.
Namun sekarang Pasukan Sura ikut campur, akan banyak musibah yang akan menerima Fairy Dance. Arman berniat menghubungi Arief dan membicarakan pemutusan kerja sama.
Berbeda dengan istrinya Adelia yang bersikukuh bekerja sama dengan Fairy Dance. Dia tidak akan melepaskan investasinya karena Pasukan Sura tidak akan bertindak bodoh hanya karena satu orang.
"Apa kamu tahu seberapa kuat Pasukan Sura?" tanya Arman yang mulai khawatir dengan istrinya. Dia tidak ingin semua keluarganya terancam hanya karena membela Fairy Dance.
"Aku tidak tahu, tetapi Fairy Dance adalah investasi yang sangat menjanjikan. Sebagai seorang pebisnis, aku tidak akan melepaskan kerja sama dengan Fairy Dance."
Perdebatan mereka berdua berlangsung cukup lama. Akhirnya mereka berdua sepakat untuk tetap bekerja sama dengan Fairy Dance.
Arman segera menarik beberapa anggotanya untuk melindungi Adelia. Dia tahu seberapa licik Pasukan Sura.
Belum selesai memberikan instruksi kepada prajurit, seorang pria berpakaian serba hitam muncul di jendela lantai 7.
Spontan Arman melompat kebelakang menghindari pria tersebut. Dia menodongkan pistolnya dan langsung menembak pria misterius itu.
Sayangnya pelurunya meleset semuanya karena pria misterius itu mempunyai kemampuan yang lebih kuat. Menghindari peluru pistol sangatlah mudah.
"Jangan terlalu panik. Semua akan berakhir dalam beberapa detik, jadi nikmatilah waktumu dengan meminum anggur merah," kata pria misterius.
Tepat setelah menyelesaikan perkataannya, sebuah pedang panjang menusuk jantungnya dari belakang. "Seorang pembunuh jangan banyak bicara!"
Seketika pria yang menusuk menghilang dan meninggalkan mayat pembunuh bayaran tergeletak di ruangan Arman.
Dengan sigap, Arman memanggil beberapa bantuan untuk menyelesaikan masalahnya. Dia tidak ingin menimbulkan kepanikan pada masyarakat, tetapi kenyataan berbeda dengan harapannya.
Berita besar langsung tersebar di seluruh penjuru kota Bandar bahwa kepala keamanan, Arman telah membunuh seroang pembunuh bayaran. Semua media memuat berita tersebut, sehingga membuat Arman kewalahan menanggapinya.
Arief yang melihat berita tersenyum manis, semua skenario sama seperti yang dia inginkan. Arman adalah orang yang dikorbankan dalam insiden ini.
Dia melakukannya karena Arman berhubungan langsung dengan Izza Billy, kemungkinan besar semua informasi Fairy Dance telah diberikan.
__ADS_1
Tepat sesuai dugaannya, Arman telah memberikan semua informasi tentang Fairy Dance sebelum Izza Billy menunjukkan wujudnya. Arman tidak pernah menyangka bahwa Pasukan Sura serendah itu.