Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
193. Gesekan


__ADS_3

Ayunda hanya bisa tersenyum kecut dengan kontrak ketat selama 50 tahun. Mungkin ini akan menjadi salah satu penyesalannya seumur hidup.


Namun Arief tidak akan membiarkannya menyesal ataupun meninggalkan Fairy Dance, karena kemampuan Ayunda dalam program sangat bagus. Fairy Dance belum memiliki orang seperti itu kecuali Reaper yang secara khusus menempatkan dirinya sebagai seorang peretas.


Berbeda dengan Ayunda yang sangat lihai dalam melakukan pengamanan data. Dia mengatakannya karena kontrak menyebutkan bahwa Ayunda tidak diperbolehkan berbohong.


Jika kedapatan berbohong, Arief berhak untuk menuntutnya dengan nominal 1 miliar kredit. Itupun tidak membatalkan kontrak yang lainnya, sehingga ketika dia berbohong lagi, maka akan dikenakan denda lagi 1 miliar kredit.


Sungguh kontrak yang sangat menuntut, tetapi Ayunda harus profesional jika tidak mau masuk penjara seumur hidupnya.


"Baiklah, karena sudah menandatangani kontrak. Ayo ikuti aku," kata Blue menuju ruang terapi. Di jalan dia bertemu Oliver yang sedang mengendalikan prana miliknya sambil berjalan.


Ayunda kebingungan ada anak belum genap 20 tahun sudah bisa menggunakan prana. Dia sudah membaca banyak catatan, tetapi tidak ada yang menuliskan remaja di bawah 25 bisa melepaskan prana.


"Bos, aku sudah berhasil mengendalikannya dengan baik. Kapan kita akan berperang?" tanya Oliver penuh semangat.


"Datanglah ke Kerajaan Banyuwangi kita akan melakukan beberapa tindakan tegas pada Api Merah. Seberapa hebat penguasaan pisau dapurmu?" tanya Blue dengan nada santai.


Oliver tersenyum manis. "Sungguh penyesalan terbesarku adalah tidak menerima tawaranmu tahun lalu," jawabnya.


Keduanya tertawa, hal itu membuat Ayunda sedikit kebingungan. Mereka akan melakukan peperangan dengan Api Merah penguasa Kerajaan Banyuwangi, tetapi Blue dan semua orang Fairy Dance tampak sangat tenang.


Amelia berjalan membawa pedang kayu sepanjang 3 meter. Dia memikul di punggungnya sungguh pemandangan yang sangat langka melihat wanita penuh dengan keringat.


Untungnya jalan akses menuju ruang terapi cukup besar, sehingga senjata Amelia tidak menggores tembok.


"Bos, kamu membawa orang lagi. Perkenalkan, aku Amelia," katanya sambil mengulurkan tangannya.


Ayunda tidak bisa melewatkan kesempatan berjabat tangan dengan wakil ketua Fairy Dance yang terkenal sangat mengerikan. Namun dia mengerutkan keningnya kebingungan.


"Mengapa kamu membawa pedang sebesar itu?" tanya Ayunda.


Amelia mengayunkan pedangnya ke samping dengan satu tangan kirinya. "Kamu tahu, aku bukan orang yang bisa dengan mudah menemukan teknik latihan. Makanya meniru bos adalah jalan satu-satunya untukku bertambah kuat," jawabnya.


Walaupun seorang yang selalu menggunakan tangan kosong untuk bertarung, Amelia rutin mengayunkan pedang sebanyak 200 kali setiap harinya.


Berbeda dengan ayunan biasa, Amelia mengayunkan pedangnya secara perlahan sama seperti Arief ketika melakukan latihan pedang. Dia meniru semua latihan Arief untuk membentuk seluruh tubuhnya.


Pengaturan napas dan pengendalian prana adalah kunci untuk melakukan latihan tersebut. Walaupun tidak setiap hari, Arief selalu menyempatkan dirinya melakukan itu sekali dalam tiga hari. Berbeda dengan Amelia yang selalu menyempatkan dirinya untuk melakukannya.


Arief tidak bisa melarangnya, karena mengayunkan pedang dengan tempo yang pelan dapat meningkatkan konsentrasi dan seluruh otot bagian atas akan menegang.


Jika beban pedang semakin berat, maka otot bagian bawah harus digunakan untuk mengurangi beban bagian atas.


Pedang kayu Amelia dibuat khusus menggunakan Kayu Penghancur Kapak, mungkin banyak yang tidak mengenali ya karena kayu itu hanya bisa ditemukan di negara Spanyol.

__ADS_1


Untuk membuatnya menjadi sebuah pedang, orang harus menggunakan gergaji mesin khusus. Tidak bisa menggunakan gergaji biasa karena tingkat kekerasan yang sangat tinggi.


Bahkan pedang tidak akan bisa memotongnya. Hal itu karena kemajuan teknologi yang dapat meningkatkan kekuatan kayu itu.


Pedang kayu Amelia seberat 50 kilogram. Mungkin mustahil untuk orang bisa mengangkat pedang seberat itu, tetapi Amelia berhasil mengayunkannya setiap hari.


Tidak mau membuang waktu lebih banyak, Arief melanjutkan perjalanannya menuju ruang tetapi.


Sebelum memulai terapi, Arief memejamkan matanya. Kemudian aura berwarna ungu kehitaman muncul disekitar tubuhnya, ekspresinya berubah drastis.


Bukannya Ayunda nyaman, dia malah ketakutan dengan tampilan Arief sekarang. Sehingga dia menuruti setiap perkataan yang diperintahkan.


Terapi tidak memakan waktu lama, sehingga Arief bisa langsung menuju mesin virtual Domain Dewa miliknya. Sedangkan Ayunda melakukan beberapa pemanasan untuk meregangkan semua ototnya.


Tidak lupa, Arief memberikan catatan untuk latihan rutinnya. Hanya Amelia dan Jessica yang tidak mendapatkan catatan latihan rutin, mereka berdua memiliki caranya sendiri.


Ketika ada yang salah Arief akan membantunya supaya dapat dimaksimalkan. Namun sejauh ini Arief belum melihat kesalahan keduanya, mereka berkembang perlahan tetapi pasti.


Kedatangan Oliver meningkatkan motivasi mereka berdua. Sayangnya Ayunda belum membangkitkan kemampuan aslinya di usia 22, jadi dia membutuhkan latihan yang lebih banyak.


Jessica dan Amelia sudah mengetahui bagaiman mengerikannya penglihatan Arief dalam memilih bakat. Mereka berdua harus berlatih lebih keras karena Ayunda mempunyai banyak pemikiran yang mungkin bisa menggantikan posisinya.


Reaper adalah orang yang paling dirugikan dengan kedatangan Ayunda. Bukannya dia panik atau apalah, dia malah tersenyum manis melihat seorang yang satu misi dengannya.


Sekarang Reaper harus lebih belajar lagi supaya tidak ketinggalan dengan kemampuan Ayunda. Dia juga masih berumur 19 tahun, jadi Reaper masih mempunyai ruang untuk tumbuh.


Blue datang menemui ketua Api Merah sendirian, semua media langsung menulis berita tentang kejadian tersebut.


Beberapa media bahkan menuliskan berita miring, mereka mengatakan bahwa Fairy Dance akan menyerah dan mengorbankan Blue sebagai ketua yang bertanggung jawab.


"Sungguh bangunan yang megah di tengah kekuasaan Kerajaan Banyuwangi," kata Blue lantang supaya orang disekitarnya mendengar.


Sejalan dengan niatnya, semua mata langsung memandang Blue yang sedang berdiri di depan gerbang markas utama Api Merah.


Perlu diketahui bahwa Api Merah mendirikan sebuah gedung setinggi 5 lantai untuk dijadikan markas. Mereka memilih mengembangkan diri di bawah kekuasaan Kerajaan dibandingkan mengembangkan diri sendiri di luar.


Kekurangan mengembangkan diri di luar kekuasaan kota atau kerajaan npc adalah banyaknya musuh yang bisa menyerang langsung. Sedangkan jika guild berkembang di dalam kekuasaan npc, tidak bisa di serang dengan musuh.


Namun mereka tidak akan bisa mengembangkan diri lebih tinggi lagi. Lantai lima adalah tingkat maksimal yang bisa diberikan sebuah Kerajaan, sedangkan Fairy Dance mempunyai bangunan 7 lantai di Desa Sahara.


Dengan langkah kaki mantap, Blue berjalan menuju depan gerbang markas Api Merah. Karena penjaga gerbang adalah seroang npc, mereka tidak mempunyai kekuasaan untuk menghentikan Bangsawan Benua seperti Blue.


Semua orang langsung mengunggah video mereka tentang Blue yang bisa masuk markas Api Merah dengan sangat mudah.


Hal yang paling disoroti para pemain Domain Dewa adalah penghormatan para penjaga ketika Blue masuk. Mereka memberikan hormat, artinya Blue adalah seorang bangsawan di Kerajaan Banyuwangi.

__ADS_1


Tidak ada yang pernah melihat Blue membuat sebuah kejutan di Kerajaan Banyuwangi, tetapi secara mengejutkan dia berhasil menjadi seorang bangsawan.


Jika hanya Baron mungkin belum cukup untuk menandingi Api Merah yang mempunyai 5 Baron di Kerajaan Banyuwangi. Jadi raja Banyuwangi mempunyai prioritas untuk mengedepankan kepentingan kelimanya.


Setelah beberapa kali melangkah, 5 orang muncul di menghadangnya. Mereka adalah petinggi Api Merah yang merupakan seorang Baron Kerajaan Banyuwangi.


"Sungguh keberanian yang sangat tinggi, Ketua Fairy Dance," kata ketua Api Merah dengan senyum tipis di bibirnya.


"Petra, kamu terlalu memujiku. Sejujurnya sekarang aku sangat takut hingga tidak bisa bergerak," jawab Blue dengan nada provokatif.


Petra adalah Ketua Api Merah yang membangun guild dari awal. Dia adalah pemegang penuh seperti Blue, tetapi koneksinya sangat luas. Berbeda dengan Blue yang harus memulai dari awal.


Ada 7 penyusup yang diam-diam merekam pembicaraan, mereka melakukan siaran langsung untuk mendapatkan penonton dan donasi. Tujuan akhirnya tidak lain adalah uang, tidak lupa Jessica memanfaatkan situasi dengan membuat iklan di setiap siaran langsung tersebut.


"Aku tidak berencana membiarkanmu masuk kedalam markas terhormat kami. Jadi apa tujuanmu datang menemui kami?" tanya Petra sambil mengerutkan kening.


Dia sedang berpura-pura bodoh, supaya Blue menjadi orang pertama yang menjadi provokator.


Blue tersenyum manis. "Sejujurnya aku sangat tertarik dengan Api Merah, karena kalian tidak membiarkan aku masuk, ya sudahlah. Aku dengar keuangan kalian telah di korupsi oleh salah satu petinggi guild," katanya pelan.


Bom waktu sudah mulai dipasang, Reaper sudah mendapatkan banyak informasi tentang Api Merah. Makanya Blue mempersiapkan diri untuk melakukan penyerangan.


Perang tidak hanya di Domain Dewa, tetapi juga di dunia maya atau internet. Sehingga Ayunda dan Reaper akan menjadi sosok penting dalam pengintaian musuh.


Wajah Petra tampak tidak sedap dipandang. Kelima petinggi guild Api Merah tidak dalam kondisi hubungan yang baik. Petra sangat bekerja keras supaya mereka tidak terpecah belah.


Namun sekarang Blue menyulut api supaya Api Merah bubar. Hal itulah yang membuat Petra sangat marah, tetapi sebagai seorang pemimpin yang bijak sana dia tidak bisa memberikan respon yang berlebihan.


"Sungguh hoax yang sangat menarik. Baiklah anggap saja kamu sedang mengancam, silahkan keluar dari tempat kami!" kata Petra dengan wajah serius.


Blue tersenyum tipis ketika mendengar Petra mulai menggertak. "Ayolah, aku hanya ingin bermain dengan Api Merah. Pasalnya Fairy Dance akan membangun cabangnya di Kerajaan Banyuwangi," katanya.


Semua orang langsung mengetik dengan cepat, khususnya pemain yang merasa tertindas di Kerajaan Banyuwangi. Mereka berharap tidak di ganggu oleh anggota Api Merah.


"Naif, semua desa di Kerajaan Banyuwangi sudah menjadi milik Api Merah. Kamu tidak akan pernah bisa merebutnya!"


"Baiklah, anggap saja itu tantangan yang kamu berikan." Blue menjentikkan jari dan siapa yang menyangka pemberitahuan sistem langsung mengejutkan Petra.


[Desa Sumberagung telah direbut Fairy Dance]


Jentikan jari Blue sangat menyeramkan, semua orang berfokus dengan kehadiran Blue di depan markas besar Api Merah.


Blue sengaja melakukannya supaya Reaper dan tim bisa merebut Desa dengan sangat cepat. Semua senjata sihir tidak berguna karena dia menggunakan cara yang sangat cerdas.


Setelah menggunakan gulungan pemblokir komunikasi, Reaper menyerang musuh dari dalam. Sebelum penyerangan dia sudah menyisipkan banyak pemain.

__ADS_1


Untuk penjaga npc, Reaper sudah memprediksinya sehingga bisa dilumpuhkan dengan mudah. Walaupun tidak bisa dibunuh, setidaknya kelompok bisa menahannya cukup lama.


__ADS_2