Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
162. Penipuan


__ADS_3

Setelah Blue menyelesaikan perkataannya, 5 orang muncul dari belakang pintu. Tidak lupa pemilik restoran juga muncul dengan pedang di tangannya.


"Maafkan aku, mereka adalah dari guild kuat." Nidia meminta maaf sambil menyatukan kedua telapak tangannya di depan wajah.


"Tidak perlu minta maaf, dengan kantong besar ini seharusnya cukup untuk membayar hutang Dominan Ice," kata salah satu bandit berpakaian hijau dengan senjata seperti celurit.


Blue hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala. Kelima orang yang ada di depannya hanya berlevel 50an, tetapi mempunyai nyali yang terlalu tinggi.


Semua pemain terkenal di Kota Dingin sudah dihafal oleh para perampok. Jadi mereka menjalankan niat jahatnya setelah menggali beberapa informasi sederhana dari targetnya.


Karena Blue tidak terlalu terkenal di Kota Dingin, para perampok mengira dia adalah pengusaha kaya yang baru sampai di kota.


"Sangat mengesankan, dari guild mana kalian berasal?" tanya Blue sedikit mengangkat sudut bibirnya. Dia sedang merencanakan beberapa trik licik pada mereka.


500 anggota Fairy Dance berlevel 60 keatas keluar dari Kota Danau Putih menuju Kota Dingin. Mereka mendapat instruksi dari Blue untuk mempersiapkan diri.


Tidak ada yang mengetahui apa yang sedang dipikirkan Blue, tetapi satu hal yang pasti dia akan membuat Kota Dingin bergetar.


"Untuk apa kamu mengetahui guild kami. Satu hal yang pasti aku akan menyiksamu sampai semua uangmu habis!" kata salah satu orang.


Sebelum melangkah, Blue melirik Nidia yang sedikit ketakutan. "Aku tidak boleh gegabah, pasti ada situasi yang lebih rumit disini," katanya dalam hati.


"Baiklah, bagaimana jika kalian menyebutkan nama guild. Maka akan aku berikan 5000 koin emas yang aku janjikan," kata Blue memancing amarah perampok.


Tepat setelah mengatakannya, Blue mengirim sebuah pesan singkat kepada Nidia yang ketakutan. Sistem sudah mendukung mengetik dengan otak, jadi Nidia bisa membalas tanpa menggerakkan mulutnya.


Ternyata mereka dari guild Darah Merah, salah satu penguasa Kota Dingin. Mereka menempati posisi kelima penguasa besar di Kota Dingin.


Banyak pemain yang membencinya, tetapi lima guild besar saling melindungi. Tidak ada yang menjatuhkan, mereka tampak sangat kuat jika bergabung.


Bahkan Guild Peringkat 2 Dominasi Dunia gagal mendirikan cabangnya di Kota Dingin. Mungkinkah Fairy Dance akan menghancurkan tahta 5 guild besar, atau berakhir sama seperti Dominasi Dunia.


"Sepertinya aku berubah pikiran," kata Blue sambil berlari kearah lima orang perampok.


[Slash]


Blue mengayunkan dua kali pedangnya. Seketika dua pemain langsung dikirim ke Rumah Kebangkitan.


Tidak sampai disitu, dia langsung berlari menuju perampok lainnya yang masih terkejut dengan rekannya yang terbunuh.


Dalam sekejap mata, 5 perampok langsung di kirim ke Rumah Kebangkitan. Sekarang hanya menyisakan satu orang, dia tidak lain adalah pemilik kedai.


Blue memandang pemilik kedai, kemudian Nidia menghentikannya. "Dia adalah anggota Dominan Ice, kami hanya menjalankan tugas," kata Nidia dengan wajah ketakutan.


Pasalnya hanya pemain peringkat tinggi yang bisa membunuh level 50 hanya dengan satu kali serang.


Blue tersenyum tipis. "Jangan terlalu takut, kenapa kalian sangat takut dengan Darah Merah?" tanyanya sambil mengembalikan pedangnya.


Nidia menceritakan semua kejadian, dia berharap Blue bisa membantu permasalahannya. Ternyata Dominan Ice sedang terlilit hutang, mereka dipaksa untuk mengikuti perkataan Darah Merah.


Kesalahan Nidia meminjam uang dari Darah Merah karena wakil guild yang sekarang bergabung dengan Darah Merah.


Sekarang Dominan Ice hanya terdiri dari 10 orang. Mereka semua adalah orang yang paling setia kepada Nidia.

__ADS_1


Level mereka tidak lebih dari 40, hal itu karena tekanan dari Darah Merah yang sangat kuat. Mereka dipaksa untuk menjalankan tugas kotor, kadang kala terbunuh tanpa mendapatkan kompensasi sedikitpun.


Blue tidak bisa berbuat banyak untuk saat ini, dia segera meminta pasukan tambahan untuk melakukan beberapa tugas pengintaian. Jessica segera mengirim Reaper dan 99 orang lainnya.


Secara total, Fairy Dance mengerahkan 600 orang untuk mengungkap misteri di Kota Dingin. Banyak orang akan mengatakan hal itu sangat konyol, tetapi di mata Blue 600 orang lebih dari cukup untuk membuat Kota Dingin terpecah belah.


Karena tidak mungkin menantang mereka dari depan, Blue akan memanfaatkan beberapa celah yang ditinggalkan oleh 5 guild penguasa Kota Dingin.


Fairy Dance melakukan pembukaan anggota baru di Kota Dingin, mereka mendapatkan beberapa anggota yang berharap lepas dari genggaman 5 penguasa Kota Dingin.


Makanya dalam satu hari lebih dari 20 ribu orang mendaftar. Namun Fairy Dance bukan panti asuhan, mereka menerapkan persyaratan minuman seperti biasanya.


Blue dibawa ke Desa Kasembon yang ingin di jual Dominan Ice untuk membayar hutang. Tanpa pikir panjang Blue memberikan 5000 koin emas untuk Token Kepemilikan Desa Kasembon.


Alasan Blue membeli Desa ini karena adanya sumber mata air yang konon katanya dapat mengingatkan potensi para penduduk pribumi.


Namun sebelum bisa memanfaatkan sumber mata air, tugas utama Blue adalah membuka Sumur Rahasia di keempat sisi desa. Setiap sumur memiliki Dungeon Rahasia yang hanya bisa diselesaikan oleh pemilik Desa.


"Sebaiknya kalian berlindung dulu di Desa Kasembon," kata Blue menawarkan perlindungan kepada sepuluh anggota Dominan Ice.


"Aku tidak bisa, Darah Merah sudah mengetahui aku di dunia nyata." Salah seorang wanita bernama Hana.


Blue mencurigai gerak geriknya karena tampak seperti sedang berpura-pura. "Mungkinkah dia adalah pengintai yang dikirim Darah Merah?" tanya Blue dalam hati.


"Aku tahu keadaanmu. Mari kembali ke Darah Merah, aku akan mencoba menyelesaikan masalahmu," kata Nidia lembut.


Bee dan Ela tidak muncul karena berada di ruang penyimpanan. Tidak ketinggalan Raul juga dimasukkan kedalam ruang penyimpanan.


Jika mereka semua melihat wajah jijik Blue, maka semua akan mengerti bahwa Hana sedang berbohong.


Anehnya 8 pemain lainnya sangat taat kepada perkataan Nidia, mereka tampak sangat mempercayai ketuanya. Berbeda dengan Hana yang tampak seperti rubah yang penuh tipu muslihat.


Akhirnya Nidia dan semua anggota Dominan Ice keluar dari Desa Kasembon untuk mendatangi Darah Merah. Blue tidak menghentikannya, dia akan membuat persiapan terlebih dahulu sebelum melakukan pergerakan.


Tanpa menunggu lama, Blue menuju bagian utara Desa Kasembon. Dia tidak melihat apapun di bagian utara desa, akhirnya menggunakan Mata Dewa untuk mencari Dungeon Rahasia.


"Ternyata sumurnya ada di bawah tanah. Pantas saja susah untuk ditemukan," gumam Blue.


Untuk membuka sumur, Blue harus menginjak beberapa kunci terlebih dahulu. Dia memanfaatkan batu untuk menginjak kunci.


Setelah menempatkan 5 batu di atas kunci, sebuah pintu menuju bawah tanah muncul.


[Selamat pemain Blue telah menemukan Sumur Rahasia : Sumur No. 7]


Domain Dewa memiliki 99 Sumur Rahasia, siapapun yang berhasil menguasai 3 atau lebih maka guild miliknya akan makmur.


Konon katanya ketika guild memiliki 3 Sumur Rahasia, potensi semua penduduk pribumi akan meningkat.


Pembaruan Rahasia telah di rilis kembali, biasanya pemain yang menemukan sebuah tempat rahasia akan menerima status tambahan. Inilah Alasan Blue fokus meningkatkan status dikawal permainan sebelum mengembangkan Fairy Dance.


Raungan monster terdengar sangat keras, seekor harimau berbulu putih menatap Blue.


"Sepertinya kamu sangat membenciku, baiklah mari sedikit bermain," kata Blue sambil mengeluarkan pedangnya.

__ADS_1


Sebelum memulai pertarungan satu lawan satu, Blue memainkan kedua pedangnya. Banyak orang menyebutkan sebagai Kembangan.


Harimau Putih menyerang terlebih dahulu, dia berlari menuju Blue dengan tubuhnya yang setinggi 3 meter.


[Cakar]


Blue mengerutkan kening sebelum menangkis serangan musuh. Tidak pernah ada monster yang dapat memunculkan nama keterampilannya di pemberitahuan sistem.


Harimau Putih terus menyerang, tetapi Blue dengan mudah menghindarinya. Kecepatan Harimau Putih tidak seperti monster biasanya, tampak seperti ada seseorang yang sedang mengendalikannya.


Untuk menguji lebih lanjut, Blue menggunakan beberapa gerakan sulit untuk mengecoh lawannya. Harimau Putih tampak kebingungan melihat gerakan Blue yang sangat aneh.


Setelah melihat reaksinya, Blue yakin bahwa Harimau Putih dikendalikan oleh seseorang.


[Slash]


Dengan ayunan pedangnya yang mulus, dia berhasil memberikan kerusakan yang cukup besar. Anehnya HP monster tidak setebal biasanya, dua ayunan pedang berhasil membuat monster kehilangan setengah HP.


"Ternyata kami sedang diadu oleh sistem, menarik sistem hampir menipuku," gumam Blue menemukan jawaban sesungguhnya.


Sumur Rahasia ternyata adalah sebuah arena yang mempertemukan dua pemain dalam wujud yang berbeda. Blue melihat musuhnya seperti seekor Harimau Putih besar, musuhnya melihat Blue seperti mahluk lainnya.


Untuk mengakhiri pertandingan, Blue menggunakan Ekstrim Blade. Seketika Harimau Putih langsung menghilang.


[Selamat pemain Blue berhasil menyelesaikan tantangan pertama, selesaikan 10 tantangan untuk menjadi pemilik Sumur Rahasia.]


[Menang : 1 / 10


Kalah : 0 / 10]


Blue tersenyum tipis karena harus melakukan PVP dengan pemain hebat lainnya. Namun dia sedikit dirugikan karena statusnya berfokus untuk penggerebekan monster bukan untuk PVP.


Pengalaman Blue sangat banyak, dia akan memanfaatkan semua keterampilannya untuk meraih kemenangan.


"Mari selesaikan dengan cepat," kata Blue penuh percaya diri.


Disisi lain seorang pemain berambut putih sangat kesal karena kekalahannya. "Sialan, monster apa yang bisa menggunakan teknik menghindar yang sangat sempurna!" katanya dengan nada tinggi.


Seorang manusia harimau tua muncul disebelahnya. "Kamu terlalu membanggakan diri, monster yang ada di dalam Sumur Rahasia kadang super kuat, tetapi kadang juga lemah."


Mereka adalah ras Manusia Harimau Putih, tempatnya sangat jauh dari Kota Dingin.


"Manusia bertopeng itu sangat kuat, aku masih penasaran siapa dia sebenarnya. Aku mempunyai satu informasi yang mungkin benar," kata pria manusia harimau.


"Apa itu?"


"Mungkin saja kita sedang bertarung dengan manusia atau pemain lainnya. Buktinya monster di dalam sumur berubah sesuai dengan level pemain."


Kemudian dia menjelaskan beberapa kejanggalan yang dialaminya. Sangat jarang monster menguji penglihatan lawannya, tetapi manusia bertopeng yang dihadapinya melakukannya.


Banyak bukti lainnya yang diungkapkan hingga keduanya sepakat bahwa lawannya adalah pemain lainnya.


"Baiklah, ayo kerahkan pemain terbaik di guild. Aku ingin melihat seberapa kuat manusia bertopeng itu."

__ADS_1


Pria tua memanggil seseorang, kemudian diberikan Token Kepemilikan. "Jika kamu melawan manusia bertopeng, observasi musuh dan ambil kesempatan untuk mengalahkannya," katanya.


__ADS_2