
Oliver menuju Desa Tanjung untuk menemui Rori. Dia mendapatkan beberapa pelatihan sederhana untuk meningkatkan kekuatan.
Blue hanya menyuruhnya untuk terus mengayunkan pisau dan memotong sayuran di Desa. Oliver yang mendapatkan pelatihan kebingungan, dia tidak baik dalam memasak. Namun disuruh memotong sayuran setiap hari.
"Ketua, apa kamu yakin ingin aku memotong sayuran setiap hari?" tanya Oliver kebingungan.
Langkah kaki Blue tampak pelan, dia menepuk pundak Oliver. "Kamu jangan terlalu memikirkan bisa atau tidak. Lakukan yang dan tekuni apa yang kamu yakini, seorang anak Koki mana mungkin tidak bisa memasak."
Tujuannya tidak lain hanyalah menyalakan semangat Oliver untuk memasak kembali. Jika memungkinkan suatu saat dia akan setara dengan sang pembuat minuman minuman legenda, Argya.
Karena terlalu banyak mengembangkan makanan, Argya tidak bisa fokus pada pembuatan minuman. Jadi Blue harus mencari orang yang mempunyai kemampuan setara dengannya.
Ada seorang penduduk pribumi bernama Siska yang membantunya. Namun itu tidak terlalu berpengaruh besar karena kecerdasan buatan Domain Dewa belum sempurna.
Blue menyuruh Oliver untuk datang ke markas Fairy Dance di Kota Bandar. Dia ingin memeriksa tubuh Oliver yang katanya sangat istimewa.
Setelah memberikan beberapa instruksi, Blue meninggalkannya sendirian bersama dapur yang disediakan khusus untuknya.
Tujuan selanjutnya Blue adalah melakukan perluasan wilayah lagi. Namun tujuannya tidak mengarah ke timur, melainkan ke selatan.
Ada sebuah lautan yang sangat luar di selatan. Mungkin belum banyak yang tahu seberapa berharganya sebuah lautan, tetapi Blue sudah mengetahuinya.
Namun untuk menyerang lautan harus mempunyai sebuah perahu atau kapal laut. Sedangkan Blue belum punya, tetapi perlu kalian ingat bahwa Black Wing bisa terbang sesuka hatinya.
Setidaknya butuh waktu 5 hari sebelum sampai di Desa Sewu. Karena berbatasan dengan banyak pantai, Desa itu sangat sepi. Bahkan pemilik Desa tidak menunjuk seorang administrator untuk desanya.
Melihat keanehan tersebut, Blue langsung mengirim pesan pada pemilik desa untuk membelinya. Namun siapa yang mengangkat tanggapannya sungguh menyebalkan.
"Baiklah, aku meminta harga 25 ribu koin emas. Kamu tahu, Desa Sewu berbatasan langsung dengan samudra."
Jelas harga itu jauh lebih tinggi dari semua desa tingkat 1. Namun Blue harus mendapatkannya, sehingga dia menawar 15 ribu koin emas.
"Aku tidak bisa menjualnya dengan harga tersebut, Bagiamana jika 24 ribu?"
Blue tidak ingin menyerah, dia menaikkan tawarannya sedikit. 17 ribu, harga yang sangat wajar untuk sebuah desa tingkat 1.
"Baiklah, 20 ribu jika kamu mau. Aku tidak bisa menurunkannya lagi, guild kami membutuhkan dana yang cukup besar!"
Blue segera menyetujuinya. Walaupun harganya terlampau mahal, tetapi potensinya sangat menjanjikan.
Tidak ingin menunda waktu, Blue langsung menuju tempat pemilik Desa Sewu. Ternyata pemiliknya adalah seorang ketua guild Bulan Putih, calon penguasa lautan dimasa depan.
Sayangnya dia mengalami kekalahan di perang terakhir melawan guild super. Akhirnya ketua Moon White menyerah dan bergabung dengan guild super yang mengalahkannya. Dia adalah Baruna, Raja Bulan Putih.
Kekalahannya karena Baruna membuat kesalahan dalam memilih lawan. Dia terlalu meremehkan guild super yang mempunyai jaringan di Domain Dewa maupun Dunia Nyata.
Baruna adalah seroang kapten angkatan laut. 5 tahun lagi dia akan pensiun dari pekerjaannya, makanya Bulan Putih akan meningkat pesat.
Pria paruh baya berusia 49 tahun itu sangat hebat dalam beladiri tangan kosong. Namun karakternya adalah seorang pengguna tombak.
__ADS_1
Meskipun begitu, Baruna akan menjadi pemain yang hebat karena berhasil belajar menggunakan tombak dengan sangat baik. Walaupun tidak terlalu lihai, dia mempunyai perhitungan yang sangat mengerikan.
Tidak pernah ada berita tentang duelnya, hal itu karena Baruna selalu menggunakan kekuatan kelompok untuk memenangkan perang.
Wilayahnya adalah laut, makanya pada masa depan, Baruna berhasil mengembangkan Desa Sewu menjadi kerajaan hingga membuat sebuah pulau buatan di samudra.
Sungguh pemain yang sangat hebat. Sekarang, Blue melihatnya tampak seperti seorang gembel yang tidak mempunyai uang. Melihat dari bajunya, Baruna baru saja di rampok.
"Tampaknya kamu sedang dalam keadaan buruk, apa yang terjadi?" tanya Blue pelan. Dia tidak ingin menyinggung Baruna dengan perkataannya.
Baruna menggelengkan kepala. "Nak, kamu sangat perhatian. Dunia ini sangat kejam, jangan percaya dengan orang sembarangan."
"Mungkinkah kamu terlilit hutang pada guild?" tanya Blue masih penasaran dengan keadaannya. Hal itu dilakukan untuk menarik simpati Baruna, tujuannya tidak lain untuk menariknya ke dalam Fairy Dance.
"Jangan melibatkan dirimu dengan urusanku. Kamu akan menyesalinya suatu hari nanti!" kata Baruna dengan suara lirih. Dia tampak seperti orang yang sedang di buntuti.
Blue melepaskan prana miliknya, tekanan yang sangat kuat membuat Baruna menyadari bahwa pemain di depannya bukan orang sembarangan. Walaupun seorang tentara, Baruna belum bisa menggunakan prana dengan baik.
Dia akan mulai bisa menggunakan prana ketika keluar dari Angkatan Laut. Namun pengetahuannya tentang prana tidaklah dangkal, dia sering bertemu dengan pengguna prana yang sangat hebat.
Namun siapa yang mengira prana Blue lebih pekat daripada pembunuh kelas S yang pernah dia temui.
"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Baruna pelan karena sedikit ketakutan.
Sebelum menjawabnya, Blue mengangkat jari telunjuknya kemudian menempatkannya di depan bibir. "Jangan berisik, ada seseorang yang sedang memperhatikan kita. Sebaiknya gunakan fasilitas pesan pribadi."
Blue langsung mengirim sebuah pesan pribadi. Sebenarnya dia sudah mengetahui bahwa tidak ada pemain yang membuntutinya. Dia melakukan itu untuk menarik perhatian Baruna.
"Sekarang mari menyelesaikan pembayaran, aku tidak menyangka kamu mempunyai banyak musuh!" kata Blue melalui pesan pribadi.
Baruna sudah mengetahui bahwa Blue bukan pemain biasa, dia mencoba memegang kakinya untuk keselamatannya. "Tunggu, mari bicarakan bisnis yang menguntungkan lainnya."
"Bisnis apa itu?" tanya Blue.
"Bereskan beberapa pemain yang mengintai, aku akan memberikan diskon sebanyak 10%. Aku seroang kapten angkatan laut, banyak jaringan yang bisa kamu manfaatkan."
"Menarik, kamu mempunyai pemikiran yang masuk akal."
Baruna tampak sangat menyedihkan karena telah dibunuh beberapa kali. Perlu di ketahui dia sekarang berlevel 32, padahal awalnya berlevel 68.
Sungguh penyiksaan yang sangat mengerikan. Menghilangkan level pemain hingga setengahnya, Blue tersenyum manis setelah mendengar beberapa cerita Baruna tenang kehidupannya.
Karena seorang kapten angkatan laut, dia bermain Domain Dewa di awal kapal laut. Sekarang dia sedang berlayar di samudra lepas.
Dalam penugasannya, Baruna di dampingi puluhan rekannya yang bekerja sangat keras. Sedangkan Baruna sebagai kapten hanya tiduran di kamarnya sambil bermain Domain Dewa.
Alasan utama Buana berlayar karena banyak pembunuh yang mengincar nyawanya. Pasalnya dia adalah orang dibalik penangkapan kapal obat terlarang di laut.
"Cerita yang sangat menyentuh, tetapi aku tidak punya urusan denganmu. Jika ingin menyelamatkan nyawa, datanglah ke Fairy Dance. Setidaknya kamu akan merasa sedikit aman!" kata Blue pelan.
__ADS_1
Dia tidak menggunakan topeng untuk menutupi identitasnya. Sehingga Blue tidak bisa terlalu banyak bicara.
"Fairy Dance?"
Buana tidak terlalu mengikuti berita tentang Domain Dewa. Dia hanya fokus melarikan diri dan bermain Domain Dewa.
"Suatu tempat yang mungkin kamu rindukan." Blue tersenyum tipis ketika mengatakannya.
Tanpa menunda waktu, Buana memberikan Token Kepemimpinan dengan harga 20 ribu koin emas. Dia langsung mencari informasi tentang Fairy Dance dan rumor yang beredar di forum Domain Dewa.
Wajahnya langsung terkejut melihat banyaknya kemenangan Fairy Dance dan kemampuan Blue dan Topeng Setan. Setelah yakin dengan informasi tentang Fairy Dance, Baruna melihat tempat Blue berdiri.
"Sungguh orang yang misterius. Aku harus segera mencari Fairy Dance!" kata Baruna. Dia sudah tahu bahwa orang di depannya adalah Blue, Ketua Guild Fairy Dance.
Jika berhasil bergabung dengannya, kesempatan selamatnya sangat tinggi. Tanpa berpikir panjang, Baruna menuju Desa Sewu.
Tanpa sadar dia tidak takut lagi dengan pembunuh yang selalu mengincarnya.
Blue masuk kedalam Desa Sewu sambil menggenggam Token Kepemilikan. "Sungguh nostalgia, Kerajaan masa depan ada di genggaman tanganku."
Untuk menyembunyikan identitasnya, Blue menggunakan Joker Blue. Topeng yang sangat mengesankan, kostumnya langsung berganti dengan Blue Hunter.
Blue Suit memang sudah bagus, tetapi Blue Hunter cukup bagus untuk menggantikannya.
Kostumnya berwarna biru laut dengan corak warna emas membuat Blue tampak sangat menawan. Bahkan terlihat sangat mengerikan ketika dua pedang berwarna biru bercorak hitam bertengger di punggungnya.
"Sungguh kostum yang sangat nyaman," kata Blue sambil tersenyum manis.
Tanpa disangka Baruna muncul di belakangnya dan langsung berteriak, "Blue, biarkan aku bergabung dengan Fairy Dance!"
"Siapa yang kamu cari? jika mencari Bos kamu harus menuju Kota Bandar di dunia nyata." Blue ingin menyembunyikan identitasnya.
"Aku tidak bisa, banyak orang yang sedang mengincar nyawaku!" kata Baruna dengan napas yang tidak teratur.
"Aku sudah mendengar cerita itu dari Bos. Sudah aku katakan, datanglah ke Fairy Dance jika ingin melepaskan diri dari para pembunuh itu!" Blue langsung berlari menuju laut.
Baruna melihat kecepatan pria bertopeng yang sangat cepat. "Ada lagi orang gila yang mempunyai Kelincahan sangat tinggi."
Baru saja Baruna melihat Blue menghilang dengan cepat. Kemudian dia melihat seorang pria dengan pakaian biru laut berlari sangat cepat.
Tanpa pikir panjang Baruna keluar dari permainan dan memerintahkan kru kapal untuk kembali ke markas utama. Tujuan utamanya tidak lain adalah menyelamatkan nyawanya, tetapi siapa sangka pilihannya akan menjadi jalan terbaik untuknya.
Blue yang menuju samudra mencari sebuah batu berwarna hitam dengan dua titik berwarna putih. Pada kehidupan sebelumnya ada seseorang yang tidak sengaja menemukan sebuah perahu kecil tingkat Langka.
Kala itu mereka tidak sengaja menghancurkan batu hitam dengan dua titik putih yang tampak seperti mata. Tanpa disangka, sebuah jalan menuju bawah tanah muncul.
Keduanya langsung masuk dan mendapatkan sebuah perahu kecil bernama Silver Boat. Walaupun tidak bisa menampung banyak pemain, perahu itu bisa berlayar cukup cepat.
Setidaknya Silver Boat mempunyai Kelincahan sekitar 1000 poin.
__ADS_1
Perlu diketahui bahwa kecepatan di darat dan laut berbeda. Mungkin Kelincahan 500 poin sudang sangat tinggi di darat. Namun di laut 500 poin seperti seekor siput yang sedang berlari.
Blue melihat batu yang dibicarakan semua orang. "Sungguh mudah mendapatkannya!" katanya yang sudah mencari selama 3 jam lamanya.