Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
266. Bentrokan Venom dan Lamia


__ADS_3

Melihat Blue yang penuh percaya diri, Zaha mengurungkan niat untuk membantu. Dia membatalkan transaksi dan berpamitan untuk keluar.


Blue duduk kembali di kursi ketua guild, sebenarnya dia sama sekali tidak memiliki ide untuk menyelesaikan masalah keuangan.


Menurut perhitungannya, seharusnya Fairy Dance tidak jatuh seperti ini. Dia curiga ada seseorang yang memanfaatkan situasi dan melakukan korupsi.


Jessica saja tidak tahu siapa yang melakukannya, apalagi Blue yang jarang melihat anggotanya secara langsung.


"Tunggu, bukankah ada Venom yang masih meningkatkan kekuatan di ruangannya. Jika seperti itu, semua wilayahnya ada di genggamanku?" gumam Blue mengingat sesuatu.


Dia langsung bergegas menuju wilayah Venom, tetapi sekelompok orang menghentikannya. Mereka adalah perwakilan dari Tanduk Iblis.


"Ketua Blue, sebuah kehormatan bisa bertemu dengan anda secara langsung. Kami perwakilan dari Tanduk Iblis menginginkan sebuah pertemuan tertutup," kata seseorang berpakaian rapi.


Jelas itu adalah jas, tetapi Blue menggunakan Mata Dewa untuk melihat statusnya.


[Jas Kerja


Tingkat : Epik


Level : 98


...]


Melihat tingkatnya saja sudah bisa menandingi kostum Buatan Jessica. Jelas sekali Tanduk Iblis menginginkan sesuatu yang sepadan.


"Baiklah, mari ikuti aku ke Restoran Koral." Blue memimpin jalan dan memberikan pesan pada Jessica untuk menemaninya di pertemuan.


Karena Leon sedang menjalankan misi khusus, dia tidak akan bisa menemaninya. Reza sedang meninjau Kerajaan Banyuwangi, mungkin saja dia bisa mengambil keuntungan dari situasi yang sedang memanas.


Kerajaan Banyuwangi dalam masalah serius, tidak ada guild yang benar-benar berkuasa. Akhirnya banyak guild melakukan peperangan terus menerus.


Tidak ingin meninggalkan kesempatan, Tanduk Iblis juga menginginkan kekuasaan di sana. Inilah alasan mengapa mereka mengirim perwakilan ke Fairy Dance.


Rombongan Blue masuk kedalam restoran, Siska menyambutnya dengan suara lembut. "Tuan, sebuah kehormatan anda mengunjungi Restoran. Ada yang bisa saya bantu?" tanyanya.


Para petualang pribumi melihat ke arah rombongan Tanduk Iblis dengan tatapan tajam. Mereka memiliki rasa dendam dihatinya karena Tanduk Iblis pernah mencoba menyerang Desa Koral, bahkan membunuh beberapa penduduk.


Namun setelah melihat Blue didepannya, mereka langsung mengalihkan pandangan dan menunduk sebagai penghormatan. Siapa Blue, dia adalah penguasa Desa Koral yang selalu mengutamakan rakyatnya.


Buktinya dia tidak menarik pajak sepeserpun, bahkan jika petualang disuruh membayar 10 koin emas setiap bulan mereka akan melakukannya.


Itulah yang membuat Blue sangat disanjung oleh para pedagang pribumi dan menyebar ke seluruh Desa Koral.


"Aku menginginkan ruangan terbaik. Mereka adalah perwakilan Tanduk Iblis aku harap kalian tidak memusuhinya lagi, bisa dibilang mereka sekarang adalah pelindung kita."


Blue mengatakannya dengan ringan, tetapi rombongan pemain di belakangnya merinding. Mungkin mereka sedang memikirkan, "Sialan, jadi dia hanya memanfaatkan Tanduk Iblis untuk jadi tameng!"


Sayangnya tidak ada yang merani mengeluarkan suara, faktanya memang seperti itu.


"Ruangan terbaik selalu ada untuk anda dan tamu." Siska mengalihkan pandangannya ke rombongan Tanduk Iblis dengan tatapan tajam. "Aku juga tidak peduli dengan siapa mereka, jika menurut anda musuh, maka aku akan membunuhnya!" lanjutnya pelan.


Perkataan Siska membuat semua orang yang makan terdiam dan menghentikan aktifitasnya sementara. Setelah beberapa detik, mereka melanjutkan makan tanpa melihat Siska.


Seorang petualang pribumi membuka sedikit suaranya. "Bersiap untuk pergi, Nona Siska sedang marah. Bisa bahaya jika kita tetap berada disini," katanya pelan.

__ADS_1


Salah satu perwakilan Tanduk Iblis yang menggunakan jas memiliki pendengaran yang sangat baik. Dia merinding mendengar seorang petualang pribumi level 170 mengatakan ingin pergi ketika melihat seorang pelayan marah.


"Sialan, ini desa monster atau apa. Bodohnya aku adalah orang yang menyuarakan untuk menyerang Fairy Dance kemarin!" kata perwakilan Tanduk Iblis yang menggunakan jas.


Blue tersenyum pada Siska yang menatap pemain di belakangan. "Jangan menakuti mereka, sudah aku katakan lupakan permusuhan untuk sekarang. Tanduk Iblis bisa saja menjadi penolong kita di masa depan," katanya.


"Baik, Tuan. Mari aku tunjukkan jalannya." Jessica berbalik dan berjalan menuju ruangan khusus. Blue dan rombongan mengikutinya dari belakang.


Ketika Blue lewat, semua orang menundukkan kepala. Namun tepat ketika rombongan Tanduk Iblis disebelahnya, mereka menatap tajam dan meninggikan dagunya. Menandakan mereka tidak takut dengan Tanduk Iblis.


Sebenarnya mereka bisa saja turun tangan untuk berperang melawan Tanduk Iblis di markasnya. Namun Blue melarangnya karena alasan keamanan dan mengatakan bahwa akan ada waktunya mereka berkontribusi.


Dengan level dibawah 200, petualang pribumi akan lebih cepat mati oleh senjata sihir. Blue mengetahui ini karena dia mempunyai ingatan masa depan.


Setelah sampai di ruangan, Siska membungkukkan badan untuk memberikan hormat.


"Silahkan duduk, mari menunggu Jessica untuk melakukan negosiasi." Blue mengulurkan tangan untuk mengisyaratkan tamunya duduk.


Tidak lama kemudian Jessica masuk kedalam ruangan, dia melihat perwakilan dari Tanduk Iblis yang menggunakan stelan jas. Tanpa sadar dia menggunakan mata identitas miliknya.


"Tanduk Iblis memiliki teknik menjahit yang cukup baik," katanya dalam hati.


Jessica langsung duduk di sebelah Blue. Mengawali pertemuan, Blue menanyakan maksud kedatangan Tanduk Iblis.


"Bolehkah kami tahu maksud dan tujuan kalian?" tanya Blue sopan.


"Seperti kunjungan Singa Langit tempo hari, kami memiliki proposal untuk kerja sama." Sebuah proposal disodorkan, itu sama seperti Singa Langit yaitu pertukaran anggota.


"Seperti Tanduk Iblis sangat percaya diri dengan teknik menjahitnya. Darimana kalian tahu bahwa Fairy Dance lebih lemah dari kalian?" tanya Blue.


"Anda pasti memiliki mata istimewa, lihatlah jas ini memiliki tingkat Epik. Itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa kami lebih baik dari kalian," kata Pria Berjas dengan percaya diri.


Jessica mengetahui bahwa Blue membangun sebuah pusat penelitian jahit, tetapi dia tidak terlalu memperhatikannya karena terlalu sibuk.


[Jumlah penjahit : 5 juta penduduk pribumi dan 20 ribu pemain.



Penjahit Pemula : 4 juta +


Penjahit Mahir : 1 juta +


Penjahit Ahli : 8.]



Jessica mengerutkan kening ketika melihat ada 8 orang Penjahat Ahli. Menurut datanya seharusnya hanya ada 2 penjahat ahli termasuk dirinya sendiri.


Jumlah para penjahit Fairy Dance juga tidak main-main, data yang dia pegang jauh berbeda.


"Ini semua hanyalah permulaan, lebih dari 200 Penjahit Mahir siap untuk meningkat menjadi Penjahit Ahli. Artinya Fairy Dance akan memiliki 208 Penjahit Ahli dalam waktu dekat," lanjut Blue dengan senyum lebar.


Perwakilan Tanduk Iblis sangat terkejut. Mereka tidak mengira bahwa pondasi Fairy Dance benar-benar sangat dalam.


"Benda ini adalah bukti bahwa Penjahit Ahli kamu memiliki kemampuan," kata seorang pria berjas.

__ADS_1


Sekali lagi Blue menggelengkan kepala. Dia mengeluarkan 10 baju di atas meja, semuanya adalah baju tingkat Epik kelas tinggi.


"Aku benci ada orang yang merendahkan keluargaku. Kamu tahu, kata yang kamu lontarkan tadi benar-benar menyakitiku," kata Blue menatap tajam.


Sebenarnya dia hanya akting, baju di atas dia dapatkan dari Kerajaan Venom. Karena tidak terpakai Blue berinisiatif mengambil dan menyimpannya.


Siapa yang menyangka dia akan menggunakannya untuk menggertak orang.


Alasan mengapa layar menampilkan banyak Penjahit Ahli karena sistem menghitung semua iblis yang berada di bawah kepemimpinan Venom.


Karena Venom menyerahkan kekuasaannya untuk sementara, jadi Fairy Dance memiliki cukup banyak penjahit.


"Ketua Blue, aku tidak berniat seperti itu. Sejujurnya kamu datang untuk melakukan pertukaran anggota secara sepadan." Pria yang memakai jas mulai panik, tanpa sadar dia mengeluarkan kata yang mengisyaratkan rencananya.


Blue dan Jessica tersenyum lebar, hanya dengan satu kalimat mereka berdua menyadari bahwa Tanduk Iblis ingin membuat Fairy Dance berhutang budi dan memanfaatkannya.


"Baiklah, aku menyetujuinya. Selanjutnya kalian akan berurusan dengan Jessica untuk menyelesaikan administrasi," kata Blue sambil berdiri dan pergi dari ruangan.


Dia tidak bisa menunda lagi, Kerajaan Venom akan segera hilang jika dia tidak memperingatkan Raja Iblis yang apatis itu.


Setelah sampai di Kerajaan Venom, pemandangan mengejutkan terlihat. Venom dan Lumia bertarung di atas istana Kerajaan.


Blue yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala. Dia segera menghubungi Venom menggunakan telepati yang belum terputus.


"Anda mengambil keputusan yang salah. Lumia sekarang lebih kuat dari sebelumnya, lebih baik kita mundur!" kata Blue.


Venom menjawab dengan marah. "Jangan meremehkan kekuatanku manusia!" katanya sambil melepaskan kekuatan terpendamnya.


Blue memiliki Mata Dewa yang sudah ditingkatkan, jadi dia bisa melihat jarak antara keduanya. Walaupun Venom lebih kuat diluar, Lamia memiliki energi yang siap meledak di dalam.


"Sial, aku tidak bisa membiarkan Venom mati disini!" kata Blue sambil mengeluarkan Batu Iblis biasa.


Sebagai percobaan, Blue memasukkan batu iblis itu kedalam Meriam Sihir Otomatis. Tanpa disangka ternyata eksperimennya berhasil dan sebuah bola sihir berwarna hitam keluar mengarah pada Lumia.


Karena kecepatannya sangat pelan, Lumia bisa menghindarinya dengan mudah. Namun siapa yang menyangka ternyata Lumia tidak peduli dengan bola sihir tersebut.


Serangan mengenai lengannya, tetapi tidak berdampak apapun. Padahal itu adalah serangan yang setara dengan seluruh kekuatan Blue.


"Inilah alasan mengapa aku benci melawan Raja Iblis, Pertahanan mereka tidak masuk akal!" Blue sedikit marah, tetapi langsung menenangkan diri dan mencoba menggunakan Batu Iblis yang lebih tinggi.


Sampai akhirnya dia menggunakan Batu Iblis Tinggi. "Tidak mungkin Meriam ini bisa menahan daya ledak Batu Iblis Hebat, aku berharap ini akan memberikan celah untuk Venom."


Blue menembakkan bola sihir, Meriam Sihir Otomatis langsung hancur berkeping-keping. Sayangnya itu tidak berpengaruh banyak. Lamia bisa mengabaikannya, dia masih bertukar pukulan dengan Venom yang sudah mulai kelelahan.


Perbedaan kekuatan mereka sudah mulai terlihat. Venom berteriak, "Mengapa jadi seperti ini!"


Karena Venom sudah putus asa, dia hanya bisa menyerang tanpa memperdulikan pertahannya. Siapa yang menyangka bahwa Blue mempunyai sebuah trik untuk mempengaruhi keseimbangan Lamia.


"Anti Gravitasi!" kata Blue menyebutkan sebuah keterampilan yang dia dapatkan dari Celah Dimensi.


Bola sihir mengarah pada Lamia, seperti biasa dia tidak memperdulikannya. Namun kali ini bola sihir itu berbeda, tepat ketika mengenai Lumia, keseimbangan tubuhnya sedikit terganggu.


Walaupun dia terbang, aura disekitar tubuhnya menjadi tidak bisa dikontrol. Venom sudah bersiap menggunakan serangan terakhirnya, dia bertaruh.


Jika serangannya gagal dapat dipastikan bahwa dia akan mati.

__ADS_1


Lumia tidak bisa menggerakkan tubuhnya salam dua detik. Serangan cakar Venom sudah samapi depan matanya, seketika tubuh Lumia terbelah menjadi 3.


Blue memuntahkan darah segar. "Sialan, menahan Raja Iblis selama dua detik sudah menguras semua kekuatanku."


__ADS_2