
Tidak lebih dari lima menit semua pasukan Pentagon benar-benar rata. Semua panah yang ditembakkan para penduduk pribumi memberikan kerusakan yang sangat besar.
Jessica melebarkan matanya terkejut melihat pertumbuhan para penduduk pribumi. "Ini dia, sudah waktunya untuk mengusik para guild yang menindas kita!" katanya penuh semangat.
"Belum, tunggu beberapa saat lagi. Zaha sedang mengerjakan sesuatu yang sangat besar. Setelah jadi, waktunya untuk mengusir Pentagon dari Kerajaan Kediri!" kata Blue sambil tersenyum jahat.
Amelia datang untuk melihat mereka berdua, tetapi kedatangannya disambut dengan senyum jahat dari keduanya. Tanpa mengatakan apapun, dia langsung kembali ke tempatnya dan memulai beberapa latihan ringan.
Perkembangan Fairy Dance di Kerajaan Kediri stagnan atau tidak bisa meningkat dengan baik. Hal itu karena pengaruh Pentagon yang selalu mengganggu dengan pasukan misterius miliknya.
Rori sebagai penanggung jawab di cabang Kerajaan Kediri sungguh kehabisan akal. Dia hanya bisa bertahan tanpa bisa memperluas wilayah.
Nama Fairy Dance yang terus disandingkan dengan Pentagon membuat banyak orang tidak ingin menyerang. Namun setelah pertengkaran keduanya, Rori harus bersiap untuk perang besar.
Seperti sebelumnya, dia akan melawan semua orang di seluruh wilayah. Siapapun yang kalah akan menjadi sampah di wilayah Kediri.
Blue langsung melakukan perjalanan menuju Kerajaan Kediri, dia menggunakan Gate untuk mempercepat perjalanan.
Tidak butuh waktu lama sebelum Blue sampai di wilayah yang dipimpin Rori. "Sepertinya disini jauh lebih buruk dari yang aku perkirakan," gumamnya melihat tidak ada satupun penduduk pribumi.
Dia langsung bergegas menuju kantor Fairy Dance, banyak pemain yang masih setia dengan Rori. Mereka menunggu keputusan Rori untuk lari atau bertahan.
Hanya ada 20% dari pasukan sebelumnya, semua orang tampak sangat ingin bertarung dengan Rori. Namun masih ada beberapa penyusup yang tidak bisa lepas dari mata Blue.
Langkah kakinya terdengar, semua orang diam. Mereka mengetahui bahwa Blue adalah bos dari Rori atau pemimpin dari guild Fairy Dance.
"Mengapa kalian berkumpul disini?" tanya Blue dengan suara yang relatif pelan.
"Kami menunggu keputusan anda, ingin lari atau berperang," ucap salah satu pria dengan pakaian serba biru.
Sayangnya Blue tidak bisa ditipu dengan mudah, dia menemukan bahwa pria itu adalah penyusup yang mengintai pasukan dari dalam.
"Menarik, apa kamu yakin sedang menunggu keputusanku?" tanya Blue sekali lagi.
"Tentu saja!" jawabnya tegas.
"Baiklah, karena kamu memiliki kelas Pembunuh. Lakukan pengintaian pada guild Pentagon, kamu juga." Blue menunjuk seseorang dengan kelas yang sama.
Keduanya adalah penyusup yang sedang mengintai guild Fairy Dance. Namun Blue bisa menemukannya dengan sangat mudah, hal itu karena pengalamannya.
Keduanya diam, mereka saling memandang. Pikirannya dipenuhi hal buruk, dengan panik keduanya keluar dari pasukan.
Sebelum mengatakan keputusannya, Blue mengangkat kepalan tangannya dan berjalan menuju ruangan di dalam.
Semua orang yang berada di luar gedung bersorak dengan semangat, "Yaaah!" teriak semua orang. Mereka akan mengalami peperangan sekali lagi dengan guild super besar.
Blue mendengar sorakan semua anggota tersenyum tipis, dia tidak menghentikan langkahnya. "Rori, sepertinya kondisimu kurang baik," katanya yang baru sampai di dalam ruangan.
Ada 8 orang yang duduk di depannya meja bundar. "Bos, akhirnya kamu datang," kata Rori merubah raut wajahnya yang serius menjadi lebih tenang.
__ADS_1
7 orang lainnya segera menatap Blue, mereka adalah para pemimpin guild yang bekerja sama dengan Fairy Dance cabang Kerajaan Kediri.
"Kalian duduklah, sekarang siapapun yang ingin menentang keputusanku keluar." Blue mengambil alih situasi yang canggung ini.
Rori tidak bisa memutuskan situasi ini karena memikirkan banyak konsekuensi, dia tidak ingin melawan Pentagon karena ini hanyalah salah paham.
"Kami akan menyerang Pentagon dengan kekuatan penuh. Jika kalian ingin pergi maka lakukanlah sekarang, aku tidak butuh orang setengah-setengah!" kata Blue tegas.
Tujuh orang yang duduk langsung berdiri, mereka angkat kaki dari ruangan.
Salah satu ketua guild mengatakan, "Sombong!"
Blue tidak membalasnya, dia tetap berdiam diri dan memandang meja bunda. Tepat setelah semuanya keluar dari ruangan dia tersenyum manis.
"Rori, segera siapkan pasukan. Pentagon sudah membuat gerakan." Blue memberikan instruksi.
Rori seperti orang linglung, jelas sekali dia tidak melakukan tindakan yang memancing amarah Pentagon. Namun bosnya ingin menyiapkan pasukan karena Pentagon sudah siap menyerang.
Blue melihat kepanikan di raut wajah Rori." Jangan takut, kita benar-benar akan menang. Mari usir Pentagon dari Kerajaan Kediri!" katanya sambil menepuk pundak Rori serta keluar dari ruangan.
Blue mendapat sebuah pesan dari Mario, senyumnya tambah lebar karena pasukan dari cabang Rose Merry sudah siap. Tidak hanya pemain, beberapa dari mereka adalah penduduk pribumi yang setia Desi.
Karena Mario tidak sepenuhnya mengendalikan cabang guild, dia hanya meningkatkan Reputasi guild untuk merekrut banyak penduduk pribumi sejak awal bergabungnya Rose Merry ke Fairy Dance.
Siapa lagi yang memberikan informasi penting ini kalau bukan Blue. Sekarang Rose Merry benar-benar sangat kuat, setidaknya ada lebih dari 100 pemain yang sudah menginjak level 95.
Tidak sampai disitu, mereka mengendalikan seluruh Dunia Monster. Karena Blue mengendalikan desanya, Rose Merry mengendalikan semua sumber daya didalamnya.
Bahkan super guild akan menggigit jarinya jika mengetahui sumber daya yang dimiliki Fairy Dance. Puluhan batu Energi tingkat tinggi saja sudah bisa membuat guild ditakuti, apalagi ada jutaan.
Karena kemampuan tim dari Teh Party khususnya Horizon, Fairy Dance berhasil menyembunyikan identitas asli dari batu energi tingkat tinggi. Dengan kemampuannya memanipulasi barang, Batu Energi berhasil dimodifikasi supaya tidak terlihat oleh orang biasa.
Artinya anggota Fairy Dance juga sangat terbatas yang mengetahuinya bahwa Fairy Dance memiliki persediaan yang membuat dunia terguncang.
Blue adalah pusat dari perkembangan Fairy Dance, dia memiliki Batu Bertuah yang sangat berguna. Atau lebih tepatnya dikatakan sebagai batu yang terlalu over power.
Reguna dan pasukan utamanya sudah samapi di depan markas Fairy Dance. Dia berteriak dengan suara sangat keras, "Keluar kalian!"
Blue dan Rori keluar dari gerbang dengan sangat santai. Hanya dua orang yang terlihat, sedangkan pemain lainnya masih bersembunyi di belakang ditembak pelindung.
"Tidak perlu berteriak. Sebenarnya aku sangat menyayangkan kita berakhir seperti ini, tetapi apa boleh buat. Kamu benar-benar terlalu berlebihan kali ini, Regina," kata Blue mantap tajam kearah Regina yang menunggangi sebuah harimau.
Regina menggelengkan kepala. "Bukan aku yang keterlaluan, Blue. Namun kalian benar-benar menyerang titik bawah yang sudah aku tetapkan," katanya dengan penuh percaya diri.
Sebenarnya Regina mengagumi Blue karena memiliki status yang sangat tinggi. Namun setelah pembaruan keempat, dia merasakan bahwa kemampuan bertarung adalah penentu dari pertarungan.
Oleh karena itu, Regina tidak takut dengan Blue dan pasukan lemah miliknya.
Karena tidak ingin membuang waktu, Blue mengambil pedang tangan dengan tangan kanannya. Dia ingin mempraktikkan teknik keluarga Nakamoto yang telah dia tiru sebelumnya.
__ADS_1
"Mari tunjukkan padaku kekuatan yang kamu banggakan itu!" kata Blue dengan senyum manis di bibirnya.
Regina sebagai pengguna pedang tunggal juga mengambil pedangnya. Dia turun dari hewan tunggangannya dan langsung melepaskan prana kuat.
Semua orang disekitarnya merasakan tekanan yang sangat hebat. Sayangnya itu hanyalah tekanan remeh untuk Blue.
"Baiklah, sebaiknya kamu tidak menyesalinya!" kata Regina dengan penuh percaya diri.
Dalam sekejap karakternya menghilang dan segera muncul di depan Blue. Dia langsung mengayunkan pedangnya dengan kecepatan super tinggi.
Blue tidak menghindarinya, dia menggunakan pangkal pedangnya untuk menahan serangan kuat Regina. Walaupun kemampuan bertarung sangat diunggulkan pada pembaruan keempat, status tinggi masih sedikit berpengaruh.
Oleh karena itu Blue hanya dia di tempat, sampai retakan tercipta di bawahnya. "Sungguh kekuatan yang sangat mengerikan," katanya tanpa menerima serangan.
Regina langsung melompat kebelakang, dia tidak ingin menghadapai Blue secara langsung karena statusnya sedikit dibawah.
Sayangnya Blue bukan orang baik yang akan memberikan jarak pada musuhnya. Sayap Hitam dikeluarkan, dia langsung melesat kearah Regina dengan kecepatan tinggi.
Ayunan pedangnya benar-benar menghantam pedang di genggaman Regina. Alasannya tidak lain untuk menguji kekuatan Regina yang telah berkembang.
Padahal dia belum menggunakan Slash, Regina sudah kesusahan menahan benturan pedang hingga tangannya mati rasa.
Blue tidak memberikan ampun, dia terus menyerang pedang yang di genggam Regina. Suara benturan pedang terus menerus terdengar. Semua orang dari guild Pentagon mulai cemas.
Siapa yang menyangka anak ajaib dari Pentagon benar-benar dibuat seperti ayam oleh Blue. Tidak ada serangan yang berhasil di lepaskan Regina.
"Moon Light!" kata Blue menyebutkan salah satu kemampuan yang dia tiru dari keluarga Nakamoto.
Siapa yang menyangka ternyata Nakamoto ke 9 hadir dalam pertarungan. Dia melihat dari kejauhan sekaligus akan membantu Fairy Dance jika Pentagon berhasil mengalahkan Blue.
"Sialan, sepertinya sia-sia aku membawa pasukan," kata Nakamoto melihat ribuan pemain yang sudah siap untuk menyerang Pentagon dengan kemampuan pedang keluarga Nakamoto.
"Tuan muda, siapa anak muda itu?" tanya salah satu orang dengan pakaian hijau dengan aksen hitam.
"Dia adalah guru dari kakek, jadi jangan bersikap buruk padanya atau kakek akan membunuhmu dalam sekejap," kata Nakamoto ke 9 dengan wajah serius.
Seketika semua orang yang mendengarnya terdiam, mereka melihat pertandingan yang terlihat jelas bahwa Blue adalah pemenang mutlak.
Regina menggeram tidak terima, dia adalah anak ajaib yang seharusnya tidak bisa dikalahkan. Dengan harga dirinya yang tinggi, Regina melepaskan teknik terlarang dari kelompoknya.
"Gerbang pertama : pembukaan raga!" teriaknya.
Sebuah pemberitahuan sistem muncul, Blue tidak memperdulikannya karena sedang fokus melihat aliran prana di tubuh Regina.
Sebuah kesalahan besar, Regina mengeluarkan teknik terlarang milik kelompoknya di depan Blue. Kita sudah tahu bahwa Blue adalah orang yang suka mencuri teknik orang lain.
Tubuh Regina berubah menjadi merah, energi disekelilingnya meledak.
Senyum Blue semakin lebar. "Ayo tunjukkan semua kartu yang kamu miliki!" teriaknya memanaskan suasana.
__ADS_1
Tanpa sadar matanya berubah menjadi kemerahan dan mengkilat.