Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Lidah Adalah Senjataku


__ADS_3

"Haha, aku tidak menyangka ada pemain yang begitu pintar. Baiklah, apa yang kau inginkan?" tanya Hiroshi dengan tenang.


Dia adalah seorang pahlawan, jadi secara tidak langsung dewa dan dewi memberkatinya dengan kemampuan mental yang sangat tinggi.


"Aku tidak ingin membahasnya sekarang karena Ishida sudah mati. Bagaimana jika kita bertarung dengan sistem setara, aku ingin melihat bagaimana kemampuan pedang cucu Dewa Pedang, Musashi."


Blue menyebutkan nama seorang dewa yang seharusnya sangat dirahasiakan. Tidak ada satu orangpun yang mengetahui Dewa Musashi karena sangat rahasia.


"Informasi yang kau miliki sungguh mengesankan. Memangnya apa yang ingin kau katakan sebelumnya," ucap Hiroshi sambil melambaikan tangannya.


Sebuah energi berbentuk bola menghalangi pandangan kamera dan semua penyadap.


"Haha, Azazel akan marah jika aku menyebutkan namanya." Blue memberikan informasi yang begitu mencengangkan.


Ternyata Hiroshi adalah cucu dewa yang meminta bantuan Iblis Neraka, ia melakukannya karena tidak bisa menggeser kekuasaan ayahnya untuk naik menjadi Dewa.


Musashi yang menjadi pendukung Kota Tokyo lebih memilih Nakamura dan para pemain untuk menjadi penerusnya. Sedangkan Hiroshi hanya berusaha sendiri tanpa bantuan keluarganya.


Bakatnya memang sangat mengerikan, tetapi hal itu membuat Dewa Musashi khawatir. Akhirnya ia mencoba bertanya pada seorang dewi yang bisa meramal masa depan.


Dewi itu mengatakan bahwa Hiroshi akan membunuh Dewa Musashi dengan pedang pemberiannya.


Seketika Dewa Musashi langsung menyuruh Nakamura menyingkirkan anaknya. Namun siapa sangka, ternyata Nakamura tidak mau menyingkirkannya malah ia merubah nama dan menyembunyikannya di gua.


Ibu Hiroshi berhasil mengasuh anaknya sampai berumur 15 tahun. Tepat setelah 15 tahun, ia ditetapkan sebagai putra Mahkota Kota Tokyo.


Untuk memperkuat pengaruhnya, Hiroshi bekerja sama dengan Ishida yang haus akan kekuatan. Rencananya adalah membunuh Nakamura dengan kekuatan yang diberikan Azazel, kekuatan itu disebut Pemakan Jiwa.


Karena Ishida mati, Hiroshi harus merubah rencana pembunuhan ayah yang telah menelantarkannya.


"Kamu benar-benar anak yang tidak berbakti, Hiroshi." Blue menyulut api yang lebih besar.


"Informasi yang kau miliki benar-benar lengkap. Jadi apa yang kau inginkan, aku yakin kamu tidak akan mengatakan ini tanpa bayaran?" tanya Hiroshi.


Blue tertawa keras. "Haha, seperti yang diharapkan dari jenius pedang. Aku ingin kau keluar sebagai pemenang tanpa menghancurkan istanaku."


"Menarik, jadi kau mengorbankan semua pasukan hanya untuk keluar dari permasalahan yang lebih besar. Apa kau sudah memikirkan konsekuensinya setelah ayahku mengetahuinya?"


"Hiroshi kau terlalu meremehkan kekuatan para iblis biasa ini. Apa kau ingat ada seorang Raja Iblis yang berani menantang Baal?"

__ADS_1


"Yah, mereka sungguh bodoh. Walaupun berhasil menghancurkan banyak pasukannya, akhirnya semua keluarganya hancur."


"Anaknya adalah pemilik wilayah ini. Seharusnya kau sudah tahu hubungan Azazel dan Baal, bukankah musuh dari musuhku adalah kawan?"


"Intinya kau ingin aku mundur. Sungguh naif bagaiman jika kau mengungkapkan faktanya, siapa yang akan percaya."


Blue tersenyum manis mendengar ancaman dari seorang pahlawan. "Mudah sekali, aku akan membunuhmu disini. Azazel mungkin sedikit marah setelah kehilangan anjing kesayangannya." Ia mengeluarkan ramuan buatan Serly.


"Haha, ramuan remeh seperti itu ingin mengancam pahlawan sepertiku."


"Yah, satu memang tidak berpengaruh tapi bagaiman jika 100?" tanya Blue mengeluarkan 100 ramuan yang terbang di sekitarnya.


Hiroshi tampak sangat serius memikirkan konsekuensinya. "Baiklah, mari ikuti rencana mu. Setelah itu kita tidak melakukan kontak selama beberapa tahun."


Bola energi yang menutupi mereka menghilang. Hiroshi mengangkat tangan menandakan kemunduran pasukannya.


Namun siapa yang menyangka tidak ada satupun pasukan Kota Tokyo yang berhasil selamat. Hanya menyisakan dirinya sendiri.


"Apa sekarang kau mengerti aku bisa membunuhmu sekarang?" tanya Blue dengan senyum tipis.


Hiroshi menggelengkan kepala. "Kau tidak bisa membunuhku karena kekuatanku masih sangat dibutuhkan," katanya dengan penuh percaya diri.


Merasa permasalahan sudah selesai, Hiroshi mundur dan terbang menuju medan perang ayahnya.


"Anggap saja ini salam perpisahan, Tebasan Bintang!" teriak Blue.


Sayatan pedang yang berwana merah karena pengaruh dari jubah api menghantam Hiroshi. Dia tidak menghindar malah menerimanya secara langsung.


Bibir Hiroshi diangkat sedikit, "Terima kasih hadiahnya, Sialan!" Ia jatuh ketanah dan tidak ada yang tahu kemana mayatnya.


Kemenangan Fairy Dance benar-benar mengegerkan dunia. Semua orang bersorak dan memuji keberanian Blue menghadapi pahlawan yang levelnya jauh di atas.


Disisi lain Lamia sudah berhasil membunuh 3 jendral di belakang Nakamura. Pertarungan semakin sengit karena Lamia adalah Iblis Neraka yang mempunyai regenerasi yang sangat cepat.


Blue tidak mengetahui sebelumnya, terapi setelah melihat amukannya. Ia memutuskan untuk bekerja sama untuk sementara.


"Dagon, bagaimana menurutmu kekuatan mereka berdua?" tanya Blue yang sedang bersembunyi.


"Aku sungguh tidak mengerti dengan perkembangan dunia. Mereka berdua jauh lebih kuat dariku, terutama Pahlawan yang dipanggil Nakamura. Menurutku dia sedang menahan kekuatannya karena sebuah alasan khusus." Dagon memberikan pandangannya tentang situasi saat ini.

__ADS_1


Blue menyahut, "Sepertinya tidak seperti itu. Melihat dari sifatnya, Nakamura tidak bisa mengeluarkan kekuatan aslinya karena sebuah alasan khusus. Lihatlah pedang di tangannya selalu redup."


"Aku tidak mengerti mengapa orang kuat itu menahan kekuatannya." Dagon kebingungan apa yang mendasari Nakamura menahan kekuatannya.


"Itu semua karena dia sedang menahan segel pada anaknya. Sungguh malang nasib orang itu." Blue membocorkan sedikit informasi.


"Bos, pasti ini adalah kunci mengapa Hiroshi bisa mundur, Kan?" tanya Dagon menyebutkan kejadian sebelumnya.


"Kamu memang sangat pintar, sebaiknya rahasiakan ini atau dewa akan mendatangimu dan mencabut jiwamu. Walaupun kamu abadi, selama aku mati pada saat itu juga jiwamu akan melayang."


Ini adalah salah satu kelemahan kontrak antara pemain dan iblis. Selama pemain masih hidup, maka dalam 3 hari pelayan iblis bisa dibangkitkan.


Sayangnya jika pemain mati juga dalam waktu 3 hati itu, maka jiwa iblis pelayan akan hilang dari dunia untuk selamanya.


"Aku bukan orang bodoh, Bos."


"Emang kamu masih bisa di sebut orang ya?"


"Ah.. Iya, aku bukan iblis bodoh, Bos."


Pertarungan Lamia dan Nakamura menghancurkan semua wilayah disekitarnya. Untungnya semua pemain yang meliput peperangan Fairy Dance dan Kota Tokyo sudah kembali.


"Lamia, kau sangat keras kepala. Mengapa tidak menyerahkan nyawamu sekarang juga!" teriak Nakamura sambil mengayunkan pedangnya.


Sebuah sayatan besar membelah tanah di sepanjang jalur serangnya. Lamia menggunakan sebuah sihir aneh untuk memblokir serangan dengan sempurna.


"Jangan harap, aku Raja Iblis Lamia tidak akan pernah kalah dari siapapun!" teriaknya dengan suara lantang.


"Baiklah, kau memaksaku menggunakan kekuatan asliku!" ucap Nakamura mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.


Blue merasakan kehadiran yang cukup familier, ia langsung menggunakan keterampilan bersembunyi yang didapat dari Celah Dimensi. Tangannya menepuk Dagon dan menutup mulutnya dengan jari telunjuk.


Sebuah panah energi menghantam Nakamura yang belum selesai menggunakan tekniknya. Segerombolan pasukan iblis muncul dari belakang, mereka adalah pasukan Raja Iblis Mammon.


Seorang pria gendut terbang ke sebelah Lamia dengan pakaian yang berlapis emas. Ia adalah Raja Iblis Mammon yang sangat menyukai uang.


Blue pernah bentrok dengan iblis itu, jadi ia mengetahui seberapa berbahayanya bersanding dengannya. Walaupun uang bisa menyelesaikan pertikaian diantara mereka, Blue harus membayar lebih dari 1000 Batu Iblis tingkat Hebat.


"Dagon, sebaiknya kita segera mundur. Raja Iblis kali ini bukan orang yang bisa kita lawan sekarang." Blue segera membuka Gate untuk melarikan diri.

__ADS_1


Tepat sebelum melarikan diri, Blue mendengar sesuatu yang sangat mengejutkan.


"Pemilik Arena sebaiknya kita tidak ikut campur dalam urusan mereka..."


__ADS_2