
Ratri dan beberapa pasukan Garuda menangkap para tentara bayaran yang di sewa Darah Merah. Hal itu dilakukan supaya Darah Merah mengalami kerugian yang sangat banyak.
Tidak hanya kerugian kredit, mereka juga kehilangan banyak peralatan dari operasi penyerangan Fairy Dance kali ini.
Reza dan Alisa berhasil keluar dari situasi tertekan. Mereka langsung memberikan tekanan pada pasukan musuh dengan cara penculikan. Melihat musuh menggunakan cara yang sama, Reza memerintahkan pasukan Garuda untuk menghancurkan penjara mereka.
Chris dan pasukannya langsung menyerang markas tentara bayaran yang ada di Desa Mangun. Wilayah meraka cukup luas, tetapi sekarang tentara bayaran itu sedang mengalami krisis.
Lebih dari 30 ribu pasukannya sedang dipenjara. Sekarang hanya beberapa anggota cadangan yang mempertahankan desa.
Fairy Dance akan memanfaatkan situasi untuk menguasai markasnya. Hal itu dilakukan untuk memberikan ancaman kepada musuh yang membantu Darah Merah.
Reza menyusun semua strategi penyerangan, sedangkan Alisa akan memimpin pasukan untuk mengarahkan pedangnya pada Darah Merah.
Gejolak perang antara Fairy Dance dan Darah Merah tidak ada hentinya. Bahkan beberapa pasukan yang membantu akan mendapatkan ganjarannya.
Blue masih sibuk dengan beberapa monster imutnya. "Sudah seminggu aku melakukan penggilingan, tetapi hanya berhasil meningkat 5 level. Sungguh kelas yang sangat merepotkan."
Raul dan Ela juga kelelahan, mereka beristirahat di sebelah Menara Petir. Hanya Bee yang masih terbang dengan stamina penuh, Blue juga sedikit bingung tentang keadaan sekarang.
Bee juga melakukan pekerjaannya dengan kekuatan terbaiknya, tetapi ia tidak terlihat kelelahan sedikitpun.
"Kalian terlalu lemah, lihatlah pangeran ini. Masih segar dan penuh energi," kata Bee sambil membusungkan dadanya.
Semua orang tidak dapat melakukan pembelaan, kenyataannya memang seperti itu. Bee masih terlihat segar tanpa kelelahan sedikitpun, berbeda dengan yang lainnya.
"Baiklah, menggiling monster disini sudah tidak terlalu efektif. Kita harus mencari tempat lain," kata Blue santai.
Pemberitahuan pesan masuk terdengar, Blue segera membukanya. Ternyata pesan itu dari Jessica yang menyebutkan bahwa Fairy Dance menangkap 37 ribu tentara bayaran.
Mereka tidak tahu dari mana saja tentara itu, tetapi yang pasti Pentagon dan Darah Merah terlibat dalam pengintaian kali ini. Pada laporan juga mengatakan bahwa beberapa guild kecil juga mulai melakukan pemberontakan.
Kuat dugaan mereka terpengaruh oleh Darah Merah dan pasukannya. Sedangkan Pentagon lebih pasif, mereka hanya mengintai untuk melihat perkembangan Fairy Dance.
"Sudah waktunya semua pasukan Garuda melakukan tugasnya. Aku akan memberikan mereka tugas untuk menghancurkan Darah Merah dari dalam."
Tanpa menunda, Blue segera mengirim pesan untuk para pasukan Garuda. Mereka akan bergerak membantu Chris dalam penyerangan di Desa Mangun.
Sebelum keluar dari Hutan Kawi, Blue melihat status terbarunya.
Nama : Blue
Kelas :
Pendekar Pedang (Mistik)
Sword Saint (Mistik)
Ras : Manusia Tingkat Tinggi
__ADS_1
Profesi : All Role
- Pandai Besi (Ahli)(Pandai Besi yang Terlupakan)
- Arsitek (Mahir)
- Koki (Pemula)
Level : 65 (70%)
Kekuatan : 837
Pertahanan : 443
Kelincahan : 818
Daya Tahan : 365
Kepintaran : 322
HP : 12 ribu
MP : 10 ribu
Poin Status : 170
Poin Profesi : 2760
Blue tersenyum manis melihat statusnya yang serta dengan pemain level 80 atau bahkan lebih. Kekuatan dan Kelincahan mencapai 800 poin, jelas bukan pencapaian yang rendah.
Setelah melewati level 50, pemain akan sangat kesusahan mencari poin skill atau bonus lainnya. Hal itu dikarenakan Domain Dewa sedang bersiap untuk melakukan pembaruan keempat.
Walaupun jauh lebih cepat dari sebelumnya, Blue sudah bersiap dari lama. Banyak bahan langka yang belum di keluarkan, bahkan ada pabrik besi yang sangat susah untuk dicari.
Batu Energi juga tidak akan habis dalam waktu dekat. Semua persiapan sudah selesai, tinggal menunggu pembaruan keempat, Fairy Dance akan mulai bergerak dengan cepat.
Untuk sekarang mereka akan melakukan beberapa peperangan kecil. Hal itu untuk memperluas pengaruhnya dan wilayah kekuasaan.
Blue memiliki keyakinan 100% dalam kemenangan melawan Darah Merah, tetapi dia lebih memilih untuk memberikan tanggung jawab kepada Chris dan kawan-kawan.
Walaupun rencananya sedikit berubah karena kedatangan Reza yang mengatur semua strategi perang. Sedangkan Chris dan kawan-kawannya hanya menjadi pemberi usul dan eksekutor.
Tidak mau membuang waktu lebih banyak, Blue menunggangi Raul. Ela duduk di bahu kiri Blue, sedangkan Bee seperti pangeran yang duduk di atas kepala majikannya.
Raul berlari sangat kencang, mereka menuju Desa Mangun yang katanya sedang dalam penyerangan. Tidak butuh lama untuk Blue dan familia miliknya sampai di lokasi, mereka juga memanfaatkan keterampilan Gate untuk mempercepat perjalanan.
Informasi penggilingan monster di Hutan Kawi segera di rilis, hanya anggota inti Fairy Dance yang dapat mengetahuinya. Jadi informasi tersebut tidak akan tersebar dengan cepat.
Pasukan Garuda yang berada di bawah kepemimpinan Reza menjalankan tugasnya. Blue melihat dari kejauhan keganasan semua orang.
__ADS_1
"Seperti yang diharapkan dari Pasukan Garuda, mereka sangat lihai dalam penculikan," kata Blue santai.
Bee menggelengkan kepala. "Lihatlah, pergerakan mereka terlalu monoton. Aku yakin kamu bisa mengalahkan mereka semua dengan sangat mudah, jika menggunakan keterampilannya sekarang."
Pernyataan Bee ada benarnya, pergerakan pasukan Garuda sangat monoton. Mereka seperti seorang prajurit kuat yang mengikuti buku teori, tidak ada inovasi atau teknik khusus miliknya.
"Aku tidak setuju. Walaupun mereka monoton, sebagai pengamat aku melihat beberapa kelebihan yang mereka miliki," sahut Ela sambil memegang dagunya sama seperti Blue.
Raul tidak mau kalah memberikan tanggapan. "Aku pribadi dapat memprediksi arah serangnya dengan mudah. Namun karena teknik monotonnya, mereka bisa menyembunyikan kekurangan satu sama lain dengan kombinasi serangan yang baik," sahutnya.
Perdebatan mereka bertempat tidak ada habisnya. Sampai akhirnya pasukan Garuda berhasil membekuk semua orang yang mempertahankan desa. Tanpa segan Chris mengambil Token Kepemilikan dan mengangkatnya tinggi-tinggi.
Kemenangan Chris di terbitkan dalam laman resmi Fairy Dance. Hal itu mendapatkan banyak komentar dari pemain Domain Dewa. Mereka banyak yang melontarkan kata tidak baik pada tindakan Fairy Dance yang terlalu sombong.
Jessica yang menerbitkannya sedikit merasa bersalah. Namun siapa sangka pesan dari Blue langsung membuatnya tenang.
"Jangan terlalu dipikirkan. Mereka tidak mengerti posisi kita, tidak perlu membawa perasaan dalam situasi seperti ini!"
Perkataan Blue memang sangat benar, dalam permasalahan Domain Dewa, jangan terlalu melibatkan perasaan. Namun hal itu hanya diajarkan kepada Jessica yang tidak pernah melihat kedua orang tuanya.
Karena kurangnya kasih sayang, bisa saja Jessica akan mengalami kemunduran. Bukan karena kedua orang tuanya yang tidak ada, tetapi karena setiap permasalahan selalu melibatkan perasaan.
Kadang kala kita harus memilih salah satu, jadi Blue memberikan pesan kepada Jessica untuk tidak terlalu membawa perasaan pada situasi seperti ini.
"Baik, Bos!" jawab Jessica penuh semangat. Hanya dengan nasihat singkat Blue, semangatnya sudah terisi kembali.
Sekarang waktunya untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda beberapa menit karena perasaan bersalah.
Darah Merah mulai ketakutan dengan kekuatan yang ditunjukkan Fairy Dance. Mereka meminta 4 penguasa lainnya untuk membantu menyelamatkan kehormatan guild.
Namun siapa sangka tidak ada satupun guild yang menghadiri pertemuan. Bahkan salah satu wakil dari Darah Merah tidak hadir dalam pertemuan, hanya Qian We yang paling ngotot untuk bertarung dengan Fairy Dance.
Dia bersedia memberikan suntikan dana sangat besar untuk meruntuhkan Fairy Dance. Salah seorang perwakilan tentara bayaran mengebrak meja.
"Apa kamu bodoh!" kata salah satu orang dengan bekas sayatan di mata kirinya. Dia adalah pemimpin para tentara bayaran yang kehilangan markasnya.
Sekarang tentara bayaran tidak hanya kehilangan uang, mereka juga kelihatan peralatan yang cukup banyak. Bisa-bisanya orang bernama Qian We mengatakan dia akan memberikan dana lebih banyak untuk mengalahkan Fairy Dance.
Desa Mangun adalah satu-satunya penghasilan pasukannya. Jika direbut secara otomatis mereka semua harus tinggal di Kota Dingin. Bukan masalah keuangan, terapi masalah kehormatan.
Tentara bayaran yang sudah terlatih dalam penyusunan strategi bisa kalah dengan sebuah guild yang dipimpin anak kecil yang hampir berumur 17 tahun.
Sayangnya orang itu tidak tahu bahwa lawannya bukan Blue, tetapi anak didiknya yang bernama Reza. Jika dia mengetahuinya, pasti amarahnya akan memuncak.
Ketika melakukan pertemuan, siapa yang menyangka pasukan Fairy Dance menyerang di malam hari.
Lima Pelontar Energi dikeluarkan, dengan cepat lain yang menggunakannya langsung bersiap untuk menembak. Hanya dengan satu kali gelombang tembakan, tembok pelindung desa langsung roboh.
Dua Tank Penggerebekan dikeluarkan untuk menghalau beberapa serangan sihir, sedangkan untuk serangan fisik, pasukan akan menyerahkannya pada Guardian.
Untuk memeriahkan penyerapan diam-diam, Blue memasang topengnya dan segera menuju desa yang akan direbut.
__ADS_1
Langkah kaki yang mantap ditambah dengan dua pedangnya yang tampak mencolok.