
Arief yang berlari Jessica telah terekam pemain merah. Banyak pemain mencibir ketua dan wakil guild Fairy Dance yang telah terbunuh.
Namun tidak ada bukti yang menguatkan bahwa mereka telah terbunuh. Jadi pendapat pemain di forum diskusi masih berpihak kepada Fairy Dance.
"Bos, sepertinya kita sedikit terkenal karena melakukan kunjungan ke Zona Merah," kata Jessica sambil tersenyum kecut melihat forum diskusi.
Arief tersenyum dan berkata, "Kamu akan sangat terkenal dimasa depan. Jadi jangan menganggapnya terlalu serius."
Mereka berdua menuju Desa Koral yang sedang mengalami perbaikan besar-besaran
Zaha sebagai Arsitek melakukan pekerjaan untuk membangun dan mengatur tata letak kota. Karena profesi Insinyur belum ditemukan, Arief hanya bisa menyewa pegawai penduduk pribumi dari Kota Danau Putih.
Walaupun harus mengeluarkan uang sedikit lebih banyak, yang penting hasilnya sangat memuaskan.
Karena Desa Koral sudah menjadi desa tingkat 2, sudah waktunya Arief memasang Menara Mana yang dapat meningkatkan konsentrasi pemain.
Tidak sampai disitu, Menara Mana bisa menjadi pertahanan yang sangat kuat untuk desa. Karena bisa menembakkan energi yang sangat mematikan, jika beruntung bisa mendapatkan Menara yang bisa memberikan efek negatif.
Untuk mendapatkannya, kelompok harus menyelesaikan misi khusus dari penduduk pribumi sebuah Kerajaan.
Kerajaan terdekat di Benua Tengah adalah Kerajaan Kediri. Untuk sampai di sana, pemain harus menunggangi kuda selama 1 minggu tanpa istirahat.
Untungnya ada Desa Sahara yang dapat mengirim kelompok ke kota terdekat Kerajaan Kediri. Sangat disayangkan Desa Sahara tidak akan bisa mengirim pemain ke sebuah kerajaan.
Jadi mereka harus menunggangi kuda berlari untuk sampai Kerajaan Kediri. Kota Rawa Kuning adalah wilayah terdekat untuk menuju Kerajaan Kediri.
Memakan waktu selama 30 menit untuk melakukan perjalanan antara Kerajaan Kediri dan Kota Rawa Kuning.
Arief memanggil 9 orang untuk melakukan misi untuk mendapatkan Menara Mana. Dia memilih Leon, Argya, Cola, Rina, Lina, Qin Huang, Diana, Saputra, dan Amir.
Komposisi tim terdiri dari 1 pemain depan, 3 pemain tengah, 3 pendukung, 1 pemanah, dan 2 penyihir.
Informasi tentang mendapatkan Menara Mana sudah dikantongi Arief, jadi strategi terbaik sudah ada di kelapanya.
Tempat ketika mereka ingin keluar gerbang Desa Koral, seroang pria menghampiri Arief. Dia adalah David Tank Utama Blade Armor.
"David, apa yang kamu lakukan disini?" tanya Arief yang melihat David membawa 3 orang dibelakangnya.
__ADS_1
Mereka adalah Rori, Toni, dan Martin. Ketiga orang tersebut sangat berpengaruh di Blade Armor. Rori adalah Ketua Guild Blade Armor.
Dia mempunyai tempramen yang sangat tenang, semua tindakannya terukur karena kelasnya adalah penyihir hitam.
Penyihir hitam adalah kelas yang membutuhkan konsentrasi lebih daripada kelas lainnya. Bahkan Arief akan memuji para penyihir hitam yang bisa mengendalikan karakternya dengan baik.
Toni adalah Pendekar Pedang yang sangat hebat, ketika masa jayanya datang. Dia akan menjadi pemberi kontribusi terbanyak dalam guild.
Ketrampilan pedangnya tidak hanya di Domain Dewa, dia adalah seorang pendekar pedang sesungguhnya di Dunia Nyata.
Ayah dan Ibunya telah meninggal dan meninggalkan sebuah rumah latihan atau sering disebut dojo. Dia fokus melatih ketrampilan pedang tunggal, sama seperti di Dunia Nyata.
Bersama dengan Blade Armor dia akan mendapatkan ketenaran yang cukup tinggi dan harta yang melimpah.
Bahkan Dojo miliknya berubah menjadi sebuah gedung berantai 25. Bisa dibilang dia berkecukupan di masa depan.
Martin adalah pemain pendukung yang sangat hebat, dia dapat mengendalikan HP kelompoknya dengan baik.
Ketika perang besar antara Blade Armor dan Shadow, Martin adalah sosok yang paling diincar karena ketrampilannya sangat merepotkan.
Namun tidak ada satupun pemain yang berhasil membunuhnya, hingga akhirnya Arief mendapatkan kesempatan untuk mengirimnya ke Rumah Kebangkitan.
Dalam Dunia Nyata Martin adalah seorang pedagang es lilin keliling. Karena usianya sudah mencapai 45 tahun, dia tidak bisa bergabung dengan tim profesional.
Akibat pendapatan yang sedikit, istri dan anaknya meninggalkannya. Namun setelah dia menjadi kaya, istri dan anaknya akan menuntun nafkah. Tepat saat itulah Martin tidak diketahui lagi keberadaannya.
Arief juga masih bingung bagaimana seorang penjual es keliling bisa bermain Domain Dewa. Dia tidak mempunyai informasi tentang hal tersebut.
Namun rumor mengatakan bahwa Martin adalah saudara dari David. Karena David bisa mendapatkan uang dari Domain Dewa, dia mengajak pamannya bermain juga.
Siapa sangka kombinasi mereka berdua sangat mengerikan dimasa depan.
"Aku ingin membicarakan sesuatu. Semua pesanku belum kamu baca, makanya aku langsung mendatangimu," jawab David lirih.
"Maafkan, aku terlalu sibuk." Arief sebenarnya tidak mengetahui bahwa ada pesan masuk. Dia belum membukanya karena David belum dimasukkan kedalam teman penting.
Setiap teman penting menghubunginya, akan ada pemberitahuan khusus. Sehingga Arief bisa langsung membukanya.
__ADS_1
Arief harus menunda pencarian Menara Mana karena Blade Armor adalah guild yang sangat menjanjikan. Jika Fairy Dance berhasil membentuk aliansi, mereka akan sangat diuntungkan.
Arief dan Jessica menjamu anggota Blade Armor di Restoran Desa Koral lantai 5.
Sebelum berbicara Roro tersenyum, "Kedatanganku kesini tidak lain untuk membeli senjata energi buatan kalian."
Arief mengerutkan kening, dia tidak menyangka bahwa Blade Armor mengetahui informasi tersebut.
"Tenang saja, aku mendapatkan informasi ini dari Galaxy Star. Semua dalam kendali, semua orang di sini bisa percaya," lanjut Rori melihat ekspresi Arief yang sedikit terkejut.
"Bukan itu yang membuatku terkejut. Tawaran sebesar apa yang membuat Galaxy Star memberikan informasi tentang Fairy Dance?" tanya Arief sambil tersenyum. Dia ingin menggali banyak informasi tentang aliansi Blade Armor dan Galaxy Star.
Rori adalah orang yang cerdas, dia dapat mengetahui tujuan Arief hanya dengan mendengar nada bicaranya.
"Ini sudah menjadi rahasia umum. Kami bersedia menjual banyak barang berharga ke Galaxy Star, dengan harga dibawah pasar."
Setelah penjelasan Rori, semua orang yang berada dalam ruangan menjadi tahu permasalahan yang dialami Blade Armor.
Arief ingin menolongnya, tetapi tidak ada kepastian bahwa Blade Armor akan berkembang di Kota Danau Putih.
Menurut sejarah, mereka akan bergeser ke Kota Daun Merah. Setelah berhasil mereka akan kembali ke Kota Danau Putih untuk menstabilkan pondasi guild.
Tujuan sebenarnya Rori dan Blade Armor kembali ke Kota Danau Putih untuk memberikan pelajaran kepada Shadow.
Sialnya waktu itu Arief menjabat sebagai Ketua Guild. Kekalahan selalu menghantuinya, hingga akhirnya Blade Armor tidak dapat menanggung kerugian lebih lanjut.
Shadow juga rugi banyak, tetapi kontribusi Arief dapat menutupi kerugian dengan waktu cepat.
Semua detail mereka basah di pertemuan. Akhirnya Fairy Dance bersedia memberikan 10 Meriam Sihir dengan harga 450 koin emas.
Semua bahan akan disediakan Blade Armor, sedangkan Fairy Dance hanya membuatnya menjadi sebuah senjata.
Sedangkan untuk Batu Energi, Fairy Dance tidak dapat memberikan solusi. Mereka juga kekurangan Batu Energi untuk menjaga kubah pelindung Desa Sahara.
Sampai akhirnya kelompok Teh Party dipanggil untuk menyelesaikan masalah Blade Armor. Horizon yang mendatangi pertemuan.
"Baiklah, kami bisa menjual 100 Batu Energi setiap minggu. Kami membutuhkan kontrak pasti, tidak seperti orang di sampingku," kata Horizon sambil melirik Arief yang tersenyum kecut.
__ADS_1
Arief dan Horizon sudah seperti teman, jadi bukan masalah besar jika meraka bercanda untuk mencairkan pembicaraan.
Blade Armor sedang tertekan karena para investor mulai goyah ketika melihat Shadow semakin bersinar.