
Bukannya takut, Blue malah tersenyum karena guru masa lalunya sudah menunjukkan diri.
"Bos, kita menuju kemana?" tanya Kana.
Horizon, Mendy, dan Ridho memasang telinganya dengan baik. Mereka penasaran dengan tempat tujuan yang paling aman.
"Istana Fairy Dance. Pasti kalian sudah melihatnya di forum diskusi."
"Bukankah itu sudah hancur?"
Kana tampak penasaran, tepat saat ia bertanya, Regina menepuk pundaknya dan menggelengkan kepala.
"Istana Fairy Dance memang hancur, tetapi sudah berdiri seperti semua. Untuk sekarang kita akan bersembunyi di sana." Blue tersenyum manis.
Setelah sampai di wilayah Venom, Blue mengangkat sebuah gulungan. "Kembali ke istana!" teriak Blue mengaktifkan gulungan.
Seketika seluruh kelompok di pindahkan ke atas istana yang megah. Tidak hanya Kana yang terkejut, Regina juga membuka mulutnya.
"Bos, bagaimana kamu melakukannya?" tanya Kana penasaran.
"Gulungan ini ciptaan Serly, sebenarnya portal di seluruh dunia akan segera di rilis. Namun karena pengetahuan Serly melebihi ekspetasi, ia bisa menciptakan jalur portal sendiri." Blue menjelaskan kejadian yang sudah di bumbui kebohongan.
Sebenarnya Serly adalah wadah yang ditunjuk Blue untuk membuat simbol khusus di atas istana. Artinya semua simbol yang dipasang adalah maha karya Blue.
Disisi lain Serly juga sangat senang karena rasa penasarannya terobati, makanya dia sangat menurut.
"Apa gulungan ini bisa dicuri, Bos?" tanya Regina yang kritis dalam menanggapi perkara.
"Bisa, tetapi hanya anggota Fairy Dance yang bisa menggunakannya." Blue menunjukkan sebuah tato transparan di punggung tangannya.
"Mengapa lambang Fairy Dance ada di tubuhmu, Bos?"
Regina terus mencari tahu apa yang sedang terjadi. Rasa penasarannya akan terobati setelah berhasil mengetahui faktanya.
"Lambang Fairy Dance hanya bisa dimiliki ketika seseorang menyatakan sumpah darah untuk melayani guild dengan sepenuh hati. Artinya kalian akan selamanya menjadi anggota Fairy Dance, jadi pikirkan konsekuensinya dulu."
Blue berjalan ke kamarnya di lantai bawah, tetapi sebelum memasuki pintu ia berhenti. "Oh kalian adalah orang pertama yang mengetahui informasi ini, tolong jangan katakan pada lainnya." Ia pergi sambil melambaikan tangan.
Regina berpikir keras, ia tidak seharusnya berada di Fairy Dance untuk selamanya. Bagaimana jika Blue tidak membayarnya setelah kontrak selesai, bukankah itu akan menjadi senjata makan tuan.
Disisi lain, Kana dan teman-temannya saling memandang dan tersenyum.
"Bukankah kesempatannya sudah terbuka lebar?" tanya Horizon.
"Aku tidak menyangka kesempatan ini akan datang begitu cepat." Mendy memejamkan matanya dan tersenyum manis.
Ridho menyilangkan kedua lengannya. "Aku akan melakukannya secepat mungkin, aku merasa Fairy Dance adalah tempat yang paling tepat untuk menikmati permainan ini."
"Sudah diputuskan, semua anggota Teh Party akan melakukan sumpah darah." Kana langsung mengirim ke grup khusus para anggota Teh Party.
100 persen semua anggota setuju untuk bergabung dengan Fairy Dance. Mereka tidak peduli dengan gaji atau apapun yang berbau uang, dipikiran mereka hanya bermain dan menikmatinya.
Kana dan teman-temannya berjalan ke ruangan Blue, sedangkan Regina masih berpikir keras. Ia mempunyai keluarga dan adik laki-laki, tidak mungkin baginya berada di Fairy Dance selamanya.
Blue duduk meditasi di ruangan khususnya, Kana dan tiga rekannya memberi hormat. "Bos, kami Teh Party siap bergabung dengan Fairy Dance untuk selamanya."
"Baiklah, aku akan melakukan ritual sumpah darah. Sebarkan suaraku pada seluruh anggota Teh Party yang ingin bergabung."
__ADS_1
"Aku sudah melakukannya dari tadi, Bos." Horizon memang sudah melakukan siaran langsung dari tadi.
"Wahai pemain yang abadi, aku Blue menunjuk kalian sebagai bagian dari guild Fairy Dance. Siapapun yang melanggar karakternya akan hancur!" ucap Blue.
Perkataan Blue di tirukan oleh semua pemain yang melakukan sumpah darah, mereka mengusapkan darahnya ke dahi.
Sebuah cahaya menyelimuti semua pemain yang melakukan sumpah darah. Kekuatan mereka meningkat 20 poin pada semua status.
Sebuah pesan muncul di depan Blue, ia tersenyum manis melihat pemberitahuan sistem yang begitu menyegarkan.
[Hadiah sudah berhasil diputuskan, sekarang Demigod Blue akan mengemban julukan Raja Segalanya.]
[Julukan anda terlalu mendominasi, beberapa Demigod dan Dewa akan mencari keberadaan anda.]
[Buku Neraka dan Buku Suci yang Jatuh berhasil menyembunyikan keberadaan anda.]
[Raja Segalanya akan memberikan 20 poin status pada pemain dan penduduk pribumi yang setia padanya, ditambah akan mendapatkan 3 poin tambahan setiap naik level.]
[Pertama kalinya mendapat pengikut seorang pemain, Raja Segalanya akan mendapat tambahan efek.]
[Skill Pelindung Raja telah ditambahkan pada setiap pengikut.]
[Pelindung Raja]
Memberikan pelindung setara dengan 100% HP pemain. Akan aktif secara otomatis ketika HP pengikut mencapai 1, pendinginan 1 hari.
[Selamat Pemain Blue sudah resmi menjadi Demigod, disarankan untuk segera menambah pengikut sebanyak mungkin.]
Tubuh Blue diselimuti oleh energi berwarna ungu kehitaman. Tangannya mengepal dan langsung melihat statusnya.
Kelas :
Pendekar Pedang (Mistik)
Sword Saint (Mistik)
Survivor Celah Dimensi (~, pemain tidak akan pernah bisa mendapat kelasnya lagi, kecuali tingkat Legenda atau diatasnya)
Ras : Demigod
Profesi : All Role
- Pandai Besi (Mahir)(Pandai Besi yang Terlupakan)
- Arsitek (Mahir)
- Koki (Mahir)
Level : 198 (2%)
Kekuatan : 9598
Pertahanan : 4051
Kelincahan : 10102
__ADS_1
Daya Tahan : 3205
Kepintaran : 3078
HP : 230 ribu
MP : 130 ribu
[Poin]
Poin Status : 1200
Poin Skill : 6800
Poin Profesi : 17660
[Demigod - Raja Segalanya]
Pengikut : 3,1 juta.
Energi Kehidupan : 3,1 miliar.
(Poin Pengalaman +3106%)
Anggota Teh Party tidak lebih dari 200 pemain, jadi tidak berdampak banyak. Namun Blue bersyukur karena sudah menjadi Demigod secara resmi, sekarang waktunya menunjukkan kekuatan Fairy Dance.
Kana yang berlutut di depan Blue kebingungan melihat peningkatan status dan skill pasif yang akan aktif secara otomatis.
"Bos, mengapa aku mendapatkan skill pasif?" tanya Kana yang kebingungan.
"Itu adalah salah satu manfaat kalian menyatakan sumpah darah melayani Fairy Dance." Blue tidak berbohong karena Fairy Dance adalah miliknya.
Siapa yang menyangka tidak menjual saham Fairy Dance akan membawa efek yang begitu indah. Selama ada pemain yang menyatakan sumpah darah pada Fairy Dance, Blue akan mendapat pengikut setia.
"Bukankah ini terlalu banyak?"
Horizon sangat terkejut dengan penambahan statusnya. Ditambah lagi ada skill aneh yang bisa menyelamatkan hidup pemain.
"Itu pantas kalian dapatkan. Setelah melakukan sumpah darah, tidak ada orang yang boleh malas. Panggil semua anggota Teh Party, kita akan melakukan penggilingan iblis." Blue mengatakannya dengan senyum manis
Kana yang melihat Blue berinisiatif mengajak, langsung menyetujuinya. Semua anggota Teh Party dipanggil, tidak ada satupun yang menolak.
196 pemain langsung menuju istana Fairy Dance dengan kecepatan penuh. Kana akan menyambut mereka di sekitar Kota Surakarta dan akan menggunakan gulungan khusus.
Regina dan semua petinggi Fairy Dance masih belum tahu keuntungan yang didapatkan dari sumpah darah.
Dalam beberapa hari, seluruh anggota Teh Party telah berkumpul. Blue berdiri di depan semua orang dengan tubuh tegap.
"Operasi kali ini bukan untuk orang yang lemah hati. Medan perang kali ini jauh lebih keji dari sebelumnya, jadi jangan ada yang ragu!"
Blue mengatakan itu karena banyak anak kecil yang akan melawan. Disisi lain mereka harus mempertahankan hidupnya dan membunuh semua yang melawan. Jika orang itu adalah pemain yang berhati lembut, mereka pasti tidak akan tega membunuh iblis kecil.
"Siap dimengerti!" teriak semua pasukan penuh semangat.
Tujuan Blue kali ini akan menyingkirkan kota iblis di barat kekuasaan Venom, Blue memberikan instruksi tambahan pada setiap pasukan.
__ADS_1