
Jelas pertandingan dimenangkan Leon. Semua orang bertepuk tangan karena mendapat suguhan pertandingan yang sangat memanjakan mata.
Sekarang mereka semua mengerti, skill bawaan Domain Dewa tidak terlalu menentukan kemenangan. Melainkan kemampuan mengendalikan senjata dan memanfaatkan situasi adalah kuncinya.
Leon membuka mata semua orang tentang Keterampilan Buatan yang sangat hebat. Seseorang tidak hanya bisa menggunakan satu Keterampilan Buatan, melainkan bisa lebih dari itu.
Moreno hanya bisa memandang kekalahannya, sebagai seorang Veteran perang dia sangat malu. Namun sebagai seorang petarung, dia sangat menikmati pertandingan tadi.
Pasalnya Moreno masih berumur 42 tahun, jadi masih ada ruang untuknya berkembang sedikit lebih baik. Dengan pengalaman bertarungnya hari ini, dia akan mulai giat berlatih.
Anak umur 17 tahun bisa mengalahkannya tanpa menggunakan skill bawaan Domain Dewa. Jelas itu sangat menyakiti hatinya.
"Apa yang kamu lakukan, aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk mendatangkan kalian!" teriak Juna yang tidak bisa menahan amarahnya.
Dia menyewa pasukan khusus untuk memenangkan pertandingan, tetapi kenyataan berbeda dengan apa yang direncanakan. Pasukan khusus yang dia sewa berhasil dikalahkan oleh anggota Fairy Dance.
Moreno menatap tajam kearah Juna yang terkesan menghinanya. Aura yang sangat pekat keluar dari tubuhnya dan mencekik Juna.
Walaupun terlihat Pemarah, Juna juga bisa menggunakan prana. Namun kemampuannya tidak bisa menyelamatkannya dari cengkraman Moreno.
Melihat situasi semakin tidak terkendali, panitia pertandingan menghentikan keganasan Moreno. Sayangnya semua orang tidak ada yang berani mendekatinya.
Arief dan semua anggota Fairy Dance berdiri menghampiri tempat kejadian. Dengan langkah pasti, semua anggota Fairy Dance mendekat tanpa ada sedikitpun tekanan.
Dia berdiri di depan Juna yang merasa kesakitan dan melepaskan cengkraman aura dari Moreno. "Sudahlah, pertandingan pasti ada yang menang dan kalah. Jangan terlalu mempermasalahkan hasil," katanya menatap Moreno yang kehilangan akal.
Perasaan malu Moreno ingin di tutupi dengan menunjukkan seberapa kuatnya dirinya. Prana miliknya memang sangat kuat, tetapi tidak dapat menekan semua anggota Fairy Dance.
Ketika sesi latihan, prana milik Amelia jauh lebih mengerikan daripada Moreno. Jadi mereka sudah terbiasa dengan situasi seperti ini.
"Minggir, aku tidak ingin melukai orang lemah sepertimu!" kata Moreno sambil mengeratkan giginya.
Mendengar Arief dihina, jelas saja semua anggota Fairy Dance memasang badan dan siap bertarung. Walaupun senjata mereka hanya dua tinjunya, pengendalian prana miliknya tidak buruk.
Orang yang paling ingin mengajar Moreno adalah Bondan, dia adalah preman yang dipungut dan tolong oleh Arief. Makanya dia akan membela Arief bahkan jika dia salah dalam tindakannya.
Bondan ingin berlari menuju Moreno yang sangat sombong. Namun dihentikan Reza yang berdiri di sampingnya.
"Tahan, Bos pasti punya rencana," kata Reza melirik Arief yang tampak tenang dan belum merubah ekspresinya sedikitpun.
Langkah pertama Arief membuat semua orang menahan napas, tidak tahu mengapa mereka melakukannya. Sangat aneh melihat seseorang tanpa melepaskan prana bisa berjalan di arena milik Moreno.
Langkah demi langkah tanpa hambatan, Arief akhirnya berdiri dua meter di depan Moreno yang melepaskan semua kekuatannya.
Tatapan tenang dan senyum tipis di bibirnya membuat Arief terlihat sangat mengerikan. Kedipan mata pelan namun dapat mempengaruhi semua orang untuk mengedipkan mata perlahan.
Tidak ada yang tahu apa yang dilakukan Arief, tetapi suara ledakan terdengar setelah semua orang mencoba untuk mengedipkan matanya.
__ADS_1
Moreno tersungkur di tanah, dia tak sadarkan diri. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara sedikitpun, termasuk Jordan yang baru kembali karena mendengar berita tentang situasi ini.
"Aku tahu kelapa tidak akan jatuh jauh dari pohonnya," gumamnya pelan.
Tatapan tenang Arief membuat semua orang merinding dan memilih untuk diam.
"Baiklah, sepertinya pertandingan pertama sudah selesai. Menurut peraturan pertandingan kedua akan dilaksanakan setelah 6 jam beristirahat," kata Arief dengan lantang. Dia ingin membubarkan para penonton supaya kondisi lebih kondusif.
Untuk mengawali pembinaan masa, Arief melangkah menuju pintu ruang khusus yang sudah dipersiapkan. Disusul oleh semua anggotanya yang menganggap ini adalah sebuah kejadian biasa.
Sebenarnya mereka semua terkejut, termasuk Nidia yang tidak tahu Arief sangat kuat. Oliver dan Bondan mengetahui batas mereka, dengan pukulan tak terlihat Arief, mereka akan berlatih lebih giat.
Leon tersenyum manis, dia sudah mengetahui seberapa hebat Arief dan seberapa mengerikan latihan yang selalu dilakukannya setiap hari.
Mungkin orang menganggapnya sebagai ketua guild yang selalu bermain Domain Dewa. Setiap malam, Leon pasti menuju ruang pelatihan, dia pasti menjumpai Arief yang sedang bermeditasi atau sedang melakukan peregangan otot.
Memanfaatkan situasi, Leon selalu meminta saran dari Arief masalah porsi latihan dan peregangan tubuh. Sangat aneh jika Leon tidak menjadi sangat kuat.
Dia pernah bertanya pada Arief mengapa terus berlatih tanpa memperdulikan waktu, bukankah itu akan merusak tubuh karena terlalu berlebihan digunakan.
Jawaban Arief membuat Leon tidak akan pernah melupakannya seumur hidup.
"Aku tidak pernah melakukannya untuk diriku sendiri, melainkan untuk orang yang aku sayangi. Kamu masih mempunyai orang tua yang lengkap, tetapi lihatlah aku. Ibuku sakit dan ayahku meninggal, jika tidak menjadi kuat mental maupun fisik aku akan menangis seumur hidupku."
Setelah mendengarnya, Leon tidak pernah berhenti terus melatih tubuhnya. Bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk membuat rasa nyaman seluruh keluarga maupun orang yang dia sayangi.
Arief memberikan 1 bulan putaran latihan untuk melatih tubuhnya, jadi bisa berlatih terus menerus tanpa takut cedera. Untuk orang biasa tidak akan mungkin bisa melakukannya, tetapi untuk orang bertekad dan tambahan minuman konsentrasi, hal itu sangat mungkin.
Teknik berlatih ini akan mulai diperkenalkan oleh seorang dokter terkenal 10 tahun lagi, tetapi Arief sudah menerapkannya sekarang, termasuk Leon, Jessica, dan Amelia.
Sedangkan untuk Yuliana dan pasukannya memiliki porsi latihan yang sedikit berbeda. Mereka lebih memaksakan tubuhnya berkembang dibanding menggunakan cara perlahan-lahan.
Keduanya merupakan cara yang bagus, tetapi Arief memilih untuk berkembang perlahan-lahan supaya pondasinya dalam beladiri kokoh. Jadi tidak akan menimbulkan efek samping dikemudian hari.
Di ruangan, Arief tidak memberikan instruksi berlebihan. Dia hanya ingin semua orang untuk bermeditasi ataupun tidur.
Semua orang langsung duduk kecuali Arief dan Leon yang lebih memilih untuk tidur siang. Mereka berdua tahu bahwa tubuhnya membutuhkan istirahat sejenak.
Setelah tidur selama 2 jam, Arief bangun dan melakukan beberapa pemanasan. Sedangkan Leon terbangun setelah tidur selama 3 jam 45 menit, seperti Arief dia melakukan pemanasan.
Gerakan mereka sedikit berbeda, terapi jika orang melihatnya. Leon dan Arief akan membentuk sebuah pola pemanasan tubuh yang unik.
Bondan dan Oliver melihat mereka berdua, mereka mencoba untuk menirunya. Melihat keduanya, seluruh anggota Fairy Dance melakukannya gerakan yang hampir sama.
Setelah 30 menit melakukan pemanasan, mereka melakukan meditasi bersama-sama untuk menenangkan pikiran dan tubuhnya supaya siap digunakan untuk pertandingan selanjutnya.
10 menit sebelum pertandingan kedua dimulai, Arief berdiri diikuti semua anggotanya. "Ayo berangkat, lakukan yang terbaik. Kita sudah mendapatkan tiket, tetapi jangan lengah dan memberikan kesempatan lawan!" katanya memberikan motivasi.
__ADS_1
"Ya!" Semua menjawab secara bersamaan, termasuk Nidia yang tidak tahu apa yang sedang terjadi di dalam ruangan.
Dia mengikuti seluruh alurnya tanpa mengetahui tujuan pastinya. Namun dia merasakan bahwa tubuhnya sudah kembali pulih dan siap untuk melakukan aktifitas selanjutnya.
"Kita sambut, Fairy Dance!" teriak seorang pembawa acara. Arief dan seluruh anggotanya berjalan perlahan menuju arena pertandingan.
Semua orang bersorak, mereka sudah melihat seberapa hebat Fairy Dance. Termasuk Arief yang sangat mengesankan, hal itu membuat semua orang berpikir Fairy Dance akan mewakili Kota Bandar.
Sebelum pertandingan dimulai, seperti biasa Jordan memberikan sambutan untuk menandai pertandingan dimulai.
"Terima kasih untuk semua orang yang hadir di sini. Seperti yang kalian ketahui, Fairy Dance berhasil memenangkan pertandingan pertama. Jadi mereka akan mendapatkan tiket untuk mewakili Kota Bandar."
Perkataan Jordan membuat semua orang terkejut, harusnya tiket akan didapatkan setelah memenangkan pertandingan kelompok. Namun dia sudah memutuskan Fairy Dance memenangkan tiket.
Suara gemuruh semua orang terdengar, mereka memberikan opininya pada teman di samping atau orang yang mereka kenal.
"Tenanglah, selanjutnya aku mempunyai kabar gembira untuk seluruh guild yang berpartisipasi. Fairy Dance tidak akan mengikuti pertandingan kelompok karena sudah berhasil mendapatkan tiket, tetapi masih ada dua tiket lagi yang bisa kalian perebutkan!" kata Jordan penuh semangat.
Perubahan peraturan dilakukan karena ada beberapa masalah teknik yang dilaporkan. Banyak Guild besar membayar pemimpin kota untuk mendapatkan tiket.
Sehingga Perusahaan Aldi akan melakukan beberapa perubahan supaya perturan disesuaikan dan setiap kota akan mengirimkan 3 perwakilan.
Selain itu, perusahan Aldi akan mengawasi babak penyisihan secara langsung. Mereka akan mengirim anggota tersembunyi untuk melihat pertandingan..
Jordan menjelaskan peraturan yang baru, ketua guild boleh mengikuti pertandingan. Artinya Arief akan turun dalam Kompetisi Nasional.
Melihat Jordan menggunakan perubahan peraturan sekarang membuatnya mengerutkan kening, seharusnya perubahan peraturan dilakukan setelah Kompetisi Nasional pertama selesai.
"Aku yakin ibu membuat kerusuhan yang membuat Kompetisi Nasional berubah," pikir Arief.
Selaras dengan pikirannya, Yuliana mendatangi beberapa kenalannya dan meminta para ketua guild untuk membeli tiket Kompetisi Nasional.
Dia mendapat peringatan dari Perusahaan Aldi karena membuat kerusuhan. Namun tidak ada pertengkaran diantara mereka berdua.
Karena ada 3 tiket di setiap kota, membuat Fairy Dance mempunyai kesempatan untuk mengamankan posisinya menjadi perwakilan Kota Bandar.
Namun siapa yang menyangka, Arief bisa memenangkan pertandingan dengan cukup mudah. Yuliana duduk di bangku penonton dan tersenyum.
Arief melirik ke tempat duduknya dan tersenyum manis melihat ibunya yang menyamar sebagai laki-laki.
Yuliana menggunakan jaket tebal berwana hijau dan topi hitam. Tidak lupa dia menggunakan kacamata hitam untuk menyempurnakan penyamarannya.
Bibir Arief bergerak, mungkin tidak ada yang memperhatikannya. Namun Yuliana tahu persis apa yang dikatakan anak sematawayangnya.
"Penyamaran yang bagus, Ibu," katanya menggunakan isyarat bibir.
"Bocah sialan. Kamu membuat harga diri ibumu sebagai penyamar handal runtuh," gumam Yuliana pelan.
__ADS_1
Keduanya tersenyum tipis.