Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
213. Tak Terduga


__ADS_3

Dengan penuh semangat Blue berlari ke gerombolan hantu yang baru keluar. Mata Dewa memperlihatkan level dan status mereka semua.


Mengapa Blue berani maju padahal hantu tersebut berjumlah sangat banyak. Itu juga menjadi kebingungan Bee dan Drakula.


Alasan sebenarnya Blue berani menerjang ratusan juga hantu karena dia melihat kekuatan lawan sangat rendah setelah dibebaskan. Namun level mereka masih di tingkat 85.


Jelas sekali hanya mengayunkan pedangnya tanpa menggunakan keterampilan apapun dia bisa membunuh hantu. Yang paling mengejutkan adalah kekuatan Magic para hantu tidaklah tinggi, jadi hantu tersebut hanya menakuti pemain dengan jumlah dan levelnya.


Kebanyakan pemain yang sudah melewati ruangan pertama dan kedua akan mengira musuh di ruangan ketiga sangat kuat. Hanya beberapa pemain dengan tekad yang gila yang akan mendapatkan panen.


Karena Blue sudah mengetahui informasi tersebut, dia tidak ragu untuk menyerang para hantu.


[Hantu Mino]


Level : 85.


HP : 1000.


Pemain biasa tidak akan bisa jumlah HP karena kemampuan khusus Hantu Mino, sayangnya Blue mempunyai Mata Dewa yang bisa menembus penghalang.


Ayunan pedangnya memotong hantu seperti sedang memotong angin. Tidak ada sedikitpun perlawanan dari para hantu.


Merasa kecepatannya menggiling hantu kurang, Blue memanggil familia miliknya. Raul dan Ela keluar langsung menyerang musuh.


Seperti biasa Bee dengan santainya terbang di belakang semua orang. "Aku lupa dia memiliki Mata Dewa, karena sudah cukup tenaga biarkan aku istirahat," katanya sambil menuju sebuah batu untuk tidur.


"Drakula, bantu kita. Biarkan anak malas itu tidur, dia tidak akan mendapatkan daging!" teriak Blue dengan penuh semangat.


Mendengar kata daging, Bee langsung berbalik dan menggunakan kemampuan menyeruduk untuk memberikan kerusakan pada para hantu. Karena HP hantu hanya 1000, Bee bisa membunuhnya dengan cepat.


"Lihatlah, pangeran ini sangat kuat!" kata Bee dengan penuh percaya diri. Blue, Raul, dan Ela memandangnya dengan wajah datar.


Jelas sekali Blue bisa membunuh 15 hantu, tetapi Bee baru membunuh satu.


Blue tertawa keras, Raul dan Ela mengikutinya. Mereka sedang mengejek Bee yang terlalu percaya diri.


"Bodoh, pangeran ini tidak mau tangannya ternoda oleh hantu. Makanya sedikit mengalah pada kalian!" kata Bee memalingkan wajahnya dan mulai memburu hantu.


Ruangan ketiga harus diselesaikan dalam waktu 12 jam. Jika tidak, para hantu akan menghilang. Untuk memanggilnya kembali pemain harus menunggu selama 1 hari penuh.


Menurut informasi yang dia temukan, Ruangan Ketiga tidak akan pernah kosong akan hantu. Artinya setelah dibunuh semua, hantu akan muncul lagi setelah satu hari.


Berbeda dengan ruang pertama yang membutuhkan beberapa menit saja untuk membangkitkan para hantu.


Merasa kurang cepat, Blue memanggil Yami dan kawan-kawannya. Yami langsung menerjang hantu dengan kekuatan penuhnya.

__ADS_1


Ayunan pedangnya sangat berat, dia tidak mengira bahwa para hantu dapat dibunuh dengan sangat mudah. Pedangnya menembus hantu dengan sangat cepat.


Yami tampak kebingungan, tetapi dia terus mengayunkan pedangnya dan menyesuaikan kekuatan para hantu.


Luis langsung menggunakan elemen api untuk mengalahkan para hantu, jelas sekali dia adalah orang yang paling banyak membunuh hantu dalam sekali serang.


Rafaela menggunakan keterampilan cahaya untuk membuat para hantu tidak bergerak, sehingga rekannya dapat membunuh hantu dengan sangat mudah.


Blue hanya memanggil tiga pengawalnya saja, sedangkan untuk Tobias dia akan memanggilnya pada ruangan selanjutnya atau penggilingan selanjutnya.


Pasalnya kemampuan kegelapan miliknya sangat dibutuhkan pada ruangan keempat.


Untuk mengalahkan 100 juta hantu, Blue dan rekan-rekannya menghabiskan waktu selama 9 jam lamanya.


"Bagus, aku berhasil naik 3 level. Sebaiknya masuk ke ruangan selanjutnya apa tidak?" tanya Blue melirik Bee yang tampak santai tidak kelelahan seperti rekannya lain.


Bee membusungkan dadanya dan berkata, "Mengapa harus pindah, monster disini sangat menyenangkan. Setidaknya buat level mu menjadi 75 baru kemudian melanjutkan ke ruangan selanjutnya," jelasnya dengan sangat lancar.


Drakula memberikan pendapatnya, "Aku setuju. Sembari mencari jalan menuju ruangan keempat."


"Aku sudah tahu jalan menuju ruang keempat. Jadi lebih baik kita istirahat, Luis berikan pelindung supaya para hantu tidak bisa mendeteksi kita," kata Blue langsung duduk untuk memulihkan stamina dan konsentrasinya.


Sembari duduk tidak lupa dia mengalirkan prana menyelimuti tubuhnya. Yami dan Rafaela mengikuti tindakan Blue yang duduk di atas tanah.


Karena Luis sedang menggunakan keterampilannya, dia berdiri sambil menutup matanya. Drakula tidak tahu apa yang dilakukan oleh Blue dan pengawalnya.


Tepat setelah Bee menjelaskan tindakan Blue dan pengawalnya, Raul melakukan hal yang sama. Ela tidak mau ketinggalan, dia duduk di atas kepala Raul melakukan meditasi.


Mungkin terlihat membosankan, tetapi Bee adalah orang yang paling kuat dari semua orang dalam bidang konsentrasi.


Drakula yang mempunyai pengetahuan luas dan pengalaman hidup panjang tidak pernah melihat kata meditasi. Dia mulai mencari tempat duduk dan menutup matanya untuk melakukannya.


Tanpa terasa 4 jam sudah berlalu, semua hantu sudah siap untuk digiling kembali. "Baiklah, ayo lakukan seperti tadi!" kata Blue dengan penuh semangat.


Suara teriak pemain terdengar, "Tunggu!"


Blue dengan cepat langsung menggunakan Topeng Biru dan memandang kebelakang. Di apa yang menyangka ada seseorang yang berhasil mengetahui jalan masuk ruang ketiga dengan sangat cepat.


"Terima kasih sudah menunggu, Aku Redy sangat mengagumi keterampilan yang kamu tunjukkan. Tolong angkat aku menjadi murid!" katanya sambil membungkukkan badan.


Blue sangat terkejut melihat orang didepannya. Pasalnya dia adalah Si Rambu Merah yang menulis menaklukkan gua misterius.


Namun sekarang pria yang sangat terkenal itu membungkukkan badan di depannya. Sungguh pemandangan yang sangat langka.


"Aku bukanlah orang yang kuat, jadi jangan berhala lebih." Blue memalingkan wajahnya dan mencoba mengabaikannya.

__ADS_1


Namun bukan Rambut Merah kalau tidak keras kepala. Dia tetap membungkukkan badan didepan Blue yang mulai minggir.


"Temui seseorang yang memiliki julukan Topeng Setan, dia lebih kuat dariku. Jika kamu berhasil menemuinya, katakan bahwa kamu ingin menjadi murid di bawah bimbinganku," kata Blue yang masih menggunakan Topeng Biru dan kostumnya.


"Siapa Topeng Setan?" tanya Rendy penasaran.


Blue tersenyum dalam topengnya. "Kamu tidka perlu tahu siapa dia, yang pasti dia lebih kuat daripada aku," jawabnya pelan.


Mereka berdua berbincang tenang kemampuan hantu di ruangan pertama. Banyak hantu yang bisa bergerak cepat, mereka juga tidak terlihat jadi sangat sulit untuk melewatinya.


"Sangat mudah, kamu tinggal menyerang hantu dengan senjata. Namun ada satu barang yang dapat membantumu dalam menaklukkan ruangan pertama," kata Blue sambil mengeluarkan bom asap.


Tempak jelas Redy sedang kebingungan. Sebagai seorang pemain solo, informasinya tentang barang dalam Domain Dewa sangat rendah.


"Bom asap?" kata Redy.


"Benar, bom asap akan membantumu mendeteksi para hantu di ruangan pertama. Sehingga kamu bisa menyerang mereka dengan mudah. Ingat, hantu di ruangan pertama memiliki kekuatan yang sangat tinggi," kata Blue menjelaskan strategi menaklukkan ruangan pertama.


Setelah mendapatkan jawaban yang sangat memuaskan, Redy pergi dari ruangan dengan tangan kosong. Namun sekarang dia sadar bahwa kekuatan satu orang tidak akan bisa mengalahkan 1 juta orang.


Artinya mempunyai komunitas dan komunikasi yang baik antar manusia akan menciptakan sebuah harmonisasi kehidupan yang sesungguhnya.


"Apa yang ingin anda lakukan. Walaupun tampak seperti pemain miskin, aku mempunyai status dan level yang cukup tinggi."


Blue menggelengkan kepala. "Aku tidak memerlukan bantuan apapun. Sebaiknya kamu segera mempraktikkan saran yang aku berikan," katanya pelan.


Redy langsung menuju pintu keluar, dia mengingat semua perkataan Blue dan ingin mempraktikkannya secara langsung.


Masih tidak bisa percaya, seorang anak berusia dua puluhan sudah bisa masuk kedalam ruangan ketiga. Blue lupa bahwa dia mempunyai status poin yang sangat bila dibandingkan dengan lainnya.


Bahkan Redy yang memiliki level 85 tidak bisa menyamainya.


"Tunggu, ambillah ini," kata Blue memberikan sebuah bom lengket.


Tanpa rasa malu, Redy langsung mengulurkan tangan untuk menerimanya. Namun sebelum Redy berhasil menerima persetujuan pengiriman, seekor hantu berhasil menerobos.


Luis telah menggunakan seluruh kemampuannya karena telah melakukan meditasi bersama dengannya.


Hantu Mino berhasil menembus perlindungan karena kekuatannya sudah melemah. Tanpa menunggu lama, Blue menggunakan Mata Dewa untuk memastikan kekuatan.


"Seperti yang tercatat di dalam buku, hantu tidak akan bertambah kuat," gumam Blue dalam hati. Dia melihat semua status hantu sudah bisa.


Namun setelah mati, para hantu akan bertambah kuat. Lebih tepatnya ditempatkan dalam poin kekuatan.


Redy melihat gerombolan hantu yang sedang menuju mereka semua. Dia langsung melirik Blue yang terlihat sangat tenang.

__ADS_1


"Tenanglah, aku yakin itu hanya sebuah peringatan untuk para pemain."


__ADS_2