Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
199. Akting Yang Bagus


__ADS_3

Karena penasaran Blue mencoba menyentuh patung pedang. 100 kilogram bukanlah jumlah yang besar, masalahnya seberapa kuat pedang itu menancap.


Ketika menyentuh patung pedang, Blue tidak merasakan apapun. "Aneh, jika benar pedang ini yang menyegel Hydra mengapa tidak terjadi apa-apa?" tanya Blue kebingungan.


Bee mencoba untuk mencari jawaban, dia mengitari patung dan melihat ada sebuah catatan aneh di bagian paling bawah.


"Coba gali tanah bagian ini!" kata Bee sambil menunjuk sisi patung.


Sekarang tidak tahu siapa yang menjadi bos, tetapi Blue tidak bisa meremehkan pengetahuan Bee yang sudah di campur dengan ingatan Raja Kartanegara.


Jadi Blue mencabut pedangnya dan mencoba menggali menggunakan Sword Secret, sungguh pemandangan yang sangat aneh. Seorang Pendekar pedang penggali tanah menggunakan pedangnya.


Mungkin orang yang melihatnya berpikir begitu, bahkan Tobias juga berpikir seperti itu. Namun Blue tidak peduli dengan pemikiran orang lain, dia tahu Bee menemukan suatu petunjuk penting.


Setelah beberapa kali mengayunkan pedangnya untuk menggali tanah, Blue melihat sebuah tulisan yang sangat aneh. Namun dia pernah melihatnya di suatu tempat yang jauh.


Kala itu Blue berhasil masuk ke Dunia Dewa dan melihatnya. "Palsu," katanya sedikit kebingungan.


Bee tertawa keras melihat simbol dan petunjuk yang didapatkan. Ternyata semua kutukan yang diberikan Raphael adalah sebuah tipuan untuk mengurung semua orang yang ada di dalam desa.


"Sebenarnya tidak ada yang namanya kutukan di desa ini. Namun ada sebuah pembatas yang namanya adalah Simbol Pengurungan," kata Bee.


Blue mengerutkan kening, dia mengingat ada sebuah ingatan yang menyinggung tentang Simbol Pengurungan, tepatnya ketika dia berhasil merubah energi jiwa.


Blue tidak bisa menggunakannya, tetapi mengetahui cara untuk melepaskan diri dari simbol tersebut. Sekarang dia mempunyai kunci untuk menarik keluar semua penduduk yang ada di dalam desa.


Namun sebelum bertindak, dia harus memastikan keamanannya terlebih dahulu. Dia berjalan menyusuri setiap desa yang tidak terlalu luas ini.


Setelah yakin semuanya sudah aman, Blue mencoba untuk mengingat kembali cara melepaskan diri dari Simbol Pengurungan.


Dia menggambar sebuah simbol aneh di atas tanah, kemudian menyuntikkan prana kedalam simbol tersebut. Teknik ini biasa digunakan oleh kelas pemanggil untuk mengeluarkan mahluk dari Dunia lain.


Berbeda dengan Blue yang melakukannya untuk melepaskan semua orang yang ada di dalam desa. Namun kesalahan besar telah dilakukan Blue, dia tidak mengetahui bahwa sebenarnya memang ada Hydra di bawah patung pedang.


Suara pecahan kaca terdengar, semua penduduk desa memancarkan cahaya berwarna kuning dari tubuhnya. Status meraka sudah terbuka, bahkan penduduk biasa memiliki potensi yang lebih tinggi dari Yami, sungguh pemandangan yang indah.


Untungnya Blue sudah mengikat mereka semua dalam kontrak, sehingga semuanya akan setia padanya.


Semua orang yang sudah terlepas dari kutukan langsung berlutut di depan Blue. Mereka semua akan menganggap Blue sebagai raja terbarunya.


"Terima kasih semuanya, berdirilah!" kata Blue memberikan perintah pertama pada pasukan terbarunya.


Berbeda dengan harapannya, tidak ada satupun orang yang mendengar perintahnya. Mereka semua tetap berlutut memberikan hormat kepada Blue yang terlihat kebingungan.


Bee tidak tahan melihat Blue yang tampak polos, dia langsung memukul kepala Blue. "Bodoh, sebagai raja jangan mengeluarkan suara. Cukup gerakan tanganmu, sebagai pangeran aku sangat kecewa denganmu!" katanya sambil membusungkan dadanya penuh percaya diri.


Menerima masukan dari Bee, Blue memberikan isyarat untuk berdiri. Siapa sangka cara tersebut benar-benar efektif, semua orang berdiri didepannya dengan penuh percaya diri.


Setidaknya ada lebih dari 1000 orang yang telah hidup di desa ini. Tidak ada satupun orang yang mempunyai potensi kurang dari 250. Sungguh gila, itulah yang sedang dipikirkan Blue.


Setelah melihat semua orang, Blue memberikan nama Pasukan Alas Purwo. Sangat klasik tetapi menyerahkan, di dunia nyata Alas Purwo terkenal sangat menyerahkan, dia berharap pasukan ini juga akan menyertakan.


Untungnya ada Dunia Buatan yang bisa menampung semua orang. Blue langsung memasukkan semua orang kedalamnya, dia ingin semuanya mempersiapkan diri untuk meningkatkan levelnya.


Blue hanya perlu menggerakkan tangannya untuk memasukkan semua orang kedalam Dunia Buatan yang diberi nama Pulau Nemo.


Sekarang hanya menyisakan Tobias, Blue ingin berbicara dengannya sebenarnya.


"Tobias, seberapa kuat kalian di masa lalu?" tanya Blue yang belum melihat status lengkapnya.

__ADS_1


Tobias menjawab dengan wajah datar penuh penghormatan, "Setidaknya kami bisa melawan seorang Dewa, dengan catatan mereka adalah Dewa Semu yang baru dipromosikan."


Mungkin terlihat lemah, tetapi Blue sangat terkejut mendengar hanya dengan 1250 orang, Tobias penuh percaya diri bisa melawan Dewa Semu.


Tidak ada pemain yang berhasil mengalahkan Dewa di kehidupan sebelumnya, sekarang Blue memiliki kesempatan untuk mengalahkannya dengan memanfaatkan kemampuan pasukan Tobias.


Blue menepuk pundak Tobias dan berkata penuh percaya diri, "Aku akan membawa kalian lebih kuat dari pada Dewa yang kamu maksud!"


Sebenarnya dia hanya membuat, pasalnya tidak ada pemain yang bisa mengalahkan Dewa. Bahkan jika itu hanyalah Dewa Semu semata.


Tobias masuk kedalam Pulau Nemo, secara tidak langsung Blue melihat diskripsi statusnya. "Sial, kesalahan besar!" teriaknya langsung berlari dari tempatnya berdiri.


Nama : Tobias


Kelas : Pendekar Kegelapan


Level : 9


Potensi : 270 (Tidak mempunyai batas, semakin dipercaya majikannya, potensinya akan meningkat)


Mempunyai 1250 bawahan yang memiliki potensi di atas 250 poin.


Sebenarnya dia adalah pemimpin pasukan Raphael yang terbuang, kemudian di segel bersama dengan Hydra di Desa Alas Purwo.


Kata terakhir membuat Blue yakin bahwa ada Hydra asli yang tersembunyi dibawah tanah. Dia mencoba berlari tanpa bertanggung jawab.


Suara raungan Hydra langsung menghentikannya yang sudah mengepakkan sayapnya untuk terbang. "Sial, terlambat!"


Blue tidak ingin familia miliknya mati, jadi langsung memasukkan Bee apapun yang terjadi.


"Manusia, akhirnya kamu muncul. Terakhir kali aku bertemu dengan Raphael manusia sombong itu, mungkin sekarang dia sudah mati, haha." sebuah suara terdengar dari bawah tanah.


Tubuhnya sangat besar, bahkan Blue yang mempunyai tinggi 185 centimeter hanya sebesar kukunya.


"Hai, manusia. Mengapa kau diam saja?" tanya Hydra ingin bermain-main dengan Blue yang tidak bisa bergerak.


"Sialan, kamu mengurungku dengan skill aneh. Bagaimana bisa aku menjawab!" teriak Blue dengan suara keras. Dia hanya mencari alasan supaya Hydra membebaskannya.


Jika Blue bisa menggunakan semua keterampilannya, ada kesempatan untuk melarikan diri. Pasalnya dia sudah mempunyai cukup banyak kartu yang bisa digunakan.


"Kamu terlalu kasar seperti Raphael, Nak. Mari kita lihat seberapa kuat manusia jaman sekarang!" kata Hydra memancarkan sebuah cahaya kuning kearah tubuh Blue yang tidak bisa bergerak.


Betapa terkejutnya Hydra melihat kelas milik Blue. Dia langsung tertawa keras dan berkata, "Seperti yang diharapkan dari keturunan Raphael. Kamu memiliki potensi untuk tumbuh lebih tinggi, sayangnya takdir mempertemukan kita!"


Hydra menyembuhkan sebuah api neraka kearah Blue. Bee dengan paksa keluar dari penyimpanan dan menghadang serangan Hydra dengan tubuhnya.


Seketika HPnya turun 50%, dia tampak kesakitan dan memandang Blue. "Bodoh, sejak kapan kamu menjadi pengecut seperti ini!" teriaknya memarahi Blue yang tidak berani mengeluarkan rekan-rekannya.


Blue baru sadar, dia berkembang sampai sekarang tidak lepas dari rekan- rekannya. Namun ketika susah dia melupakan dan mencoba untuk menanggung beban sendiri.


"Kamu benar!" kata Blue mengeluarkan Raul dan Ela. Tidak lupa dia memanggil Yami, Rafaela, dan Luis. Mereka langsung mengeluarkan senjatanya masing-masing.


Tidak ada satupun yang terlihat ketakutan. Hanya Blue yang terlalu posesif terhadap semua rekannya.


"Ela, bebaskan aku!" kata Blue dengan tegas.


Ela tidak mau menunggu lama, dia langsung menggunakan keterampilannya untuk membebaskan Blue dasi keterampilan pengikat.


"Menarik, Nak. Kamu memiliki banyak teman, sepertinya jalanmu akan berbeda dengan Raphael!" kata Hydra.

__ADS_1


Blue menggelengkan kepala. "Kamu selalu menyamakan aku dengan Raphael, percayalah aku akan mengalahkannya suatu hari nanti!" katanya dengan tatapan tajam sambil menarik kedua pedang dari punggungnya.


Hydra tertawa keras mendengar perkataan Blue. "Kamu pikir aku bodoh. Manusia tidak bisa hidup selama ribuan tahun tanpa menjadi Dewa, sayangnya Raphael adalah manusia keras kepala."


Dia menganggap Raphael sudah mati dimakan oleh usianya, karena rumor mengatakan bahwa Raphael bukanlah Dewa.


"Aku pikir kamu sudah terlalu lama di dalam tanah. Raphael belum mati, dia sekarang sedang membasmi kejahatan di dunia!"


Sekali lagi Hydra tertawa terbahak-bahak. "Baiklah, kamu terlalu memandang tinggi pahlawan manusia itu!"


Hydra menyembuhkan sebuah bola energi berwarna hijau. Racun, itulah yang terkandung di dalamnya.


Dengan penuh percaya diri, Blue melepas topengnya dan menggantinya dengan Topeng Setan serta menggunakan Blue Suit.


Tebasan Bintang digunakan, sebuah sayatan pedang tampak terlihat menghantam serangan Hydra. Siapa yang menyangka Blue berhasil membelah serangan Hydra yang mempunyai level 250.


"Sepertinya kamu sudah sangat lemah, Hydra!" kata Blue menyebutkan nama yang belum pernah di catat dalam sejarah Domain Dewa.


"Menarik, Nak. Kamu mengetahui namaku hanya dalam sekali lihat. Baiklah, mari lanjutkan pertarungan!"


Blue menggelengkan kepala. "Kamu salah, tidak mungkin aku bisa mengalahkan monster besar sepertimu. Namun bagaimana jika aku memanggil kawan yang sangat kamu takut!"


Tanpa pikir panjang Blue mengeluarkan Buku Neraka yang memancarkan cahaya hitam pekat. Hydra terkejut dengan penampakan Buku Neraka yang dikeluarkan Blue.


"Sialan kamu ternyata musuh yang paling di cari Raphael!" kata Hydra sambil berlari ke lautan. Dia pernah mendengar bahwa Raphael tidak akan mati sebelum menghancurkan Buku Neraka.


Sekarang Buku Neraka ada di depannya, dapat dipastikan Raphael akan segera datang dan menghancurkannya.


Bukan hanya Blue yang akan hancur, tetapi Hydra juga akan menjadi sasarannya.


"Haha, kamu terlihat menyedihkan Kadal. Ingat ini, aku akan mencari dan membunuhmu di lain waktu!" teriak Blue.


"Bodoh, sebaiknya kamu menyelamatkan diri lebih dulu!" kata Hydra pelan dan langsung masuk kedalam lautan.


Sebuah cahaya kuning tampak, Blue tahu bahwa Raphael akan muncul. Dia segera menarik Buku Neraka dan menggunakan Topeng Joker Blue untuk menutupi jejak.


Sambil memasang wajah terkejut, Blue berpura-pura melihat monster kuat.


Sebuah cahaya kecil tampak melihat sekitar. Ia adalah kesadaran Raphael yang mencari keberadaan Buku Neraka.


Dengan akting yang bagus. "Monster kepala sembilan yang mengerikan. Untungnya dia tidak menyerang kota!"


Raphael langsung mengerti bahwa Hydra berhasil di lepaskan. Namun dia tidak melihat pasukan yang dia kurung bersama Hydra.


Dia tidak mempunyai pikiran untuk mencurigai Blue yang tampak ketakutan dibalik topengnya.


Cahaya kuning yang merupakan penglihatan Raphael menghilang dari pandangan Blue. Bee keluar paksa dari ruang penyimpanan.


"Sungguh akting yang sangat indah," katanya sambil duduk di kepala Blue.


"Hehe, hanya orang bodoh yang berani menantang Raphael di level saat ini."


Sekarang kebingungannya semakin menjadi. Jelas sekali bahwa Tobias adalah mantan pemimpin pasukan Raphael, tetapi mengapa dia menjadi penjaga neraka.


Kebingungan masih tidak bisa dipecahkan, akhirnya Blue menarik kesimpulan Raphael menempatkan pasukannya di Neraka untuk memantau pergerakan Baku Neraka.


Kemudian dia akan merebut buku tersebut dan menjadikannya senjata terkuat untuk melawan para Dewa.


Itu semua hanya kesimpulan liar yang dipikirkan Blue, tidak ada yang tahu pasti mengapa Raphael sangat menginginkan Buku Neraka dan membunuh pemiliknya.

__ADS_1


__ADS_2