
Aji memang seorang praktisi bela diri, tetapi dia hanya sebatas pemenang karate dan taekwondo. Dia belum belajar bagaikan bertarung dengan pemain gaya bebas seperti Arief dan Yuliana.
"Karena kamu sudah sampai, ayo menuju rumah latihan. Mulai sekarang aku akan bermain di sana," kata Arief sambil menghela nafas.
"Tunggu ... aku ingin bertarung denganmu di dunia nyata, seberapa hebat sebenarnya pengguna prana," kata Aji dengan penuh semangat.
Arief mengetahui bahwa Aji sudah mengetahui kekuatan prana. Namun siapa sangka dia menyebutkannya dengan gamblang tanpa berpikir.
Sedangkan Jessica masih mengetahui dasar penggunaan prana, jadi dia sangat terkejut mendengar Aji mengatakannya. Pasalnya prana adalah ketrampilan yang masih sangat berbahaya karena didalamnya banyak pembunuh kejam. Bahkan polisi tidak bisa berbuat banyak untuk melawan para pengguna prana.
"Sebelum berkata lebih baik kamu berpikir dan mencari tahu konsekuensinya. Baiklah, ayo menuju rumah latihan dulu," kata Arief berjalan menuju rumah latihan.
Dia menjelaskan dengan pelan kepada Aji tentang bahaya yang menanti, ketika prana disebar luaskan. Setidaknya mereka harus berbicara pelan jika ingin membahas hal tabu seperti itu.
Aji hanya mengetahui bahwa prana adalah kekuatan yang dimiliki oleh orang terpilih. Namun siapa sangka energi yang disebut prana itu sangat mengerikan. Bahkan bisa menghilangkan nyawa manusia.
Dia sudah bertarung di dalam arena pertandingan ratusan kali, tetapi belum pernah melihat orang terbunuh di depan matanya. Arief juga seperti itu, tetapi bermain Domain Dewa selama 35 tahun sudah cukup untuk membuatnya tetap tenang.
Setelah sampai di rumah latihan Fairy Dance, Arief mengenakan Aji kepada anggota yang masih berlatih sore hari. Walaupun bukan bertujuan membangkitkan prana, mereka semua bersiap untuk latihan esok hari.
Karena Aji meminta pertarungan tangga kosong, Arief memberikannya bergerak duluan. Gaya pertama yang digunakan Aji adalah teknik taekwondo, sedangkan Arief hanya mengangkat kedua tangannya dengan kedua kaki berdiri tegap.
Meskipun seperti seorang pengguna gaya tinju, sebenarnya Arief sedang menggunakan teknik Muay Thai.
Aji menendang dengan kaki kanan yang paling dominan, Arief menanggapi dengan mendorong badannya ke depan dan memutarnya. Dengan mengandalkan tangan kirinya, dia menyerang Aji tepat di pelipisnya.
Sebenarnya dia bisa menyerang di bagian rahang, tetapi Arief memikirkan keselamatan Aji yang bukan pengguna prana.
Suara benturan tulang kepala dan tulang tinju terdengar sangat keras, Aji langsung tersungkur dan memegang kepalanya.
Suara mendengung tidak henti-henti. Aji mulai merasakan pusing di kepalanya, dia memegang kepalanya dengan erat. Dalam pertandingan resmi, dia pernah mengalaminya, pertandingan resmi terakhirnya.
Arief yang tidak pernah menyangka Aji akan tumbang dengan pukulan biasa langsung menghampirinya. Dengan teknik penyembuhan menggunakan prana, dia mengurangi sakit dan membuat Aji pingsan.
"Sepertinya aku sedikit berlebihan," kata Arief melihat Aji yang tidak sadarkan diri.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Aji terbangun. Dia langsung berlari Arief yang sedang membuat minuman hangat.
"Guru, tolong latih aku menjadi lebih kuat!" kata Aji sambil bersujud.
Arief tersenyum dan berkata, "Bangunlah, selama kamu ada disini. Pasti kekuatanmu akan bertambah kuat. Lihat dan ingatlah orang di sini, mereka akan lebih kuat darimu suatu saat nanti."
Dia mengatakan itu untuk membuat Aji menetap di rumah latihan Fairy Dance. Selain menjaga dari orang jahat, kehadiran Aji sangat membantu meningkatkan motivasi semua orang.
Aji akhirnya membuatkan tekad untuk menetap di rumah latihan Fairy Dance, dia akan menjadi anggota yang baik dan paruh setelah dikalahkan Arief hanya dengan satu kali gerakan.
"Bos, sepertinya Desa Koral mengalami hal genting. Zaha sudah kewalahan menghadapi serangan Shadow yang membuat kerusuhan di dalam Desa," kata Jessica.
"Sepertinya penjara Desa belum cukup untuk membuat mereka jera. Ubah peraturan Desa, siapapun yang membuat kerusuhan akan dipenjara selama 3 hari."
__ADS_1
Arief mulai bertindak tegas, dia tidak ingin Desa Koral yang akan menjadi tingkat 3 di hambat oleh Shadow.
Semua orang di rumah pelatihan Fairy Dance langsung menuju desa Koral, mereka akan menghukum para pemain Shadow dengan cara yang berbeda.
Sebelum Arief membuat langkah pencegahan, dia menyuruh Zaha untuk membuat sebuah penjara yang berfungsi untuk mengurung pemain. Kamil akan memberikan desak penjara kepada pemain yang dia anggap pantas, karena desain itu bisa menjadi senjata bermata dua.
Jika pemain baik menggunakannya, mereka bisa memenjarakan pemain merah. Namun sebaliknya, digunakan untuk memenjarakan pemain baik akan sangat merepotkan.
Penjara sementara itu hanya ada sebelum pembaruan rahasia, karena dengan adanya alat aneh itu banyak pemain akan dirugikan.
"Jangan bunuh para pembuat kerusuhan, ikat mereka menggunakan tali khusus ini," kata Arief memberikan perintah kepada setiap anggota yang berkumpul di Desa Koral.
Sebanyak 72 orang berpencar mencari pembuat kerusuhan dan mengikatnya. Karena para pembuat kerusuhan hanya bekerja sendiri, mereka dapat diringkus dengan mudah.
Setelah 2 jam melaksanakan operasi, ternyata pasukan Shadow yang di pimpin Wendi muncul di bukit dekat Desa Koral. Tujuannya tidak hanya membuat kerusakan, mereka berencana merebut Desa Koral dari kepemilikan Fairy Dance.
Mawar Putih yang menerima berita tentang penyerangan penuh kekuatan Shadow tersenyum lebar. Dia bisa memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan dari Fairy Dance yang seperti tambang emas.
"Salju, segera tawarkan bantuan. Kita bisa sedikit pengambil keuntungan dari peperangan ini," kata Mawar Putih memberikan perintah kepada Salju yang berdiri di depannya.
Segera setelah mendengar perkataan neneknya, Salju mengirim pesan kepada Arief untuk menawarkan bantuan.
Arief yang tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi Shadow dengan kekuatan penuh tidak punya pilihan lain. Dia meminta 15 ribu pasukan dengan imbalan tiga batu energi tingkat menengah.
Dia beralasan mendapatkannya ketika berhasil menumbangkan monster tingkat 100. Padahal dia bisa mendapatkannya dari Batu Bertuah yang hanya bisa digunakan Arief.
"Sepakat, selama pembayaran dikirim. Pasukan Galaxy Star akan meluncur," kata Mawar Putih melalui panggilan suara.
Berbeda dengan Mawar Putih yang mengerutkan dahinya, dia merasa ada yang salah dengan Arief ketika memberikan Batu Energi dengan mudah.
"Sial, sekali lagi aku tertipu. Aku yakin bocah itu mempunyai lebih dari 10 Batu Energi tingkat menengah, seharusnya aku meminta 10!" katanya sedikit menyesal.
"Bisnis sudah berjalan, aku tidak bisa membatalkannya. Pasti ada kesempatan lain," lanjutnya dengan nada pelan.
Salju langsung memimpin 15 ribu pemain untuk membantu Fairy Dance mempertahankan Desa Koral.
Dengan pasukan Galaxy Star yang menuju Desa Koral, semua pemain sudah dapat memastikan bahwa Fairy Dance memiliki hubungan khusus dengannya.
Forum diskusi Domain Dewa meledak karena pergerakan skala besar, Shadow yang membawa 15 ribu pemain untuk menyerang Desa Koral mulai berpikir ulang karena pergerakan Galaxy Star.
Arief sebagai orang yang terancam tidak membiarkan mereka mundur dengan mudah, Reaper sudah menyiapkan jebakan di garis pelarian mereka.
Menara Sihir yang tidak menyerang, memancarkan cahaya berwarna kuning. Ia bersiap untuk menembakkan energi yang sangat jauh.
Serangan Menara Sihir berhasil mendarat di tengah pasukan Shadow yang jaraknya 12 kilometer dari Desa Koral.
Semua orang yang melihat serangan Menara sangat terkejut, bahkan tidak sedikit yang menganggap serangan itu hanyalah bug sistem. Namun semuanya dijawab ketika Menara Sihir Fairy Dance menembakkan lagi serangannya.
Dua serangan Menara Sihir sudah menghancurkan seper sepuluh pasukan Shadow. Arief yang merasa bahwa tindakan Shadow sangat keterlaluan tidak membiarkan satu orangpun lepas dari genggamannya.
__ADS_1
Pasukan Galaxy Star sudah sampai di sebelah kanan pasukan Shadow. Mereka siap menyerang ketika Salju memberikan perintah.
"Serang!" teriak Salju memberikan perintah. Sebenarnya dia masih terkejut dengan serangan Menara Sihir yang dapat menghilangkan 750 orang dalam sekali serang.
Namun sebagai seorang pemimpin Salju tidak diperbolehkan untuk terkejut terlalu lama. Dia sedang memimpin pasukan utama Galaxy Star, tidak boleh ada kesalahan.
"Mundur, jangan biarkan kalian mati," kata Wendi yang memberikan perintah untuk mundur. Mereka menuju bagian kiri bukit untuk menghindari serangan Galaxy Star.
Namun siapa sangka 20 Menara Petir telah berdiri tegap. Pasukan Fairy Dance akan bertarung dengan sekuat tenaga supaya Menara Petir tidak roboh.
Cola dan Teguh akan menjadi pemain depan yang siap untuk mati dalam perang. Mereka menggunakan peralatan terbaik yang telah di buat Aden, tidak ada penyesalan dalam tindakannya.
Mereka percaya Arief akan memikirkan kompensasi yang sangat memuaskan untuk mereka berdua.
"Jangan biarkan siapapun lolos!" teriak Cola memandang Teguh yang memasang wajah serius.
"Apa maksudmu lolos, selama aku ada disini mereka hanyalah semut yang tidak mempunyai tujuan," kata Saputra mengeluarkan golem setinggi 3 meter.
Dia adalah penyihir bumi yang sangat terkenal di masa depan. Namun dengan bantuan Arief, sekarang dia sudah mendapatkan ketrampilan yang membawanya menuju langit.
Tidak hanya satu golem yang berhasil di panggil, dia mengeluarkan 5 sekaligus. Walaupun membebani MP, dia menggunakan ramuan yang telah disediakan Fairy Dance sebanyak mungkin.
Bahkan dia memiliki makanan khusus dari Agya untuk menjaga stamina dan konsentrasinya.
Karena menganggap bahwa pertahanan Fairy Dance adalah yang paling lemah, Wendi menyerah tanpa memikirkan konsekuensinya.
Kelompok Doran tidak mau kalah, mereka menerjang pasukan Shadow seperti seekor harimau yang kelaparan.
Martin sebagai seorang penyihir tanah juga membangun sebuah tembok di sekitar Menara Petir supaya pasukan Shadow tidak bisa menyerang.
"Sial, belok kanan. Mundur apapun yang terjadi," teriak Wendi yang mulai kebingungan pasukannya tewas dengan cepat. Walaupun membawa senjata sihir, dia tidak bisa memikirkan cara terbaik untuk lepas dari situasi sekarang.
Sayangnya jalan pelariannya sudah di hadang Reaper yang memasang jebakan bom peledak skala besar. Setidaknya ada 1000 bom yang sudah dipasang.
Seketika pemain Shadow yang menginjak ranjau langsung berterbangan dan tubuh mereka menjadi transparan.
Sekarang hanya tinggal 10 pemain Shadow yang masih selamat dengan HP yang berwarna kuning. Seseorang berpakaian biru gelap dengan langkah kakinya berkata, "Speed of Light."
Seketika tubuhnya berada di depan Wendi yang tidak bisa bertarung karena ketahanan peralatannya sudah hancur karena jebakan.
Dengan senyuman lebar, Arief berkata, "Ekstrim Blade!"
Seketika semua pemain Shadow dikirim ke Rumah Kebangkitan. Tidak ada yang tersisa bahkan banyak peralatan mereka hancur karena serangan bom peledak dan Menara Petir.
Bom Shadow langsung membanting komputernya yang memberikan laporan bahwa dia telah mengalami kerugian sebanyak 1,2 miliar kredit.
"Bodoh, katamu kita akan menang dengan pasukan mahal itu!" kata Bos Shadow sambil melempar asbak di sebelahnya ke arah dahi Yohana.
Seketika darah keluar dari dahinya, dia tidak bisa berkata apapun. Semua informasi mengatakan Fairy Dance hanya memiliki 50an anggota, seharusnya dengan 15 ribu pemain mereka bisa mengalahkannya.
__ADS_1
"Sekarang kamu pergi, sungguh sia-sia membesarkan kamu di Shadow," lanjut bos Shadow mengusir Yohana tanpa uang pesangon.
Dengan darah bercucuran di dahi, Yohana keluar dari markas besar Shadow. Entah kenapa dia tidak merasakan sedih ketika diusir, malah merasa bebas.