Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
204. Ketua Singa Langit


__ADS_3

Blue berjalan menuju istana Api Merah, sebuah pesan sistem membuatnya tersenyum manis. Pasan itu dari Felicia yang menyebutkan bahwa ketua Singa Langit bersedia melakukan negosiasi.


Pertemuan diadakan di Kerajaan Banyuwangi, ketua Singa Langit sudah bersedia melakukan perjalanan untuk menemui Blue secara langsung.


Setidaknya butuh waktu tiga hari sebelum sampai di Kerajaan Banyuwangi, Blue mempersiapkan beberapa hal sepele untuk melakukan negosiasi.


Shadow sudah sangat senang mempunyai peluang besar memenangkan pertandingan di Kota Bandar. Juna menurunkan pemain terbaiknya untuk unjuk gigi, kekuatan yang paling dia takuti di Kota Bandar tidak lain hanyalah Fairy Dance.


Setelah Fairy Dance menyerah, dapat dipastikan Shadow yang akan mewakili Kota Bandar. Namun siapa yang menyangka Yuliana dan Jordan adalah teman masa kecil.


Keduanya memiliki pemikiran yang berbeda, makanya Yuliana menjadi pasukan khusus. Sedangkan Jordan menjadi pengawal pejabat dan politik.


Karena tahu akan anaknya akan ikut kompetisi di Kota Bandar, Yuliana mendatangi Jordan dengan beberapa pengawal dibelakangnya.


"Sudah lama tidak bertemu, Jordan," kata Yuliana yang duduk di sofa hitam ruang kerja pemimpin kota Bandar.


Dengan pakaian klasik berwarna hijau muda, Yuliana tampak mempesona. Walaupun umurnya sudah berkepala 4, dia masih terlihat sangat muda.


Hal itu dikarenakan kemampuannya dalam mengendalikan prana sangat baik. Ditambah dengan energi yang disuntikkan Arief tanpa sengaja.


"Nona, kamu masih cantik seperti biasanya. Ada keperluan apa anda datang kemari?" tanya Jordan dengan nada sopan.


Pasalnya dia adalah adik seperguruan Yuliana. Dalam perguruan kakak tingkat harus diperlakukan sangat sopan, jika tidak maka akan mendapatkan ganjarannya.


Pengecualian untuk Si Hitam dan Si Putih, keduanya memiliki kekuatan yang tidak boleh disinggung oleh siapapun. Itulah yang mendasari Jordan harus bersikap sopan dua kali lipat.


"Anakku akan mengikuti kompetisi pertarungan yang diselenggarakan olehmu, aku yakin kamu tahu maksud kedatanganku," kata Yuliana sambil mengambil rokok di sakunya.


Tidak lupa dia menyalakan rokoknya menggunakan korek berwarna hijau loreng khas para pasukan khusus.


Dia tidak pernah menunjukkan sikap aslinya pada Arief karena takut akan di jauhi. Tidak hanya merokok, Yuliana sangat kejam dalam memperlakukan musuhnya.


"Kalau itu anakmu pasti dia bisa lolos dengan mudah," jawab Jordan sedikit terkejut dengan fakta yang baru didengarnya. Pasalnya dia tidak tahu bahwa Arief adalah anak dari kakak perguruan.


Jika mengetahuinya, tidak mungkin dia akan membiarkan Arief dalam bahaya.


Yuliana menggelengkan kepala. "Bocah itu sangat cerdas, aku yakin dia akan mengambil keuntungan dari orang lain," katanya sambil tersenyum dan mengambil asbak kecil dari saku lengannya.


"Maksudmu aku harus merubah peraturan kompetisi dan mengirim dua perwakilan dari Kota Bandar?" tanya Jordan yang mulai mengerti kedatangan Yuliana.


"Kamu sangat cerdas, tetapi jika melakukan itu pasti Bocah itu akan curiga. Bagaiman jika mengatakan bahwa ada dua tempat untuk mewakili Kota Bandar setelah pertandingan selesai?" kata Yuliana memberikan solusi.


Jordan menggelengkan kepala karena merubah peraturan kompetisi Domain Dewa jauh lebih susah daripada menggeser peraturan pemerintah.


Perusahan Aldi mempunyai regulasi yang sangat sulit untuk di tembus. Bahkan beberapa koruptor di perusahaan langsung bisa diketahui hanya dalam hitungan jam.


Karena Jordan tidak terlalu mendalami ilmu bela diri, dia tidak mengetahui bahwa banyak orang kuat berdiri dibelakang Perusahan Aldi. Bahkan Yuliana tidak mempunyai keyakinan bisa menang.


Sekarang dunia mulai tenang karena keberadaan semua orang kuat itu, tetapi Yuliana tidak mau berdiam diri. Dia dan pasukannya terus berlatih dan berinovasi, sehingga bisa menjadi lebih kuat.


Setiap kali Yuliana menemui kebuntuan dalam latihannya, dia selalu menemui Arief yang mempunyai ribuan cara untuk menyelesaikan masalahnya.

__ADS_1


Itulah yang menyebabkan pasukan Yuliana semakin kuat, tanpa diketahui oleh perusahan Aldi maupun musuhnya.


"Aku tahu itu, terapi jika ada perselisihan antara Fairy Dance dan Shadow, ingatlah aku!" kata Yuliana sambil menatap tajam mata Jordan.


"Kekuatan di belakang Juna juga tidak lemah, bagaimana aku harus menghadapi mereka?" tanya Jordan kebingungan. Dia sekarang berada di tengah jurang kematian.


Jika membela Yuliana, pasti pasukan di belakang Juna akan melakukan beberapa tindakan kriminal. Sedangkan jika berpihak pada Juna, jelas sama dengan bunuh diri.


Yuliana menggelengkan kepala, "Tenanglah, aku sudah memberikan beberapa peringatan pada semut itu."


Tidak ada yang tahu sekuat apa kekuatan dibelakang Yuliana, karena dia bisa membuat seluruh dunia menjadi gemetar ketakutan.


Yuliana berdiri dan mematikan rokoknya di asbaknya, tidak lupa dia membuangnya di tempat sampah. Sedangkan asbaknya di masukkan kembali ke saku lengannya.


"Aku harap kamu tidak mengecewakanku," kata Yuliana. Dia segera meninggalkan ruang kerja Jordan dengan langkah yang sangat pelan.


Tidak ada yang mengetahui, Yuliana telah menggunakan teknik Langkah Bayangan sama seperti milik Arief.


Kedua pengawal yang mengikutinya juga sedikit kebingungan karena kehilangan jejaknya.


Sambil melihat kearah pintu, Jordan masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Ada manusia yang bisa melangkah begitu cepat, bahkan matanya tidak bisa mengimbangi.


"Seperti yang diharapkan dari, Nona. Dia selalu menjadi yang paling baik diantara yang terbaik!" gumam Jordan pelan.


Disi lain, Blue masih mempersiapkan beberapa senjata sihir untuk melindungi pulau pemberian Shadow. Sampai sekarang belum diketahui nama dari pulau tersebut, makanya Blue ingin menunggu kehadiran ketua Singa Langit.


"Petra, keadaan sudah stabil. Sekarang sudah waktunya untuk mengambil hati para pemain. Segera lakukan beberapa tindakan heroik," kata Blue memberikan perintah pada Petra yang duduk sebagai ketua cabang Api Merah.


Opini publik bisa mempengaruhi psikologi musuh, hanya dengan rumor dan berita yang beredar. Bisa jadi musuh akan mengurungkan niatnya menyerang suatu hari nanti.


Mungkin sekarang Api Merah masih menjadi penguasa di Kerajaan Banyuwangi, terapi lambat laun mereka akan mulai meredup karena kejadian Singa Langit.


Blue ingin mengantisipasinya, jika suatu saat ada yang ingin menendang keluar dari kerajaan Banyuwangi.


Sesuai perintah Blue, beberapa pasukan Fairy Dance dibawah kepemimpinan Petra menyerang beberapa Dungeon dan mencatatkan waktu terbaik. Semua strategi sudah dipikirkan Reza, jadi perhitungannya sangat tepat.


Jessica dan Amelia sudah kembali ke Danau Putih, mereka masih mempunyai banyak pekerjaan. Blue ingin mereka menyelesaikan semua misi di Danau Putih, pasalnya guild pertama yang menyelesaikan misi kota akan mendapatkan hadiah yang sangat menggiurkan.


Hadiah di kehidupan sebelumnya adalah sebuah Penyimpanan Sihir guild, mungkin terlihat sangat biasa. Namun di Domain Dewa hanya ada 1000 guild yang memilikinya.


Setelah semua Penyimpanan Sihir Guild ditemukan, semua orang baru sadar bahwa benda itu hanya ada 1000 di Domain Dewa.


Sesuai namanya, kegunaannya adalah menyimpan barang. Perbedaannya adalah kapasitas yang bisa ditampung.


Penyimpanan Sihir Guild tidak memiliki pantas kapasitas, artinya guild bisa menyimpan semua barangnya dengan aman. Yang paling mengesankan adalah penyimpan bisa digunakan untuk bertukar barang di manapun selama di dunia tengah.


Neraka dan Tanah Dewa bukan dunia tengah, Penyimpanan Sihir Guild tidak dapat digunakan di sana.


Menurut pengetahuan Blue, ada 4 Dunia di Domain Dewa. Sekarang dia berada di Dunia Tengah, sedangkan tiga lainnya adalah Neraka, Tanah Dewa, dan Nirwana.


Blue tidak pernah menginjakkan kaki di Nirwana. Jadi dia tidak mempunyai informasi tentang Dunia tersebut.

__ADS_1


Setidaknya ada 9 orang yang telah berhasil masuk ke Dunia Nirwana, salah satunya adalah Argya yang sekarang menjadi Koki Fairy Dance.


Sekarang kalian mengerti betapa mengerikan ya Argya di masa depan.


Blue melihat langit Domain Dewa yang sangat indah, dia hampir tidak bisa membedakan nada permainan dan dunia nyata.


"Sungguh pemandangan yang sangat indah," kata Reza menghampiri Blue yang tiduran di rumput.


"Yah, mungkin indah, tetapi juga sangat menyakitkan." Blue mengenang semua pengkhianat yang dilakukan rekan-rekannya di Shadow.


Jika tidak ada Leon yang menghentikannya mungkin Blue akan menjadi pria yang kehilangan kewarasannya. Pasalnya dia telah mengorbankan segalanya, demi kemajuan Shadow.


Namun berakhir di tendang dari kursi yang sangat dia perjuangkan. Ingatan tentang meninggalnya Yuliana dan ditinggalkan oleh Sofia, kekasih yang sangat dicintai Blue.


Entah mengapa ingatan tenang Nadia yang tersenyum manis terbesit dipikirkannya. Blue langsung menggelengkan kepalanya, belum saatnya memikirkan ini.


Reza duduk di sebelah Blue yang sedang bersantai. "Aku tidak menyangka menjadi seperti ini. Dulu aku kelaparan, bahkan harus membagi makan dengan Bima, Rangga, dan Abimanyu. Semua ini berkat kamu, Bos."


"Aku pernah mendengar orang bijak mengatakan, Ketika dunia tidak berpihak padamu, maka kamu harus menghadapinya. Karena tidak ada seorangpun yang akan menyelamatkanku jika kau tidak berusaha."


Blue mengatakan yang sesungguhnya, bahkan jika Reza tidak bergabung dengan Fairy Dance, dia akan bersinar di tempat lainnya.


Reza tersenyum tipis mendengar perkataan Blue. Setiap kali dia ingin berterima kasih dengan kalimat sanjungan, Blue selalu menyangkalnya dengan kata-kata yang harus membuatnya diam.


"Baiklah, sebentar lagi tamu terhormat akan datang." Blue berdiri dan memberikan pakaiannya.


"Bos, bagaimana sebelum menemuinya sedikit berlatih denganku?" tanya Reza juga berdiri.


Blue tersenyum dan berkata, "Ide yang bagus. Baiklah, mari lakukan beberapa pemanasan."


Karena tidak mau meremehkan Reza, Blue langsung mencabut kedua pedangnya. Perlu diingat kembali, Reza adalah seorang Penyihir Putih.


Jangkauan serangnya sangat jauh, jadi mau tidak mau Blue harus memaksanya bertarung jarak dekat. Keduanya bersiap dengan senjata masing-masing, Petra secara tidak sengaja melihat pertarungan mereka.


"Apa yang sedang mereka lakukan?" kata Petra yang tidak pernah melakukan pertarungan dengan anggotanya.


[Mulai!]


Blue langsung berlari dengan kecepatan tertinggi ya, dia menggunakan Langkah Bayangan untuk menutupi jarak. Bukannya tidak mau menggunakan Black Wing atau Langkah Cahaya, dia ingin melakukan pertandingan yang sedikit adil.


Jika Blue menggunakan keduanya, Reza tidak akan bisa bertahan lebih dari 4 detik.


Ayunan pedang Blue sangat berat, tetapi Reza sudah mempelajari cara menghindar yang efektif. Dia hanya menggerakkan sedikit tubuhnya dan melangkah kebelakang untuk memberikan serangan balasan.


Sayangnya Blue mempunyai senjata yang istimewa, dia bisa membelah sihir putih Reza dengan sangat cepat. Anehnya Reza tersenyum setelah melihat sihirnya terbelah sempurna.


"Sebaiknya kamu lihat atas, Bos!" kata Reza yang masih mengangkat tangannya. Kemudian dia mengayunkan tangannya kebawah, 7 pedang terjun menerjang Blue.


Sayangnya Blue sudah mengetahuinya, dia menggunakan Slash dan melanjutkan serangannya. Siapa yang menyangka HP Reza langsung berwarna merah.


[Blue Menang!]

__ADS_1


__ADS_2