
Aura Blue yang mengerikan membuat semua peserta langsung berkecil hati. Mereka tidak pernah menyangka ada seorang anak berusia 18 tahu bisa mengeluarkan aura yang sangat menyakitkan.
Semua peserta di 16 besar sudah bisa menggunakan prana kecuali Bella dan Marvin. Sehingga mereka semua tahu betapa menakutkannya Blue ketika bertarung.
Tidak hanya di Domain Dewa, tetapi di dunia nyata pasti Blue pernah membunuh seseorang atau paling minimal membuat orang cacat. Itulah yang sedang dipikirkan semua orang.
Sebenarnya Blue belum pernah melakukannya, tetapi aura yang menyelimutinya menuntunnya menjadi sangat tenang ketika menyakiti orang lain. Dia tidak tahu mengapa itu bisa terjadi, tetapi satu hal yang pasti, aura miliknya sangat istimewa.
Babak 16 besar akan dilaksanakan satu minggu lagi. Jadi Blue akan melakukan persiapan yang lebih matang, sebelum masuk ke ruang peserta dia dihentikan oleh Bella dan Marvin.
"Blue kamu sebenarnya sekuat itu, mengapa membantuku?" tanya Bella tampak penasaran.
"Panggil saja aku, Arief. Sebenarnya tujuan kompetisi nasional adalah menemukan tim yang kuat bukan individu. Makanya aku ingin berjuang bersama kalian, sayangnya musuh mengacaukan rencana."
Marvin hanya bisa tersenyum kecut, dia sudah menduga bahwa Arief adalah orang yang kuat. Namun siapa yang menyangka bahwa keberadaannya sebenarnya hanya sebuah batu loncatan.
Mereka bertiga berbintang tentang babak selanjutnya. Seorang pria berbadan kekar dan tinggi datang menatap tajam pada Arief.
Dia tidak berkata apapun, tetapi setelah beberapa saat dia pergi tanpa alasan yang jelas.
Aries Hardiman tidak memberitahu Blue bahwa pria itu adalah salah satu orang yang terlibat dalam pengepungan kedua orang tuanya. Keberadaannya membuat pria tersebut menghindari Arief.
Tujuh hari berlalu tanpa ada kejadian yang spesial. Arief tetap bermeditasi untuk meningkatkan konsentrasi dan kekuatannya prana miliknya.
"Baiklah, sudah saatnya menyelesaikan pertandingan. Aku sudah cukup lama absen DARI Domain Dewa," gumam Arief sambil mengepalkan tangannya.
Secara total, Arief sudah absen dari Domain Dewa selama 1 bulan. Artinya 3 bulan sudah berlalu di dunia Domain Dewa.
Dia hanya mendengar berita tentang peperangan Fairy Dance dan Pentagon yang terjadi di luar Danau Putih. Sebagai ketua, Arief tidak mempermasalahkan konsekuensinya.
Secara harfiah, Pentagon adalah kelompok yang mengancam terlebih dahulu. Oleh karena itu, Fairy Dance tidak berada di posisi salah.
Ditambah lagi Regina tidak menyetujui penyerangan Fairy Dance, oleh karena itu semua yang terjadi tidak ada hubungannya dangan Pentagon pusat.
Tanduk Iblis langsung menarik pasukannya ketika Blue menunjukkan kekuatannya. Mereka tidak ingin berurusan dengan monster kecil yang mungkin akan menjadi monster besar di kemudian hari.
Beberapa petinggi Tanduk Iblis juga memerintahkan semua anggotanya untuk mundur dari peperangan dan Kompetisi Nasional kali ini. Mereka akan menyiapkan beberapa peraturan supaya Blue tidak bisa ikut dalam Kompetisi Nasional berikutnya.
"Hadirin semua, akhirnya hari yang kita tunggu telah tiba. Hari ini kita akan menyaksikan lahirnya legenda baru!" kata pembawa acara Kompetisi Nasional.
Dia juga menjelaskan beberapa peraturan pada babak 16 besar, berbeda dari sebelumnya. Pertarungan kali ini lebih pada Kekuatan individu seseorang.
__ADS_1
Ada 3 lingkaran di tengah arena, siapapun yang berdiri di tengahnya sampai waktu berakhir. Maka dia akan menjadi pemegang posisinya.
Ditengah adalah peringkat pertama, kemudian di sebelah kanan ada posisi kedua dan kiri posisi ketiga.
Untuk menempati posisi kedua, pemain harus mengalahkan posisi ketiga terlebih dahulu. Kemudian baru bisa menantang posisi pertama.
Posisi kedua dan ketiga mempunyai pilihan untuk memilih menyerang posisi diatasnya atau berhenti dan menerima tantangan dari pemain di bawahnya.
Blue berjalan menuju posisi pertama, dia duduk di tengahnya. Semua orang terdiam, mereka tidak ingin mengganggu monster kecil yang dapat menekan semua orang.
Tepat setelah Blue memejamkan matanya, semua peserta lainnya memperebutkan posisi kedua dan ketiga.
Tidak ada yang berani menantang Blue karena mereka tahu kekuatannya terlalu mengerikan. Lebih baik mempertahankan posisi kedua daripada melawan monster kecil.
Batas waktunya tidak lebih dari 6 jam. Semua orang bertarung dan beristirahat silih berganti. Tidak ada yang ingin meninggalkan posisi kedua maupun ketiga.
Sayangnya tidak mudah untuk mempertahankan posisinya, hal itu karena pemain harus bertarung terus menerus tanpa ada waktu untuk istirahat.
Sampai akhirnya salah seorang pemain bertubuh besar dengan kelas Guardian maju ke tengah arena. Dia berencana menantang Blue yang tampak diam tanpa pertarungan sedikitpun.
"Hai, bukan Kompetisi Nasional jika kamu tidak bergerak. Mari tunjukkan kekuatanmu sekali lagi, aku tidak percaya bisa kalah dengan mudah!" teriak Guardian yang memiliki kepercayaan diri tinggi.
"Ekstrim Blade!" katanya menyebutkan nama keterampilan andalannya.
Lawannya sudah siap sejak pertama kali menginjakkan kaki di arena tengah. Dia tahu bahwa Blue adalah pemain yang akan melakukan serangan mendadak jika diperlukan.
Namun siapa yang menyangka skill pertama yang dia keluarkan adalah Ekstrim Blade, yang pernah mengalahkan musuh dalam sekali tebas.
"Jangan meremehkan aku!" teriak Guardian menggunakan skill pelindung diri yang memungkinkannya terhindar dari semua kerusakan.
Benar saja, Guardian tersebut tidak menerima kerusakan sedikitpun. Sayangnya Blue bukan orang yang suka memuji atau berhenti sebelum lawannya tumbang.
Dia menggunakan Slash untuk menguji kekuatan musuh. Sebagai pembuka Blue mengayunkan pedang kirinya, sayangnya serangannya berhasil di tangkis menggunakan perisai besar milik Guardian.
Sebagai seorang petarung profesional, Blue tidak boleh terkejut dengan situasi yang menimpanya. Dia segera membentuk serangan kedua dengan ayunan pedang tangan kanan.
Seperti serangan pertama, pedang Blue berhasil dihentikan dengan perisai besar di tangannya.
Semua penonton bersorak karena kagum dengan kemampuan di Guardian. Walaupun begitu, raut wajah Blue masih tampak tenang. Artinya dia belum menggunakan kecepatan atau kekuatan terbaiknya.
Ayunan pedang Blue bertambah cepat, si Guardian mulai kebingungan untuk memprediksi serangan lawannya.
__ADS_1
"Tidak mungkin!" katanya melihat Blue mengayunkan dua pedang dengan sangat cepat. Dalam 1 detik ada 6 ayunan pedang yang menyerang Guardian.
Mungkin terlihat mustahil untuk pemain biasa, tetapi Blue berhasil mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat. Itu bukan keterampilan bawaan sistem Domain Dewa, tetapi keterampilan masa depan dari kelas Sword Dance.
Kita semua sudah tahu bahwa Blue adalah mantan pemain yang mempunyai kelas Sword Dance. Jadi dia bisa menggunakannya dengan sangat baik, sistem belum bisa memberikannya nama karena Sword Dance belum muncul di Domain Dewa.
Namun Aries Hardiman mengetahui bahwa teknik menyerang dengan kecepatan tinggi itu adalah salah satu teknik dari kenalannya.
Setelah ayunan pedang Blue berjalan selama 30 menit, Si Guardian tidak bisa menahan lagi. Dia hanya pasar ketika melihat HPnya menjadi 0.
Penonton berteriak karena melihat pertandingan yang sangat memukau. Keterampilan Blue dalam menggunakan pedang bukan main-main.
Sekarang para petinggi Tanduk Hitam dan Pentagon akan melakukan berbagai cara supaya Blue tidak bisa berkembang atau mengikuti Kompetisi Nasional berikutnya.
Sayangnya usaha mereka akan sia-sia karena tahun depan Perusahaan Aldi akan melakukan terobosan terbaru untuk menyingkirkan para koruptor dan suap di seluruh cabangnya.
Kekalahan Guardian membuatnya jatuh dan tidak bisa memperebutkan posisi kedua maupun ketiga. Itulah akibatnya terlalu percaya diri dan tidak memperhitungkan lawannya.
Blue bukan orang yang mengasihi musuhnya, jadi dia bersedia menguras stamina musuhnya supaya tidak bisa bertanding lagi.
Mungkin terlihat kejam, tetapi itulah Kompetisi Nasional. Siapa yang menang dia adalah Raja, sedangkan kalah hanyalah rakyat.
Kompetisi Nasional berakhir, Blue keluar menjadi juara pertama pada Kompetisi Nasional 1 Domain Dewa. Selanjutnya akan ada pertandingan tiga bagian dari Kerajaan Kediri, tentu saja Blue akan ikut bersama dengan posisi ketiga dan kedua.
Sangat disayangkan Guardian yang menjadi lawan Blue tidak menempati posisi kedua maupun ketiga.
"Sungguh disayangkan, dia adalah lawan yang cukup kuat," gumam Blue melihat Guardian yang tampak kelelahan menghadapinya.
Tanpa diduga, Guardian tersebut menghampiri Blue dengan tubuh tegap. "Kali ini aku benar-benar kalah, tetapi selanjutnya aku tidak akan kalah," katanya.
"Mungkin ini akan menjadi pertemuan terakhir kita di Kompetisi Nasional, tetapi jika ingin bertanding yang hebat, datanglah ke Fairy Dance."
Tentu saja sebagai seroang ketua guild, Blue akan memanfaatkan situasi untuk merekrut para bakat. Si Guardian tersebut termasuk orang yang mempunyai bakat dan tekad yang cukup bagus.
Jadi Blue ingin menggunakan kesempatan untuk menawarinya bergabung dengan Fairy Dance.
"Baiklah, jika aku tidak mempunyai masalah, Fairy Dance adalah tujuanku," kata Si Guardian.
Blue hanya tersenyum, dia merasakan ada seseorang yang sedang mengintai. Jadi tidak bisa banyak mengatakan sesuatu.
Jika orang tersebut mengetahui bahwa Blue tertarik dengan Si Guardian, jelas mereka akan mempersulitnya, yang paling buruk mereka akan mencelakainya.
__ADS_1