
Arief duduk di kursi dengan senyum manis di wajahnya. "Baiklah, mari mulai saja rapat hari ini. Aku yakin kalian semua sudah tahu ada orang yang tampak asing disini, dia adalah Regina yang baru masuk hari ini."
Semua orang memandang Regina dengan tatapan tajam. Tidak ada satupun orang yang melupakan kejadian Pentagon menyerang Fairy Dance, mereka masih memiliki beberapa dendam di hatinya.
Namun semua orang diam karena ada Arief yang ada di kursi pemimpin. Perlu diketahui lebih dari 50 orang duduk di ruangan serta 250 orang berdiri.
"Terima kasih atas perkenalannya, Bos. Aku yakin semua orang masih mengingat wajahku dengan sangat jelas," kata Regina dengan senyum manis. Dia tidak mempunyai alasan untuk membantah tatapan tajam semua orang.
"Jangan terlalu merendah. Semua orang sudah mengetahui kemampuanmu dalam memimpin sebuah guild, kalian semua aku kumpulkan disini tidak lain untuk mengangkat Regina sebagai ketua umum."
Semua orang langsung terkejut mendengar pernyataan Arief. Bahkan Jessica yang selalu berada di sebelahnya dan merasa biasa ketika melihat keajaiban yang diciptakan bosnya, melebarkan mulutnya.
"Bukankah terlalu cepat untuk mengangkatnya sebagai ketua umum?" tanya Jessica yang berani bertanya.
Walaupun dia sangat kesal mendengar Arief mengatakan bahwa Regina yang akan menjadi ketua umum, dia tidak bisa melakukan apapun.
"Aku mengerti apa yang kalian pikirkan. Tujuanku mengangkatnya sekarang untuk segera menempatkan Regina ke tempat rahasia yang sudah aku bangun. Setidaknya butuh waktu 1 tahun untuk melihat hasilnya, jika hasilnya jelek maka aku langsung mencopotnya!"
Arief tersenyum tipis mengatakannya, dia yakin semua orang mengerti apa maksudnya. Fairy Dance bukan hanya butuh orang berbakat, tetapi juga membutuhkan pemimpin yang hebat.
Regina adalah orang yang paling tepat untuk menjadi ketua umum yang hanya mematuhi Ketua Guild.
"Sekarang mari melakukan poling, siapa yang tidak setuju?" tanya Arief dengan suara lantang.
Semua orang mengangkat tangannya, tidak ada yang diam ketika orang baru langsung menempati ketua umum.
Arief menutup matanya perlahan dan tersenyum. "Aku senang kalian semua sangat khawatir dengan Fairy Dance, sekarang apa kamu merasa guild ini sudah cukup untuk kamu pertahankan, Regina?" tanyanya.
"Jadi ini yang ingin anda tunjukkan pada saya, Bos. Guild yang solid, latihan yang brutal, bakat yang tiada habisnya. Seberapa yakin anda bisa membawa guild ini menjadi super guild?" tanya Regina.
__ADS_1
"Kamu terlalu naif, aku tidak menyangka Regina yang aku kenal akan bertanya seperti itu pada orang yang mempunyai keyakinan penuh!"
Regina tertawa hingga gigi putihnya terlihat jelas. "Haha, aku salah. Tidak mungkin bagi anda meragukan Fairy Dance, baiklah aku sudah membutuhkan akan melakukan latihan khusus bersama anda!" katanya.
Semua orang merasa iri pada Regina, tidak ada satupun yang ingin melepaskan pelatihan langsung di bawah bos besar Fairy Dance.
Pemain yang sudah menginjakkan kakinya di lantai -1 akan mendapatkan kesempatan diberi bimbingan oleh bos besar Fairy Dance. Semua orang akan langsung menyadari seseorang yang sudah menginjakkan kaki di lantai - 1 karena perubahannya sangat besar.
Walaupun sebagian orang di dalam ruangan sudah menginjakkan kaki di lantai - 1, mereka masih merindukan bimbingan langsung dari Arief.
"Baiklah, sudah diputuskan kita akan mulai melakukan ekspansi besar-besaran. Leon kamu akan memimpin pelebaran wilayah Fairy Dance, langkah pertama coba amankan di timur wilayah Tanduk Iblis dan barat Pentagon."
Leon tersenyum sebelum menjawab. "Baik, aku akan melakukannya sebaik mungkin. Untuk permulaan lebih baik mengamankan wilayah utara, karena Dominasi Dunia akan segera melancarkan serangan lagi..."
"Dengan adanya wilayah yang menonjol di utara, kemungkinan besar Dominasi Dunia akan mengerahkan pasukannya ke situ. Artinya kita memiliki tiga pilihan untuk bertahan sisi utara, timur, dan barat."
Arief menganggukkan kepalanya. "Aku setuju dengan rencana itu tapi apa kamu yakin bisa membuat pertahanan yang baik sebelum Donasi Dunia menyerang?"
Jessica mengangkat tangan kanannya. "Aku setuju dengan rencana itu, bagaimana dengan biaya yang harus dikeluarkan?"
"Sederhana, aku hanya membutuhkan beberapa ramuan penambah HP dan MP serta beberapa peralatan sederhana. Aku yakin para anggota baru akan menunjukkan kebolehannya di medan perang dengan senjata seadanya." Leon sudah memikirkan semua konsekuensi yang akan dialami.
"Sangat menarik, bolehkah aku memberikan masukan?" tanya Regina sambil mengangkat tangan kanannya.
"Iya, berikan pendapatmu." Arief mempersilahkan Regina menyatakan pendapatnya.
"Rencana pelebaran kekuasaan ke utara memang sangat menguntungkan, tetapi kekuatan Fairy Dance sekarang masih belum cukup untuk mengimbangi jumlah Dominasi Dunia. Oleh karena itu aku menyarankan untuk membangun pertahanan terlebih dahulu supaya lebih aman, dengan hubungan baik kita bisa melakukan negosiasi dengan Tanduk Iblis dan Pentagon."
Regina menjelaskan panjang lebar terkait pemikirannya. Dia merasa bahwa Dominasi Dunia sangat kuat dibandingkan dengan Fairy Dance saat ini. Makanya menyarankan untuk melakukan negosiasi dengan Tanduk Iblis dan Pentagon.
__ADS_1
Dia berencana meminta sedikit wilayahnya dan membuat pertahanan khusus Fairy Dance. Dengan begitu mereka akan mempunyai titik pertahanan sekaligus tempat pelarian.
"Masuk akal, aku juga ingin melakukan hal tersebut dengan cara yang berbeda. Makanya tadi aku mengatakan bahwa para anggota baru untuk berlatih di medan perang langsung, sedangkan Zaha akan membangun bertahan di wilayah Pentagon ataupun Tanduk Iblis." Leon mengatakan tujuannya langsung, itu menandakan bahwa rencananya sungguh matang.
Arief menganggukkan kepala. "Sudah diputuskan, kita akan memulai dari utara. Reza kamu akan melakukan negosiasi dengan Tanduk Iblis, sebaliknya Dona akan melakukan negosiasi dengan Pentagon."
Dona yang kurang mengetahui situasi Pentagon langsung mengangkat tangan kanannya. "Bos, bukankah Leon lebih mengerti situasi Pentagon?" tanyanya.
"Iya, dia lebih mengetahui situasinya tapi Leon adalah pemimpin dari ekspansi Fairy Dance. Jika dia melakukan perjalanan jauh, rencananya akan tertunda. Disisi lain ini adalah kesempatan emas untukmu, Dona." Arief mengatakan sesuatu yang membuat semua orang iri.
Ketika Arief mengatakan kesempatan emas, pasti ada sesuatu yang sangat besar dibelakangnya. Dengan begitu, Dona langsung berdiri dan mengatakan, "Siap, Bos!"
Regina kebingungan melihat sikap Dona yang berubah 180 derajat hanya dengan perkataan sepele Arief.
"Apa ini guild yang dipimpin anak berusia 19 tahun?" kata Regina dalam hati.
Pertemuan anggota Fairy Dance berakhir, Leon langsung mempersiapkan segalanya. Jessica mengatur keuangan Fairy Dance dengan perhitungan yang sangat matang, walaupun sebenarnya uang Fairy Dance tidak akan habis dalam beberapa puluh tahun ke depan. Hal itu karena Arief membawa ratusan juta koin emas dan semua saham yang ditanam Fairy Dance meningkat signifikan.
Bisa dibilang kekayaan Fairy Dance sekarang jauh di atas Pentagon dan Tanduk Iblis.
Amelia seperti biasa melatih tubuhnya dengan membawa beban 1000 kilogram. Rasa kesal dihatinya tubuh karena merasa tidak berguna bagi orang yang telah menyelamatkan hidupnya.
Arief Hardiman muncul dibelakangnya. "Itulah yang aku maksud, sepertinya kamu sudah menemukannya lebih cepat dari yang aku kira."
"Apa maksudmu, Guru?" tanya Amelia.
"Perasaan tidak berguna bagi orang terpenting untuk hidupmu adalah modal awal yang bisa membawamu ke langit." Aries Hardiman menempelkan jari telunjuk ke dari Amelia.
Cahaya berwarna ungu kehitaman muncul di dahinya.
__ADS_1
"Gunakan itu untuk terbang ke langit. Semoga kamu beruntung, Amelia!"
Tubuh Amelia terasa sangat panas, kesadarannya mulai memudar. Suara tidak bisa keluar dari mulutnya. Dia menggeliat seperti ikan yang kepanasan.