Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Panggung Segera Terbuka


__ADS_3

Kekalahan Justin membuat mulut semua pasukan terbuka lebar. Mereka jelas melihat Justin menggunakan semua kekuatannya. Namun Blue berhasil membuat serangan yang dapat menghancurkan Thunder Strom.


Justin masih tidak percaya, ia dalam keadaan waspada dan menggunakan Thunder Strom untuk menyelimuti tubuhnya.


"Apa yang terjadi?"


Blue menepuk pundaknya. "Semua bisa terjadi karena kau terlalu fokus. Aku yakin kau tidak menyadari keberadaan mereka," katanya sambil menunjuk pasukan yang belum bisa menutup mulutnya.


"Bukankah fokus itu sangat penting?"


"Kamu benar, fokus sangat penting. Tapi merasakan keadaan sekitar juga tidak kalah penting, kau tahu sendiri aku bisa menyembunyikan diri dengan baik."


Justin langsung membelalakkan matanya, ia baru sadar Blue bisa masuk dan keluar markas rahasia dengan sangat mudah.


"Bagaimana bisa?"


"Semua orang memiliki kelebihannya masing-masing, aku tidak akan membantumu lebih jauh."


Blue meninggalkan pasukan Justin untuk berlatih. Ia tidak mau terlalu ikut campur dalam pemahamannya. Ia menuju sebuah restoran cepat saji yang ada di pusat kota. Topeng Setan digantikan dengan topeng putih, tidak ada yang tahu penyamarannya.


Pintu restoran terbuka dengan suara keras, mereka adalah pasukan rendahan dari guild Harimau Salju. Blue tidak membuat gerakan, ia mencoba mencari informasi.


5 orang dari guild Harimau Salju tampak kesal, mereka memukul meja untuk memesan makanan. "Berikan aku minuman paling keras!" teriak salah satu pemimpinnya.


"Bajingan itu akan menerima balasanku!"


"Bos, dua saudara kembar itu sangat kuat. Lebih baik melupakan masalah ini."


"Apa kau pikir dua orang bisa menginjak nama Harimau Salju!"


"..."


Semua orang diam, mereka tidak berani menjawab jika berkaitan dengan guild Harimau Salju. Mereka hanya takut kehilangan pekerjaannya di domain dewa.


Perlu diketahui, Harimau Salju sudah merekrut banyak orang di Benua Utara. Ditambah lagi mereka memberikan gaji yang cukup banyak untuk para pemain.


Pembawa minuman datang, ternyata ia adalah seorang pemain yang tidak lemah. Blue dari kejauhan bisa melihat pria itu level 140.


"Bukankah ada Fairy Dance yang baru membuka cabangnya?" tanya pembawa minuman.


"Kondisi mereka terlalu menuntut, tidak ada satupun orang yang mendaftar di hari pertama."


"Aku sudah membaca kontraknya, gaji dan tunjangannya jauh di bawah Harimau Salju. Mereka mungkin akan gulung tikar beberapa hari lagi."


Pembawa minuman menggelengkan kepala. "Aku pikir mereka adalah kuda hitam yang akan menyaingi Harimau Salju."


"Mengapa begitu?"

__ADS_1


"Apa kalian pernah dengar nama Singa Langit?"


"Tentu, saja. Mereka adalah penguasa Benua Utara saat ini."


"Fairy Dance adalah kelompok yang menyediakan tempat untuk mereka bergerak. Ada rumor yang mengatakan Elf Salju mengikuti perintah dari guild Fairy Dance."


Pembawa minuman itu menjelaskan tentang hubungan Fairy Dance dan Singa Langit. Blue yang mendengarnya benar-benar terkejut.


Pembawa minuman menghampiri Blue yang tampak tenang. Ia langsung duduk di depannya dengan tatapan tajam.


"Menguping pembicaraan orang itu tidak baik."


Blue tersenyum tipis dan mengangkat kepalanya. "Kalian berbicara terlalu keras hingga aku mendengarnya."


"Haha, kau bocah yang sangat menarik. Apa yang sedang kau cari?"


"Informasi tentang Harimau Salju."


"Harganya cukup mahal."


"Untuk seorang bawahan dari Tujuh Mawar kau terlalu sombong. Bukankah nilainya sudah ditentukan diawal?" tanya Blue sambil menatap pembawa minuman.


"Siapa kau?"


"Pembeli."


Mereka berdua menuju dapur, pembawa minuman membuka pintu bawah tanah dan memimpin jalan menuju tempat pembelian informasi.


Pembawa minuman yang percaya diri tentang kekuatannya langsung menyerang. Blue tidak menghindar, ia memegang ujung pedang dengan dua jarinya.


Tidak hanya pembawa minuman yang terkejut, Blue yang melakukannya juga terkejut bisa melihat lawannya bergerak lambat.


Melihat pedangnya di hentikan dengan dua jari, Pembawa minuman menyadari lawan sangat kuat. "Maafkan saya, Tuan. Itu tadi hanya sebuah tes masuk."


"Aku tahu itu, tunjukkan jalannya."


Seorang kakek tua di atas kursi roda tampak membaca data di layar statusnya. Pembawa minuman langsung mengundurkan diri.


Sekarang tinggal Blue dan kakek tua di atas meja. "Apa yang ingin kau beli?"


"Jajaran orang terkuat di Harimau Salju."


"Itu sangat mahal, 10 Batu Mana putih atau tidak sama sekali."


Blue mengeluarkan 10 Batu Mana putih dan melemparnya ke arah kakek tua. Dengan cepat tangan kakek tua menangkap 10 Batu Mana putih.


"Sepertinya anda ikan yang sangat besar." Kakek itu memberikan daftar nama pemain terkuat di Harimau Salju.

__ADS_1


Blue langsung pergi dari tempat itu tanpa mengucapkan apapun. Ia belum sempat membaca informasi dan pergi karena beberapa orang merepotkan sudah datang.


Kostum yeti dan Stealth digabungkan, Blue dengan mudah lolos dari restoran tempat pembelian informasi ilegal. Blue mengetahuinya karena ada simbol mawar di gagang pintunya.


Meskipun samar, Blue bisa membedakan simbol asli dan simbol palsu. Hal itu karena Blue cukup sering meminta bantuan Tujuh Mawar di kehidupan sebelumnya.


"Cepat cari tahu siapa pria bertopeng putih itu!" ucap kakek tua di atas kursi rodanya.


Sayangnya Blue sudah menghilangkan jejak dengan teknik persembunyiannya. Ia juga sudah mengganti topengnya menjadi warna biru.


"Aku harus lebih hati-hati!" gumam Blue pelan.


Sesampainya di tempat aman, Blue membuka informasi yang di dapatkan. Ia terkejut melihat Hao Ju diluar 10 besar.


"Ini sedikit merepotkan. Ternyata tua bangka itu juga merupakan keluarga Hao!"


Blue pernah meniru seorang kakek tua ketika menghadapi murid dari Singa Langit. Kakek tua itu sama persis dengan salah satu ketua keluarga Hao nomor 7.


Setelah melihat dan menghafal semuanya, Blue segera menghapus informasi secara permanen. Ia menghilang dari tempat kejadian karena tujuh mawar sudah mengetahuinya.


30 orang berpakaian hitam tampak kebingungan tidak melihat seseorang. Dengan kode dari pemimpinnya, mereka meninggalkan tempat kejadian.


Blue merasa ada yang salah dengan mantelnya, ia segera membuang mantel dan mengubahnya menjadi Jubah Raja Api.


Justin dan pasukannya sangat bersemangat, Blue masih fokus untuk mencari kelemahan Harimau Salju. Namun ia tidak bisa menemukan kelemahannya, akhirnya ia menyuruh Justin membawa ketua 7 harimau salju ke pihaknya.


"Itu sangat sulit, Bos. Aku sudah di cap sebagai pengkhianat, tidak mungkin ada ketua yang mempercayaiku lagi." Justin tampak sangat menyesal.


"Cobalah, kakek tua itu sangat penting untuk mempertahankan posisimu." Blue memberikan teknik tambahan untuk mempercepat perkembangan Justin.


"Baik, Bos!"


Blue mencoba memperbaiki ruang buatan ini sekali lagi. Namun sebelum menulis ulang simbol, ia diberitahu Nevada bahwa Hao Ju sudah sampai di tempatnya.


"Setujui permintaannya, berikan harga yang cukup mahal. Kau sendiri saja yang datang, sudah saatnya melepaskan Dewi Bianca dari penderitaan." Blue tersenyum manis mendengar kelompok Hao Ju sampai.


Sesuai rencana, Elf Salju meminta bayaran 50 Batu Mana Putih. Nevada sendiri yang akan ikut dengan mereka.


Sekarang Nevada level 414, perkembangannya bukan main setelah mendapat penguatan dari energi kehidupan.


Blue berdiri di depan pasukan yang sedang melakukan gerakan pedang petir. "Aku tidak tahan melihat latihan kalian yang lambat. Seminggu lagi akan ada kejadian besar, kalian semua harus bisa menggunakan Thunder Strom!"


Ia dengan kejam memukul setiap pemain yang membuat gerakan salah. Penyempurnaan gerakannya juga dilakukan secara masal. Kemampuan Blue dalam memperhatikan sesuatu sangat baik, ia bisa menyadari kesalahan gerakan dengan sekali lihat.


Tidak hanya pasukan yang terkena pukul, Justin yang sudah menguasai Thunder Strom juga terkena pukulan karena gerakannya tidak efisien.


Tidak berasa 7 hari terlalu dengan cepat. Nevada dan rombongan Hao Ju datang dengan wajah penuh semangat.

__ADS_1


Dewi Bianca meminta pertemuan pribadi dengan Nevada, tidak ada yang tahu apa yang mereka bicarakan. Namun Nevada sangat serius mendengarnya.


__ADS_2