Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Tawaran Menarik


__ADS_3

Wajah Justin tampak sangat terkejut melihat tekniknya bisa digunakan dengan begitu baik. "Siapa kau sebenarnya?"


"Bukan orang penting. Yang perlu kau ketahui adalah kami telah memilihmu, orang tanpa bakat." Blue tersenyum manis ketika mengatakan bahwa Justin orang tanpa bakat. Padahal faktanya sebaliknya, Justin adalah pemain berbakat yang dibuang karena terlalu baik.


Disisi lain Justin adalah anak dari istri kedua kepala keluarga, jadi tidak banyak pihak yang mendukungnya.


Raut wajah Justin menjadi serius. "Berapa lama aku bisa menjadi seperti kakakku?"


"3 Hari kau bisa mengalahkannya. Namun untuk mengalahkan ayahmu kau butuh banyak persiapan, aku akan membantumu." Blue memberikan penawaran yang sangat menarik.


Tiga hari bukan waktu yang lama, tetapi ia memang harus bertambah kuat karena seminggu lagi akan ada pertandingan.


"Baiklah, aku bersumpah setia melayani Fairy Dance," ucap Justin sambil mengusapkan darah ke dahinya.


[Anda menjadi pengikut Raja Segalanya. Memberikan 20 poin status pada pemain yang setia padanya, ditambah akan mendapatkan 3 poin tambahan setiap naik level. Memberikan pelindung setara dengan 100% HP pemain. Akan aktif secara otomatis ketika HP pengikut mencapai 1, pendinginan 1 hari (Skill Raja Pelindung).]


"Bagaimana mungkin Fairy Dance mempunyai seorang dewa yang mendukungnya! " Raut wajah Justin tampak terkejut.


"Sebaiknya kecilkan suaramu, kau belum terlalu mengerti tentang dewa dan dewi, jadi jangan menebak-nebak. Sekarang mari keluar dan berburu." Blue menggunakan gate untuk berpindah ke sebuah gua jauh dari Kerajaan Agto.


"Menakjubkan, kalian punya skill berpindah tempat?" tanya Justin merasa kagum, ia langsung membuka peta dan melihat dirinya sangat jauh dari kerajaan.


"Sekarang prioritas utamanya adalah membenarkan teknik salahmu." Blue membimbing langsung bocah polos yang terus mengikuti instrukturnya.


Perlahan-lahan gerakannya membaik, untuk menambah pengalamannya, Blue menarik puluhan serigala salju level 150an.


"Jangan mundur, aku akan memastikan kau hidup!" teriak Blue memberikan instruksi. Ia melatih Justin dengan tekanan dan kekerasan, itu akan membuatnya tumbuh lebih cepat.


Ketika Justin dalam keadaan terdesak dan HPnya sudah berwarna merah. Blue muncul dan menebas serigala salju.


"Gunakan ramuan penambah HP dan MP, aku akan memancing beberapa serigala lagi." Blue memberikan ramuan penambah HP dan MP dengan sangat mudah.


"Bukankah ini sangat mahal di Benua Utara?"


"Bodoh, itulah mengapa ayahmu ingin menyingkirkan bocah bodoh sepertimu." Blue mengejek Justin yang tampak sangat polos, ia mengajari teknik politik.


Pada politik kerajaan, seorang raja dilarang panik. Mereka harus bersikap tenang untuk mendominasi pertemuan.


Karena terlalu lama, Blue memutuskan untuk membawa Justin ke wilayah monster level 170an. Blue menarik dua pedang di punggungnya.

__ADS_1


"Perhatikan, aku akan menggunakan teknik pedang yang kau banggakan itu." Blue melapisi pedangnya dengan prana dan mengendalikannya.


Pedang Blue memancarkan sebuah petir berwarna ungu kehitaman, ia langsung menyambar para monster.


[Keterampilan buatan telah berhasil diciptakan, berikan nama yang sesuai.]


"Thunder god." Blue langsung menyebutkan nama skill yang baru diciptakan, padahal sebenarnya ia hanya ingin pamer di depan Justin. Siapa yang menyangka keterampilan berhasil diciptakan.


Langkah kaki Blue mirip seperti elf salju, tetapi ia masih belum memahami sepenuhnya langkah yang begitu licin itu.


[Keterampilan Buatan - Thunder God.


Akan menciptakan petir dan menyambar ketika pedang mengenai target. Akan merubah 20% kerusakan menjadi serangan pasti. Tingkatkan pemahaman anda untuk merubah efeknya.]


Keterampilan buatan yang terlalu kuat, tetapi Blue harus membatasi penggunaannya karena menguras banyak stamina dan konsentrasi. Entah mengapa tubuhnya di dunia nyata merasa kelelahan ketika menggunakan keterampilan buatan.


Setelah segerombolan monster dikalahkan, Blue langsung mematikan keterampilannya. Ia mencoba untuk tidak terlihat kelelahan dan memandang Justin dengan tatapan tenang.


"Jadi sepeti itulah teknik Keluarga Hu, sebenarnya sangat mudah digunakan. Tapi kau harus mengerti cara pernapasan dan pengendalian diri." Blue menatap Justin dengan penuh arti, sehingga lawan bicaranya akan mudah termotivasi.


Sesuai rencana, Justin dengan bimbingan langsung dari Blue berhasil membunuh monster level 170 dengan kekuatannya sendiri. Meskipun begitu levelnya masih sangat rendah, Blue memutuskan menggunakan energi kehidupan untuk membeli penambahan poin pengalaman pada Justin.


Blue tidak bisa menyembunyikan senyumnya karena melihat bakat yang begitu bersinar. Jika Justin di latih dengan benar, ia akan menjadi permata yang begitu terang.


Setelah seminggu berburu, Justin harus kembali untuk menghadiri pertandingan. "Jangan percaya pada siapapun untuk saat ini, tiga dari sepuluh pengawal mu adalah pengkhianat."


"Bagaimana anda tahu, Master?" tanya Justin yang menganggap Blue sebagai masternya.


Blue menunjuk matanya. "Aku bisa melihat semuanya. Mereka adalah bawahan Dewi Bianca yang artinya mereka mematuhi semua perkataan ayahmu."


"Tujuh lainnya?"


"Aku tidak bisa memastikannya, sekarang tugasmu adalah menang dengan tipis. Jangan terlalu mencolok dan menggunakan keterampilan sempurna. Aku akan menyiapkan panggung yang megah untuk menunjukkan kekuatanmu."


Dalam sekejap mata mereka sampai di Kerajaan Agto, Justin langsung menuju arena pertandingan dengan wajah lesu dan tampak malas. Ia mencoba berakting supaya lawannya lengah. Ia sekarang hampir mirip Blue yang selalu memainkan psikologi orang.


"Aku baru mengajarinya seminggu, ia sudah sangat lihai melakukannya." Blue tersenyum kecut melihat perkembangan anak didiknya.


Pertarungan dimulai, Blue duduk di bangku penonton melihat murid didiknya. "Hah, aku sudah lama tidak mengajari anak berbakat."

__ADS_1


Justin berpura-pura kalah, ia diserang terus menerus seperti sebelumnya. Bedanya sekarang ia sangat tenang dan memblokir setiap serangan dengan benar.


"Ini bukan masalah level, aku yakin tubuhku bergerak otomatis." Justin merasakan perubahan pada tubuhnya karena teknik yang sempurna. Meskipun dia belum bisa mengeluarkan semua skillnya, Justin patut bangga telah melampaui takdir.


Sayangnya ia harus tetap merendah dan mencoba mencari kemenangan tipis. Setelah beberapa kali terkena serangan, Justin memberikan serang balasan. Meskipun kerusakannya tidak besar, ia memberikan perlawanan.


Martin mulai merasakan ada yang salah dengan serangannya. Ia menggeluarkan keterampilan buatan untuk memastikan kemenangannya, tetapi hasilnya sungguh mengejutkan.


Justin berhasil menghindar dan menusukkan pedang ke kakaknya. HPnya akan segera berwarna dan membuatnya kalah, tetapi keberuntungan menyelamatkan Justin. Itulah yang dipikirkan orang-orang.


Blue memasang taruhan pada Justin, ia menang lebih dari 100 ribu koin emas. "Pertandingan yang menarik, tetapi aku harus bergerak cepat."


Ia menghilang dari pandangan semua orang, tujuannya untuk mencari orang setia. Ia berjalan menuju penjualan budak di pasar gelap.


Anehnya di sana ada beberapa pemain yang di tangkap untuk dijadikan budak. Blue sekali lagi memukul jekpot.


10 orang pemain di rantai untuk pelelangan, Blue mendatangi penjual yang ternyata adalah seorang penduduk pribumi.


"Paman, apa mereka pemain?" tanya Blue.


Seorang pria gendut menjawab, "Ya, aku mendapatkannya dari badai salju."


"Bolehkah aku membeli mereka dari pintu mebelakang?" tanya Blue dengan senyum manis.


"Maaf, Kawan. Kita harus—"


Blue menyela, "Aku akan membelinya dengan 15 ribu koin emas setiap orang?"


"Ah, bisnis tetap bisnis. Baiklah, mana yang ingin kamu beli?"


"Pertama aku akan membeli 10 pemain itu. Kemudian temani aku berkeliling."


"Tentu saja, Tuan. Aku akan menemani anda secara pribadi." Pria gendut itu tampak senang dan menempel pada Blue.


Kali ini ia tidak menggunakan topeng, melihat kanan dan kiri. Setelah beberapa saat ternyata tidak ada budak yang diinginkan.


"Sepertinya anda kurang puas dengan produk kami, Tuan. Mari aku antar ke produk utama di pasar gelap ini." Pria gendut tersenyum manis sambil menyatukan kedua telapak tangannya dan menggosok-gosoknya.


"Tunjukkan jalannya." Blue pernah mendengar ada seorang budak yang sangat kuat dan melindungi kekuasaan ini.

__ADS_1


Tepat ketika blue masuk kedalam ruang, sebuah geraman terdengar. "Grrr..."


__ADS_2