Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
143. Wajah Asli Fairy Dance


__ADS_3

Blue dan Rori menyiapkan 6000 pemain untuk mengepung Desa Melati. Mereka semua adalah pemain yang sudah berpengalaman di medan perang, jadi tidak mudah untuk mengalahkannya.


Tanpa menunggu lama semua orang berangkat dengan langkah kaki yang mantap. Tidak ada pemain yang menghentikannya.


Disisi lain Hartawan sedang pusing. Dia tidak pernah menyangka setelah Fairy Dance keluar dari markas, semua guild besar juga menodongkan pedangnya.


"Akan aku buat kalian semua menyesal!" kata Hartawan menggeram. Dengan sedikit salurannya, dia menyewa seorang pembunuh bayaran di dunia nyata. Targetnya tidak lain adalah anggota Fairy Dance yang berada di markas besar.


Berita tentang Fairy Dance yang membuka markas besar di Kota Bandar sudah tersebar ke seluruh dunia. Jadi mudah untuk menemukan informasinya. Sayangnya tindakan itu membuat Hartawan menyesal seumur hidupnya.


Blue dan Rori sampai di depan gerbang Desa Melati, semua pasukan Tangan Merah sudah bersiap melenyapkan Fairy Dance.


Tanpa kata pengantar, Hartawan langsung menyerang pasukan Fairy Dance dengan Meriam Sihir Otomatis. Sayangnya Fairy Dance adalah pembuat alat tersebut, jadi mereka mempunyai penangkalnya.


[Tank Penggerebekan digunakan]


Sebuah peralatan perang yang tampak seperti mobil muncul. Mobil tersebut mempunyai sebuah perisai untuk menghalau semua serangan sihir.


Untuk menghancurkannya harus menggunakan serangan jarak dekat atau panah. Namun pemain Fairy Dance tidak akan membiarkan para pemanah dan pemain dekat menyerang Tank Pengerebekan.


Pertarungan besar terjadi, 2500 pemanah langsung melepaskan anak panahnya. Namun Arya dan penyihir air lainnya memblokir serangan dengan sempurna.


Tank Pengerebekan berjalan dengan perlahan tapi pasti. Hpnya tidak berkurang karena musuh belum mengetahui kelemahannya.


Hartawan yang mulai panik tidak bisa memimpin kelompoknya dengan baik. Fokusnya terpisah menjadi beberapa.


"Sialan, semua informasi datang bertubi-tubi. Aku tidak bisa berpikir jernih!" teriak Hartawan memukul meja kerjanya.


Blue, Leon, Aji, dan Bima menyerang para pemanah. Mereka bisa menerobos dengan mudah karena para kesatria tidak berada dalam posisinya. Penyihir api melakukan tugasnya dengan sangat baik.


Ayunan pedang Blue selalu mengirim pemain ke Rumah Kebangkitan. Dia bisa menggunakan keterampilan Slash dengan sangat baik.


[Ekstrim Blade]


Keterampilan area telah dikeluarkan, semua orang yang berada di jangkauan serangannya langsung tewas. Beberapa reporter juga meliput pembantaian Blue dengan kameranya.


Beberapa bahkan melakukan siaran langsung untuk mendapatkan uang donasi dari orang yang menonton. Entah kenapa banyak orang yang menyukai semua hal tentang Fairy Dance, baik itu bertahan maupun menyerang.


Mereka semua merasa bahwa Fairy Dance adalah kiblat untuk menciptakan semua perubahan atau sering disebut meta. Banyak guild besar juga menggunakan strateginya untuk meningkatkan pengetahuan mereka.


Jika suatu saat ada penyerangan dengan strategi yang sama, mereka bisa melakukan tindakan pencegahan terbaik.


Keempatnya bergerak berdampingan, mereka saling menutupi celah. Tanpa sadar semua guild mulai belajar tentang kombinasi serangan banyak orang.


Pemanah bagian kanan gerbang dapat diatasi dengan cepat. Blue memberikan isyarat untuk melakukan rencana kedua.


Para tank atau pemain depan berjalan menuju gerbang Desa tanpa pengawalan Tank Penggerebekan. Mereka menempatkan perisainya menghadap Gerbang Desa.


Sedangkan Tank Penggerebekan sedikit seroang ke kiri, tujuannya tidak lain adalah menghalau semua serangan dari kiri.


Semua senjata dari kanan akan dihalangi oleh para penyihir tanah. Hal itu dilakukan supaya fokus musuh terbagi, sedangkan pemain belakang masih berfokus menghancurkan Gerbang Desa.

__ADS_1


Tidak seperti sebelumnya yang mengincar tembok pelindung, kali ini Fairy Dance akan mengincar Gerbang dan Tembok. Mereka ingin menunjukkan bahwa tembok maupun gerbang desa tidak bisa menghalanginya.


Hartawan hanya bisa menggigit jari ketika melihat Tembok dan Gerbangnya terus berkurang. "Aktifkan Menara Sihir!" teriaknya.


Sayangnya semua sudah terlambat, Reaper sudah mengendalikan Menara Sihir. Jadi Desa Melati tidak akan bisa menembakkan Menara Sihir.


Semua guild mulai sadar akan satu hal, jangan menunda melepaskan serangan Menara Sihir. Karena para pembunuh dan penyusup bisa melakukan sabotase.


Suara runtuhnya Tembok Pelindung Desa Melati terdengar, Blue dan pasukannya tidak membiarkan pasukan musuh yang bersembunyi dibelakang tembok bergerak bebas.


50 Menara Petir dibangun di depan gerbang dan kedua sisi tembok yang hancur. Blue dan Aji akan mulai masuk kedalam jantung pertahanan.


Sedangkan Leon dan Bima akan kembali kedalam formasi untuk mengalahkan para anggota Tangan Merah. Jumlah pasukan Fairy Dance jelas kalah, tetapi semua dilengkapi dengan peralatan terbaik. Aden hampir mencapai puncaknya, potensinya sekarang adalah 168.


Barang yang dihasilkan berkualitas tinggi, bahkan barang terendah yang diproduksinya adalah tingkat Langka. Bisa dibayangkan jika semua pemain menggunakan set perlengkapan tingkat Langka. Pasti kekuatan yang menggunakannya akan sangat kuat.


Bahkan Cola memiliki perisai dan baju tingkat Epik. Dia mendapatkannya dari gudang Fairy Dance, penemu senjata itu tidak lain adalah Blue yang mengalahkan beberapa monster.


"Aji, bagaimana cara kita berenang-senang?" tanya Blue melirik lawan bicaranya.


Aji tersenyum kecut, sekarang mereka berada dalam jantung pertahanan musuh. Namun bosnya ingin mengajak bermain.


"Bagaimana jika siapa yang menemukan Hartawan duluan dia yang menang?" tanya Aji pelan.


Blue menggelengkan kepalanya. "Kurang seru, bagaimana jika kita menghitung berapa pemain yang kita kirim ke Rumah Kebangkitan?" katanya sambil tersenyum.


Aji menerimanya, dia bergerak langsung menuju gerombolan musuh. Dengan tekad untuk menang, Aji menggunakan semua kemampuannya untuk melawan 12 orang yang sedang bekerja.


Blue yang melihatnya hanya tersenyum kecut. "Mungkin inilah yang dinamakan pengetahuan melebihi segalanya," katanya sambil tersenyum kecut.


Namun sekarang mereka sudah bisa mengembalikan pengalamannya yang hilang. Blue tersenyum manis, dia yakin Tangan Merah mempunyai beberapa rahasia yang tidak bisa diungkapkan ke publik.


Rori dengan sihir hitamnya membuat semua pemain tidak dapat menggunakan keterampilannya. Serangan ini bersifat area, jadi beberapa pemain jarak dekat tidak bisa menggunakan keterampilan.


Untungnya semua orang berada pada kelompok yang sama, jadi keterampilan Rori tidak mempengaruhi rekannya.


Pasukan Tangan Merah sangat banyak, mereka mengeluarkan senjata sihir untuk dihancurkan. Karena desain membuat Menara Petir instan belum dijual ke publik. Jadi hanya Fairy Dance yang bisa menggunakannya.


Namun beberapa guild besar sudah menemukan petunjuk tentang pembuatannya. Mereka tidak ingin meminta kerja sama dengan Fairy Dance karena alasan tertentu.


Semua senjata Tangan Merah dihancurkan. Reaper dan tim yang terjebak di dalam Menara Sihir, dia tidak bisa berbuat banyak karena 30 pemain sedang menunggunya keluar.


"Reaper apa yang harus kita lakukan?" tanya salah satu tim dengan nada sedikit panik.


Tanpa alasan yang jelas Reaper teringat perkataan Blue. "Seorang pembunuh tidak boleh menunjukkan dirinya, dia harus tetap di bayang-bayang apapun yang terjadi."


Reaper mengatakan semua yang dia pelajari dari Blue. Ternyata cara yang dia lakukan berhasil, ekspresi semua tim berubah. "Ayo pasang jebakan di belakang pintu, jangan biarkan mereka melihat kita!" katanya penuh semangat.


6 orang yang menjadi timnya segera berpencar dan memasang jebakan. Mereka semua bersembunyi supaya para musuh tidak melihatnya.


Suara pintu didobrak terdengar, pemimpin kelompok pasukan Tangan Merah melihat kiri dan kanan. Dia tidak menemukan satupun orang.

__ADS_1


"Dimana mereka?" teriak salah satu pemimpinnya.


Reaper dan tim tidak bergerak, mereka semua mengatur nafas dan mengingat pelajaran yang diberikan Blue. Reaper tanpa sengaja mengaktifkan kemampuan prana untuk menyembunyikan diri.


Teknik prana yang dikhususkan untuk menyembunyikan diri, biasanya ini digunakan oleh pembunuh kelas C atau diatasnya.


Bayangkan saja betapa kuatnya Yohan di dunia nyata yang mempunyai gelar pembunuh kelas S. Keterampilannya jauh lebih hebat dari Pasukan Elit sebuah negara.


Beda cerita jika dibandingkan dengan Pasukan Harimau Putih yang sangat misterius. Mereka tidak bisa dibandingkan kekuatannya.


Akhirnya salah satu tim berhasil ditemukan, dia langsung dikepung. Dengan gagah berani semua tim melindunginya dan membentuk formasi bertahan.


7 orang vs 30 orang, Reaper berpikir untuk mencari jalan kabur terbaik. Seorang pemain dengan pakaian berwarna biru dan menggunakan dua pedang muncul di depan pintu. Dia tidak lain adalah Blue yang sudah siap bertarung dengan pedangnya.


Tanpa basa-basi, Blue langsung menerjang musuhnya menggunakan kemampuan Slash. Tidak lupa dia menggunakan Speed of Light untuk mengejutkan musuhnya.


Reaper yang mendapat pesan untuk melakukan serangan dadakan langsung menyanggupinya. Dia dan tim langsung menikam pemain yang memalingkan pandangannya pada Blue.


Itulah tugas serang pembunuh, memanfaatkan situasi dan melakukan satu kali serangan yang mematikan.


Hanya butuh 30 detik untuk membereskan semuanya, Blue memberikan isyarat untuk mengikutinya di Rumah Petualang.


Mereka semua melewati mendekati Aji yang sedang sekarat di kepung 12 jendral.


Blue datang seperti seorang pahlawan langsung menuju Aji yang sedang berlutut. "Sepertinya kamu mengalami kesusahan, Kawan," kata Blue mengulurkan tangannya untuk membantu.


"Sial, mereka berhasil membuatku terpojok. Aku tidak menyangka kemampuan beladiri milikku masih terlalu rendah."


"Jangan merendah, jangan terkena serangan atau kamu akan langsung dikirim ke Rumah Kebangkitan!" kata Blue sambil menerjang musuhnya.


"Baik, Bos!" jawab Aji dengan penuh semangat.


Keduanya bertarung dengan 12 jendral, setiap ayunan pedang Blue memberikan kerusakan yang tidak masuk akal. Semua serangan berada di atas 2000.


Salah seorang Jendral berteriak, "Mundur!"


Mereka tidak bisa menandingi kekuatan Blue dan Aji. Pilihan terbaik adalah mundur untuk sementara waktu.


Aji dengan polosnya mengejar mereka semua. Namun siapa sangka, semua jendral langsung berbalik menyerang Aji hingga tidak mempunyai waktu untuk bertahan.


Sebelum senjata para musuh mengenai Aji, sebuah jaring menangkap mereka semua. Reaper dan tim langsung muncul dan memberikan serangan mematikan.


6 pemain langsung dikirim ke Rumah Kebangkitan, Reaper dan tim menghilang. Blue yang sudah siap dengan keterampilannya langsung menerjang.


[Ekstrim Blade]


Seketika semua orang langsung dikirim ke Rumah Kebangkitan.


Blue menepuk pundak Aji yang hampir dikirim ke Rumah Kebangkitan karena kecerobohannya. "Sungguh penampilan yang mengesankan."


Dia mengatakannya supaya Aji mulai berpikir sebelum bertindak.

__ADS_1


Mereka semua menuju Rumah Perlindungan Desa Melati untuk menemui Hartawan yang sudah siap dengan senjata sihirnya.


Sebelum berjalan, Blue menggunakan Buku Neraka kepada Aji, Reaper, dan yang lainnya. Sehingga mereka memiliki kekuatan yang lebih besar.


__ADS_2