
Walaupun berjalan dengan santai, Blue dalam hati sangat senang. Mahira tidak hanya pemain cerdas, tetapi sejak awal dia mempunyai kelas khusus, Magic Sword.
Perlu diketahui, kelas biasanya membutuhkan peningkatan khusus. Blue juga harus meningkatkan kelasnya di level 50, 100, dan seterusnya.
Berbeda dengan Mahira yang tidak perlu merubah kelasnya. Dia akan secara otomatis menjadi kelas berikutnya tanpa harus menjalankan misi. Jelas itu sebuah keuntungan ketika levelnya tumbuh lebih cepat.
Sayangnya Mahira sekarang hanya berfokus mencari informasi tentang energi khusus yang bisa menyembuhkan orang tuanya. Dalam mimpinya, ada seorang wanita cantik dengan senyum manis memberitahu untuk menemukan jawabannya di Domain Dewa.
Setelah 1 bulan memainkan Domain Dewa, Mahira tidak bisa menemukan jawaban tentang energi khusus yang dimaksud wanita cantik di mimpinya.
Namun setelah membaca terus menerus, seorang pria muda mendatanginya dan berkata mempunyai cara untuk menyembuhkan orang tuanya. Jelas itu sangat mengejutkan, tetapi dia tetap memasang wajah datar.
Hal itu karena Mahira tidak ingin menunjukkan rasa senangnya. Bukan karena tidak mau, tetapi karena tidak bisa melakukannya. Sejak kecil Mahira selalu merawat kedua orang tuanya yang sakit.
Kala itu dia masih berumur 9 tahun. Dia menunggu di rumah seperti biasanya, ayah dan ibunya kembali dari pasar dengan penuh luka di sekujur tubuhnya.
Karena khawatir, Mahira langsung membasuh seluruh tubuh orang tuanya dengan air hangat. Namun siapa sangka, tindakannya itu menambah luka orang tuanya semakin parah.
Akhirnya kedua orang tuanya menegang dan tidak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya. Mahira yang merasa bersalah menggunakan seluruh kecerdasannya untuk menghasilkan uang dan mengobati kedua orang tuanya.
Namun setelah 6 tahun menginap di rumah sakit, kedua orang tua Mahira tidak mengalami perkembangan sedikitpun. Hingga suatu malam, Mahira bermimpi bahwa Domain Dewa adalah jawaban untuk menyembuhkan kedua orang tuanya.
Dia menjual seluruh propertinya dan menggunakannya untuk tinggal di rumah sakit serta membiayai perawatan kedua orang tuanya.
Setelah satu bulan bermain Domain Dewa, Mahira masih belum menemukan sedikitpun petunjuk. Sampai akhirnya dia berakhir di perpustakaan setiap hari.
Sekarang Mahira berumur 16 tahun, sama dengan Arief. Dia sudah melihat kejamnya dunia, tidak peduli bagaimanapun caranya, Mahira harus mendapatkan uang.
Dia pernah mencuri, merampok, memeras, dan lain sebagainya. Pada dunia nyata dia mendapat julukan ratu kekejaman.
Blue tidak mengetahui latar belakang Mahira lebih jauh, dia hanya mengetahui bahwa kedua orang tuanya mati karena seluruh tubuhnya kaku dan membiru aneh.
Tidak seperti orang keracunan, tetapi seperti orang yang tercekik. Saat itu Blue tidak mengetahuinya tapi sekarang dia tahu persis penyakit apa yang sedang di derita orang tua Mahira.
Dengan kekuatannya sekarang Blue bisa merawat mereka dengan baik. Namun pengobatan Prana tidak bisa langsung sembuh, setidaknya mereka harus melakukan terapi ratusan kali.
Dalam satu minggu hanya diperbolehkan satu kali terapi, jadi orang tua Mahira butuh waktu untuk penyembuhan.
"Bee, bagaimana kemajuan mereka berdua?" tanya Blue sambil menunjuk Raul dan Ela yang sedang membaca buku.
"Masih butuh beberapa waktu lagi sebelum mereka menguasai bahasa dan berbicara. Pangeran ini tidak menyangka kedua mahluk rendahan ini bisa belajar dengan cepat."
Bee membusungkan dadanya dengan penuh percaya diri. Dia tidak akan pernah mengira bahwa Raul dan Ela sudah bisa memahami perkataan Bee. Sayangnya tingkat pemahaman bahasanya masih belum sempurna, jadi belum ada satupun yang bisa berbicara.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan pergi cukup lama. Aku harap kalian tidak menimbulkan keributan di perpustakaan."
Blue keluar dari permainan untuk mendatangi Mahira yang sudah menunggunya di Jakarta. Kali ini dia tidak akan mengajak Jessica atau Amelia, alasannya adalah keamanan mereka tidak terjamin.
Mesin Virtual Domain Dewa terbuka pelan, Arief mulai membuka matanya pelan. "Tidak berasa hari sudah mulai gelap, sekarang waktunya untuk melihat masakan ibu."
Dengan penuh semangat, Arief berjalan menuju dapur. Dia membuka tutup makanan di meja dan tidak melihat sedikitpun makanan.
"Aku lupa, ibu masih di rumah sakit. Terpaksa aku harus mencari makan di luar," kata Arief berjalan ke kamar untuk mengganti bajunya.
Dengan kaos berwarna hitam serta celana panjang warna coklat susu, Arief berjalan keluar rumah. Sebenarnya dengan keterampilan memasaknya, Arief bisa membuat makanan di dapurnya.
Untuk menyegarkan mata dan tubuhnya, Arief memilih makan di luar. Pilihannya jatuh pada sebuah restoran cukup mewah di pusat kota. Banyak orang menganggap bahwa tempat makan yang di kunjungi Arief adalah tempat elit.
Ketika berjalan masuk, Arief dihadang 2 penjaga keamanan. Mereka berdua menganggap Arief adalah orang rendahan yang tidak dapat membayar makanan, bisa dilihat dari cara berpakaiannya yang terkesan biasa saja.
"Mengapa kalian menghalangiku?" tanya Arief kepada dua penjaga yang berdiri di depannya.
Salah satu penjaga menjawab, "Tugas kami adalah memastikan keamanan pelanggan. Jadi kamu dilarang masuk."
"Apa kamu kira aku tidak bisa membayar!" kata Arief dengan nada tinggi.
Sebelum penjaga keamanan menjawab, seorang pria bersama seorang wanita cantik memperhatikan. Mereka berdua tidak lain adalah pemilik restoran, Arman dan Adelia.
Bisa dibilang mereka adalah dua orang yang mengendalikan perputaran uang di Kota Bandar. Pada kehidupan sebelumnya, keduanya bekerja sama dengan Juna untuk menghasilkan uang bersama Shadow.
Jadi Arief sedikit mengerti sifat sebenarnya dari mereka berdua. Pemikirannya sangat luas dan keterampilan menyelesaikan masalah sangat baik.
Sayangnya mereka bekerja sama dengan Juna yang terkenal sangat licik, hingga akhirnya keduanya berakhir dengan kebangkrutan. Walaupun kaya, kenalan mereka tidak lebih baik dari Juna.
Setelah 10 tahun dari sekarang, mereka berdua akan masuk penjara karena tipu muslihat Juna. Sialnya Arief juga terlibat dalam pemerasan uang keduanya.
Arief juga tidak salah, dia sudah kehilangan kedua orang tuanya. Sehingga Juna memanfaatkan psikologinya untuk mendapatkan keuntungan.
"Nak, di restoran ini ada peraturan yang sangat ketat. Jika seseorang masuk kedalam restoran dengan penampilan yang tidak meyakinkan, penjaga keamanan tidak akan membiarkanmu masuk," kata Adelia.
"Terima kasih sarannya, Nyonya. Meskipun aku berpenampilan sederhana bukan berarti aku tidak punya uang." Arief memberikan tanggapannya tentang strategi pemasaran Adelia.
Walaupun berfokus pada Domain Dewa, Arief juga banyak belajar tentang bisnis dan keuangan. Makanya dia bisa lancar berbicara dengan para pebisnis kaya.
Perbedaan pebisnis dan pedagang terletak di cara mereka menghasilkan uang. Jika pedagang harus mempunyai barang untuk di jual, sedangkan pebisnis cenderung berpikir bagaimana menghasilkan uang tanpa mengeluarkan uang.
Strategi pemasaran sangat diperlukan untuk menjadi seorang pebisnis yang handal. Oleh karena itu, Arief mencoba menarik minat mereka berdua untuk berinvestasi ke Fairy Dance.
__ADS_1
Walaupun dia sedang berjalan-jalan, mencari rekan bisnis adalah suatu kewajiban. Seperti hari ini, Arief bertemu dengan dua orang yang sangat tersohor. Sudah sepantasnya dia menonjolkan diri untuk membuat mereka tertarik.
"Memangnya berapa uang yang kamu miliki?" tanya Arman dengan suara serak. Sebagai seorang Jendral, sudah sewajarnya suaranya serak dan berat.
Arief tersenyum dan menunjukkan kartu berwarna hitam. Warna kartu sebuah bank menentukan jumlah uang yang dimiliki seseorang.
Kartu hitam adalah kartu tertinggi yang bisa dimiliki oleh orang biasa. Untuk mengatakan kartu tersebut, seseorang harus menabung 100 juta kredit.
"Apa hanya itu?" tanya Arman dengan nada mengejek. Dengan kekayaannya jelas itu adalah nilai yang sangat kecil, tetapi untuk seorang anak kecil berumur 16 tahun jelas kekayaan yang besar.
"Kenapa aku harus menunjukkan kekayaanku padamu, yang penting aku bisa membeli semua restoran ini dengan uangku!" kata Arief dengan suara agak keras. Bukan karena dia tersinggung, tetapi mengimbangi suara lawan bicaranya.
"Kamu ..."
Sebelum Arman bertindak lebih lanjut, Adelia menghentikannya. "Nak, mungkin menurutmu uang itu sangat besar. Namun ingat masih ada langit di atas langit."
Arief tersenyum manis, kemudian dia mengeluarkan kartu identitas berwarna biru.
Arman dan Adelia sangat terkejut melihat warna kartu dan umur Arief. Seorang anak dari kalangan biasa serta berumur 16 tahun bisa menghasilkan 100 juta kredit. Jelas itu adalah pencapaian yang luar biasa.
Kartu identitas berwarna biru menandakan bahwa yang bersangkutan adalah masyarakat biasa. Sedangkan Arman dan Adelia adalah keluarga dengan kartu identitas kuning.
Hampir tidak mungkin untuk masyarakat biasa mendapatkan uang sebanyak itu. Namun anak 16 tahun berhasil membuka mata mereka.
"Nak, darimana kamu mendapatkan uang sebanyak itu?" tanya Adelia dengan suara lembut.
Arief tersenyum manis, Adelia sudah memakan umpan. "Aku bermain Domain Dewa, menurutku di sana merupakan ladang uang yang bisa diperas kapan saja. Perlu kalian tahu, uang itu hanya seperlima belas dari total uangku."
Adelia dan Arman tanpa sadar mendengarkan presentasi Arief tentang pengelolaan keuangan. Dengan jumlah uang yang dimiliki, Arief tidak perlu berbuat apapun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bahkan jika Arief berhenti bekerja dan tidur setiap hari, uang itu tidak akan habis. Kemampuan Arief dalam presentasi sangat bagus.
"Nak, bagaimana jika kita melanjutkan pembicaraan di dalam. Aku sudah memesan ruangan kecil untuk kita," kata Adelia memberikan sedikit isyarat kepada penjaga keamanan.
Arief berpura-pura polos dan mengikuti mereka berdua. Alasan sebenarnya mereka berdua datang ke restoran adalah melihat perkembangannya, tetapi ada seorang anak yang lebih menarik minat mereka.
Pembicaraan dilanjutkan di dalam ruangan khusus yang tidak akan pernah disewakan. Hiasan yang sangat mewah serta makanan yang tampak sangat enak tersaji di atas meja.
Tanpa ragu Arief memakan semuanya tanpa ragu, Arman dan Adelia sudah berumur lebih dari 50 tahun, jadi mereka harus menjaga asupan makanan.
Sambil makan, Arief menjelaskan visi dan misi Fairy Dance untuk menjadi guild terkuat di Domain Dewa. Walaupun jalannya masih panjang, Arief percaya dengan usaha keras semua akan terlewati.
Tanpa sadar Adelia berkata, "Bagaimana jika kita bekerja sama membuat guild di Domain Dewa?"
__ADS_1
"Daripada membuat guild baru, aku mempunyai penawaran yang lebih bagus. Fairy Dance bisa membuka cabang guild, dengan nama guild yang cukup terkenal pasti cabangnya bisa berkembang."