
Fairy Dance mundur sementara, bukan berarti mereka melepaskan Desa Singosari, tetapi untuk menunggu bantuan dari markas pusat. Kali ini Blue akan memimpin pasukan secara pribadi, Chris masih butuh belajar.
"Ayo bergerak," kata Blue memberikan perintah.
Karena ada penyusup yang ada di dalam pasukan, Blue memecah pasukan menjadi 10 kelompok. Setiap kelompok beranggotakan 5 ribu orang, itu dilakukan supaya informasi yang diberikan oleh penyusup tidak akurat.
10 kelompok akan di pimpin para orang terpercaya di Kota Dingin, mereka tidak lain adalah Chris dan rekan-rekannya.
Sedangkan Blue akan memimpin beberapa orang seperti Reaper dan rekan-rekannya. Dia akan menyusup ke jantung pertahanan musuh dengan Reaper dan tim, untuk menyukseskan serangan Blue telah membekali setiap kelompok dengan senjata sihir.
Blue menunggangi Raul dan mengeluarkan Bee serta Ela. Dia saja sudah cukup untuk melakukan pertempuran kelompok. Makanya Blue bergerak sendiri, sedangkan Reaper dan tim akan melakukan penyusupan secara diam-diam.
Sesampainya di depan gerbang Desa, Blue melihat sekelompok orang yang sudah menghadangnya. Artinya ada orang yang membocorkan strateginya pada Darah Merah. Blue tidak panik, dia sudah mengetahui ada penyusup di pasukannya.
"Aku tidak menyangka ketua Fairy Dance datang sendiri untuk merebut barang orang lain," kata seorang pria berjenggot. Dia adalah ketua Darah Merah, Norman.
"Ketua terlalu memuji, aku datang kesini tidak lain hanyalah mengambil Desa Singosari. Bukannya mengambil milik orang lain, toh kemarin kalian sudah menghancurkan pasukan Fairy Dance dengan bantuan orang lain!"
Blue turun dari Raul perlahan mendatangi Norman yang menunggangi Kuda Merah. Dengan langkah kaki pasti semua pasukan di belakang Norman menerima tekanan yang sangat kuat.
Tidak ada pelepasan prana sedikitpun, semua adalah orang kuat. Mereka merasakan bahwa Blue adalah orang yang harus diperhatikan atau bahkan dihindari.
Norman juga menerima tekanan yang sangat kuat, tetapi dia sudah sering merasakannya. Jadi bisa menangani tekanan yang diberikan musuhnya.
Dia juga turun dari tunggangannya mendekati Blue yang sedang berjalan kearahnya.
"Kamu terlalu percaya diri. Semua pasukan Fairy Dance tidak akan sampai disini, bahkan jika kita menunggu berhari-hari." Norman menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis.
Membalas senyum lawannya, Blue tampak seperti pria yang sangat menawan. Bahkan beberapa perempuan akan tersihir oleh ketampanannya, sayangnya ini hanyalah permainan. Pada kehidupan aslinya Blue tidak setampan dalam permainan.
"Bagiamana jika kita melakukan pemanasan untuk menunggu pasukan siapa yang akan sampai?" tanya Blue mengeluarkan pedangnya.
Norman mengeluarkan tombaknya, dia adalah seorang yang mempunyai kelas tombak tunggal. Jelas Blue sangat dirugikan dalam pertarungan ini, tetapi melihat wajahnya yang sangat percaya diri tidak mungkin dia akan kalah.
"Menarik, tetapi tidak seru kalau tidak melakukan taruhan yang sepadan. Bagaimana jika beberapa potong senjata Epik?" tanya Norman dengan sudut bibirnya yang terangkat.
Blue menggelengkan kepala. "Sangat rendah, bagaimana dia sebuah desa? tenang saja Desa Singosari akan tetap kita perebutan di peperangan!" jawab Blue dengan nada penuh provokasi.
Dia berencana mendapatkan 2 desa sekaligus pada perang kali ini. Makanya dia menantang Norman untuk melakukan taruhan besar.
Perlu diketahui setelah Kalung Kartanegara dia dapatkan, Blue mempunyai status yang sangat gila. Hanya dengan satu kalung bisa meningkatkan semua status sebanyak 100 poin. Tidak hanya kelincahan tapi kekuatan Blue juga sangat tinggi.
Total Blue mendapatkan 500 poin tambahan, dia harus meninggal berapa level untuk mendapatkan poin sebanyak itu. Makanya Kalung Kartanegara sangat gila, bahkan di kehidupan sebelumnya tidak ada yang berhasil menemukannya.
Ketika mempertaruhkan desa Blue tampak sangat yakin, hal itu membuat Norman harus berpikir beberapa kali. Dia sudah mengetahui bahwa Blue adalah pemain yang sangat terampil, bahkan pengguna prana pernah kalah darinya.
__ADS_1
Awalnya dia hanya ingin menguji kemampuan dengan mempertaruhkan beberapa barang Epik. Namun sekarang berbeda karena permintaan Blue sedikit banyak.
Norman memang ketua guild, tetapi dia tidak dapat memutuskan masalah desa. Dia sendiri juga tidak tahu siapa yang mengendalikan guild secara sepenuhnya, tetapi satu hal yang pasti dia tidak bisa bergerak bebas.
Sempat terbesit pikiran bahwa dia sangat ingin seperti Fairy Dance yang tidak menjual sahamnya pada orang luar. Sekarang guild yang dia bangun sudah di kuasai oleh orang kaya, bahkan sahamnya sekarang tinggal 30%.
Sangat mudah untuk menyingkirkannya dari kursi kepemimpinan, makanya Norman lebih memilih diam dan tidak melakukan tindakan yang mencolok. Kelima guild lainnya juga melakukan hal yang sama, mereka semua sudah tidak bisa bergerak bebas.
Awalnya Norman dan kawan-kawan membuat 5 guild berbeda untuk menampung bakat-bakat di Kota Dingin. Mereka ingin melengkapi satu sama lain, tetapi sekarang tidak seperti tujuan awalnya.
Kelimanya saling berpolitik dan waspada satu sama lain. Bahkan ketika Darah Merah dihancurkan oleh Fairy Dance, tidak ada satupun guild yang membantunya. Ditambah lagi informasi yang mengatakan bahwa keempat guild juga membantu penyerangan.
"Aku tidak bisa memutuskan itu, tetapi kalau kamu berhasil keluar menjadi pemenang, akan aku tawarkan barang ini!"
Norman mengeluarkan sebuah benda berwana hitam bertuliskan Hati Hitam. Pemberitahuan sistem membuat Blue tidak bisa menahan keterkejutannya.
[Buku Neraka menemukan serpihannya, jika berhasil menyerapnya Buku Neraka akan sempurna dan bisa digunakan sesuka hati tanpa efek samping]
"Baiklah, mari mulai," kata Blue langsung menyerang tanpa menyebutkan hadiah yang diberikan ketika kalah.
Ayunan pedangnya berhasil membuat Norman tidak dapat menghentikannya.
[Pemain Blue memberikan kerusakan - 200]
Norman jelas terkejut melihat kerusakan yang dia terima. Pasalnya serangan Blue berhasil ditangkis, tetapi kerusakan masih masuk.
Kebingungan muncul, Norman tidak pernah mengetahui hal seperti ini. Namun beberapa orang yang menonton mengetahui penyebabnya.
Kekuatan serang Blue jauh di atas pertahanan Norman, oleh karena itu kerusakan akan terus muncul walaupun berhasil di tangkis.
Beberapa orang yang menyaksikan pertandingan juga mulai waspada dengan pemain bernama Blue. Mereka tidak pernah mengetahui bahwa seorang Pendekar Pedang Ganda bisa memiliki poin kekuatan yang sangat tinggi.
Seharusnya pemain tombak dapat mengalahkan pemain pedang ganda dengan cepat. Hal itu karena mereka berdua bertipe kecepatan dan jarak serang yang pendek.
Tombak memiliki jarak serang yang sedikit lebih jauh, hal itu sangat mempengaruhi gaya bertarung seseorang. Namun sekarang Norman seorang pengguna tombak di hajar tanpa bisa mengeluarkan skillnya.
Tidak ada yang tahu kenapa Norman hanya bertahan, tetapi setelah berada di posisinya semua orang yang mengejek akan mengetahui kengerian Blue.
Sudut serangan sangat sempurna dan waktu penggunaan keterampilan yang sangat sempurna membuat semua keterampilan Norman di gagalnya.
"Ini gila!" Norman tidak percaya dengan pengelihatannya. Dalam sekejap dia telah kehilangan 80 % HPnya.
Pemberitahuan sistem mengatakan bahwa Blue menang dalam pertandingan. Norman berlutut sambil memandang tanah, tidak kalah dalam pertandingan.
"Sepertinya aku menang, bagaimana jika kamu memberikan benda itu padaku," kata Blue menghunuskan pedangnya pada Norman yang sedang berlutut.
__ADS_1
Norman memberikan Hati Hitam tanpa perlawanan, dia tidak mengetahui kegunaannya. Tepat setelah Blue mengambil dan memasukkannya dalam penyimpanan seorang pembunuh menyerang dari belakang.
Blue menggunakan prana dan tersenyum lebar. "Kalian sudah datang!" katanya pelan.
[Slash]
Ayunan pedang berwarna putih langsung membunuh orang yang mencoba menyerapnya. Norman dan beberapa orang yang menonton tidak percaya dengan matanya.
Keterampilan Slash telah meningkat karena Cincin Kartanegara. Jadi sudah sewajarnya kekuatannya meningkat drastis.
Tidak sampai disitu, Blue mengeluarkan Black Wing dan segera menuju musuh lainnya. Kecepatannya sangat cepat, bahkan seorang kelas pembunuh tidak ada yang bisa mendekatinya.
Norman dan semua orang yang menonton melebarkan mata tidak percaya. Tidak hanya kekuatannya yang sangat kuat, tetapi kecepatannya juga mengerikan.
Tidak lebih dari 30 detik Blue berhasil menumbangkan 10 pemain yang mencoba menyerapnya. Norman tidak tahu akan hal tersebut, dia hanya ingin bertarung dengan orang kuat.
Namun Blue memberikan tekanan lebih untuk membuat suasana lebih memanas. "Norman, aku tidak menyangka kamu seperti ini. Aku Ketua Fairy Dance tidak akan melepaskan Darah Merah!" katanya penuh ketegasan.
Tepat setelah menyelesaikan perkataannya para anggota Fairy Dance datang dari berbagai sudut. Semua kelompok telah dibersihkan dari para pengkhianat.
Setiap kelompok mempunyai pemain cerdas yang dapat menyingkirkan para pengkhianat dengan beberapa trik, salah satunya adalah Reza yang menyusup kedalam kelompok.
Tidak ketinggalan pula Saiful yang sudah mengembangkan guild Cabang Fairy Dance. Sekarang cabangnya memiliki ratusan ribu anggota cadangan.
Jika berhasil memperlihatkan penampilan yang baik, para anggota cadangan akan mendapatkan promosi menjadi anggota resmi dan mendapatkan kontrak.
Awalnya Fairy Dance mengirimkan 50 ribu orang, tetapi hanya 15 ribu orang yang sampai di Desa Singosari. Sedangkan yang lainnya telah disingkirkan dan di tendang dari guild.
Mungkin masih ada beberapa penyusup yang tidak terlihat, tetapi mereka tidak akan bisa bergerak bebas karena adanya para pemain cerdas di kelompoknya.
Bahkan sedikit gestur mencurigakan akan di singkirkan dari kelompok. Tidak hanya Saiful dan Reza yang sangat kejam, mereka berdua juga sangat cerdas membuat trik licik.
"Dimana para tentara bayaran itu!" kata Norman kebingungan. Dia telah menghabiskan banyak anggaran untuk menyewanya, tetapi tidak ada hasilnya sedikitpun.
Norman tidak tahu bahwa di setiap kelompok ada Pasukan Garuda yang mempunyai kekuatan yang sangat mengerikan. Mengalahkan tentara bayaran hanya seperti menginjak semut.
Pada Kota Dingin pasukan Fairy Dance sudah bersiap menggunakan keterampilannya. Blue mengangkat pedangnya dan langsung berteriak, "Serang!"
Dengan Black Wing, Blue menggunakan kecepatan terendahnya untuk menyerang. Bukan karena tidak ingin menggunakan kecepatan tertingginya, dia hanya tidak ingin terlalu mencolok.
Tujuan utamanya adalah melatih semua pasukan Fairy Dance di Kota Dingin. Jadi Blue hanya menumbangkan beberapa pemain yang merepotkan.
Di tambah lagi pasukan Garuda yang melakukan tugasnya dengan sangat baik. Pengguna prana tidak mudah dikalahkan walaupun level mereka sedikit lebih rendah.
Hanya anggota khusus yang mempunyai informasi tentang cara meningkatkan level lebih cepat. Makanya Pasukan Garuda bisa mengimbangi level pemain yang fokus dalam Domain Dewa.
__ADS_1
Sedangkan Pasukan Garuda adalah pasukan khusus yang mempunyai banyak pekerjaan di dunia nyata.
Tidak butuh lama untuk menumbangkan Desa Singosari. Secara resmi Fairy Dance berhasil merebut desa dengan kerugian yang sangat minimal.