
Semua tim masuk kedalam raid dengan menggunakan peralatan terbaik mereka.
Suara teriakan terdengar sangat keras. Lina ingin menuju sumber suara, tetapi dihentikan Arief.
"Berhenti, suara itu hanya jebakan. Informasi yang aku dapat, raid ini adalah sarang hantu, jadi tetap waspada."
Arief sudah mengetahui raid di bawah rumah petualang di kehidupan sebelumnya. Raja hantu akan menjadi bos raid kali ini.
Namun yang membuat susah bukan bosnya, tetapi monster hantu yang tidak bisa di serang menggunakan serangan biasa.
Jika ingin mengalahkan para monster hantu, semua pemain harus menggunakan skill mereka. Raid ini sangat cocok untuk pemain yang mempunyai waktu pendinginan yang pendek.
Di samping itu monster hantu tidak mudah dilihat, pemain harus menggunakan bom asap atau benda khusus lainnya.
Karena Arief memiliki mata Dewa, dia memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi untuk menyelesaikan raid Raja Hantu.
Mata Dewa tidak hanya memperlihatkan kelemahan musuh, tetapi juga poin status dan skill monster yang dilawan.
"Berhenti, lemparkan bom asap ke segala arah. Bersiap untuk bertarung, monster hantu mulai mendekat, dengarkan aliran udara jangan percaya dengan penglihatan saja!" kata Arief melihat monster Hantu di sekelilingnya.
Lina, Rina, dan Argya melempar 10 bom asap segala arah, hingga menutupi seluruh tim termasuk kesatria.
"Cola, maju. Para kesatria lindungi seluruh pemain jarak jauh. Leon dan Yami, ikuti aku!" perintah Arief menyusun strategi.
Arief, Leon, dan Yami menuju arah memutar untuk membantu Cola yang menjadi umpan monster Hantu.
Monster hantu memiliki level 50, serangan mereka tidak terlalu kuat. Namun pergerakan mereka sangat cepat.
Cola yang memiliki penyembuhan seperti Rina dan Lina masih bisa bertahan selama 1 menit. Sedangkan Arief, Leon, dan Yami akan sampai di belakang barisan monster hantu selama 49 detik.
HP Cola semakin turun seiring berjalannya waktu, para kesatria melindungi para pemain belakang. Rafaela berusaha menyembuhkan setiap kesatria dengan skill terbaiknya.
Rin dan Lina sangat terkejut melihat Rafaela berhasil mengontrol HP 20 kesatria dengan sangat baik.
"Rafaela, kamu sangat hebat!" puji Rina.
Rafaela tersenyum manis, tanpa menjawab pujian dari Rina. Dia belum merasakan kedekatan dengan Rina, jadi tanggapannya sedikit aneh.
Lina yang berpikir, "Darimana Arief menemukan manusia pribumi yang sangat terampil. Bahkan aku tidak bisa mengidentifikasinya."
Setelah sampai di belakang barisan monster hantu. Arief berkata, "Serang bagian belakang kepala monster hantu, jangan terlalu percaya diri dengan menyerang bertubi-tubi. Setelah menyerang carilah target lainnya!"
Arief yang pertama kali melesat menggunakan Slash yang masih level 1. Namun serangan itu cukup membuat monster hantu menghentikan serangannya kepada Cola.
¬ Blue memberikan kerusakan - 2500 serangan kritikal.
Yami tidak mau kalah, dia telah mendapatkan perlengkapan terbaik dari Aden. Jadi dia tidak mau mengecewakan tuannya, Arief.
¬ Yami memberikan kerusakan - 1200.
Leon yang melihat kerusakan kedua orang tersebut sangat terkejut. "Aku harus tetap menyerang!" pikirnya.
¬ Leon memberikan kerusakan - 700.
__ADS_1
Perbandingan kerusakan Leon dan Arief sangat jauh, bahkan lebih dari 3 kali lipat.
Kerusakan itu di dapat Arief dari judul dan statusnya yang sangat tinggi. Bahkan pemain top Domain Dewa saat ini tidak akan bisa menyainginya.
Setelah monster dihadapan Cola berhenti menyerang. "Argya, saatnya menunjukkan kekuatanmu!" teriak Arief.
Argya tidak mau membuang waktu, dia mengeluarkan serangan terbaiknya.
Tanpa sadar Argya mengucapkan nama skillnya, "Gelombang Pasang!"
Sebuah gelombang air yang mempunyai tinggi 10 meter menghantam para monster hantu.
¬ Argya memberikan kerusakan - 900.
Tidak hanya pada satu monster hantu, serangan ya mengenai 20 monster yang ada didepan. Sedangkan yang berada di belakang masih bertarung dengan para kesatria.
"Cola, gunakan skill guardian guard!" teriak Arief.
Tanpa sadar Cola juga mengucapkan nama skillnya, "Guardian Guard!"
Semua monster hantu yang telah terkena serangan Argya langsung mengarahkan pandangannya kepada Cola.
"Waktunya aku menunjukan skill baruku!" kata Arief pelan.
Dia berlari ke arah gerombolan monster hantu yang mengepung Cola. "Blade Dance!" ucap Arief menyebutkan nama skill terbarunya.
Sepuluh kali tebasan menyerang salah satu monster hantu. Semua tebasan mengarah ke kepalanya, sehingga kerusakan yang dihasilkan lebih besar.
¬ Arief memberikan kerusakan - 3100 serangan kritikal (10).
Tidak sampai disitu, skillnya masih bisa digunakan selama 3 kali berturut-turut tanpa waktu pendinginan.
Skill ini di dapatkan ketika Arief berhasil merubah pekerjaan menjadi pendekar pedang mistik.
Tiga kali serangan Arief telah berhasil menumbangkan 3 monster hantu.
Yami tidak mau kalah, dia mengayunkan pedangnya dengan skill misterius. Menumbangkan satu monster hantu.
Leon yang sedikit rendah berhasil menumbangkan satu monster setelah menggunakan semua skill yang dia miliki.
"Argya, jangan berdiam diri. Segera serang!" teriak Arief keras.
Serangan Air milik Argya sangat efektif melawan monster hantu. Kerusakan yang dihasilkan lebih tinggi dari Leon.
Dalam waktu singkat 20 monster hantu telah berhasil di kalahkan. Rina dan Lina kehabisan MP, sedangkan Leon merasa gemetar pada tangannya.
"Kenapa aku sangat kelelahan," tanya Leon.
Arief mengerutkan kening, seharusnya stamina akan mulai digunakan setelah perubahan ketiga. Sedangkan sekarang masih perubahan kedua.
"Baiklah, sekarang kita tinggal menunggu para kesatria mengalahkan monster hantu. Manfaatkan waktu untuk beristirahat."
Arief memandang pesan sistem sambil tersenyum.
__ADS_1
Sistem : Selamat telah berhasil mengalahkan monster hantu.
Hadiah :
- Batu Biasa 100 (*20)
- 400 (+1120) poin pengalaman (*20)
Dalam sekejap semua pemain berhasil meningkatkan levelnya. Arief berhasil menjadi pemain level 23 bersama Leon.
Sedangkan lainnya memiliki level 21, tinggal sedikit lagi menjadi level 22.
Yang membuat Arief senang bukan pengalaman yang dia dapat, tetapi batu biasa yang bisa mengevaluasi kostumnya.
Dia sekarang mempunyai 2000 batu biasa, belum ditambah kemenangan kesatria nantinya. Karena semua jarahan di arahkan kepada ketua tim. Pemain lainnya tidak melihat jarahan, mereka hanya melihat pengalaman yang berlimpah.
Setelah menunggu beberapa saat, para kesatria berhasil menumbangkan 30 monster hantu.
Pengalaman dan rampasan masih masuk kedalam kantong Arief. "Baiklah persiapkan diri kalian memasuki ruangan bos!"
Seluruh tim menuju ruangan Raja Hantu. Suara teriakan terdengar keras. Kemudian sebuah kotak berlian terlihat di ujung ruangan.
Kotak hadiah dibagi menjadi 5 jenis, yaitu kotak tembaga, silver, emas, berlian, ruby. Setiap kotak hadiah yang sangat memuaskan.
Bahkan jika pemain menemukan kotak hadiah silver, mereka akan langsung pamer di forum diskusi. Karena hadiahnya yang sangat menggiurkan, bahkan jika di jual akan mendapatkan puluhan jutaan kredit.
"Jangan bergerak!" kata Arief menghentikan Lina yang ingin mengambil kotak hadiah.
"Bukankah jelas itu adalah hadiah kita menyelesaikan raid Raja monster?" ucap Lina dengan nada tinggi.
Arief langsung menebasnya. Cola dan Rina melihat dengan tatapan tidak percaya.
Suara hantu terdengar kembali, "Pemain yang sangat cerdas." Dia mengurung Lina dalam sangka burung.
"Lina merupakan orang yang cerdas, tidak mungkin dia tergiur hanya dengan kotak berlian," kata Arief membuat Cola dan Rina tenang.
Para kesatria menuju ke depan semua pemain, mereka mengeluarkan tameng yang tidak digunakan ketika melawan monster hantu.
"Kamu pikir dengan kekuatan kecil seperti itu bisa mengalahkan aku?" kata Raja Hantu terdengar nyaring di telinga.
"Tidak ada salahnya untuk mencoba, Kan?" tanya Arief menatap Raja Hantu dengan senyuman.
Raja Hantu tertawa keras. "Menarik, majulah dengan segala kemampuan yang kalian miliki!"
Arief menyerahkan 200 batu kepada Argya, dia ingin membuat sebuah minuman dengan resep yang ditemukan ketika melawan monster hantu.
Argya yang menerima resep sangat terkejut. "Baiklah, aku percayakan keamanan kepadamu!" kata Argya langsung duduk untuk membuat minuman.
"Baiklah semuanya, lindungi Argya jangan sampai konsentrasinya hancur." perintah Arief kepada seluruh tim pemain. Sedangkan para kesatria akan melawan Raja Hantu.
"Pertarungan kurang menarik jika para pelayan tidak hadir," kata Raja Hantu memanggil monster hantu.
Kali ini monster hantu jauh lebih lemah dari penjaga pintu, jadi Arief dan tim dapat melawannya dengan mudah.
__ADS_1
Waktu berjalan dengan cepat. Argya berhasil membuat 6 botol minuman.
"Bagus, semua orang segera minum. Serangan balik akan segera kita lancarkan!" kata Arief sambil minum ramuan.