Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
274. Dingin Tapi Mematikan


__ADS_3

Jubah Raja Api mulai memudar karena sudah tidak digunakan lagi. Bee terbang dengan kecepatan sedang menuju arah Blue yang masih berdiam diri.


"Hai sejak kapan kamu jadi emosional seperti ini?" tanyanya.


Blue tersenyum dan menjawab, "Siapa yang emosional. Aku hanya sedang melakukan beberapa eksperimen tentang emosi, aku pernah membaca buku tentang ini. Barang siapa yang bisa mengendalikan emosinya sampai tingkat tertinggi, maka dia akan menjadi puncak manusia."


10 iblis bawahannya adalah bahan bakar untuk memicu amarahnya. Kemudian Blue harus menahannya hingga titik dimana dia sadar dan tak sadarkan diri.


Menurut teknik Prinsip Jiwa, jika seseorang berhasil mengendalikan alam bawah sadarnya. Kekuatan sesungguhnya akan muncul.


Sayangnya Blue belum bisa mengendalikannya, dia tidak bisa meningkatkan emosinya ketingkat paling tinggi.


"Kamu benar-benar bisa menipuku. Namun mengapa kamu mencoba meningkatkan kemarahan sampai ke titik itu, aku sebagai familia bisa merasakan kamu marah!"


"Sederhana itu hanya untuk latihan mental, semoga dengan latihan ini aku bisa mencapai tujuanku. Walaupun begitu aku akan tetap menyerang dibalik pembantaian desa!" kata Blue tegas.


Venom tidak bisa masuk kedalam gua misterius karena kekuatan iblis miliknya baru bangkit.


Blue menyadari keberadaan Venom, dia langsung mengirimkan telepati. "Masuk saja. Kekuatanmu sudah bercampur dengan aura naga hitam, seharusnya sudah tidak masalah."


Venom yang mendengarnya langsung melangkahkan kaki masuk kedalam gua. Dia bersiap untuk menahan sakit dan mencoba melangkah.


Namun siapa yang menyangka tidak ada sedikitpun rasa sakit yang dia derita. "Mengapa ini bisa terjadi?" tanyanya pada Blue.


"Sudah aku katakan, kekuatanmu sudah bercampur dengan aura naga hitam. Sekarang kamu sudah tidak akan kesakitan, ayo ikuti aku!"


Bee tidak mengatakan apapun, Iblis Kecil yang baru sampai langsung mengikuti dari belakang. Sebuah pintu dengan aura hitam pekat tampak sangat mengerikan.


Blue menyentuhnya, cahaya putih terpancar dari sela pintu. Kemudian pintu besar tersebut terbuka perlahan.


Venom merasakan ketegangan, dia tidak pernah menyangka naga hitam yang dikatakan Blue jauh lebih kuat dari bayangannya.


Iblis Kecil tidak bisa melangkah maju, dia memuntahkan darah segar. Blue memberikan sebuah Batu Iblis untuk menekan rasa sakitnya.


"Sebaiknya kamu jangan ikut terlebih dulu. Tunggu saja kami didepan pintu."


Iblis Kecil menyetujuinya, dia tidak mau menyusahkan tuannya. Makanya lebih baik tidak ikut masuk.


Bee tidak merasakan apapun, dia terbang dengan lambat dan duduk di kepala Blue. Venom melihatnya sangat aneh, didepan ruang naga hitam dia tidak terpengaruh sama sekali.


"Blue kamu datang lagi. Siapa mereka?" tanya Kreston dengan suara naga yang sangat mengerikan.


Venom langsung menutup telinganya karena suaranya terlalu keras. Anehnya Blue masih tenang dan menjawabnya dengan lancar.


"Dia adalah Venom, Raja Iblis di wilayah ini. Kekuatannya sudah bercampur dengan aura naga hitam, jadi seharusnya kamu sudah menjadi kerabatnya."


Kreston menatap tajam kearah Venom, dia masih dalam bentuk anak naga hitam yang mempunyai tinggi 15 meter.


Setelah mengkonfirmasi adanya aura naga hitam didalam tubuhnya, Kreston berniat merubah wujudnya menjadi manusia.


Cahaya hitam menyelimuti tubuh Kreston, perlahan-lahan tubuhnya mengecil dan muncul wujud seorang anak berusia 15 tahun.


Blue sedikit terkejut, pertumbuhan Kreston benar-benar gila. Padahal baru di tinggal beberapa hari tapi pertumbuhannya sangat cepat. Dia menduga bahwa salah satu segel dari Kartanegara sudah berhasil dilepas.


Untuk memastikannya Blue mendekati dinding yang terdapat rantai untuk mengekang Kreston. Bee langsung mengerutkan kening ketika melihat relief di dinding.

__ADS_1


"Kreston itu bukan naga sembarangan. Menurut relief ini, dia pernah membantai seluruh wilayah. Kartanegara menggambarkannya sebagai monster yang muncul ketika dunia kiamat," kata Bee melalui telepati.


"Tidak, ini bukan Kreston melainkan ayahnya. Lihatlah, naga kecil di sebelah istana, perkiraan besar itu adalah Kreston. Ditambah lagi, Kartanegara dengan kekuatannya pada waktu itu tidak mungkin mengalahkan Raja Naga."


Blue memberikan pandangannya, tetapi penjelasannya tentang situasi ini sangat masuk akal. Bee yang memahami ingatan Kartanegara hanya bisa menggigit jari karena kurang memahami reliefnya.


Sayangnya ingatan Kartanegara tidak lengkap, dia tidak bisa mengingat adanya peperangan melawan Naga Hitam.


"Aku tidak ingat ada peperangan dengan Naga Hitam. Mungkin ingatan Kartanegara terputus," kata Bee dengan tenang.


"Apa kamu yakin?" tanya Blue sekali lagi. Dia menemukan sesuatu yang sangat mencengangkan.


"Aku yakin!"


"Ini masih dugaan sementara. Raja Naga Hitam adalah Kartanegara itu sendiri, karena naga hitam membuat kerusuhan di dunia. Dia menghukum dirinya dan menyalurkan semua aura naga miliknya pada anaknya."


"Masuk akal, di relief ini juga mengatakan bahwa Raja Naga akan memberikan kekuatan pada pewarisnya." Bee menyentuh dinding batu dengan lembut.


"Tapi bagaimana dengan ibunya?" tanya Blue.


"Lihatlah ini adalah ibu dari anak naga. Jangan bilang..." Bee menghentikan penjelasannya dan mencari informasi dengan panik.


"Apa yang kamu cari?"


"Mencari bukti bahwa Ibu Kreston telah berubah menjadi rantai yang mengikat anak naga tersebut. Lihatlah, disini dituliskan bahwa Ibu akan melindungi anaknya sampai dunia hancur."


Keduanya mencari bukti, sayangnya tidak ketemu apa yang ingin dicari. Venom dan Kreston mengobrol layaknya teman dekat.


"Tidak ada bukti bahwa ibu naga hitam telah berubah menjadi rantai ini. Ayo kita masih banyak urusan diluar sana," kata Blue sambil berjalan menuju arah Venom dan Kreston.


"Kalian berdua tampak sangat akrab," Blue menyapa keduanya yang belum pernah mendapatkan teman satu sama lain.


"Yah, Venom orangnya asik juga." Kreston mengungkap perasaannya.


Ketiganya berbincang panjang lebar membahas tentang kehidupan. Sampai akhirnya Blue mengungkapkan sesuatu.


"Venom, apa kamu berniat untuk membalas kematian penduduk desa disekitar sini?" tanya Blue dengan suara berat.


Sebelum Venom menjawab, Blue sudah dapat menebak jawabannya. "Aku yakin kamu menolak, tetapi percaya atau tidak musuh yang paling aktif menyerang wilayah ini adalah pemilik arena pertandingan."


Fakta ini jelas membuat Venom membelalakkan matanya. Tidak mungkin Raja Iblis sekuat itu menginginkan wilayah kecil.


"Tidak mungkin orang kuat seperti itu —"


Sebelum Venom menyelesaikan perkataannya, Bee menyelanya. "Lihatlah lambang di baju para pembunuh orang desa. Itu adalah salah satu cabang pemilik arena pertandingan." Blue menunjukkan sebuah lambang.


Venom mengerutkan kening. "Aku yakin tidak pernah melihat lambang ini dipasang pada dinding arena pertandingan."


Blue menggelengkan kepala. "Kamu kurang teliti. Lambang ini ditutup oleh sebuah kain bersamaan dengan 3 lambang lainnya. Aku yakin kamu sudah mengerti maksudku."


"Jadi apa yang akan kamu lakukan selanjutnya? Melawan pemilik arena sama dengan bunuh diri, meskipun kekuatanku melebihi Raja Iblis tingkat 2, tetapi pemilik arena adalah tingkat 3."


"Aku akan menyerang arena pertandingan. Setidaknya aku harus membalas semua penduduk desa ini dengan darah dingin dari para iblis!" kata Blue tegas.


Sebelum menjawab Venom menghela napas panjang. "Baiklah aku akan menemanimu. Kapan kita berangkat?" tanya Venom.

__ADS_1


"Hanya orang bodoh yang akan menyerang tanpa strategi. Pertama-tama ayo buat kamu menerobos Raja Iblis tingkat 3."


"Butuh ribuan tahun untuk meningkatkan kekuatanku menjadi Raja Iblis tingkat 3."


Blue menunjuk Kreston, kemudian menunjuk dirinya. "Dengan adanya Kreston dan aku, tidak ada yang mustahil. Kekuatan Iblis sangat lemah di bawah kekuatan Naga Hitam, artinya kamu harus mempelajari kekuatan naga hitam untuk mengalahkan Pemilik Arena."


Venom menemukan sebuah cahaya cerah menuju pintu balas dendam. Selama ini dia selalu memendam dendamnya karena Pemilik Arena bukan orang yang bisa dikalahkan dengan mudah.


Kreston mengeluarkan sebuah Batu berwarna hitam. "Ambillah batu ini. Kemarin Blue memberikannya padaku untuk mencoba disempurnakan."


"Kamu berhasil merubahnya?" tanya Blue terkejut.


"Aku memperbaikinya tidak lebih dari 2 detik. Berikan aku batu yang sama, itu dapat menjadikan tubuhku sedikit segar dan nyaman."


Jawaban Kreston membuat Blue bertanya-tanya, seberapa kuat Kreston jika terlepas dari gua misterius ini.


Batu yang diberikan pada Kreston tidak lain adalah Batu Energi Es yang mempunyai sedikit kekuatan es.


Blue mengeluarkan lagi batu es untuk disempurnakan didepan matanya. Kreston mengambil dengan santainya dan menyelimuti batu dengan aura naga.


Ruangan menjadi sedikit dingin karena sebagian energi keluar dan tidak tidak sempurnakan dengan baik.


[Blue menerima kerusakan - 1000] (5x)


"Inilah yang terjadi jika Batu Es dibubarkan secara paksa." Blue hanya bisa tersenyum kecut.


Dia tidak ingin kehilangan banyak HPnya langsung mengeluarkan jubah Raja Api supaya dingin tidak membunuhnya.


Kreston berhasil menyelesaikan penyempurnaan tidak lebih dari 2 detik. Kemudian memberikannya pada Blue yang ingin melihat penyerapannya.


"Bagus. Sekarang waktu yang dibutuhkan Venom untuk menjadi Raja Iblis tingkat 3 lebih cepat."


Karena ketiganya sudah berbincang dengan santai. Makanya Blue bisa berkata santai dengan Venom, dia percaya hubungannya dengan Raja Iblis sudah cukup dekat.


Tinggal menunggu waktu sebelum Venom mengakuinya sebagai teman atau rekannya. Padahal sebenarnya Blue sudah diakui teman oleh Venom sejak lama.


"Tobias, bagaimana keadaan sekitar desa?" tanya Blue melalui telepati.


"Semua sudah diselesaikan. Tidak ada korban di pihak kita, tetapi ada beberapa orang kuat sedang menuju kesini. Dengan kekuatan kita sekarang aku takut tidak bisa menahannya."


"Baiklah, tunggu aku dan segera mundur."


Blue memandang Venom dan meminta sesuatu. "Ada Raja Iblis yang sudah menginjakkan kakinya di wilayah ini artinya dia sedang menantang. Apa yang akan kamu lakukan?" tanyanya.


"Mereka benar-benar tidak sambaran. Aku akan menunjukkan kekuatan sebenarnya dari Venom. Jangan pikir 7 Raja Iblis rendahan saja bisa mengalahkan pangeran ini!" kata Venom dengan suara lantang.


Blue memberikan batu iblis yang sudah dilapisi aura naga. "Serap ini dan segera selesaikan semuanya. Aku akan mengulur waktu selama mungkin," katanya sambil mengeluarkan sayap hitam.


Akhirnya Blue terbang menuju tempat Tobias dan mengeluarkan semua penduduk di dunia Buatan yang mempunyai level 100 keatas.


Siapa yang menyangka ternyata lebih dari 17 ribu orang berlutut didepan Blue.


"Hai, sejak kapan mereka menjadi sebanyak ini?" tanya Blue kebingungan.


"Semenjak anda memasukkan kamu semua kedalam Dunia Buatan," jawab Tobias dengan polosnya.

__ADS_1


Bee langsung melihat Tobias. "Bodoh!"


__ADS_2