
Oliver menyerang Moreno, serangannya mulai terbaca karena status musuhnya terus meningkat. Hingga akhirnya Moreno menggerakkan pedangnya, serangannya langsung mengenai Oliver.
[Pemain Moreno memberikan 12 ribu kerusakan pada Oliver]
Semua orang membelalakkan matanya, mereka tidak percaya kerusakan yang dihasilkan Moreno jauh lebih tinggi dari Oliver.
Karena terkena serangan telah, Oliver mendapatkan pengaruh buruk selama setengah detik. Moreno tidak membiarkan Oliver menstabilkan pijakannya, dia menerjang musuhnya dengan HP yang tinggal 5%.
Oliver mulai tertekan, dia sudah melepaskan semua kekuatannya. Namun masih belum cukup untuk mengalahkan monster didepannya, sungguh kekuatan yang mengerikan.
Arief tidak memberikan instruksi sedikitpun, dia diam dan tersenyum melihat Oliver mulai tumbuh. Sebagai seorang petarung cerdas, mereka harus bisa menilai waktunya untuk menyerang dan bertahan.
Tindakan Oliver sudah benar, tetapi hasil akan berbanding lurus dengan pengalaman dan kekuatan.
Ayunan pedang Moreno mendarat di badan musuhnya, seketika Oliver langsung kehilangan semua HP miliknya.
[Moreno menang!]
Arief tidak bisa menyangkal kejutan yang ditunjukkan Juna. Dia melirik kearah Juna yang sedang tersenyum tipis melihat kekalahan Oliver.
"Baiklah, untuk kalian berdua. Bertarung dengan serius, anggap saja kalian sedang berlatih dan berikan pertunjukan yang menyenangkan." Arief memandang Leon dan Bondan yang akan bertanding.
Bukannya dia tidak ingin memilih salah satu dari keduanya, tetapi Arief tahu bahwa Moreno sudah kehabisan kartu yang bisa dia pakai. Sebagai seorang Berserker, seharusnya kemampuan meningkatkan kekuatan sampai seperti itu hanya bisa digunakan satu hari sekali.
Namun pertandingan final akan dilaksanakan setelah 1 jam setelah pertandingan kedua selesai. Jelas saja Moreno tidak akan bisa menghadapi Leon maupun Bondan dalam keadaan fit.
Makanya Arief ingin keduanya bertarung dengan maksimal untuk mengimbangi kekuatan musuh dan mencari pengalaman yang lebih banyak.
Sambil menganggukkan kepala, keduanya menuju mesin virtual Domain Dewa khusus untuk pertandingan. Sebelum memasuki mesin virtual, mereka saling memandang dan memberikan senyuman satu sama lain.
"Lakukan yang terbaik," kata Leon dengan senyum manis di wajahnya.
Bondan tidak mau kalah, dia tersenyum dan berkata, "Kamu juga, aku berharap pertandingan ini akan membuka mataku sekali lagi."
Sebelumnya Bondan telah jatuh dengan satu pukulan Arief. Sekarang dia ingin melihat kekuatannya yang telah diasah dan dibimbing oleh Amelia dan Arief.
Jessica tidak pernah mengajarinya beladiri. Karena Bondan merasakan aura yang menakutkan dari tubuh Jessica.
Hitungan mundur dimulai, Leon mengeluarkan Pedang dari sabuknya. Dengan kedua tangannya dia memegang pedang kayanya seorang samurai.
Bondan adalah seorang kombat, jadi dia tidak memerlukan senjata. Namun untung pertandingan kali ini dia menggunakan sarung tangan yang di desain khusus untuk kelas kombat.
"Aku sudah siap!" kata Bondan penuh percaya diri.
Siapa yang menyangka seorang Pendekar Pedang melakukan serangan langsung dengan tebasan vertikal. Leon melakukan gerakan patah-patah layaknya samurai sejati.
Bondan memiliki Kelincahan dan teknik menghindar yang cukup bagus. Dia bisa melihat garis serang musuh dengan kedua matanya.
Leon sudah tahu serangannya tidak akan berhasil, tetapi dia melakukan itu untuk membuat celah yang tidak dapat diprediksi lawannya.
Gerakan kaki Bondan selaras dengan ayunan pedang Leon, pertarungan mereka tampak membosankan untuk orang awam. Namun sangat mengesankan untuk orang yang mengetahui teknik beladiri sejati.
Keduanya menggunakan serangan normal untuk membatasi gerakan musuhnya, artinya dengan serangan normal mereka memaksa musuh supaya tidak bisa menggunakan skill bawaan Domain Dewa.
__ADS_1
Leon tersenyum tipis melihat Bondan yang sangat lincah, dia meningkatkan kecepatan ayunan pedangnya.
Penonton bersorak ketika melihat Leon masih bisa meningkatkan kecepatannya.
[Pemain Leon memberikan 300 kerusakan kepada Bondan]
Bondan tidak terkejut melihat Leon yang bisa meningkatkan kecepatannya, sayangnya teknik menghindar Bondan sudah dapat tingkat tertinggi yang bisa dia gunakan.
Arief sudah mengajarinya tentang teknik menangkis serangan cepat. Karena menggunakan sarung tangan khusus, Bondan menahan pedang Leon menggunakan punggung tangannya.
Suara benturan besi terdengar sangat nyaring, semua penonton terdiam melihat Bondan berhasil menghentikan serangan Leon yang sangat cepat.
Tidak memberikan kesempatan Leon untuk menstabilkan pijakannya, Bondan mengayunkan tinjunya untuk memberikan serangan.
Dengan gerakan tubuhnya, Leon berhasil menghindarinya. Awalnya Leon hanya menggunakan tebasan vertikal dan horizontal, sekarang dia akan menggunakan serangan yang lebih rumit.
Suara benturan besi terdengar terus menerus, penonton membuka mulutnya tidak percaya dengan keterampilan mereka berdua. Perlu diketahui keterampilan serangan normal adalah kemampuan bawaan seseorang di dunia nyata.
"Sepertinya sudah waktunya untuk meningkatkan intensitasnya!" kata Leon tersenyum tipis.
Energi muncul dari sekujur tubuhnya. Penonton bertanya-tanya dengan aura aneh yang muncul di sekujur tubuh Leon, benar aura itu adalah prana.
Tidak mau ketinggalan Bondan juga menggunakan prana. Namun terlihat jelas perbedaan mereka berdua.
Leon cenderung stabil sedangkan Bondan masih tampak seperti pemula yang baru menggunakan prana.
"Absolut Kill!" kata Leon menggunakan skill bawaan Domain Dewa. Karena mempunyai ruang untuk menggunakan Skill, makanya Leon memanfaatkan kesempatan.
Bondan yang belum siap menghadapai serangan dengan cepat menyilangkan kedua tangannya di depan tubuhnya dan menutupi wajahnya.
Sistem tidak menampilkan kerusakan yang diberikan Leon karena musuhnya langsung menghilang.
Sekarang Moreno mulai panik dengan serangan milik Leon. Setiap serangan harusnya dapat ditampilkan oleh sistem, kecuali skill tersebut merupakan teknik tersembunyi atau Keterampilan Buatan.
Orang yang paling terkejut sebenarnya adalah Arief. Siapa yang menyangka Leon bisa menggunakan serangan terbaiknya di kehidupan sebelumnya pada umur 17 tahun.
Sedangkan di kehidupan sebelumnya, Leon bisa menggunakan Keterampilan Buatan ketika sudah menjadi wakil ketua guild atau berumur 27 tahun.
Kemajuannya sungguh membuat kejutan yang tidak pernah disangka. Hanya dengan sedikit petunjuk, Leon berhasil menciptakan Keterampilan Buatannya sendiri.
Walaupun tidak secerdas Arief, Leon adalah anak yang sangat bekerja keras. Dia tidak pernah absen melakukan latihan rutinnya.
Mesin Virtual Domain Dewa khusus untuk pertandingan terbuka. Asap berwarna putih keluar dari dalamnya, Leon dan Bondan keluar secara bersamaan.
Leon menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan. "Sepertinya aku yang menang dalam pertandingan kali ini," katanya sambil tersenyum tipis.
"Sekarang aku tidak akan pernah menyesal bergabung dengan Fairy Dance, tidak hanya bos yang seekor monster. Kamu juga salah satu monster yang sedang bersembunyi," kata Bondan sambil menjabat tangan Leon.
"Aku tidak jenius seperti mereka atau bahkan lebih rendah dari kamu. Namun kerja kerasku tidak akan bisa ditandingi oleh mereka semua," kata Leon penuh percaya diri.
Jelas sekali Bondan sudah melakukan yang terbaik untuk meningkatkan kebugaran tubuh dan kemampuan prana miliknya. Namun siapa yang menyangka Leon masih jauh diatasnya.
"Aku percaya, usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil."
__ADS_1
Pertandingan selanjutnya akan diselenggarakan 1 jam lagi. Leon kembali ke tempat duduknya, dia disambut oleh teman-temannya dengan tepuk tangan.
Sungguh solidaritas yang sangat erat, Arif juga tidak ketinggalan bertepuk tangan. Semua orang yang melihat sekarang mengerti, Fairy Dance bukan hanya rumah mewah, tetapi juga rumah yang nyaman.
Beberapa anggota guild lain sudah mulai mempersiapkan keindahannya ke Fairy Dance. Mereka menginginkan tempat yang nyaman dan berpotensi menjadi besar di kemudian hari.
Namun untuk masuk kedalam Fairy Dance membutuhkan bakat dan kerja keras yang sangat besar.
Tidak berasa satu jam sudah berlalu, Leon berdiri dari tempat duduknya. Dia segera menuju mesin virtual yang disediakan untuk peserta.
Sebelum memulai, Arief memberikan sebuah catatan kecil yang berisi sepatah kalimat.
"Jangan pedulikan perasaanku, majulah menjadi dirimu yang sesungguhnya."
Arief tidak ingin memberi tahu Leon tentang kelemahan musuh, dia ingin sahabatnya itu belajar artinya menjadi pemimpin yang diandalkan oleh banyak orang.
Sebenarnya Arief sudah menyiapkan beberapa pasukan khusus untuk menopang perkembangannya. Namun Fairy Dance tidak masih membutuhkan kehadirannya untuk meningkatkan kekuatan pertahanan.
Pertandingan penentuan dimulai, Leon seperti biasa memegang pedang dengan kedua tangannya. Moreno tidak mau bergerak gegabah, dia sudah mengetahui kemampuan musuhnya dengan sangat baik.
"Nak, Keterampilan Buatan milikmu memang bagus. Namun dengan satu keterampilan tidak akan bisa mengalahkan aku!" kata Moreno penuh percaya diri, dia yakin keterampilan Leon hanya bisa digunakan ketika musuhnya tidak menginjak tanah.
Memang benar, keterampilan Buatan Leon mengharuskan musuh terbang atau tubuhnya tidak menyentuh tanah. Hal itu diperlukan untuk meningkatkan akurasi serangannya.
"Baiklah, jika satu tidak cukup. Mari menggunakan dua atau tiga!" kata Leon sambil melepas salah satu genggamannya.
Gaya bertarungnya berubah, dia sama seperti waktu pertama kali bermain Domain Dewa. Gaya ini diperkenalkan Arief untuk meningkatkan kecepatan serang dan kemampuan menghindar.
Tidak lupa, Leon mengganti sepatunya awalnya berwarna merah hitam menjadi warna biru putih. Sepatu itu dirancang khusus untuknya oleh Arief sebagai Pandai Besi.
Arief mendapatkan bahannya dari ruang rahasia, jadi sepatu yang digunakan Leon tidak sederhana seperti kelihatannya.
"Aku mulai!" kata Leon penuh percaya diri. Dia menghilang dari penglihatan kamera dan pandangan Moreno.
Seketika dia muncul didepan musuhnya dan mengayunkan pedangnya ke arah tubuh Moreno.
[Pemain Leon berhasil memberikan 1200 kerusakan pada Moreno](2x)
Semua heran, mengapa serangan Leon bisa berlipat ganda. Sebelum menyadari apa yang terjadi, Leon kembali menghilang dan muncul di belakang Moreno.
Sekali lagi dia memberikan serangan kritikal pada musuhnya sebanyak dua kali. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi, kecuali Arief yang membelalakkan matanya tidak percaya.
"Keterampilan Buatan - Silent Hit," gumam Arief sambil tersenyum lebar.
Kemampuan itu tidak pernah berhasil diselesaikan Leon karena dia sudah tidak mempunyai kemauan untuk berkembang. Dia lebih fokus menghidupi keluarganya dibandingkan meningkatkan kemampuannya.
Siapa yang menyangka seorang anak berumur 17 tahun bisa menciptakan dua Keterampilan Buatan yang sangat susah untuk di tiru.
Semua penonton bersorak tanpa mengetahui apa yang sedang terjadi, tidak butuh lama sebelum Leon mengakhiri pertandingan dengan Absolut Kill karena Moreno panik dan melompat.
Ketika musuh berada di atas angin atau tidak menginjak tanah, Leon bisa melepaskan keterampilan buatannya.
Dalam pertandingan kali ini, Leon tidak pernah menggunakan skill bawaan Domain Dewa. Dia hanya menggunakan serangan normal dan Keterampilan Buatan.
__ADS_1
"Sungguh pria yang sangat mengerikan!" kata Arief tidak bisa menahan diri untuk mengungkapkan isi hatinya.