
Blue memimpin semua pasukannya untuk masuk kedalam dungeon yang adalah dibawah Desa. Semua pengintai langsung memberikan informasi kepada guild mereka.
Semua orang segera bergegas mengumpulkan pemain terbaiknya sebanyak 500 orang. Beberapa juga menggunakan pemain yang lebih sedikit, karena percaya diri dapat mengalahkan monster dengan cepat.
Sayangnya pilihan mereka adalah kesalahan besar, waktu yang dibutuhkan untuk mendapat tiket kuning adalah dibawah 5 menit.
Jika lebih dari itu, maka semua pemberian akan diterima. Namun penjaga gerbang tidak akan memberikan tiket kuning untuk menemui kepala desa.
Perlu diketahui, penjaga gerbang mempunyai level 250. Jadi melawan beberapa pemain rendahan tidak akan membuatnya berkeringat.
Blue di dalam Dungeon menggunakan Mata Dewa untuk melihat monster disekitarnya.
Nama : Pohon Hitam (Dryad)
Level : 60
HP : 700 ribu
Nama : Beruang Hitam
Level : 60
HP : 700 ribu
Nama : Serigala
Level : 60
HP : 700 ribu
"Jangan takut, semua monster sudah pernah kalian kalahkan kecuali Pohon Hitam. Buat formasi bertahan, para penyihir siapkan keterampilan area!" kata Blue memberikan instruksi.
Karena membuat formasi bertahan, semua pemain tank akan membuat lingkaran. Sehingga pemain lainnya bisa berlindung di dalamnya.
Setidaknya ada 200 monster yang ada pada gelombang pertama. Blue tidak ingin kehilangan satupun rekan karena bos Dungeon akan sangat merepotkan.
Para Penyembuh akan bekerja sangat keras pada gelombang pertama. Karena semua monster sangat agresif, beberapa pemain tank tidak dapat menahan gempuran.
"Para kesatria gantian tank untuk sementara. Para penyihir dan pendekar pedang segera habisi para monster. Fokus pada satu monster sebelum menyelesaikan lainnya," teriak Blue memberikan perintah.
Tidak mau tinggal diam, Blue berlari kearah gerombolan serigala untuk menggunakan keterampilannya.
"Ledakan Suci!" kata Blue menyebutkan nama keterampilannya pelan.
Sebuah cahaya keluar dari tubuhnya, kemudian menciptakan ledakan yang sangat besar. Jaraknya 15 meter, artinya dalam radius 30 meter semua monster akan terkena kerusakan.
¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 91 ribu kerusakan kritikal.
Kerusakan yang dihasilkan Blue jelas bukan jumlah sedikit apalagi serangannya bertipe area. Bahkan para penyihir akan merasa rendah dihadapannya.
"Jangan berhenti, kita hanya memiliki waktu 1 jam!" teriak Blue.
Mereka sedang diburu oleh waktu. Jika para guild besar sudah masuk kedalam Dungeon, maka akan ada pertarungan besar. Dengan kondisi kelelahan, Fairy Dance akan dipastikan kalah.
Blue tidak menahan sedikitpun keterampilannya. Semua kelompok juga menggunakan kemampuan terbaiknya.
Butuh 5 menit untuk menyelesaikan gelombang monster pertama. Ketika bersiap untuk Gelombang selanjutnya pemberitahuan sistem mengejutkan Blue.
__ADS_1
Sistem : Selamat kelompok Blue berhasil menyelesaikan Dungeon Rahasia. Ada ruangan khusus yang menanti kalian untuk keluar, semoga kalian selamat.
Blue mengerutkan kening, seharusnya Dungeon rahasia tidak semua itu. Blue dengan hati-hati melangkah kedalam ruangan khusus.
Nama : Belalang Sembah
Level : 70
HP : 15 juta
"Ini gila!" kata Jessica melihat jumlah HP yang dimiliki monster. Jelas dengan kekuatan sekarang, Fairy Dance tidak akan bisa mengalahkannya dengan waktu yang tersisa.
"Semua pemain fokus menyerang, biarkan aku yang mengurus kedua tangannya. Pemain jarak dekat, fokus menyerang kakinya, sedangkan penyihir dan pemanah serang matanya."
Blue tahu bahwa Belalang Sembah sangat merepotkan, tetapi siapa yang menyangka HPnya sedikit rendah dibanding kehidupan sebelumnya. Levelnya juga lebih rendah, artinya Belalang Sembah masih dalam peningkatan.
Langkah pertama adalah menyerang salah satu tangan monster yang tampak seperti pedang. Karena monster memiliki 2 senjata, jadi Blue berfokus menghindari serangan.
Tidak lupa setiap kali skill Perusak Armor bisa digunakan, Blue akan selalu mengeluarkannya. Hal itu dilakukan supaya kerusakan yang dihasilkan rekannya bertambah.
Kehilangan 50% Pertahanan jelas sangat besar, sehingga Jessica melihat peluang untuk menyelesaikan tugas.
Dengan Blue sebagai pemain yang menjadi target Belalang Sembah, semua pemain fokus menyerang. Bahkan membuat Jessica mengamuk dengan tombak ganda.
Semua pemain mengetahui bahwa Jessica adalah pemain yang kuat, tetapi mereka semua baru tahu bahwa untuk menjadi wakil pemimpin harus menjadi sepertinya.
Kerusakan berwarna kuning terus menerus dihasilkan Jessica. Tidak ada yang bisa menghitung sudah berapa kali dia mengayunkan tombaknya, tetapi yang pasti kerusakannya adalah yang paling tinggi setelah Blue.
Belalang Sembah meraung kesakitan, HPnya berubah menjadi merah. Kedua tangannya berubah menjadi sebuah pedang yang sangat tajam. Tubuhnya juga di selimuti oleh energi yang dapat menghilangkan semua pengaruh buruk.
Cola yang menjadi pemimpin pemain depan atau tank segera berjalan menuju Belalang Sembah tanpa rasa takut. Semua pemain merasakan kegigihannya, tanpa sadar tindakannya membakar semangat semua tim.
"Raul, Ela, dan Bee, aku ingin kalian membantuku menyerang lehernya." Blue menggenggam kedua pedangnya dengan erat. Targetnya adalah titik lemah Belalang Sembah, tetapi menyerang leher adalah yang paling sulit.
Karena pemain harus mempunyai kepekaan terhadap lingkungan yang sangat baik. Jika tidak mereka akan langsung terbunuh jika Belalang merubah arah serangnya.
Blue membuka dua botol ramuan penambah HP dan MP kemudian menaruhnya di mulut. Sehingga ketika diperlukan, dia akan langsung meminumnya. Teknik ini sering dilakukan oleh para Berserker yang harus menerjang musuh tanpa memperdulikan HPnya.
"Keseimbangan ... Peningkat Raga ... Langkah Cahaya," gumam Blue menyebutkan nama skillnya.
Aura biru keluar dari tubuhnya, kulitnya berubah menjadi merah dan kakinya memancarkan cahaya putih. Dalam sekejap dia berada di bawah leher Belalang Sembah.
"Perusak Armor!"
Blue ingin memaksimalkan kerusakan yang dia hasilkan sebelum menggunakan Ledakan Suci. Tepat ketika Belalang Sembah ingin menyerangnya, skillnya sudah aktif sehingga serangan monster gagal.
Dalam dua detik Belalang Sembah tidak akan bisa menyerang ataupun melihat. Blue memanfaatkannya untuk menggunakan Ekstrim Blade (Holy).
Setelah menggunakannya MP Blue langsung terkuras habis, tanpa pikir panjang dia meminum 2 botol ramuan penambah HP dan MP.
"Gelombang Kejut!" kata Blue menyebutkan nama keterampilannya yang dapat memberikan kerusakan 20 kali.
Setelah monster sadarkan diri, ia langsung menyerang Blue. Namun Speed of Light menyelamatkan Blue dari serangan mematikan.
"Jangan diam saja, cepat serang!" teriak Blue melihat kelompoknya melongo melihat kerusakan.
Mereka belum pernah melihat kerusakan tunggal sebanyak 6 digit. Jadi wajar jika mereka terkejut dengan kerusakan yang dihasilkan pemimpinnya.
__ADS_1
Tanpa sadar mereka bertekad untuk menjadi lebih kuat, tidak hanya menjadi pemain kuat biasa melainkan menjadi seperti Blue.
Mereka semua percaya tidak ada yang bisa menandingi Blue dalam masalah kerusakan beruntun maupun total kerusakan. Mereka semua sudah mencari informasi tentang semua pemain top, tetapi tidak ada yang sehebat ketua Fairy Dance.
Belalang Sembah berhasil ditumbangkan dalam waktu 42 menit. Sehingga Blue memiliki waktu selama 8 menit untuk menyusun semua senjata.
Zaha sudah menyiapkan 100 Menara Petir dan 300 Meriam Sihir Otomatis. Dia segera mengirimnya pada Blue yang telah berhasil menyelesaikan misi dan menjadi pemilik Desa.
8 guild saling berhadapan di depan gerbang Desa Kebon Hijau, mereka tercengang ketika melihat pemberitahuan sistem.
Pemberitahuan sistem : Selamat kepada Fairy Dance telah berhasil menjadi pemilik Desa Kebon Hijau. Gelombang monster akan segera terjadi, mohon berhati-hati karena monster akan lebih kuat dari yang kalian bayangkan.
"Zaha, buat beberapa Menara Petir dan Meriam Sihir Otomatis. Keadaan disini diluar dugaan," kata Blue melihat pemberitahuan sistem.
Jika hanya penyerangan monster biasa, dengan peralatan sekarang dia yakin bisa bertahan. Namun dengan monster khusus, Blue membutuhkan senjata yang lebih banyak dan kuat.
Tanpa ragu, Blue mengeluarkan 2 Mortir yang pernah menggemparkan Kota Rawa Kuning. Senjata itu adalah pemusnah masal milik Topeng Setan.
Informasi tentang dua Mortir telah manjadi perbincangan hangat di Forum Domain Dewa. Mereka sedang membicarakan hubungan antara Topeng Setan dan Blue.
Banyak orang yang menganggap bahwa Topeng Setan adalah anggota Fairy Dance, banyak bukti yang menguatkannya.
Semua guild besar juga setuju bahwa Topeng Setan adalah anggota rahasia Fairy Dance. Mereka tidak akan menyangka bahwa Blue dan Topeng Setan adalah satu orang yang sama.
Tiga guild besar segera menarik pasukan setelah Blue mengeluarkan 2 Mortir. Mereka tidak mau melawan senjata gila yang dapat menghilangkan 2000 pemain dalam sekali serang.
Sedangkan 5 guild lainnya masih menonton pertunjukan. Karena mereka tahu Dominasi Dunia dan Fairy Dance memiliki sedikit perselisihan.
Jika memungkinkan, semua guild juga akan menikam Fairy Dance. Namun jika Domain Dunia terdesak, mereka semua akan mundur.
Blue berjalan santai keluar dari gerbang Desa. Jessica dan Argya berjalan di kedua sisinya, mereka memasang wajah tegas.
"Kami Fairy Dance berhasil mendapatkan Desa Kebon Hijau. Aku berharap semua pihak segera mundur karena gelombang monster akan segera datang," kata Blue tegas.
Dia sebenarnya tidak ingin ada peperangan, tetapi jika tidak mau mundur, maka Blue tidak akan segan melayaninya.
"Apa kamu bodoh, kami datang bukan untuk pergi tanpa hasil. Sekarang berikan kompensasi atau perang habis-habisan dengan Dominasi Dunia," kata salah seorang pemimpin kelompok Dominasi Dunia.
"Memangnya siapa kamu?" tanya Jessica.
"Brendon, ketua cabang Dominasi Dunia di Sungai Merah. Aku tidak akan segan menghancurkan Desa jika tidak memberikan kompensasi!"
"Sebenarnya aku tidak ingin menjadikan Dominasi Dewa menjadi musuh. Namun jika kamu memaksa menghancurkan Desa Kebon Hijau, maka aku akan menghancurkan semua desa Dominasi Dunia di Kota Sungai Merah!" kata Blue menatap tajam Brendon.
Semua ketua Guild mengetahui bahwa Blue tidak sedang bercanda. Jika Dominasi Dunia benar-benar ingin mengintimidasi Fairy Dance sekarang, mereka akan kehilangan semua desanya di Sungai Merah.
Tanpa pikir panjang 4 guild segera mundur hanya dengan satu ancaman Fairy Dance. Mereka tahu bahwa Fairy Dance sangat kuat dalam bertahan, tetapi tidak ada yang tahu kekuatan serang mereka.
Jika sekuat pertahanannya, maka semua guild akan menggali kuburannya sendiri. Semua ketua Guild bukan orang bodoh, mereka tahu kapan harus mundur dan maju.
Brendon juga mengetahui bahwa dia harus mundur, tetapi perintah tidak dapat ditolak. Sehingga Dia tetap memutuskan untuk menyerang Desa Kebon Hijau dengan semua kemampuannya.
Blue yang melihat semua pasukan musuh berlari menuju Desa, mengangkat tangannya pelan. "Tembak!"
300 Meriam Sihir Otomatis menyerang secara bersamaan, dalam sekejap semua kelompok Brendon di kirim ke Rumah Kebangkitan.
Blue mendatangi Brendon yang sudah sekarat dengan Langkah Cahaya. "Kamu sudah berhasil menyulut api permusuhan. Ingat, aku tidak akan melepaskan kalian dengan mudah!"
__ADS_1