
Dini hari, Arief terbangun dari tidurnya. Dia melihat ibunya sudah bangun menyiapkan kebutuhan kedai teh.
Karena terbangun di kasur, Arief sedikit kebingungan. Akhirnya dia bertanya kepada ibunya, "Bu, apa kamu yang memindahkan aku?" tanyanya sedikit canggung.
Dia sudah berumur 15 tahun yang minggu depan akan berulang tahun ke 16. Namun ibunya masih menggendong tubuh besarnya.
"Apa yang salah, Nak. Kamu masih tampak kecil di mataku," kata Yuliana sambil tersenyum manis. Walaupun tubuhnya tidak lebih tinggi dari Arief, kekuatan seorang ibu tidak bisa diukur dari tinggi badan.
Arief hanya bisa tertawa kecil, "Hehe, bukan apa-apa, Bu."
Jessica dan Amelia yang melihat Arief berperilaku seperti anak kecil menghela nafas. Seharusnya Arief berperilaku seperti itu, karena masih berusia 15 tahun.
Mereka melihat sosok Blue sangat berbeda dengan Arief di dunia nyata. Tidak hanya temperamen menghadapi orang lain, ketenangannya juga berbeda.
Blue lebih cenderung seperti orang dewasa yang sangat mementingkan keuntungan, sedangkan Arief yang mereka lihat lebih imut dan menggemaskan.
Sehingga mereka menunda berbicara mengenai penyerangan Shadow ke Desa Koral. Karena Qin Huang, Dona, dan Reaper mengambil posisi kepemimpinan, ada kemungkinan untuk mengusir pasukan Shadow yang hanya berjumlah 5000 orang.
Walaupun hanya 5000 pemain, mereka semua jauh lebih kuat dari Pasukan World War tempo hari. Jadi Jessica memberikan anggaran lebih banyak kepada Zaha.
"Jessica, sampai kapan kamu tidak menceritakan masalah Desa Koral?" tanya Amelia.
Jessica menggelengkan kepala, "Aku yakin kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan mudah. Bagaimana keadaan Dona dan Bondan?"
"Dona telah membentuk pasukan 15 orang untuk menyusup ke barisan belakang musuh. Sedangkan Bondan akan bersama Cola menjadi pemain depan untuk mencegah serangan."
Amelia memberikan detail pergerakan pasukan Fairy Dance di medan perang. Dia sudah seperti seorang Jendral Perang yang menguasai seluruh medan pertempuran.
Jika Arief melihatnya, dia akan menganggap Amelia seperti seorang yang sangat dikenal pada kehidupannya sebelumnya. Orang itu tidak lain adalah Jendral Besar Shadow, Amelia.
"Jangan terburu-buru, kita belum mengetahui sepenuhnya kekuatan Aditya itu," kata Jessica memberikan peringatan kepada Amelia yang mengambil alih peperangan. Sedangkan Jessica akan menjadi orang yang memutuskan pergerakan.
Amelia menggelengkan kepala, "Kita sudah mengumpulkan semua informasi tentangnya. Leon dan Bos merupakan teman Aditya di dunia nyata."
Bermodalkan informasi dari Leon, Amelia menyusun strategi perang untuk mengacaukan pasukan Aditya.
Mereka berdua masih mengobrol di dapur, jadi secara tidak sengaja Yuliana mendengarkan pembicaraan mereka.
Tanpa peringatan Yuliana muncul dan mengatakan, "Strategi mengacaukan sayap lawan memang cocok untuk mengalahkan pasukan besar, tapi kamu harus memperhitungkan kekuatan tempur lawan."
Sebenarnya Yuliana adalah seorang mantan jendral perang yang pensiun dini karena cedera kronis di paru-parunya. Ditambah suaminya meninggal karena kegagalan jantung yang mengakibatkan peredaran darahnya tersumbat.
Suaminya mengidap penyakit tersebut karena medan perang yang sangat berbahaya. Banyak pasukan musuh menggunakan racun yang dapat menghancurkan masa depan prajurit.
Untungnya perusahan Aldi mengambil alih perang dan membuat peraturan tentang peperangan dan perebutan wilayah.
Karena mereka, semua kerajaan tidak berani melawan. Perusahan Aldi merupakan perusahan yang berdiri sejak perang besar antar Dewa yang disebut Ragnarok.
Tidak ada yang mengetahui kapan mereka lahir, karena pangeran Allen yang memimpin perusahaan Aldi tidak pernah mengatakan kebenarannya.
__ADS_1
Bahkan kerajaan yang mendata semua kelahiran perusahan tidak berani menanyakan tahun pendirian perusahaan Aldi.
Sekarang Amelia dan Jessica mengerti kenapa Arief sangat pintar dalam strategi perang. Kedua orang tuanya adalah tentara yang pensiun dini.
Sejak lahir Yuliana sudah dilatih untuk masuk militer. Ketika menginjak umur 13 tahun, dia sudah menggunakan senjata laras panjang untuk membidik seekor burung.
Pelatihannya jauh lebih mengerikan ketika Yuliana berusia 15 tahun. Dia merupakan pasukan garis depan yang selalu memegang senjata dan membidik musuhnya.
Tidak ada hari tidur nyenyak, dia hidup di hutan serta pepohonan yang selalu ada di sampingnya. Bahkan Yuliana pernah menjadi seorang penyusup yang mengharuskannya hidup di hutan selama 1 bulan tanpa perlengkapan yang memadai.
Setelah 19 tahun Yuliana bertemu dengan suaminya yang mengalami hal yang sama, bisa dibilang mereka berdua adalah anak yang hidup dikalangan militer.
Yuliana tidak mempunyai warisan apapun karena hidupnya sejak kecil di panti asuhan. Sedangkan suaminya mempunyai kakek yang mewariskan rumah dan kedai teh.
Kebenaran ini tidak pernah di dengar Arief pada kehidupan sebelumnya.
"Tunjukkan padaku keadaan kalian," kata Yuliana mengambil buku tulis dan pena. Dia menaruhnya di atas meja dapur dengan senyum manis.
Jessica menceritakan keadaan Fairy Dance, dia juga memberitahu bahwa mereka memiliki senjata yang dapat menghancurkan pemain level 50 atau dibawahnya secara langsung.
Hal itu dikarenakan serangan Menara Sihir tingkat menengah dapat memberikan kerusakan pasti sebanyak 15 ribu.
Yang bisa menahannya hanya pemain yang mempunyai HP tebal atau mempunyai Kelincahan yang mencukupi.
Mendengar detail menjelaskan Jessica, Yuliana memberikan solusi untuk keadaan Fairy Dance supaya bisa memenangkan pertarungan tanpa mengorbankan pasukan.
Tugas para pemain depan adalah membelah pasukan musuh supaya menjadi dua bagian. Sedangkan pasukan Dona yang bersiap di sisi kanan akan menggunakan serangan dengan kerusakan yang besar.
Meriam sihir otomatis adalah jawabnya, tugas mereka hanya untuk mengurangi pasukan musuh dan mengalihkan perhatian para pasukan sebelah kanan.
Pasukan yang terbelah di sebelah kiri dibiarkan masuk karena ada Zaha yang sudah menyiapkan beberapa jebakan besar sebelum memasuki Desa Koral.
Karena jendral musuh ada di belakang serta mempunyai ketrampilan serangan jarak jauh, Yuliana memberikan instruksi kepada pemain tercepat di guild untuk mengatasinya.
Jessica dan Amelia mendengarkan semua instruksi yang dikatakan Yuliana. Mereka tidak menyangka dengan strategi sederhana dapat membuat pasukan yang lebih besar bertekuk lutut tanpa memberikan kesempatan melawan.
Strategi hampir sama seperti yang dilakukan Arief ketika melawan Rumah Perlindungan Rostov, tetapi sedikit dimodifikasi karena adanya Zaha yang menunggu di barisan belakang.
Arief tidak mengetahui kebenaran tersebut, dia sudah masuk kedalam Domain Dewa karena harus menghitung kerugian.
"Burhan, bagaimana keadaan kalian?" tanya Arief memastikan keadaan kelompoknya.
"Semua sangat baik, Bos. Semua kelompok telah bermain seperti biasanya."
Arief tersenyum dan mengatakan, "Segera kumpulan kelompok yang tadi, aku ingin mengatakan sesuatu yang cukup penting."
Semua orang berkumpul di Rumah Perlindungan Fairy, ada juga Queen dan Aqila yang duduk di kursi penguasa.
Tidak lupa Hira dan Hida datang bersamaan, mereka sudah menemukan ritme bertarung kombinasi serangan. Semuanya terjadi karena Arief yang membimbing mereka secara pribadi.
__ADS_1
"Tujuanku mengumpulkan kalian semua tidak lain adalah untuk mengundang semua orang masuk kedalam Fairy Dance. Sebenarnya Rumah Perlindungan Fairy bukanlah milik kami, tempat ini adalah wilayah yang di pesan oleh guild besar bernama Galaxy Star."
Arief menjelaskan panjang lebar tentang keadaan sebenarnya Rumah Perlindungan Fairy, dia ingin merekrut pemain yang setia kepadanya.
Burhan dan teman-temannya adalah pilihan yang tepat untuk menjadikan pilar pertahanan Fairy Dance di masa depan.
Tanpa pikir panjang, Burhan segera menyetujui kontrak yang ditulis Arief. Dia sangat percaya bahwa Arief menginginkan jasanya.
Dua puluh orang juga mengikuti jejaknya, sekarang anggota Fairy Dance bertambah 20 orang. Bisa dibilang sekarang mereka menjadi pemain bertabur bintang.
"Terima kasih karena telah mempercayai aku. Sebagai seorang ketua guild, aku ingin mengucapkan selamat datang di Fairy Dance!" kata Arief tegas.
Disisi lain, Fairy Dance sedang mengalami krisis karena penyerangan Shadow. Mawar Putih yang melihat pasukan Fairy Dance yang terlalu sedikit mengerutkan kening.
"Sampai kapan bocah itu bertahan tanpa meminta bantuan kita," katanya sambil duduk di meja kerja.
Salju yang melihat neneknya sangat memandang tinggi Blue mengatakan, "Apa perlu aku menghubunginya?"
"Biarkan dia bertingkat sesuka hatinya, aku yakin dia akan meminta bantuan setelah mengalami kesulitan yang sebenarnya."
Mawar Putih sangat yakin bahwa Fairy Dance akan meminta bantuan Galaxy Star. Namun sampai peperangan pecah, tidak ada berita tentang permintaan Blue.
Horizon yang mendengar berita tentang pasukan Fairy Dance yang dikepung, tersenyum lebar. Dia sangat menikmati semua strategi yang diterapkan Arief pada pasukannya.
Tanpa sadar Horizon juga meniru strategi Arief dalam peperangan sebelumnya. Setelah mencobanya, ternyata strategi tersebut hanya bisa digunakan pada situasi tersebut.
"Ketua, sepertinya Blue tidak muncul dalam peperangan," tanya Horizon kepada Kana yang menonton perang dari layar kacanya.
Kana menyilangkan tangannya di dada dan berkata, "Orang yang bernama Blue itu sangat misterius. Dia mempunyai seribu cara untuk keluar dari kerugian. Aku curiga dia adalah seorang monster tua yang menyamar sebagai seorang remaja."
Horizon menyetujui pernyataan Kana yang sangat realistis. Arief bukan hanya tenang ketika bernegosiasi, dia juga mempunyai akal yang licik untuk memenangkan pertandingan.
Semua sifat itu hanya dimiliki oleh seorang monster tua yang sudah sering menipu. Namun kenyataan tidak sesuai dengan tebakan mereka berdua.
Strategi yang diberikan Yuliana berjalan lancar, pasukan Shadow hancur tanpa memberikan perlawanan.
Reaper menjadi pahlawan dari peperangan karena telah berhasil membunuh Aditya di markasnya sendiri.
Berita tentang kemenangan Fairy tersebar keseluruhan penjuru kerajaan. Shadow mengalami kerugian yang cukup besar, sehingga mereka menghukum Aditya yang masih berusia 16 tahun.
Banyak pemain yang mencemooh tindakan Shadow karena tidak bisa menang menggunakan pasukan yang lebih kuat.
Bos Shadow yang menggelontorkan banyak dana marah besar, dia ingin memecat semua jajaran pengurus. Namun tindakannya dihentikan oleh sekretarisnya.
"Fairy Dance adalah guild kecil yang di dirikan oleh anak berusia 15 tahun. Kita bisa menekannya di dunia nyata dan memaksanya menyerahkan Desa Koral," kata Sekretaris dengan senyum jahat.
Tanpa menunggu lama, Shadow menggunakan uangnya segera mengirim pesan kepada semua anggota Fairy Dance. Namun semuanya ditolak mentah-mentah.
Tidak ada yang tahu kenapa Arief bisa membuat semua anggota Fairy Dance sangat setia.
__ADS_1