
Arief kembali ke mesin virtual, sebelum masuk ia bergumam sesuatu. "Kek, jangan melakukan hal yang begitu merepotkan." Setelah mengatakannya, ia masuk ke dalam mesin virtual.
Dari kejauhan, Aries Hardiman tentu mendengarnya. "Haha bocah gila itu benar-benar bisa melihat tindakanmu."
"Maafkan saya, Master."
"Tidak perlu, kau melakukan tugas dengan benar. Bocah itu saja yang terlalu aneh." Aries Hardiman tidak terlalu memperdulikan sikap Tujuh Surga ataupun 1000 Surga.
[Selamat datang di Domain Dewa.]
Karena Justin sudah mendapat kebebasannya, Blue mencoba mencari sebuah alasan lain untuk memperluas kekuasaannya.
"Justin, apa kau tahu sebuah sumur misterius?" tanya Blue.
"Tentu saja, pelayan sebelumnya selalu membawaku ke sana."
"Antar aku." Blue mempunyai beberapa teori tentang sumur itu.
Mereka sampai di sumur rahasia dengan cepat, tidak ada yang ingin masuk karena di dalam sangat mudah. Hanya Justin saja yang pernah kalah di dalam.
Setelah memeriksa dengan teliti, Blue menemukan susunan Batu Mana yang sama seperti rumah manusia serigala.
Otaknya yang penuh dengan kemampuan simbol langsung menyentuh batu mana dan memodifikasinya sedikit. Tangannya yang lihai membuat Justin terkagum, ia melihat semua proses dengan cermat.
Blue tidak bisa menyelesaikan pembuatan simbolnya sekali jalan, ia harus menulis simbolnya berulang-ulang supaya merubah sedikit garisnya.
Setelah 3 hari bekerja keras, akhirnya Blue membuahkan hasil. Sumur itu menjadi sebuah dunia buatan yang cukup luas untuk menampung 20 ribu pemain.
"Bos apa ini?" tanya Justin.
"Dunia buatan, tapi ini belum sempurna. Perbedaan waktunya sedikit kacau." Blue memeriksa batu mana sekali lagi.
Ia bingung, meskipun sudah menguasai bahasa tingkat tinggi dan belajar dari Medusa, ada sesuatu yang masih belum lengkap.
Blue tersenyum tipis, ia sangat senang karena pengetahuannya sangat rendah. "Aku harus mendatangi Medusa lagi."
"Medusa, bukannya itu mahkluk mitologi yang mati ribuan tahun yang lalu?" tanya Justin penuh penasaran.
"Untuk sekarang belum saatnya kamu tahu. Untuk sekarang berlatihlah di dalam sini. Ingat, hanya pemain setia yang boleh masuk."
Blue tidak mau mengambil resiko, ia hanya memperbolehkan pengikut setia Fairy Dance yang boleh masuk dunia buatan ini.
Mengapa Blue bisa membuat dunia buatan padahal hanya Pembuat Simbol pemula? Itu karena pengetahuannya tentang simbol. Memodifikasi dan membuat adalah dua hal yang berbeda. Modifikasi hanya berubah beberapa garis, sedangkan membuat harus membuat semua garis menjadi sebuah bidang yang utuh.
Justin bergerak cepat, ia merekrut orang setianya. Dalam sekejap Blue mendapat 10 ribu orang setia tambahan.
__ADS_1
"Justin, sekarang berlatih saja disini." Blue mengirimkan teknik keluarga Hao yang sudah dimodifikasi.
"Aku sudah menguasainya, Bos." Justin tersenyum bangga.
"Tidak, ini adalah modifikasi yang dapat menekan konsumsi energi. Kuncinya disini adalah efisiensi dan pemahaman yang lebih baik."
"Apa mungkin leluhurku dibawah pemahaman anda, Bos?"
Wajah Justin menampakkan keterkejutan, ia tidak percaya leluruh keluarga Hao yang mengembangkan ilmu pedang sepanjang hidupnya akan kalah dengan anak 21 tahun.
"Tidak, aku memodifikasinya sesuai dengan tubuh manusia pada umumnya." Blue menjelaskan teknik pengembangan teknik petir.
10 ribu pemain di bimbingan langsung oleh Blue, ia akan menciptakan sebuah pasukan yang sangat mengerikan.
Semua gerakan di perbaiki, semua aliran energi dibuka. Orang yang mengikuti Blue bertambah kuat dengan kecepatan tinggi.
Ini karena pemahamannya tentang ilmu pedang telah bertambah. Hal yang paling mengejutkan adalah perkembangan Justin. Ia benar-benar memahami apa yang dimaksud Blue dengan begitu mudah.
Anehnya, dalam satu bulan di dalam pelatihan tertutup. Semua pemain bisa menggunakan teknik pedang petir. Meskipun belum bisa menggunakan Thunder Strom, itu sudah cukup membuat para pemain senang.
"Justin, aku akan mencari Medusa lagi. Buat pergerakan yang ringan dan rekrut kekuatan sebanyak mungkin. Martin tidak akan bisa mengalahkan mu." Blue memberikan 3 pil yang berada.
Hijau, kuning, dan merah adalah warna tiga pil tersebut. Ada perbedaan dalam fungsinya, Justin akan mengetahuinya jika mengkonsumsinya dalan situasi terdesak.
"Untuk sekarang fokus memperkuat pasukan, jangan sampai ada pengkhianat!" ucap Blue sambil menghilang dari pandangan semua orang. Rahasianya ada pada skill celah dimensi digabung dengan kostum yeti.
Setelah beberapa hari berburu dan berjalan, Blue akhirnya menemukan tempat Medusa.
"Ratu Medusa, tampaknya anda terlihat lebih baik." Blue menyapa dengan sopan melihat orang didepannya bertambah cantik layaknya manusia.
"Siapa kau sebenarnya?"
"Aku hanya pemain biasa."
"Tidak mungkin, mahkluk abadi itu memiliki jiwa yang tidak lengkap. Pasti kau mengetahui sesuatu tentang rahasia dunia!"
Medusa menggunakan skill kontrol pikiran. Namun hasilnya sungguh mengejutkan, Blue tidak terkena efek kontrol pikiran.
"Aku tidak akan bisa dikendalikan dengan teknik rendahan seperti itu." Blue menunjuk pelipisnya sambil tersenyum tipis.
Medusa menghela napas. "Huh, jadi berapa yang harus aku bayar?"
"Sudah aku katakan ajari aku membuat dunia buatan." Blue mengatakan tujuannya dengan jelas.
"Baiklah, anggap saja kita saling menguntungkan."
__ADS_1
Blue belajar dengan giat, tidak ada yang tahu betapa lama mereka saling bertukar pikiran. Medusa mendalami pembuatan simbol dari ingatan Blue di masa depan. Sedangkan Blue belajar ilmu simbol kuno dari Medusa. Keduanya saling menguntungkan dan saling mempelajari.
Sebuah cahaya hijau terang menyelimuti tubuh Medusa, ia langsung duduk bersila dan menutup matanya.
Pencerahan, itulah yang sedang dialami Medusa saat ini. Siapapun yang mendapat pencerahan, mereka akan berkembang jauh melebihi makhluk lainnya.
"Sepertinya waktuku sudah habis." Blue menggunakan kostum yeti dan meninggalkan Medusa.
Tanpa menunggu lama ia kembali ke Kerajaan Agto dan bertemu Justin. Ternyata ia hanya menghabiskan 15 hari Domain Dewa untuk belajar simbol.
"Aku tidak menyangka Medusa bisa membelokkan ruang dan waktu sebaik itu. Semoga ia tidak marah karena aku meninggalkannya!" kata Blue.
Dengan kemampuannya, ia berhasil menyusup masuk dunia buatan pasukan Justin. Mereka mengembangkan teknik modifikasi dengan sangat baik.
"Justin, bagaimana situasi saat ini?" tanya Blue.
"Ayahku meminta bantuan Elf Salju. Menurut informasi, mereka adalah penyembah dari Dewi Bianca."
"Haha, ayahmu sudah putus asa. Elf Salju tidak akan membantunya, jadi tenang saja."
"Bagaimana anda begitu yakin?"
"Aku sudah menyelidiki situasinya, Elf Salju adalah pengikut yang dibuang. Jadi mereka mulai melakukan pemberontakan pada Dewi Bianca."
Anehnya Dewi Bianca tidak melakukan pergerakan apapun. Lebih tepatnya dewi itu tidak bisa bergerak karena sebuah segel khusus. Bahkan Athena harus melakukan penelitian beberapa detik untuk membukanya.
Bukan bermaksud memuji, tetapi Dewi Athena memang mempunyai kemampuan dan pengetahuan di atas para dewa lainnya.
"Baiklah, kamu sudah mengembangkan kekuatan dengan baik. Ayo lawan aku dan tunjukkan kekuatanmu yang baru." Blue melemparkan tantangan pada Justin yang melewati batas kepercayaan diri.
"Apa anda serius, Bos?" tanya Justin dengan senyuman semangat.
"Tentu saja."
Blue akan mengevaluasi kekuatan jenius yang akan terbang tanpa batas.
Semua orang yang melakukan latihan langsung berhenti, mereka membuat sebuah lingkaran untuk membuat arena tempat pertandingan.
Justin menarik pedang tunggal dengan begitu percaya diri. Matanya menatap tajam ke arah lawannya. Berbeda dengan Blue, ia hanya menarik satu pedang dan menatap lawannya biasa.
"Ayo tunjukkan kekuatanmu!" kata Blue memberikan provokasi.
"Trik rendahan seperti itu tidak akan mempengaruhiku, Bos. Jangan banyak bicara dan segera selesaikan pertarungan!" teriak Justin dengan penuh percaya diri.
Blue tersenyum dan menggunakan Langkah Cahaya, pedangnya diselimuti cahaya kuning dan menebas leher Justin dengan begitu mulus.
__ADS_1
Seketika HP Justin langsung turun berwarna kuning. Blue melihatnya dan berkata, "Lambat dan ceroboh."