
Ketika di tengah perjalanan, Blue dihadang oleh 12 bandit. Mereka bukan pemain, melainkan penduduk pribumi yang sudah mempunyai kecerdasan buatan.
"Apa yang kalian mau?" tanya Blue pelan. Dia masih menunggangi Raul, jelas para bandit itu sangat kuat.
[Bandit Gunung
Level : 120
HP : 200 ribu
Nilai Kekuatan : 270 ribu.]
Dengan status Blue saat ini, masih memungkinkan untuk membunuh semua bandit dengan mudah. Bahkan Iblis Kecil disampingnya bisa membunuh mereka semua.
Namun dia tidak melakukannya karena masih membutuhkan para bandit untuk menunjukkan jalan.
"Makhluk Terkutuk, kamu pasti mempunyai banyak emas. Serahkan mereka semua!" kata salah satu bandit dengan nada tinggi.
Sungguh konyol jika Blue memberikan semua emas di kantongnya. Sebenarnya dia membawa jutaan emas, tetapi hanya menunjukkan 12 koin emas.
"Aku hanya mempunyai ini." Blue menunjukkan 12 koin emas, akting berbohong yang dilakukannya sangat meyakinkan. Bahkan penyihir di belakang para bandit tidak dapat mendeteksi kebohongannya.
Kemudian salah satu bandit mengambil koin emas itu dan memberikan jalan.
"Bagiamana jika aku memberi kalian tawaran. Tunjukkan aku jalan menuju Desa Badai, aku mempunyai beberapa simpanan di bank."
"Berapa koin emas?" tanya salah satu bandit.
Blue tidak menjawab, dia hanya memberikan gerakan tangan yang mengisyaratkan 100 koin emas.
Desa Badai adalah salah satu pintu utama untuk menuju Gunung Es. Sepanjang jalan menuju Desa itu akan ada bandit yang terus merampok.
Pemain tidak akan mudah mengalahkan para bandit. Hal itu karena bandit di wilayah Gunung Es mempunyai organisasi yang sangat kuat. Menurut ingatannya, Bos Bandit dari Gunung Es mempunyai level 700.
Beberapa bahkan ada yang berhasil mencapai kelas 5. Sungguh kelompok organisasi yang sangat merepotkan.
Dahulu ada guild kuat yang mencoba menghapuskan para bandit di Gunung Es, sayangnya berakhir dengan sangat mengerikan.
Guild itu tidak lain adalah Pelindung Naga yang dipimpin oleh Gebby. Setelah peperangan dengan para Bandit, Pelindung Naga mulai turun.
Blue yang kala itu menjawab sebagai ketua guild Shadow mendapat keuntungan besar dari peperangan Pelindung Naga dan Bandit Desa Badai.
"Bagaimana?" tanya Blue.
"Baiklah, kami akan mengantarmu. Jangan berniat untuk berkhianat, Makhluk Terkutuk!"
Para penduduk pribumi atau npc di Desa Badai sering menyebut para pemain dengan nama Makhluk Terkutuk.
Itu dilakukan sesuai perintah dari bos bandit, karena dia melihat bahwa para pemain yang dibunuh akan hidup kembali.
Blue tidak merasa bahwa sebutan itu tidak sopan, jadi dia mengabaikannya. Namun dia yakin akan ada beberapa pemain yang tersinggung dan melawan para bandit.
Itu akan menjadi ladang keuntungan bagi guild yang mengetahui caranya.
Peperangan antara Bandit dan Guild akan meninggalkan gunung es. Ketika itu, banyak guild akan mulai menyerbu gunung es untuk mencari Batu Energi Es.
__ADS_1
Batu ini sama dengan Batu Energi biasa, tetapi terdapat sebuah elemen es. Ketika digunakan akan mempunyai efek es yang dapat menimbulkan efek Membeku.
Blue dan 12 bandit berjalan menuju Desa Badai dengan lancar. Tidak ada bandit lain yang menghadangnya.
"Sekarang serahkan semuanya!" kata salah satu bandit dengan nada tinggi.
"Tunggulah, aku baru saja sampai di desa. Butuh waktu untuk sampai ke Bank," kata Blue pelan.
Dia berjalan menuju bank dengan senyum tipis di bibirnya. Setelah masuk kedalam bank, bukannya mengambil uang, dia mengganti penampilannya menjadi Joker Blue.
Penampilannya berubah, dia berjalan melewati para bandit dengan santai. Kemudian langsung menuju pintu masuk Sarang Monster Naga Es.
Sesampainya di depan pintu masuk, dia dihadang oleh 2 penjaga yang sangat kuat.
[Penjaga Pintu Naga Es
Level : 250
HP : 15 juta
Nilai kekuatan : 500 ribu.]
"Tunjukkan identitas!" kata penjaga pintu dengan tatapan tajam.
Joker Blue mengeluarkan token Danau Putih dengan sangat tenang.
Kedua penjaga langsung menundukkan kepala memberikan hormat. "Maafkan kami, Tuan. Karena sistem mempengaruhi pengetahuan kami, semoga anda memberikan pengampunan," kata salah satu penjaga pintu.
Blue tersenyum dan menjawab, "Lupakan saja. Kalian menjalankan tugas dengan sangat baik, biarkan aku masuk."
"Iya, aku berpikir menguji kekuatanku di Gunung Es ini," jawab Joker Blue dengan nada santai.
"Tuan, saya sarankan untuk mengurungkan niat anda. Para monster naga sedang mengamuk, jika mereka mendapatkan sedikit gangguan pasti anda akan terluka," kata penjaga pintu dengan nada sopan.
"Terima kasih peringatannya, aku tetap akan melakukannya. Ini adalah ajang untuk membuktikan diriku, jangan halangi jalanku," kata Joker Blue.
"Baiklah, Tuan. Sudah sewajarnya pewaris tahta sebuah kota mempertaruhkan nyawanya. Semoga beruntung," kata penjaga sambil memberikan jalan.
Bukannya takut karena para monster sedang mengamuk, Blue malah senang akan kejadian tersebut. Artinya para monster naga es akan keluar dari sarangnya.
Itulah kesempatan untuk mengambil Batu Energi Es atau mungkin menemukan Kristal Es. Ketika memikirkan Kristal Es, Blue mengingat tentang Batu Bertuah.
"Mungkinkah Batu Energi Es bisa ditingkatkan," gumam Blue pelan. Dia masih tetap berjalan menuju tempat tujuannya.
Bee keluar dari ruang penyimpanan. "Mungkin saja itu bisa terjadi. Namun kamu harus menggunakan bahan tambahan, Kristal dan Batu adalah jenis bahan yang berbeda."
"Kamu benar, aku harus mencari bahan untuk membuat Kristal!" kata Blue dengan penuh semangat.
Baru beberapa langkah, seekor bayi naga es terlihat. Blue tidak ingin menghadapinya secara langsung karena itu sangat beresiko.
[Bayi Naga Es
Level : 210
HP : 20 juta
__ADS_1
Nilai Kekuatan : 600 ribu.]
Dengan menggunakan keterampilan bersembunyi, Blue menghindari bayi naga. Tujuannya bukan untuk bertarung habis-habisan, tetapi mencari sumber daya es.
Bayi naga menoleh ke arah Blue yang bersembunyi, dia merasakan ada kehadiran manusia. Namun setelah melihat dengan matanya sendiri tidak ada manusia, tanpa sadar bayi naga kemiringan kepalanya.
Blue sempat melihat ada sebuah simbol di lehernya, itu menandakan bahwa Bayi Naga dilindungi oleh induknya.
Keputusan Blue untuk bersembunyi adalah tepat, jika menyerang induk naga pasti akan muncul dan mengirim Blue ke Rumah Kebangkitan.
Setelah memastikan tidak ada manusia, Bayi Naga melanjutkan perjalanannya. Blue menghela napas lega setelah melihat bayi naga pergi.
Dia menggunakan Langkah Cahaya untuk berpindah tempat.
"Akhirnya sampai di sarang naga es," gumam Blue pelan.
Bee muncul lagi dari ruang penyimpanan. "Jangan bertindak bodoh, masuk kedalam sama dengan bunuh diri. Aku merasakan energi yang sangat besar di dalam sana," katanya.
"Aku tahu, sekarang bagaimana cara menarik Naga Besar itu keluar." Blue berpikir keras, dia tidak mempunyai pengalaman pada situasi ini.
Pada kehidupan sebelumnya dia tidak pernah berhadapan dengan naga es karena tempat ini sudah di kuasai guild super.
"Hai, gunakan Iblis Kecil. Walaupun dia masih lemah, sebagai iblis dia tidak bisa mati." Bee memberikan saran yang cukup mengejutkan.
Blue menggelengkan kepalan. "Ini bukan saatnya untuk mengorbankan keluarga, pasti ada cara yang bisa dilakukan."
Sekelompok petualang pribumi terlihat, Blue langsung bersembunyi. Mereka membawa bayi naga yang sudah sekarat.
"Jekpot, Bee segera kembali ke ruang penyimpanan. Aku akan menggunakan mereka untuk memancing semua naga keluar."
Raungan seekor naga berukuran sedang terdengar. Dia langsung menyerang 12 kelompok petualang pribumi.
Blue tidak ingin bergerak langsung, dia merasakan ada lebih dari 8 naga besar di dalam. Para petualang fokus menyerang naga berukuran sedang tersebut.
Keterampilannya dalam menyelinap tidak perlu di pertanyaan lagi, Blue mengambil darah dari Bayi Naga.
Kemudian berlari menuju mulut gua dari sarang naga. "Sepertinya belum cukup. Aku harus masuk lebih dalam," katanya.
Blue berlainan perlahan sambil menyembunyikan keberadaannya menggunakan prana. Perlahan tapi pasti, setelah beberapa saat akhirnya dia melihat naga berukuran sangat besar.
"Sial, jika dia berdiri mungkin tingginya lebih dari 25 meter," gumam Blue pelan.
Karena mengambil cukup banyak darah, Blue menaburkan darah bayi nada yang sudah menjadi serbuk.
Setelah berasa cukup, Blue mencari naga lainnya dan menaburkan serbuk darah bayi naga.
Setelah beberapa saat, darah naga mulai bereaksi. Semua naga besar langsung berdiri dan meraung. Semua naga keluar dari sarang dan menyerang para petualang.
Karena hanya ada 12 petualang, semuanya mundur untuk mencari bantuan. Namun siapa yang menyangka 5 pahlawan dari Desa Badai muncul.
Mereka menghentikan ajukan para naga dengan kekuatannya dan bantuan para petualang pribumi. Belum ada pemain karena level disini terlalu tinggi.
Blue memanfaatkan situasi dan segera mencari benda berharga di dalam sarang naga. Dia mengambil semua benda mengkilat tanpa melihat namanya.
"Sial, tidak ada waktu lagi. Aku harus cepat!" gumam Blue menggunakan sayap hitam dan keterampilan terbang.
__ADS_1
Setelah merasa cukup banyak yang sudah dia ambil, Blue berlari keluar dari sarang naga dan segera menuju Desa Badai