Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Perubahan Rencana


__ADS_3

Blue mendengar sesuatu yang mencengangkan. "Sial, ternyata pemilik arena adalah Iblis Neraka yang mengerikan."


Mammon adalah Iblis Neraka yang hampir setara dengan Lucifer ataupun Azazel. Dia mendapatkan hukuman dari dewa sehingga kekuatannya dibatasi. Meskipun begitu, Mammon masih sangat berpengalaman dalam perang.


"Apa kamu mengenal pria gendut itu, Bos?" tanya Dagon yang kebingungan.


"Apa kamu tidak mengenalnya, dia adalah Mammon salah satu dari dua belas iblis neraka terkuat."


"Mammon menghilang sebelum perang melawan Raja Iblis Venom, penampilannya juga sangat berbeda dari sebelumnya." Dagon bingung bagaimana Blue bisa mengetahui bahwa manusia gendut itu adalah Mammon Sang Raja Iblis Keserakahan.


"Ya, dia memang Raja Keserakahan tapi kekuatannya benar-benar hilang. Bukan berarti dia lemah, ia berhasil selamat karena Baal telah mengambil racun yang ada di tubuhnya. Konsekuensinya, Mammon kehilangan sebagian besar kekuatannya."


Walaupun Blue adalah seorang ketua guild kelas 2 di kehidupan sebelumnya, pengetahuannya tidak dapat diremehkan.


"Ah aku ingat, itulah mengapa Baal mendadak menjadi sangat kuat ketika melawan Raja Iblis Venom." Dagon memanggil mantan tuannya dengan nama pendek.


Blue meliriknya. "Sejak kapan kau bisa memanggil Baal dengan namanya?"


"Ah... Kamu salah dengar bos. Aku memanggilnya Raja Iblis Baal." Dagon tersenyum kecut sambil mengalihkan pandangannya.


Sekarang bukan waktunya untuk mengkhawatirkan Mammon, tetapi bagaimana cara menyelamatkan Nakamura dari kepungan Lamia dan Mammon.


Pria paruh baya itu harus selamat supaya Hiroshi tidak mewarisi tahtanya dengan cepat. Takutnya semua perkataannya akan hangus dan pahlawan pubertas itu akan meratakan Fairy Dance.


Pertahanan Desa Koral sekarang tidak bisa menahan gempuran pasukan Kota Tokyo. Bahkan jika Kota Danau Putih membantu, itu masih tidak cukup.


Pilihan terbaiknya adalah meminta bantuan Kerajaan Kediri atau menyelamatkan Nakamura. Setidaknya Blue harus membuat pria paruh baya itu sekarat selama beberapa tahun.


"Dagon, kekuatanmu sekarang bisa menahan Lamia berapa lama?" tanya Blue dengan ekspresi serius.


"3 detik jika dia serius," jawab Dagon dengan cepat.


"Sial, itu tidak cukup untukku menyelamatkan Nakamura."


"Bos, sebenarnya lawan kita itu siapa. Kadang kau menyerang Lamia kadang menyerang Nakamura, aneh sekali." Dagon sangat bingung dengan kejadian ini.


"Kami para player sangat lemah, pilihan satu-satunya adalah mengendalikan kekuatan para tokoh terkemuka." Blue tidak bisa membiarkan sisi Kota Tokyo terlalu kuat atau terlalu lemah.

__ADS_1


Itu sangat membahayakan Fairy Dance. Terlebih lagi jika ada super guild yang bekerja sama dengan Kota Tokyo, itu akan sangat merepotkan.


Disisi lain, Jessica sedang keluar mesin virtual Domain Dewa. Ia melihat keluar gedung dan bergumam, "Sekarang penyusup semakin aktif bergerak. Untung saja bos sudah menyiapkan ini sejak awal."


Orang suruhan Ansel di bantai seperti seekor sapi, lebih dari 50 orang di musnahkan oleh pasukan Harimau Putih. Aries Hardiman hanya duduk santai sambil meminum teh hijau.


"Hah, bocah itu pasti sedang membuat badai lagi. Tahan dirimu Aries, pasti ada saatnya kau menunjukkan kekuatanmu." Aries Hardiman berbicara pada dirinya sendiri.


"Tuan, sampai kapan kita akan terus bersembunyi. Pasukan musuh semakin membabi buta?" tanya seorang pria berpakaian hitam.


"Bocah itu sudah menyiapkan pasukannya, selama tidak ada korban di pihaknya itu akan menjadi zona aman." Aries Hardiman menganggap ini masih dalam batas kewajaran. Jadi ia dan pasukan Harimau Putih tidak akan ikut campur terlalu banyak.


Leon duduk di kursi ketua, ia membalikkan dokumen dan menyuruh beberapa pasukan khusus yang dikirim Pak Tua.


Jessica menghampirinya dengan langkah kaki yang tenang. "Mengapa kau bekerja begitu keras?" tanyanya pelan.


Sebelum menjawab Leon tersenyum manis. "Kau tahu, ini adalah kepercayaan pertama yang diberikan padaku. Kedua orang tuaku selalu mendesak untuk mendapatkan nilai bagus, sedangkan Arief membuktikan bermain Domain Dewa bisa merubah nasib seseorang."


Curhatan Leon didengarkan Jessica dengan saksama, tidak ada satupun kebaikan yang diceritakan. Semua kisah Leon sangat kelam, sampai akhirnya dia bertemu Arief si penyelamat kebosanannya.


Jessica sekarang mengerti mengapa Leon dipilih menjadi Ketua Guild Fairy Dance dibandingkan dirinya atau Amelia. Motivasi Leon benar-benar untuk kepercayaan yang ia terima, berbeda dengannya yang hanya mementingkan guild. Kadang kita juga harus memikirkan kesejahteraan anggota.


Amelia sedang bersembunyi di balik pintu. Dia mendengar semua percakapan Leon dan Jessica, tanpa sadar air matanya menetes. Sambil mengusap air mata, Amelia pergi ke kamar dan berlatih lebih keras.


Bukan iri karena posisi guild master, tetapi karena motivasinya untuk berkembang sudah mencapai puncaknya.


Aries Hardiman merasakan ada sebuah gelombang aneh yang dipancarkan Amelia. Ia berdiri dan memandang Markas Besar Fairy Dance.


"Haha, monster terlahir lagi. Sial, mata bocah itu sangat mengerikan!" ucap Aries Hardiman tertawa keras.


Pengawal di sebelahnya bertanya, "Tuan, ada apa?"


"Kamu tidak perlu tahu, anak-anak zaman sekarang sungguh mengerikan."


Disisi lain, Blue sedang berdiskusi dengan Dagon untuk merubah rencana sebelumnya. Venom sudah bertambah kuat, tetapi kekuatannya masih jauh dibandingkan Mammon yang sudah menjadi iblis biasa.


"Sial, sudah terlambat." Blue melihat seorang wanita dan pria gendut membawa Nakamura yang sudah sekarat.

__ADS_1


"Hi, bocah kita bertemu lagi." Lamia mendatangi Blue dan Dagon yang sudah berubah menjadi manusia.


"Senang bertemu denganmu lagi Raja Iblis Lamia, sepertinya Pemilik Kota Tokyo sudah kalah." Blue mencoba untuk tenang dan memulai pembicaraan.


"Haha, berkat bantuan yang kau berikan. Aku akan mengabulkan satu permintaanmu," ucap Lamia dengan bibir manisnya.


"Sungguh kehormatan bisa mendapatkan bantuan dari anda Nyoya. Tapi bolehkah aku meminta dua, karena aku membantumu dua kali?"


Blue malah meminta penambahan hadiah, meskipun kesempatannya sangat kecil ia tidak boleh kalah.


"Haha, aku tidak salah menilai para pemain adalah orang serakah. Baiklah, katakan permintaanmu?"


"Pertama mari melakukan gencatan senjata selama 10 tahun. Siapapun yang melanggar akan terkena hukuman sistem, sumpah ini hanya berlaku untuk pasukan Lamia dan pasukan Venom, termasuk aku." Blue membuat sebuah celah yang mungkin tidak diketahui kebanyakan orang.


"Baiklah, aku setuju. Semua pasukan kecilku juga sudah kau bantai. Sebutkan yang kedua." Lamia tidak menemukan celah yang disebutkan.


Blue mengangkat sudut bibirnya. "Kedua bebaskan Nakamura dan biarkan dia hidup untuk sementara, atau berikan saja racun yang dapat memakan umurnya."


"Mengapa kau menyuruhku membiarkannya hidup?" tanya Lamia penasaran.


"Pertama karena Iblis Neraka disebelah dan anak orang yang sekarat itu."


"Aku tahu, kau bisa selamat dari gempuran pasukan Kota Tokyo dengan imbalan bisa menyelamatkan pria brengsek ini. Namun kenapa kau takut dengan iblis gendut ini." Lamia menunjuk Mammon dengan sangat kasar.


"Mana mungkin aku berani mengatakan berani melawan Iblis Neraka Keserakahan." Blue bersuara pelan tetapi menusuk telinga kedua Raja Iblis.


"Darimana kau mengetahui nama itu?" tanya Mammon yang tidak mau mengaku.


"Tentu saja dari pahlawan yang aku lawan sebelumnya. Dia mengatakan bahwa pemilik arena adalah Iblis Neraka Keserakahan, artinya kalian memiliki hubungan. Mendengar dari nadanya, ia adalah musuh." Blue memberikan penjelasan yang masuk akal dan membelokkan sedikit faktanya.


"Dari mana dia, Azazel, Lucifer, Asmodeus, Abaddon, Beelzebub?" tanya Mammon dengan nada panik.


"Mana kutahu, aku lebih lemah darinya. Melihat dari kemampuan khususnya, ia adalah salah satu antek dari Azazel, Lucifer, atau Beelzebub."


Mammon terlihat panik dan segera melarikan diri dari tempat kejadian. Ia tidak ingin bertemu dengan ketiga Raja Iblis tersebut karena terlalu menakutkan.


Tidak asal pilih, Blue menggunakan tiga nama yang setara dengan Baal. Jadi Mammon terlihat ketakutan karena kekuatannya sudah menurun.

__ADS_1


__ADS_2