Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
217. Pertarungan Tangan Kosong


__ADS_3

Arief segera menuju ruang peserta kompetisi nasional, dia tidak peduli dengan para anggota Tanduk Iblis.


Harus diakui para anggota Tanduk Iblis sangat tampan dan menawan, berbeda dengan Arief yang tampak seperti seorang bocah pubertas.


Leon mengikutinya dari belakang, hanya dia yang bisa lepas dari sihir ketampanan anggota Tanduk Iblis. Kemudian disusul oleh Dona dan Bondan, setelah itu baru anggota lainnya.


"Baiklah, semua sudah berkumpul. Aku hanya berpesan untuk melakukan pertandingan sebaik mungkin. Ingat, jangan takut kalah dan keluarkan semua yang kalian miliki!" kata Arief memberikan motivasi pada seluruh anggotanya.


Sebuah layar transparan muncul di dinding setiap ruangan peserta kompetisi. Layar itu menampilkan urutan pertandingan setiap perwakilan kota.


Arief tersenyum ketika pertandingan pertamanya akan melawan salah satu anggota Star Hunter di kehidupan sebelumnya. Dia tidak lain adalah Gebby Si Penjinak Naga.


Namun siapa yang menyangka setiap anggota Fairy Dance akan melawan orang-orang kuat dari seluruh penjuru negeri. Dia merasa ada manipulasi di pengundian pertandingan.


Namun, Arief masih bisa mempertahankan senyumnya karena merasakan tekad semua anggotanya.


Perlu diingat, Arief masih menggunakan perban di tangan kanannya. Walaupun sebelumnya dia memaksakan diri untuk mengulurkan tangan, sebenarnya Gebby hanya tidak ingin menggenggam tangan orang sakit.


"Baiklah, Aji. Kamu adalah orang yang akan bertanding pertama kali. Lakukan yang terbaik, aku yakin kamu sudah berpengalaman di pertandingan nasional," kata Arief.


Namun siapa yang menyangka Aji tampak murung dan terlihat kurang sehat. Sebenarnya dia sedikit trauma dengan kompetisi nasional, pasalnya dia selalu kalah di final dan tidak pernah mendapatkan piala.


Arief tahu akan hal tersebut, makanya dia menatap Aji dan menepuk pundaknya. "Jangan takut, sebelumnya kamu sendirian. Sekarang lihatlah sekelilingmu, mereka semua akan menanggung beban yang sama sepertimu," katanya pelan tapi bisa di dengar oleh semua anggotanya.


Leon tersenyum mendengarnya. Dia tidak salah menilai orang, kemampuan Arief dalam memberikan motivasi dan memimpin pasukan jelas jauh lebih baik dari Jessica maupun Amelia.


Namun dia masih bingung mengapa ada anggota Fairy Dance yang ingin mengganti posisi ketua dengan Jessica ataupun Amelia.


Setiap suku kata yang dikatakan Arief terdengar mendengung ditelinga Aji. Siapa yang menyangka hanya dengan dua kalimat saja, tekad Aji terisi penuh akan semangat kemenangan.


Suara pembawa acara terdengar. "Hadirin yang saya hormati, terima kasih sudah datang dan memeriahkan acara akbar ini!" suaranya lantang dan jelas.


Seperti biasa acara pembukaan Kompetisi Nasional dilakukan dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan beberapa sambutan dari petinggi pemerintahan.


Kemudian disusul oleh penyampaian peraturan dari perwakilan Perusahan Aldi. Satu kalimat yang harus digaris besar setiap orang, pemain tidak boleh menggunakan pengawal berbentuk penduduk pribumi.


Sedangkan untuk kelas khusus seperti Penjinak Hewan akan sangat diuntungkan dalam kompetisi nasional ini. Pasalnya mereka bisa menggunakan hewan tanpa ada batasan.


Artinya jika para Penjinak Hewan menggunakan 100 hewannya, maka pemain hanya bisa menggigit jarinya. Menurut ingatannya, pemenang pada Kompetisi Nasional kali ini tidak lain adalah seorang Penjinak Hewan.


Arief tahu bahwa Fairy Dance tidak memiliki orang yang mempunyai kemampuan untuk menjinakkan hewan atau pemain berkelas itu. Mungkin ada anggota yang memiliki kelas tersebut, terapi dia belum menandatangani kontrak pelatihan di Markas Besar Fairy Dance.


Sehingga membuat Arief harus memilih pemain seadanya. Namun tidak menutup kemungkinan Fairy Dance akan mengambil tempat pertama pada Kompetisi Nasional kali ini.


Pasalnya dia sudah membuat karakter Domain Dewa milikinya terlalu kuat. Menurut informasi yang diberikan oleh panitia, tidak ada orang yang berhasil menembus level 100, artinya dia tidak terkalahkan.

__ADS_1


Paling tinggi pemain yang mengikuti kompetisi hanya level 91. Itupun sudah masuk rangking dunia 4 digit.


Setelah membaca informasi tentang peserta Kompetisi Nasional, Arief sangat yakin bisa menjuarainya.


Sebelum itu, dia harus berhasil mengalahkan Gebby yang mempunyai kemampuan bertarung yang tidak terduga. Pertandingan kali ini tidak akan menghapus status asli pemain, jadi semua orang akan menggunakan karakternya untuk mengikuti kompetisi.


Pertandingan pertama akan segera dimulai, Aji berjalan menuju ruang mesin virtual Domain Dewa. Langkah kakinya pelan tetapi sangat mantap, dia sangat percaya diri bisa mengalahkan lawannya.


Tepat setelah memasuki arena pertandingan, Aji melebarkan matanya tidak percaya. Siapa yang menyangka lawannya adalah orang yang mengalahkannya 3 kali di babak final pertandingan karate.


"Aji, kita bertemu lagi. Sebenarnya kamu adalah orang yang sangat berbakat, sayangnya kamu lahir di tahun yang sama denganku," kata pria tampan dengan tubuh tegap.


Dia adalah Norris, pemegang piala selama 7 tahun terakhir. Guild Beruang Kutub menawarkan gaji yang besar untuk meminta jasanya, akhirnya Norris bergabung di Domain Dewa.


Waktu bermain Norris tidak lebih lama dari Aji, bedanya dia sudah mendapatkan item terbaik dan kelompok yang sangat baik di awal permainan.


Namun satu hal yang membuat Norris kebingungan, lawannya tidak bergeming sedikitpun. Dia melihat Aji yang penuh tekad untuk memenangkan pertandingan.


"Apa yang terjadi dengannya?" kata Norris dalam hati.


"Norris, lama tidak bertemu. Kompetisi karate sebelumnya kamu tidak ikut serta sungguh disayangkan." Aji tersenyum tipis memberikan pernyataannya.


Norris menggelengkan kepalanya. "Kamu juga tidak ikut, aku berpikir kamu takut karena kehadiranku. Makanya aku tidak ikut serta dalam pertandingan," katanya dengan santai sambil memasang sarung tangan khusus.


"Sejujurnya aku tidak ikut kompetisi karate karena kehadiranmu. Namun sekarang sudah terlanjur, aku harus mengeluarkan semua yang aku miliki!"


Kaki kanan Aji langsung terbang menuju kepala lawannya dengan kecepatan yang tinggi. Norris adalah orang yang menjadi juara kompetisi nasional bidang karate, jadi dia bisa membuat gerakan yang paling efektif.


"Percobaan yang bagus," katanya sambil tersenyum tipis. Norris tidak memberikan serangan balasan, dia hanya menghempaskan kaki Aji dengan mudah.


Menurut analisa semua orang, status Norris jauh lebih tinggi. Makanya dia bisa menghempaskan serangan musuh dengan mudah dan tanpa mendapatkan kerusakan sedikitpun.


Hanya Arief yang mengetahui seberapa kuat Aji sebenarnya. Perlu diketahui, Aji adalah salah satu orang yang mendapat pelatihan langsung dari sang ketua Fairy Dance.


Jadi kemampuan bertarungnya tidak rendah. Tujuannya menyerang dengan pelan hanyalah untuk mengukur kemampuan lawan.


Setelah yakin bahwa status Norris dibawahnya, Aji mulai meningkatkan kekuatan tendangannya. Suara benturan tangan dan kaki terdengar sampai ke telinga menonton.


Tidak hanya kekuatannya yang bertambah, kecepatannya juga semakin meningkat. Sangat aneh untuk petarung karate menggunakan kaki terus menerus. Namun Aji melakukannya dengan penuh semangat dan tidak memberikan kesempatan pada lawannya.


Semua orang merasa bahwa Aji hanya memaksakan kehendaknya. Tendangan terus menerus akan menguras stamina, sehingga Norris akan menang tanpa harus menyerang.


Semua orang berpikir seperti itu, tetapi sesungguhnya tidak sama. Norris benar-benar tidak bisa menggerakkan tangan dan tubuhnya karena setiap gerakannya dibatasi oleh tendangan berturut-turut.


"Pengecut, sejak kapan kamu menjadi orang yang seperti ini!" teriak Norris yang mulai tidak sabar.

__ADS_1


Aji tidak menghentikan tendangan kakinya. Dia terus menerus menekan Norris tanpa menjawab hinaan yang dia terima.


Tujuan menggunakan kaki terus menerus tidak lain untuk mengguncang psikologis lawannya. Arief pernah menggunakan teknik ini untuk mengalahkan Aji di sesi latihan.


Waktu berlalu dengan cepat, penonton terdiam melihat Norris yang tidak memberikan serangan sekalipun.


Mereka masih menunggu apa yang akan dilakukan Norris karena dia adalah pemenang kompetisi karate di tahun sebelumnya. Sekarang Aji benar-benar menekannya, sehingga kerusakan sedikit demi sedikit mulai diberikan pada musuh.


[Pemain Aji memberikan - 150 kerusakan pada Norris]


Tidak butuh waktu 3 menit sebelum HP Norris berubah menjadi merah. "Pengecut sialan!" teriaknya sambil melepaskan prana yang masih belum stabil.


"Bodoh, hentikan!" teriak salah satu orang yang berada didalam ruang peserta. Dia tidak lain adalah pelatih Guild Beruang Kutub.


Sebenarnya Norris belum boleh menggunakan prana karena alasan tertentu. Dia sedang mengembangkan sebuah teknik khusus untuk menekan kekuatan prana dan membangkitkan sebuah kemampuan baru.


Itu hanyalah teori semata, tetapi menurut penelitian Si Pelatih, latihan itu sangat menguntungkan untuk pengguna prana.


Arief sebagai orang yang pernah hidup di masa depan juga menggunakan metode tersebut. Namun setelah menggunakan teknik aneh yang muncul di kepalanya, dia tidak lagi menggunakannya.


Leon, Jessica, dan Amelia juga menggunakan teknik pengembangan prana yang sama dengan Arief, jadi kemampuan mereka sama persis.


Karena Norris berada dalam arena pertarungan, dia tidak mendengar perkataan pelatihnya. Dengan amarah yang berkobar, Norris melepaskan semua kekuatan prana untuk menekan lawannya.


Sayangnya Aji adalah orang yang bisa memanipulasi prana dengan baik. Sehingga dia tidak terpengaruh oleh tekanan yang ditimbulkan.


"Baiklah, mari lebih serius." Aji melepaskan kekuatan prana miliknya. Walaupun tidak setebal Norris, dia sudah mendapat pesan dari Arief tentang kemampuan prana tidak bisa diukur dengan jumlah energi yang keluar dari tubuh.


Namun diukur dengan kemampuan seseorang untuk mengendalikan energinya dan memanfaatkannya semaksimal mungkin.


Arief mengajarkan bagaimana cara mengendalikan kekuatan dengan efektif, sehingga semua petinggi Fairy Dance menggunakan teknik pengendalian miliknya.


Pukulan berat pertama dilancarkan Norris yang penuh dengan prana di sekitar tubuhnya. Aji tidak ingin menerimanya secara langsung, dia menggunakan tangan kanannya untuk menangkis pukulan.


Setelah kedua tangan bersentuhan, Aji langsung menggunakan tangan kirinya untuk menggenggam siku lawan dan membalikkan badan untuk membanting.


Dengan posisi kaki yang bagus, Aji membanting Norris di tanah. Mereka tidak menggunakan skill bawaan Domain Dewa karena merasa gengsi.


Tidak memberikan kesempatan pada musuhnya, Aji menggunakan kakinya untuk menentang kearah dada musuhnya.


Suara benturan kaki dan tulang dada terdengar. "Breek...!"


Tampak seperti suara tukang tusuk yang patah, semua penonton langsung berteriak histeris. "Woo...."


Semua orang bersemangat karena bisa merasakan pertarungan yang tampak sangat nyata. Sekarang suara benturan pedang maupun tulang bisa terdengar sangat jelas.

__ADS_1


"Ini bukanlah pertarungan karate, tetapi pertandingan bebas!" kata Aji yang meniru perkataan Arief ketika dia tersungkur di tanah tanpa bisa memberikan serangan.


__ADS_2