Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Taring Fairy Dance


__ADS_3

Regina ingin segera membantu Kana yang terkepung tapi dihentikan Blue yang tersenyum manis.


"Tunggu dulu, sepertinya Kana memiliki beberapa rencana." Blue menyarankan untuk terus bersembunyi. Tidak lupa ia mengirimkan pesan untuk meminta bantuan jika terdesak.


Kana tersenyum, ia memang sengaja memancing para musuh ke tengah hutan. Horizon juga bukan orang bodoh, ia sudah melakukan persiapan untuk situasi genting.


Ridho dan Mendy juga sudah siap pada posisi mereka. Tanpa menunggu lebih lama, Mendy maju ke depan dan menggunakan skill provokasi.


18 orang terkena semua, walaupun ia hanya seorang warrior yang tidak mencolok di Fairy Dance kemampuannya dalam pertarungan cukup mengesankan.


Perlu diketahui, Teh Party adalah salah satu tim yang akan mendominasi Domain Dewa karena pengetahuannya dan cara bertarungnya.


"Mendy, jangan biarkan mereka lolos!" teriak Kana memberikan perintah.


Horizon hanya bisa tersenyum kecut. "Sejak kapan penyihir hitam sepertiku menjadi seorang penyembuh, nasib nasib."


Seorang penyihir hitam bisa mempelajari skill yang mereka mau, itulah mengapa Zaha hangat di takut pada kehidupan sebelumnya. Sihirnya sangat bervariasi dan tidak mudah ditebak, itulah keunikan dari penyihir hitam. Namun untuk menjadi penyihir hitam haruslah orang yang sangat cerdas, karena kelas itu akan menuntut pengetahuan seseorang.


Ridho menunggu waktu yang tepat, ia memperhatikan ketua musuh sedang mengayunkan pedangnya ke arah Mendy. Tepat ketika ketua musuh menyerang rekannya, ia langsung menyabet lehernya dan memberikan kerusakan sangat tinggi.


Kana tidak mau kalah, dia mengeluarkan dua pedang pendek yang sangat mengesankan.


Blue tersenyum dari tempat persembunyiannya. "Pantas saja dia sangat percaya diri, ternyata pedangnya senjata sihir."


"Memang senjata sihir sehebat itu?" ucap Regina. Ia tidak merasa senjata sihir tidak perlu dibesar-besarkan, karena efeknya jauh di bawah senjata buatan.


"Kamu tidak akan tahu sebelum memilikinya. Walaupun senjata sihir tidak sebaik senjata buatan, ia bisa menyesuaikan dirinya dengan pengguna. Artinya senjata itu diciptakan khusus untuknya, makanya tidak bisa jatuh."


"Aku juga sudah nyaman dengan senjata Epik ini." Regina mengeluarkan senjatanya, efek dan penambahan kerusakannya sangat mengerikan.


Blue hanya tersenyum dan menunjuk Kana. "Lihatlah apa yang akan ia tunjukkan."


Kana melepaskan prana, sebuah monster aneh muncul di belakang tubuhnya. Dalam sekejap mata ia menebas satu orang musuhnya.


Kedua tangannya sangat bebas dan sayatan pedang ada dimana-mana. Pedang pendeknya terus mengurangi HP musuh.


Melihat dirinya kurang berguna, Horizon memanggil sebuah mayat hidup untuk menghentikan pergerakan musuh.


4 orang bisa menghabisi 18 orang dalam beberapa menit saja. Kana berdiri di atas tanah melirik Blue yang sedang bersembunyi. "Sudah selesai, Bos."


"Sebaiknya jangan lengah, perhatikan 1 kilometer arah jam 7." Blue memberikan peringatan.

__ADS_1


Sesuai perkataannya, ada 3 orang menggunakan jubah berwana putih dengan aksen biru. Mereka adalah anggota guild Ice Peak, salah satu guild kelas 1 yang beroperasi di wilayah Kota Surakarta.


Meskipun mereka belum bisa menguasai Kota Surakarta, setidaknya beberapa desa sudah menjadi hak miliknya.


Salah seorang wanita di depan menghampiri Kana. "Ini adalah kekuasaan Ice Peak, apa yang kalian lakukan?"


"Kami hanya membersihkan beberapa sampah." Kana tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, ia berencana menyerang lawan. Namun Horizon langsung menghentikannya.


"Kami dari Fairy Dance berencana melakukan perluasan wilayah di Kota Surakarta. Jadi melakukan beberapa pembersihan dan mencari desa yang bisa dibeli." Horizon melihat situasi kurang baik.


Wanita di depan mempunyai level 139, artinya Kana dan teman-temannya jauh dibawahnya.


"Haha, Fairy Dance selalu membuat masalah. Baiklah sebaiknya kalian memberikan semua barang untuk pajak."


"Mengapa kita harus membayar pajak, ini adalah tanah bebas." Horizon tidak mau membayar karena percaya dengan kekuatan bosnya.


"Kau tahu, 18 orang yang mati tadi adalah anggota guild kami?"


"Tentu tahu, mereka menyembunyikan lambang guild menggunakan metode yang belum aku ketahui." Horizon jujur kali ini, ia berencana menggali informasi yang berharga.


"Haha, kau pasti anak yang cerdas. Penyembunyian lambang guild hanya kami yang tahu, jangan harap bisa menemukannya."


Kana merasa ada yang aneh dengan dua orang di belakang, mereka memiliki kekuatan yang sangat besar.


"Memangnya mereka level berapa?"


"Tidak tinggi, satu level 139 dan lainnya level 130an. Namun pengalaman dan skill bertarung mereka sangat melimpah."


"Darimana kamu tahu skillnya banyak bos?"


"Mata Identifikasi milikku sedikit istimewa, jadi aku bisa melihat jumlah skill milik target." Blue tidak memberitahu detailnya.


Regina hanya diam, ia sudah mengira bosnya sangat kuat. Namun siapa yang menyangka ternyata otaknya juga sangat mengerikan.


Bentrok akan segera terjadi, dua pengawal wanita itu langsung menerjang. Mendy menggunakan skill provokasi, tetapi sesuatu yang mengejutkan terjadi.


Kedua orang itu bisa melepaskan diri dari skill provokasi dengan sangat mudah. Hanya Blue yang mengetahui skill yang mereka gunakan.


Pedang dari para pengawal langsung menuju Horizon yang paling lemah dan merepotkan. Ridho tidak tinggal diam, ia langsung menggunakan keterampilannya untuk menghentikan serangan.


Mendy langsung berbalik dan menghantam dua pengawal. Meskipun tidak memberikan kerusakan yang besar, itu sudah cukup untuk memaksa keduanya bertarung dengan serius.

__ADS_1


Kana yang melihat dua pengawal terkana kerusakan langsung melakukan gerakan kaki dan memberikan serangan skillnya.


Siapa yang menyangka kedua orang itu bisa melakukan regenerasi dengan cepat.


"Kelas apa sebenarnya dia!" Kana kebingungan, ia tidak pernah melihat seorang Pendekar Pedang bisa menyembuhkan dirinya sendiri.


Horizon mengeluarkan keringan di dahinya, ia pernah mendengar ada kelas Epik yang menjadi sorotan publik. "Vampir!" ucapnya.


Wanita di belakang bertepuk tangan. "Aku tidak menduga ada pemain yang sudah menyadari kelas Vampir."


"Tentu saja aku tahu, mereka yang mengguncang Domain Dewa beberapa waktu lalu." Horizon masih mencoba untuk tenang.


"Haha, menarik. Informasi Fairy Dance sangat luas."


Blue sudah tidak bisa menahan diri, ia keluar dari persembunyian dengan sangat santai. "Hah, jadi kalian sudah mulai bergerak ya, Tujuh Mawar."


Wanita yang selalu waspada terkejut melihat kedatangan Blue. "Aku tidak merasakan kehadirannya?"


"Seperti yang diharapkan dari ketua Blue." Ia mencoba menenangkan diri.


"Aku tidak tahu mengapa kalian menerima tawaran dari Ice Peak, tapi apa anda yakin membuat Fairy Dance menjadi musuh?"


"Haha, kamu sangat percaya diri padahal hanya murid luar divisi Pedang Kaku."


"Bagaimana jika melakukan pertarungan, siapa yang kalah akan memberikan sesuatu yang berharga?"


"Kalahkan dulu dua pengawal, baru aku akan menyetujuinya."


Blue memberikan kode pada Regina, dalam waktu singkat dia muncul dan memberikan ramuan beracun. Status kedua pengawal turun untuk beberapa menit ke depan.


Kana dan teman-temannya langsung memanfaatkan situasi, Regina juga memberikan kerusakan yang tinggi.


Dua pengawal tumbang, keduanya menjauhkan pedang yang bisa dijual dengan harga cukup fantastis.


"Pedang Buatan level 130, dengan penambahan efek sebesar 140%. Pria tua itu benar-benar mengesankan." Blue memberikan pendapatnya tentang dua barang yang jatuh.


Wanita di depan tersenyum, "Kembalikan barang itu atau divisi Blood Eater akan menghancurkan divisi Pedang Kaku."


"Tentu saja aku akan memberikannya jika kau menang. Menurut pengetahuanku, pria cantik itu tidak suka kegagalan."


Wanita di depan menghubungi rekan-rekannya, dalam sekejap 100 orang dari tujuh mawar muncul. Mereka semua dari divisi Blood Eater.

__ADS_1


"Apa sekarang kau menyerah?" tanya wanita di depan.


"Sepertinya itu masih belum cukup." Blue menjentikkan jarinya. Pasukan Tobias memancarkan sedikit auranya, 1000 pasukan sudah siap untuk menyerang.


__ADS_2