
Gelombang tiga di lalui dengan cukup mudah. Arief menjadi kontributor terbanyak.
"Semua istirahat di dalam Desa, gelombang 4 akan dimulai 2 jam dari sekarang." Arief memberikan perintah untuk segera beristirahat, karena melihat semua kelompok petualang pribumi kelelahan.
Namun dia mengatakan dengan senyum manis, karena melihat Level para petualang bertambah sangat pesat.
Berbeda dengan pemain, level petualang lebih cepat bertambah jika mereka membunuh monster pada sebuah acara tertentu.
Sedangkan pemain mendapat koin lebih banyak, tetapi pengalaman lebih sedikit.
Arief dan Leon telah berhasil mencapai level 24, satu level lagi mereka bisa mencari hewan peliharaan.
Setelah pembaruan ketiga, hewan peliharaan akan di rilis. Kegunaannya tidak hanya memberikan tambahan status, tetapi juga dapat menambah efek khusus lainnya.
Salah satu pet terkenal di Danau Putih adalah Burung Curik. Hewan peliharaan tersebut bisa memberikan tambahan api biru ketika menggunakan Skill.
Setelah skill api biru digunakan, pemain akan mendapatkan penambahan status Kerusakan dan Kecepatan sebanyak 25%.
Namun menemukan hewan peliharaan tergantung keberuntungan pemain. Karena tidak mudah untuk menjinakkan hewan peliharaan yang sudah besar.
Pilihan satu-satunya pemain yang tidak bisa menjinakkan hewan peliharaan adalah menetaskan telur yang di beli di pasar.
Jika beruntung pemain juga bisa mendapat di Dungeon atau Field. Namun kesempatan jatuhnya sangat rendah.
"Leon, kamu bekerja sangat keras hari ini. Apa yang terjadi?" tanya Arief mendatangi Leon yang sedang istirahat.
"Tidak ada, hanya saja orang tuaku sangat senang aku bisa menghasilkan uang bulanan." kata Leon sambil tersenyum.
Karena Leon mendapatkan gaji bulanan sebanyak 5 ribu kredit, orang tuanya menyetujui untuk fokus bermain Domain Dewa.
Tidak samapi disitu, penghasil Leon ketika penyerangan Monster sudah 2 koin emas. Jika di jual dia bisa mendapatkan penghasilan tambahan.
Dia sangat bersyukur kepada Arief yang telah membantunya memberikan jalan untuk bermain game secara profesional.
Hal ini merupakan salah satu impian sejak lahir, jadi Leon merasa berhutang budi kepada Arief yang mengajaknya bermain Domain Dewa.
"Jangan terlalu berpuasa diri, aku yakin suatu saat ada perusahaan besar akan mengadakan sebuah kompetisi. Aku mau Fairy Dance berpartisipasi."
Arief mengatakan tujuan awal Fairy Dance mengikuti kompetisi besar. Namun dengan kemampuannya sekarang mereka tidak akan bisa lolos dari babak penyisihan.
Tanpa sadar semua anggota Fairy Dance tersenyum tipis mendengar perkataan Arief yang diucapkan dengan lantang.
Mereka juga menantikan kompetisi akbar yang dapat mempertemukannya dengan pemain hebat di seluruh dunia.
Petualang pribumi memulihkan stamina menggunakan minuman khusus. Semua minuman atau ramuan di belikan guild Fairy Dance.
__ADS_1
Jadi para petualang pribumi tidak perlu mengeluarkan uang pribadi untuk membeli sebuah minuman khusus.
Setelah beristirahat cukup lama, Arief melihat waktu gelombang keempat tinggal 2 menit.
"Segera persiapkan diri kalian menghadapi 800 monster. Aku tidak ingin satupun pemain maupun petualang mati dalam medan perang."
Sistem : Selamat Desa Koral menjadi yang pertama memasuki Gelombang ke empat.
Arief melihat gelombang monster yang seharusnya 800 monster berlipat ganda. Dia melihat 1600 monster keluar dari dalam tanah.
"Apa yang terjadi, seharusnya hanya ada 800 monster," kata Arief kebingungan.
Sistem : Desa Koral telah berhasil memicu evolusi acara penyerangan. Jumlah monster akan berlipat ganda dan memungkinkan barang langka jatuh.
Semua tim Fairy Dance sangat terkejut melihat pemberitahuan sistem. Mereka tidak menyangka menjadi pusat perhatian dari sistem.
Arief juga menerima pemberitahuan tambahan.
Sistem : Apa anda ingin nama Desa Koral di publikasikan?
Dia langsung menolak karena keamanan Desa Koral masih berada di bawah garis aman. Sehingga sangat beresiko membuka Desa untuk umum.
Setidaknya Desa Koral harus berevolusi menjadi Desa 3 atau bahkan Kota sebelum membukanya untuk umum.
Ketika pemain membuat keributan, para penjaga keamanan akan bertindak dengan cepat jika desa sudah berevolusi.
Pemberitahuan Dunia : Sebuah Desa telah berhasil memasuki gelombang ke empat. Acara khusus telah di tambahkan. Semoga pemain dapat menikmati.
Arief mengerutkan kening, dia mengira acara khusus hanya untuk Desa Koral, telah juga untuk desa, kota, dan kerajaan lainnya.
Hal tersebut memicu perdebatan akibat acara khusus. Karena monster berlipat ganda membuat guild kecil kewalahan.
Sedangkan untuk guild besar akan sangat di untungkan, karena pendapatan koin emas mereka akan semakin berlimpah.
Hanya dalam beberapa menit setelah pengumuman dunia, hara koin emas turun sampai 40%. Arief mengerutkan kening setelah melihat harga koin emas yang turun sampai 40%.
Harga tersebut jauh lebih rendah dari kehidupan sebelumnya uang hanya turun 30%, kemudian akan turun secara terus menerus.
"Formasi ke empat. Jangan bergerak terlalu jauh dari kelompok, monster penyerang terlalu banyak."
Formasi empat berfokus kepada serangan bergantian dan saling melindungi. Hal tersebut karena musuhnya terlalu banyak.
Cola dan para pemain depan petualang pribumi tidak akan bisa menahan kerusakan yang dihasilkan.
Jadi strategi terbaik adalah memancing beberapa monster kemudian mengalahkannya secara bertahap.
__ADS_1
"Tetap fokus, monster penyerang lebih lemah dari sebelumnya." Arief memberikan semangat kepada kelompoknya supaya tidak ketakutan.
Dia tidak berbohong tentang monster yang lebih lemah, karena mata Dewa menunjukkan semua status para monster.
Sebagian monster di tarik Cola dan pemain depan petualang pribumi. Ada 400 monster yang menuju barisan kelompok.
"Serang!" teriak Arief memberikan perintah.
Serangan ganas telah diluncurkan setiap pemain dan petualang pribumi. Mereka tidak menyisakan MP sedikitpun.
Dalam sekejap 400 monster telah berhasil di kalahkan. Setelah mengalahkan kelompok pertama, Cola dan petualang pribumi menarik beberapa monster lagi.
Namun sekarang mereka hanya menarik 200 monster, hal ini karena sebagian besar pemain jarak jauh kehabisan MP.
Arief menggunakan teknik Blade Dance. Ratusan monster telah berhasil dimusnahkan dalam sekejap mata.
Semua pemain Fairy Dance tidak terkejut dengan prestasi tersebut. Mereka sudah terbiasa melihat Arie mencapai sesuatu yang mustahil dilakukan pemain.
Yami tidak mau kalah, dia menggunakan Skill Triple Slash peringkat S. Karena dia hanya bisa menggunakan skill khusus tersebut.
Tiga gelombang tebasan besar membuat puluhan monster mati dalam satu kali serang. Kombinasi Arief dan Yami seperti seorang dewa yang membunuh rakyatnya.
Setelah semuanya selesai, Cola dan petualang menarik monster lebih banyak. Secara tidak sengaja mereka menarik 1000 monster sekaligus.
"Tetap fokus, saling menjaga dan yang paling penting jangan panik!" teriak Arief memberikan motivasi.
Kombinasi serangan kelompok Desa Koral sangat baik di tangan Arief. Mereka saling menjaga dan tenang dalam menghadapi 1000 monster sekaligus.
Waktu berlalu dengan cepat, Kelompok Desa Koral berhasil menyelesaikan gelombang ke empat dengan lancar.
"Semua istirahat, kita akan memasuki gelombang ke lima setelah 2 jam." Arief mengatur nafas karena terlalu banyak mengayunkan pedang.
Bukan stamina dalam game yang kelelahan, tetapi kondisi mental tubuh asli di dunia nyata sedang memeras kinerjanya.
Arief memberikan saran kepada pemain lainnya untuk selalu berolahraga supaya kekuatan mental dan kondisi tubuh tetap bugar.
Di sela waktu istirahat, Arief memeriksa forum diskusi. Banyak guild besar mengucapkan terima kasih karena telah memicu acara khusus.
Namun banyak guild kecil yang memakai dan mengutuk kelompok yang berhasil memicu acara tambahan.
Hal yang menjadi tanding topik adalah mencari pemain yang berhasil memicu acara khusus. Setiap orang yang berhasil menemukannya akan mendapat hadiah manis dari para guild besar.
Salah satu tawarannya adalah mengundang mereka kedalam guild tanpa harus melalui seleksi pendaftaran.
Arief hanya tersenyum pahit, dia dan Fairy Dance menjadi pusat perhatian semua orang dalam forum diskusi.
__ADS_1
Dia berharap semua anggota Fairy Dance tidak membocorkan informasi, hanya karena uang yang ditawarkan.