Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Tidak Mudah


__ADS_3

Blue sangat yakin bahwa kelas Gana adalah Legenda, ia harus menunggu selama 5 detik untuk mengirimnya ke Rumah Kebangkitan.


Namun pasukan Ketua Blood Eater sudah datang, ia membawa 14 orang yang tidak lemah darinya.


Ketua Blood Eater melirik Gana yang HPnya sudah 0. "Mengagumkan, divisi Pedang Kaku benar-benar mempunyai murid sebaik ini."


Blue tersenyum tipis, ia tidak berencana mengeluarkan Tobias untuk bantuan. Karena ada Kana dan teman-temannya dibelakang, ia berpikir untuk memberikan pengalaman.


"Bersiap bertarung!" ucap Blue dengan senyum tipis.


"Kasar sekali. Aku hanya ingin menyapa Ketua Blue." Ketua Divisi Blood Eater tersenyum manis.


"Sungguh sebuah kehormatan bisa bertemu anda Adrian." Blue menyebut nama Adrian tanpa ketua karena ia berniat untuk merendahkannya.


"Haha, pantas saja si pria bujang itu melindungi kalian. Kekuatanmu akan sangat mengerikan jika dibiarkan tumbuh." Adrian tidak menyembunyikan niatnya untuk mengirimkan Blue dan teman-temannya ke rumah kebangkitan.


"Bagaimana jika anda mencobanya, mumpung ketua Toma tidak ada disini." Blue menjawab dengan penuh percaya diri.


Levelnya jauh di atas ketua Blood Eater, poin statusnya jauh, bonus poinnya masih melimpah. Blue tidak mungkin kalah jika tidak ada kecelakaan.


"Lancang, kau menantang ketua dari Blood Eater!" sahut Gana dengan nada tinggi. Matanya melotot menantang Blue, tetapi HPnya masih belum penuh.


Blue masih memegang dua pedangnya. "Baiklah, mari melakukan pemanasan!"


Kaki Blue melangkah dengan kecepatan tinggi, pedangnya langsung menghantam Adrian. Kekuatannya memang sangat besar, tetapi ketua Blood Eater bukan orang bodoh.


Dengan gerakan tangan yang tepat, Adrian membelokkan titik serang musuhnya. Matanya masih tampak sangat tenang menghadapi kekuatan absolut di depannya. Meskipun Blue tidak menggunakan kekuatan penuh, keterampilan Adrian sungguh mengesankan.


"Sungguh serangan yang mematikan." Adrian menggulung lengannya sampai ke siku, ia menggunakan tangan kosong untuk membelokkan serangan lawan.


Blue tersenyum manis, ia tidak panik karena keterampilan ini adalah salah satu beladiri yang ia kuasai. Dual Secret Sword di masukkan, kuda-kudanya berubah menjadi seorang petarung tangan kosong.


"Mari melakukan beberapa pemanasan." Blue berjalan melingkar, begitu pula Adrian yang mencoba memprediksi pergerakan musuh.


Mata keduanya menyempit, Blue berinisiatif menyerang dulu. Pukulannya menyerang ke arah kepala musuh, tetapi Adrian dengan mudah membacanya.


Adrian tidak mau kalah, ia membalas dengan pukulan keras ke arah kepala. Blue tidak menghentikannya, ia menghindar untuk persiapan serangan berikutnya.


Cakar Blue menegang, ayunan tangannya langsung menghantam tubuh bagian kanan lawannya. Karena Kelincahan Blue sangat tinggi, Adrian tidak sempat bereaksi.


Adrian mundur beberapa langkah. "Sepertinya aku keliru, teknik itu bukan milik Tujuh Mawar. Siapa dirimu sebenarnya?"

__ADS_1


"Aku hanya pemuda yang kebetulan lewat."


"Aku tahu ibu dan ayahmu sangat berbakat. Mereka pernah mengguncang dunia, tetapi hanya dengan pengetahuan ibumu seharusnya kau tidak mempunyai kekuatan seperti ini."


Adrian sudah menyelidiki semua identitas Blue, ia melakukannya untuk mencari kelemahannya. Namun siapa yang menyangka ibunya adalah Si Putih yang tidak takut dengan dunia.


"Mengapa tidak, aku belajar dan menyempurnakan teknik yang diberikan."


"Hah, sekarang aku tahu mengapa pasukan Garuda sangat percaya diri akhir-akhir ini. Kau adalah instruktur mereka, Kan?"


"Bisa dibilang begitu." Blue sebenarnya hanya ingin memperumit informasi tentangnya.


"Pantas saja Pasukan Garuda bisa bersembunyi dan bergerak semau jidat mereka. Kemampuan pengendalian prana mereka jauh melebihi pemahaman manusia saat ini, sayangnya kau memilih lawan yang salah."


Adrian melepaskan prana, ia akan mulai serius dengan menarik pedang besar yang muncul dari kekosongan.


Blue tidak mau kalah, ia melepaskan prana. "Haha, aku tidak menyangka orang sepertimu menggertak."


"Aku masih bingung, bagaimana bujang lapuk itu menemukanmu. Tapi nasib sudah berkata lain, ayo selesaikan!"


Adrian menghilang, ia menggunakan skill langkah bayangan yang sudah dikembangkan ke tingkat maksimal. Blue harus mengontrol emosi dan membatasi kecepatannya supaya setara.


Dua pedang bentrok, tangan Blue gemetar karena kekuatan yang dipancarkan pedang lawan. Matanya langsung terbuka lebar karena terkejut.


Pedangnya memancarkan laser berwana merah darah, kekuatannya bisa langsung membunuh pemain level 130.


Blue tidak mau kalah, ia mengadu kekuatan dengan Gelombang Kejut. Namun tepat setelah kedua skill bentrok, gelombang kejut langsung lenyap. Untuk menghindari serangan fatal, Blue harus menggunakan Langkah Cahaya.


Bukannya mundur, Blue malah maju ke sebelah lawannya. Ayunan pedangnya sangat berat, ia menggunakan Holy Slash.


Adrian tidak menyangka ia terluka parah hanya dengan satu serangan.


[Blue memberikan kerusakan - 22 ribu.]


"Sialan, mengapa kalian diam saja!" teriak Adrian yang tidak mau duel satu lawan satu.


Keterampilan pedang Blue melebihi ekspetasinya, tidak hanya cara memegang pedang tapi cara mengendalikan prana sangat mengesankan.


Gana melepaskan Tower Penyembuh di area pertarungan, MP dan HPnya sudah penuh. Jadi Gana bisa menjadi pendukung yang hebat.


"Hai, hai, sejak kapan kelas Legenda menjadi pendukung," ejek Blue yang sedikit terpukul karena efek tambahan yang diberikan Gana pada Adrian.

__ADS_1


Kana tidak tinggal diam, ia memberi perintah pada Mendy untuk memberikan jalan. Tanpa menunggu lama, Mendy menggunakan skill provokasi.


Karena kelasnya warrior, Mendy hanya bisa menahan 14 orang selama 5 detik. Kana dan Ridho langsung melesat seperti seekor kucing yang mengejar tikus.


"Jangan lupakan aku, Bangkitlah anak-anakku!" ucap Horizon memanggil prajurit mayat hidup.


Walaupun hanya sebongkah tulang belulang, pasukan itu akan memperlambat pergerakan musuh dalam beberapa saat.


Blue terus tertekan, terapi ia masih tersenyum manis. Sedangkan Adrian semakin frustrasi karena serangannya sama sekali tidak menggores lawannya.


"Teknik Pelumpuh!" ucap Gana memberikan efek buruk pada Blue.


Namun dengan santainya Blue melepas efek tersebut. Matanya menatap tajam ke arah Gana yang terus menggunakan MP untuk mendukung rekannya.


"Adrian, senjata itu sungguh sangat mengesankan. Tapi lihatlah kalian sama sekali tidak memiliki kombinasi serangan." Blue menunjuk pertarungan antara Teh Party dan 14 orang.


Kana dan Ridho bisa memberikan kerusakan terus menerus. Horizon memperlambat pergerakan musuh dan terus menyembuhkan Mendy yang bertarung di kerumunan musuh.


"Haha, mulutmu sungguh berbisa. Kau pikir aku tidak tahu stamina mu sudah mencapai batasnya." Adrian mengangkat dua jarinya.


"Apa maksudmu?"


Blue hanya bisa tersenyum dan bertanya balik. Sebenarnya sebagai seorang Demigod, ia bisa memulihkan stamina dan konsentrasi secara instan.


"Kelemahan mata identitas mu ada dua. Satu, kau tidak bisa melihat kegunaan skill dan senjata lawan. Kedua, kau tidak bisa melihat isi ruang penyimpanan musuh."


"Emang benar sih, tapi itu tidak bisa merubah kekalahan mu." Blue hanya ingin mengikuti alur, sebenarnya ia bisa melihat skill dan kegunaannya. Namun ada benarnya karena ia harus menyentuh senjata tersebut sebelum melihat efek khususnya.


"Haha, itu sudah cukup untuk mengalahkan mu."


Adrian mengeluarkan senjata lainnya. Auranya sungguh mencekam bahkan Kana dan rekannya kehilangan sebagian statusnya.


Sayangnya efek tersebut tidak terlalu mempengaruhi Blue yang sudah menjadi Demigod. Ia hanya mengerutkan kening dan sedikit tersenyum.


"Mari kita selesaikan!" teriak Adrian dengan penuh percaya diri.


Tanpa berpikir panjang, Adrian langsung menyerang dengan kekuatan penuh. Tapi dia lupa, Blue bisa bergerak sangat cepat dan langsung menyentuh pedang tersebut.


"Teknik pukulan, Tinju Naga!" ucap Blue langsung memukul rusuk bagian kiri lawan.


Adrian terdorong beberapa meter, HPnya berubah menjadi kuning. Ia terkejut Blue bisa menghilang dan muncul dengan sangat cepat.

__ADS_1


Melihat pedang lawan, Blue langsung terkejut. "Item Mistik?"


__ADS_2