Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Mulai


__ADS_3

Blue berjalan menuju Venom dan menepuk pundaknya. "Sial, aku benar-benar berpikir untuk membunuhmu jika menolak."


"Hah? bukankah selama ini kau sudah tahu?"


"Hukuman sistem hanya di terima oleh Raja Iblis yang mengakui pemain. Tentu saja aku tidak tahu," kata Blue sambil menganggukkan kepala.


Disisi lain Venom juga baru mengetahui informasi tersebut karena tidak punya banyak teman. "Terus perlakuan mu selama ini?"


"Itu murni karena aku ingin menjadi temanmu. Huh, setidaknya aku tidak perlu bertarung mati-matian denganmu." Blue khawatir akan kehilangan dukungan Raja Iblis Venom.


Mendengar penjelasan Blue, Venom merasa bahwa ini adalah pertama kalinya ia mendengar suara yang begitu melegakan. Kedua tangannya langsung memeluk Blue yang tubuhnya tidak lebih tinggi darinya.


"Terima kasih."


"Bodoh, aku tidak membantumu dengan gratis. Lihatlah karena kau lemah Fairy Dance di kepung pasukan musuh!" teriak Blue sambil mengelus punggung Venom.


Mendengarnya, Venom melepaskan pelukan dan auranya. "Siapa yang berani!" ucapnya.


"Kau terlalu lemah, segera jadilah Raja Iblis tingkat 5. Itu akan membantu menahan Raphael untuk sementara waktu." Blue melemparkan Batu Naga Hitam.


"Raphael?"


"Dia adalah pahlawan yang sangat kuat. Setidaknya dia bisa membunuh kepala keluarga Venom dengan 9 gerakan saja."


"Tidak mungkin, kepala keluarga Venom adalah Raja Iblis tingkat 9!"


"Itu terjadi jika Raphael akan menggunakan semua kekuatannya. Menurut pendapatku, Raphael hanya bisa menggunakan 10% kekuatannya karena hukuman sistem."


"Kenapa bisa begitu?"


"Aku tidak tahu mengapa pahlawan itu mencari buku neraka, mungkin saja itu berkaitan dengan segel di dalam tubuhnya. Jika dia melepaskan kekuatan aslinya, Benua Tengah akan menjadi debu. Itu bertentangan dengan hukum sistem."


"Maksudmu Raphael dari Benua Dewa?"


"Kamu cukup pintar. Ia secara paksa menerobos masuk dunia manusia karena Buku Neraka telah menghilang ke tangan manusia." Blue tidak menyebutkan detailnya informasi karena Venom bisa di peras Raphael. Lebih baik menyembunyikan bahwa Buku Neraka ada di Dual Secret Sword.


Venom kembali ke tempatnya, Blue mengeluarkan Iblis Kecil dan pasukan Tobias.

__ADS_1


"Fairy Dance dalam masa krisis, gunakan semua cara untuk merekrut para iblis petarung dan monster yang setia!"


Tobias dan pasukannya langsung berpencar, mereka akan mencari sebanyak mungkin iblis petarung untuk melayani tuannya. Sedangkan Iblis Kecil masih menundukkan kepala.


"Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Blue.


"Tuan, aku sudah cukup kuat. Mengapa anda tidak pernah membiarkanku turun ke medan perang langsung?"


"Seorang jendral tidak pernah berperang sendirian, dia selalu minta bantuan pada rekan-rekannya. Aku ingin kau belajar dari para jendral yang sudah gugur, ia selalu mempunyai rekan yang setia di sampingnya."


Iblis Kecil mulai paham dengan tujuan tuannya. "Baik, Tuan. Aku tidak akan mengecewakan anda!" jawabnya dengan tegas.


Karena levelnya sudah lebih dari 400, Iblis Kecil bisa menghilang dan terbang sesuka hatinya. Setengah iblis itu akan menjadi pilar terkuat Fairy Dance di masa depan. Tidak hanya menerima berkah iblis, ia juga bisa menerima berkah para dewa.


Blue tidak menggunakan energi kehidupan pada Tobias dan Iblis Kecil karena alasan kepercayaan. Meskipun mereka sudah setia, tetapi tanpa sumpah darah Blue tidak akan menggunakan energi kehidupannya.


Setelah semua orang pergi, Blue berjalan menuju balkon istana Venom. Ia membuka layar status dan matanya langsung tertuju pada energi kehidupannya.


"Sekarang aku benar-benar miskin," gumam Blue pelan.


Ia melihat energi kehidupannya hanya 2 miliar, padahal menurut Athena seorang demigod sangat rendah minimal mempunyai 500 miliar energi kehidupan.


"Aku masih berpikir cara meningkatkan energi kehidupan. Akan sangat berbahaya jika menghadapai para Demigod dengan energi kehidupan seperti ini."


"Bukankah kamu sebelum berhasil mengalahkan Dewi Bianca?"


"Itu murni keberuntungan, Dewi Bianca terlalu bodoh dan tidak bisa menggunakan kekuatannya dengan baik. Jika ia diberikan waktu 1 jam lebih lama, pasti aku yang akan kalah." Blue merenung dan menatap bulan di langit.


"Setidaknya kau sudah pernah melawan Demigod lemah, ayo pikirkan sisi baiknya. Sekarang banyak iblis dan monster yang setia padamu, gunakan kesempatan itu untuk mengucap sumpah darah."


"Aku juga berencana seperti itu, tetapi jumlahnya masih kurang untuk memulai perang."


"Bukankah para pemain juga setia pada Fairy Dance?"


"Aku tidak ingin merusak masa depannya, jadi para pemain berbakat biarkan menentukan pilihannya di masa depan."


"Huh, tidak aku sangka orang sepertimu sangat bersimpati pada pemain. Lebih baik membiarkan para iblis dan monster segera mengucap sumpah darah, itu lebih baik daripada tidak sama sekali."

__ADS_1


Blue menganggukkan kepala, malam-malam ia bergerak dan segera memberikan kesempatan pada para iblis untuk mengucap sumpah darah. Lebih dari 7 juta iblis di wilayah Venom bersedia melayani Fairy Dance sampai akhir hayatnya.


Kali ini iya tidak memberikan energi kehidupannya karena penambah dari Raja Segalanya tingkat Rendah sudah cukup untuk membuat para iblis menjadi kuat.


Hingga akhirnya semua yang mengetahui Blue menjadi pengikut Raja Segalanya. Kemampuan mereka ditingkatkan karena efek tambahan, disisi lain Blue mendapatkan energi kehidupan yang cukup banyak.


Andreas memimpin pasukan aliansi untuk menyerang Danau Putih, setelah berhasil melumpuhkannya, mereka akan bergeser untuk menghancurkan istana Fairy Dance dan beberapa cabang guild.


Nama Andreas sudah terkenal di seluruh penjuru Benua Tengah karena ia adalah pemain terkuat di Domain Dewa. Namun aslinya dia tidak lebih kuat dari Hao Yang yang menyembunyikan kekuatannya.


"Karena Fairy Dance menolak untuk berdamai, mari ratakan mereka!" teriak Andreas di atas podium memberikan semangat pasukan aliansi.


3 super guild yang ikut dalan aliansi, mereka adalah pasukan yang tidak mendapatkan informasi Rumah Kebangkitan. Beberapa super guild yang tidak mendapatkan informasi diam dan memilih untuk mendekati 10 pembeli informasi.


Salah satunya adalah Demon Slayer yang pernah berhadapan dengan Fairy Dance, mereka memilih mendekati Abraham dari Lima Pilar. Mereka sadar kekuatan Fairy Dance belum di kerahkan ketika melawannya, lebih baik mundur secara terhormat. Ye Mo yang berpikiran sempit juga sudah melakukan petualangannya ke Benua Timur, jadi Demon Slayer kehilangan beberapa pemain berbakat.


Leon di benteng setinggi 10 meter menatap rendah para pasukan aliansi. Benteng ini dibangun dengan sangat kokoh layaknya tembok cina.


"Sangat baik, Ketua Andreas. Kami Fairy Dance tidak akan takut dengan gertakan remeh seperti itu!" teriak Leon dengan suara lantang. Tangannya melambai dan ratusan Meriam Otomatis telah muncul di mulut Benteng Danau Putih.


2 miliar pemain telah bersiap melawan Fairy Dance, mereka menatap benteng Danau Putih seperti bolu yang mudah dihancurkan. Mungkin sangat tidak realistis jika di terapkan pada dunia nyata 2 miliar orang, tetapi Domain Dewa mempunyai tanah yang jauh lebih besar dari bayangan semua orang. Jadi 2 miliar pemain hanya memenuhi satu persepuluh hutan yang mengelilingi Danau Putih.


Dengan lambaian tangan, pasukan aliansi berlari menuju benteng Kota Danau Putih. Mereka menyuruh para guardian untuk melindungi pemain di belakang.


Leon tidak tinggal diam, ia menyuruh semua senjata untuk menyerang bagian belakang. Sedangkan untuk barisan depan akan di urus oleh pemain yang sudah siap.


Peluru sihir muncul dari meriam otomatis, kali ini Fairy Dance tidak menahan diri. Mereka menggunakan Batu Energi tingkat menengah untuk memulai serangan. Hasilnya sungguh mengejutkan, perisai yang terbuat dari Batu Mana berhasil di hancurkan dengan satu tembakan.


Para pemain depan yang tidak memiliki dukungan dari belakang kebingungan. Mereka membubarkan formasi dan berlari mundur.


Leon menggerakkan tangannya. "Habisi mereka!" teriaknya memberikan perintah menyerang pemain depan.


Menara Tersembunyi keluar dari tanah dan langsung menyambar para pemain depan. Lebih dari 100 pemain depan dilumpuhkan.


Pasukan Aliansi tak gentar, mereka masih mempunyai miliaran pemain untuk menyerang. Andreas hanya penguji pertahanan musuh dengan 1000 pemain.


"Seperti yang diharapkan, mereka menggunakan cara licik untuk menjebak kita." Andreas tersenyum melihat ratusan menara tersembunyi keluar, ia mengerahkan 1000 pemain lainnya.

__ADS_1


Leon yang mengetahui rencananya memberikan perintah pada unit pembunuh. "Reaper, singkirkan mereka."


"Baik!" jawab Reaper pelan.


__ADS_2