Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Dual Secret Sword


__ADS_3

Blue juga berjalan menuju pandai besi di tengah kota, ia segera menyelesaikan misinya.


"Paman, aku sudah membawa bahannya. Ini mungkin sedikit tapi tolong buat 100 buah senjata jangan sampai kurang."


Pandai besi yang melihat sistem transaksi melebarkan matanya. "15 ribu, apa kau gila. Bagaimana manusia bisa mendapatkan ini semua dalam sehari!"


"Aku mempunyai trik khusus untuk menjebak serigala salju sehingga bos serigala salju bisa mati tanpa melawannya." Blue sedikit tersenyum untuk memberikan kesan sopan, ia tidak mau mengungkapkan kekuatan aslinya.


"Baiklah, pergi sana. Aku butuh 7 hari untuk menempa semuanya!"


"Aku bisa membantumu. Kebetulan aku adalah pandai besi tingkat mahir." Blue menawarkan diri untuk membantu menempa, disisi lain mungkin ia bisa meningkatkan profesi pandai besinya.


"Haha, pantas saja kau bisa mendapatkan material sebanyak ini. Ternyata kau adalah orang kaya, aku tidak akan menahan diri untuk meminta bayarannya!"


[Misi telah selesai, Blue mendapatkan 1000 poin pengalaman profesi.]


Daftar Profesi :



Pandai Besi yang terlupakan - Mahir (4000/10 ribu).


Arsitek - Mahir (1100/10 ribu).


Koki - Mahir (9700/10 ribu).



Blue bergumam, "Aku benci mengakuinya, memasak kaki kepiting setiap hari membuatku hampir melangkah ke tingkat Ahli."


10 taring serigala langsung dimasukkan ke dalam wadah pelebur. Karena menggunakan jubah api, Blue tidak merasakan panas sedikitpun. Tangannya dengan santai memukul bahan dengan palu yang disediakan.


"Kau seorang pemain, mengapa tidak menggunakan sistem untuk meleburnya?" tanya panda besi yang bernama Tyson.


"Aku sudah melakukan beberapa eksperimen, menggunakan sistem tidak akan pernah bisa menciptakan barang tingkat Epik. Kesempatannya menciptakan tingkat langka juga sangat rendah." Blue memberikan alasannya meleburkan bahan secara manual.


"Akhirnya ada orang yang mengerti arti peleburan. Baiklah, ayo lakukan pekerjaan!"


Tyson tampak bersemangat, palunya memukul bahan dasar dengan penuh semangat. Jiwanya melebur dalam penempaan, ia terlihat sangat menikmati prosesnya.


Blue mengetahui itu adalah syarat minimal untuk menjadi seorang dewa pandai besi, tetapi saat ini ia masih fokus dengan pengendalian kekuatan. Manusia biasa akan cenderung memukul besi dengan sangat keras ketika ia tidak sadar seperti Tyson.


Oleh karena itu, Blue memilih jalan memutar untuk menjadi sepertinya. Ia akan membuat dirinya sadar di setiap pukulannya, fokusnya tidak boleh mengendalikan kesadarannya, itulah tujuannya.

__ADS_1


Mungkin banyak manusia biasa akan menganggap itu mustahil, tetapi Blue sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri. Pemain pandai besi yang menantang dewa pernah melakukannya, meskipun berakhir dengan kekalahan, ia mendapatkan pengakuan dari dewa.


Kecepatan pembuatannya memang sangat lambat, tetapi Blue melakukan yang terbaik. Tidak ada satupun senjata buatannya yang lebih rendah dari tingkat Langka. Berbanding terbalik dengan Tyson yang banyak mengalami kegagalan.


2 hari berlalu, Blue berhasil membuat 52 pedang tingkat 195 tingkat langka. Anehnya ia tidak pernah sekalipun mendapatkan senjata tingkat Epik.


"Mungkin bahan bakunya memang kurang berkualitas," gumam Blue pelan.


Tyson terkejut melihat Blue tidak mengalami kegagalan sama sekali. "Nak, bagaiman cara melakukannya?"


[Misi tersembunyi terpicu, latih pandai besi Tyson hingga menjadi seorang guru.]


"Kunci utamanya ada pada kekuatan pukulan, taring serigala salju sangat rapuh ketika dipanaskan. Jadi untuk menempanya kamu harus memukulnya dengan tekanan yang sama persis."


"Bagaimana cara menghitung kekuatan tekanan?"


"Gunakan sistem untuk menghitung kekuatan pukulan, butuh beberapa latihan untuk membangkitkan fitur itu dalam sistem."


Blue mengajari cara untuk membangkitkan fitur perhitungan pukulan. Sebenarnya Domain Dewa sudah bisa menghitung dengan baik sejak awal perilisan, tetapi penduduk pribumi baru mendapatkan sistem setelah pembaruan ketiga.


Angka 700 terlihat pada layar transparan yang muncul di sebelah kepala Tyson. Ia mengulangi pukulannya, angka 800 terlihat.


"Usahakan kekuatanmu stabil, pertahankan tekanannya di angka 800. Jika kurang dari itu taringnya tidak akan hancur sempurna." Blue membimbing seorang pandai besi ahli.


Bimbingannya tidak terlalu keras, tetapi Tyson sudah mulai terlatih mengendalikan pukulan.


Untuk meningkatkan senjata, Blue akan pergi menuju tempat tersembunyi. Ia memilih gua untuk meningkatkan senjatanya.


[Tidak ditemukan senjata level 200 tingkat Langka... Ditemukan 130 senjata tingkat langka, beberapa senjata serupa akan di konsumsi!]


"Sial, aku lupa sudah level 200!"


Blue langsung membuka ruang penyimpanan, untungnya hanya senjata tingkat langka dan beberapa sampah.


Dual Secret Sword memancarkan cahaya hitam hingga dinding gua tidak terlihat. Secara otomatis, Mata Dewa aktif dan Blue segera mundur.


"Mahkluk apa itu?"


Mahluk setinggi 3 meter berdiri tegap, ia mempunyai 8 tanduk iblis dan talinga elf. Ujung sayapnya tampak sedang menggenggam Iksion dan Apollyon.


Bibirnya yang lebar membuatnya terlihat seperti mahluk yang selalu tersenyum. 9 bola hitam berputar di punggungnya. Lambang matahari dan bulan terlihat di atas pundak kanan dan kirinya.


Dadanya tampak tidak memiliki tulang maupun daging, hanya sebuah gumpalan energi yang sangat kacau.

__ADS_1


Matanya terbuka dan senyumnya tambah lebar. "Hah, akhirnya aku bisa melihat dunia lagi."


Blue tidak bisa bergerak, entah mengapa ia ketakutan. Bukan karena penampilannya, tetapi karena tekanan yang dipancarkan.


"Oh, akhirnya ada manusia yang berhasil membangunkan salah satu senjataku. Aku Khaos, senang bertemu denganmu." Mahluk itu mengulurkan tangannya yang tampak seperti sisik naga.


Tanpa berpikir panjang Blue menjabat tangannya. "Yah, aku Blue pemilik Dual Secret Sword."


"Wow, kau berhasil menjinakkannya. Aku adalah pemilik sebelumnya, tapi kau lihat sendiri keadaanku sekarang."


"Sebenarnya kau ini mahkluk apa?"


"Aku bukan mahluk, lebih tepatnya aku adalah kekacauan yang menciptakan segalanya."


"Mungkinkah kau penguasa segalanya?"


"Bukan, aku hanya energi aneh yang berkumpul menjadi satu. Sepertinya waktunya sudah habis, segera tingkatkan pedang itu supaya aku bisa melihat dunia lagi."


Tubuh monster aneh masuk kembali ke Dual Secret Sword. Cahaya hitamnya menjadi sedikit tenang, Iksion dan Apollyon dipaksa keluar.


"Apa yang terjadi?" Iksion langsung bertanya pada Apollyon.


"Jangan tanya aku, kita berdua di lempar dengan mudah. Pasti mahkluk di dalam pedang itu jauh lebih kuat dari yang kita kira."


Blue mendatangi mereka. "Sudahi diskusinya, sebaiknya kalian senang karena mempunyai tubuh fisik."


Langkah kakinya tidak berhenti, ia menggenggam dua pedang dan menariknya. Cahaya hitam langsung merasuk ke tubuhnya dan teriakan kesakitan terdengar.


Blue tidak tahu mengapa bisa sangat sakit, ia berteriak dan mesin virtual Domain Dewa terbuka dengan otonomi.


Arief tidak berhenti berteriak, ia seperti kerasukan setan. Tubuhnya panas dan matanya hampir keluar karena kesakitan.


Aries Hardiman langsung menjebol semua dinding gedung dan membawanya kembali ke markas Harimau Putih.


Dibawah tanah tubuh Arief menggeliat seperti cacing yang terkena garam. Lima jari meremas tengkoraknya hingga berdarah.


Matanya melotot hingga mengeluarkan darah, semua ototnya terlihat jelas. Arief tidak bisa menahan teriakannya.


"Kendalikan dirimu dan alirkan energi ke seluruh tubuhmu!" ucap Aries Hardiman sambil melepaskan energi aneh untuk membantu meringankan rasa sakitnya.


Mendengar suara yang ia kenal, Arief mencoba mengedarkan energi ke seluruh tubuhnya. Rasa sakitnya memang berkurang, tetapi ia belum bisa tidur tenang.


"Jangan menyerah atau tidur, tetap edarkan kekuatanmu!" teriak Aries Hardiman.

__ADS_1


"Khaos, aku pikir ini hadiah yang bagus!" kata Arief dan langsung duduk.


Kekuatannya mulai menyebar dan menyembuhkan semua luka dalam dan luarnya. Aries Hardiman melihatnya dengan mata terbuka lebar.


__ADS_2