Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
292. Api VS Air


__ADS_3

Red Devil melihat seseorang yang terlihat luar biasa, dia adalah salah satu pemain yang paling menonjol di Dominasi Dunia, Tirta.


"Red Devil, akhirnya kamu keluar. Ini adalah hari yang sangat aku tunggu," katanya dengan senyum manis di bibirnya.


"Sebuah kehormatan bisa bertemu dengan jendral laut yang menggetarkan seluruh dunia. Apa yang anda butuhkan, Tuan Tirta?" tanya Blue yang menggunakan identitas Red Devil.


"Aku tidak menyangka nama kecilku bisa di dengar sang Wakil Ketua Fairy Dance."


"Yah, sayangnya anda berada di lautan setiap saat, sedangkan aku hampir tidak pernah kelaut karena alasan tertentu. Jadi mungkin ini pertemuan terakhir kita."


"Jangan bilang seperti itu. Mungkin suatu saat Ketua Blue akan memberi tugas di lautan, dan aku akan menyambut dengan tembakan meriam," kata Tirta pelan tapi sangat menusuk.


Red Devil menganggukkan kepala. "Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini. Jika di laut mungkin aku kalah tapi kita sedang di daratan, bagaimana pendapatmu?" tanyanya sambil menarik pedang yang baru saja dia masukkan.


Tirta tertawa keras. "Haha, kamu ternyata terlalu naif. Semoga ini akan menjadi pelajaran bagimu!" katanya sambil mengeluarkan sebuah tongkat dengan permata biru di atasnya.


Blue mengetahui bahwa tongkat itu tingkat Legenda. Sedangkan Blue hanya memegang pedang tingkat Epik, jelas perbedaan yang sangat mencolok.


Namun dia masih tersenyum lebar melihat orang di depannya mengeluarkan senjata yang sangat bagus. Tanpa menunggu lama, Red Devil berlari dan mengayunkan pedangnya horizontal.


Sayatan api berbentuk sabit terlihat. Tirta sudah mengetahui kemampuan Rad Devil, dia langsung melompat daripada menangkis.


Rumor mengatakan bahwa sayatan pedang itu sangat mengerikan. Bahkan pemain dengan pertahanan tertinggi tidak akan bisa menahannya.


Tidak hanya melompat, Tirta mengayunkan tongkatnya. Sebuah gelombang air keluar dari tongkat dan membentuk sebuah naga air.


Red Devil menggunakan jubah Raja Api. Sihir Tirta langsung menguap karena tidak dapat menembus pertahanan jubah Raja Api.


"Jangan bercanda atau kamu akan menyesal seumur hidupmu!" kata Red Devil.


"Haha, jangan terlalu memaksakan keberuntungan mu!" kata Tirta dengan penuh percaya diri. Sebenarnya dia juga sangat terkejut melihat sihir air miliknya bisa lenyap.


Ditambah lagi, mata istimewa yang dia miliki tidak bisa melihat juga apa yang digunakan Red Devil.


Melihat lawannya tidak bisa terbang, Blue memanfaatkan kesempatan itu untuk mempersempit jarak. Dengan Langkah Cahaya, dalam sekejap Blue sudah sampai di depan Tirta.


"Mana Shield!" teriak Tirta menggunakan skill bawaan para penyihir.


Sayangnya mana Shield tidak berguna di depan Sang Raja Api, Blue mengayunkan pedangnya yang besar secara horizontal. Anehnya tidak muncul sayatan api seperti biasanya, hanya ada Hembusan angin yang tampak mencurigakan.


Tirta tidak mau mengambil resiko, dia tetap menggunakan Mana Shield untuk melindungi seluruh tubuhnya.


"Armor Break!" kata Blue pelan.


Perlu diketahui, Armor Break tidak bisa tangkis dengan skill apapun. Karena skill itu bersifat serangan tidak langsung, walaupun kerusakan yang dihasilkan kecil.


Efek buruk yang diderita musuhnya sangat mengerikan.


[Perusak Armor

__ADS_1


Tingkat : S


Level : -


Pendinginan : 50 detik


Menusuk ke depan serta mengakibatkan efek Armor Break atau kerusakan armor. Dalam 10 detik target akan kehilangan 50% Pertahanannya serta memberikan kerusakan 100% pada musuh.]


Tirta melihat mana shield yang dia gunakan tidak berguna langsung mundur. Dia langsung menarik skillnya dan mencoba menjauh dengan cara meledakkan sebuah sihir di ujung tongkatnya.


Red Devil langsung terpental beberapa meter tapi dia tidak mendapatkan sedikitpun kerusakan karena ledakan itu tidak dapat menembus pertahanan jubah Raja Api.


"Sungguh jubah yang sangat mengerikan. Sebutkan berapa harga untuk jubah itu?" tanya Tirta dengan wajah yang terlihat sangat licik.


Sayangnya uang tidak akan bisa membuat Blue tertipu. "Bukankah kamu sebelumnya sangat percaya diri bisa mengalahkan wakil ketua ini?" kata Blue dengan penuh percaya diri.


"Jika bukan karena jubah itu, aku pasti bisa menang dengan mudah!"


Tanpa menunggu lama, Red Devil melepas jubah Raja Api. Dia ingin menunjukkan betapa lemahnya Tirta di hadapannya.


"Jangan banyak alasan, aku sudah melepaskan jubah. Ayo lakukan pertandingan yang jauh lebih menyenangkan!"


"Hai, bagaimana jika kita bertaruh. Jika aku menang maka berikan jubah tersebut, jika kamu menang maka akan aku berikan satu barang yang kamu minta?" tanya Tirta yang tampak sangat tenang.


"Jekpot!" kata Blue dalam hati.


"Tidak perlu menunggu nanti. Jika aku menang berikan tongkat sihir itu padaku!"


Tirta langsung terdiam ketika mendengar bahwa musuhnya menginginkan tongkat Legenda yang diberikan guild padanya. Jika kehilangan tongkat sihir tersebut, kemungkinan besar armada laut Dominasi Dunia akan terancam.


"Haha, aku tidak yakin jubah milikmu sepadan dengan tongkat sihir ini!"


"Yah, aku memang tidak yakin tongkat jelek itu sepadan dengan jubah milikku. Itu aku lakukan hanya untuk menghormati orang sopan sepertimu," kata Blue pelan tapi menusuk hati.


Blue memutar balikkan perkataan Tirta yang menyebut bahwa jubah Raja lebih rendah dari tongkatnya.


Merasa dirinya dipermainkan, Tirta merapal sihir air yang terlihat sangat kuat. Sebuah ombak air setinggi 3 meter tercipta di belakangnya. "Akan aku tunjukkan padamu, tanpa jubah kamu hanyalah sampah!"


Blue melihat gelombang ombak setinggi 3 meter menuju keempatnya. Bukannya takut, Blue malah tersenyum dan bergumam pelan. "Keterampilan Buatan : Tebasan Bintang."


[Keterampilan Buatan : Tebasan Bintang]


Tingkat : S


Level : 5 (0/800) (Cincin Kartanegara +1)


Pendinginan : -


Mengayunkan dua pedang secara bersamaan hingga membuat percikan bintang. Pemain dapat menghasilkan 800% kerusakan.

__ADS_1


Batas level : 9 (Cincin Kartanegara +1)(Bisa meningkat dengan pemahaman lebih lanjut)


Tepat ketika kedua serangan berbenturan, Keterampilan Buatan milik Blue langsung membelah ombak dengan sangat mudah. Serangnya menerobos hingga mengenai Tirta yang belum siap dengan pertahanannya.


[Pemain Blue berhasil memberikan kerusakan -7100 serangan kritikal.]


Melihat kerusakan yang dia terima, Tirta langsung melompat kebelakang. Dia menjadi lebih waspada pada musuhnya, sayangnya sudah terlambat.


Blue sudah sampai didepannya. Dia mengayunkan pedangnya berkali-kali hingga Tirta tidak bisa berbuat apapun.


Mana Shield bisa dihancurkan dengan mudah, serangannya tidak dapat menembus pertahanan musuh. Mengetahui hal tersebut, Tirta berencana melarikan diri. Makanya dia menghubungi kelompok untuk menghadang Red Devil yang sedang menyerangnya bertubi-tubi.


7 orang muncul dan langsung menyerang Blue yang sedang mengayunkan pedang besarnya. Karena kesusahan membuat pertahanan, Blue memilih untuk melompat kebelakang.


Tirta memanfaatkan kesempatan itu untuk berlari meninggalkan medan perang dan mengisi HPnya terlebih dulu.


Sayangnya seseorang menerjang dari atas langit, Tirta langsung terbelah dan dikirim ke Rumah Kebangkitan. Pemain tersebut tidak lain adalah Blue dengan tubuh aslinya.


Iblis Kecil muncul di sebelahnya karena tidak mungkin mengejar dia bisa mengimbangi kecepatan Blue. Oleh sebab itu, Blue memilih untuk memasukkannya kedalam Dunia Buatan.


Namun siapa yang menyangka baru beberapa hari didalam dunia buatan, dua tanduknya tumbuh 2 centimeter. Karena menggunakan topeng, semua orang tidak akan menyadari dia adalah iblis setengah manusia.


Sebuah tongkat berwarna biru jatuh. Blue tersenyum manis melihat senjata yang dia incar jatuh. Hal itu karena Blue mempunyai kemampuan yang bisa meningkatkan barang jatuh musuhnya.


Dia mendapatkan keterampilan pasif ini dari Celah Dimensi. Sistem saja tidak bisa mendeteksi keterampilan tersebut, jadi bisa dipastikan Blue sangat aman.


"Barang yang bagus," katanya mengambil tongkat sihir.


7 orang yang berusaha menyelamatkan Tirta terkepung 3 orang kuat dari Fairy Dance. Mereka saling melihat dan memilih untuk berpencar supaya tidak mengalami banyak kerugian.


Sayangnya trik murahan seperti itu tidak akan bisa mengecoh Blue dan Red Devil yang mempunyai satu komando. Bahkan Iblis Kecil juga mengetahui apa yang dimaksud tuannya.


Tiga orang langsung berpencar dan mengayunkan pedangnya mengenai punggung musuh secara bersamaan. Setelah dipastikan telah mengirim target ke Rumah Kebangkitan, ketiganya langsung beralih pandangan.


Tanpa membuang waktu, ketiganya berlari menggunakan keterampilan yang hampir sama, Langkah Cahaya. Jadi bisa menjangkau pada musuhnya dengan sangat cepat.


Sayangnya ada satu pemain musuh yang berhasil lolos dari tangkapan Blue, Red Devil, dan Iblis Kecil. Namun itu belum akhirnya karena Regina sudah menunggu orang yang lolos dari pembantaian yang dilakukan anggota Fairy Dance.


Tanpa mendengar penjelasan musuhnya, Regina langsung menebas musuhnya tanpa rasa kasihan sedikitpun. Musuhnya terlihat sangat ketakutan, Regina dapat melihat dari tatapannya.


Regina melihat titik cahaya dari musuhnya. "Aku tahu perasaanmu menghadapi dua monster yang sangat ditakuti guild super."


Setelah mengucapkan kata kosong seperti itu, Regina kembali ke perbatasan untuk melihat situasi perang. Siapa yang menyangka ternyata ada dua raksasa yang sedang dikeroyok 15 raksasa dari Dominasi Dunia.


"Darimana raksasa itu?" tanya Regina pada prajurit Pentagon yang sedang beristirahat .


"Mereka berdua datang bersama ketua Blue. Mungkin saja itu adalah kartu yang dimiliki Fairy Dance."


Regina berpikir sejenak. "Sialan, jadi ini yang dimaksud Jessica tentang kejutan Dari Fairy Dance!"

__ADS_1


__ADS_2