Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
230. Mewah


__ADS_3

Ketiga pemuda tersebut memandang Arief yang belum menyatakan persetujuannya. Baiklah, mari lihat siapa yang beruntung.


Arief memiliki untuk menjadi peserta paling akhir, dia ingin melihat sifat asli dari putri pengusaha kaya dari kerajaan sebelah tersebut. Menurut ingatannya, wanita itu akan meninggal beberapa tahun lagi karena bunuh diri.


Sebab bunuh dirinya tidak lain karena tekanan hidup yang dibebankan kedua orang tuanya. Sebagai anak tunggal, dia harus memikul semua tanggung jawab kedua orang tuanya.


Kala itu dia menulis surat kepada seorang pria yang berinisial B. Isi surat tidak diberitahukan pada publik karena alasan keluarga, jadi Arief hanya tahu sebatas itu.


Ketiganya langsung berebut mendekati wanita yang sudah ditinggalkan para pengawalnya. Hanya ada dua orang disebelahnya.


Sekali lihat Arief sudah mengetahui bahwa dua orang tersebut adalah pengguna prana yang baik. Pengendalian auranya juga cukup baik, walaupun tidak sepenuhnya bisa menyembunyikan kekuatannya. Kemampuan mereka cukup tinggi untuk orang biasa.


Ketiganya tidak mau bergantian, mereka semua langsung mendekati wanita cantik tersebut. Sayangnya sebelum 3 meter mereka langsung di bekuk oleh dua orang.


Arief hanya bisa bertakwa kecil melihat ketiganya seperti seekor tikus yang terperangkap.


Sebelum terjadi kejadian yang berlebihan, Arief melangkah pelan menuju kedua orang tersebut. Tanpa menunggu lama keduanya langsung melompat kebelakang.


"Hati-hati, Putri. Anak ini berbahaya," kata salah satu pengawal.


Putri adalah sebutan untuk wanita cantik tersebut, nama aslinya belum ada yang tahu. Nama aslinya disembunyikan karena alasan keluarga.


"Aku tidak berniat buruk. Sebenarnya kami bertempat sedang berlomba, siapa yang mendapatkan nomormu akan menang," kata Arief berjalan santai kearah Putri.


Dengan suara lembut bagaikan bidadari yang turun dari langit, Putri menjawab, "Sungguh pria pemberani. Apa kamu tidak tahu siapa aku?"


"Putri Dingin dari Kerajaan Mataram, satu-satunya pewaris dari kursi tertinggi." Arief menjawab dengan sangat santai.


Dia tampak tidak ketakutan ketika mengatakan Kerajaan Mataram, pasalnya di sana sering terjadi konflik dan pembunuhan. Petugas keamanan sudah tidak bisa mengendalikan suasana, Kerajaan Mataram juga diam saja.


Oleh karena itu Putri Dingin mempunyai banyak pengawal. Dua pengawalnya sekarang sangat kuat di kerajaannya.


Putri Dingin tersenyum manis. "Menarik, kamu mengetahui identitas asliku. Anehnya kamu masih bisa berdiri tegap tanpa membungkukkan badan."


Perlu di ketahui Arief mempunyai tinggi 183 centimeter, sedangkan Putri Dingin mempunyai tinggi 167 centimeter. Perbedaan tinggi mereka cukup signifikan.


"Ayolah, kamu sekarang berdiri di Kerajaan Kediri. Aku bisa menebak bahwa kedatangan kalian kesini karena alasan diplomatik," kata Arief membeberkan tujuan Putri Dingin.


Mendengar perkataan Arief, rombongan Putri Dingin tersentak. Seharusnya tidak ada orang yang mengetahui tujuannya.


"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Putri Dingin sambil mengerutkan keningnya.


"Bukan siapa-siapa. Hanya anak muda yang baru tumbuh dewasa," kata Arief pelan.


Putri Dingin mengulurkan tangannya. "Biarkan aku memperkenalkan diri, aku Putri," katanya.


Arief tersenyum dan menjabat tangan Putri dengan lembut. "Aku tidak perlu mengatakan bahwa nama itu palsu kan?" katanya dengan wajah polos.


Mendengarnya Putri langsung tertawa. "Haha, anggap saja begitu. Apa kamu senggang, mainlah ke rumahku," katanya dengan nada penuh bercandaan.


"Sepertinya aku harus menolaknya. Temanku dari Negara Tokyo sudah mengundangku," kat Arief dengan nada santai dan informal.


"Baiklah, ambil ini dan hubungi aku jika kamu mempunyai waktu luang," kata Putri sambil menyerahkan kartu namanya.

__ADS_1


Arief tanpa malu mengambilnya dengan tangan kanan. "Terima kasih, semoga kita dipertemukan takdir," katanya pelan.


Putri tersenyum manis dan berkata lirih, "Sayangnya aku tidak percaya dengan namanya takdir."


Walaupun Arief mendengarnya, dia tidak melanjutkan pembicaraan yang terlalu sensitif tersebut.


Putri dan kedua pengawalnya langsung meninggalkan tempat.


Arief mengangkat kartu nama milik Putri. "Sepertinya aku menang lagi," katanya dengan nada santai.


Ketiganya tanpa merasa malu langsung bersujud menyembah Arief. "Kakak, anda memang yang terbaik!" ketiganya berkata bersama.


Setelah bercanda semua orang langsung menuju ke bandara jalur khusus. "Kakak, aku adalah pemilik bandara. Jadi kita bisa terbang dengan pesawat pribadi, mari lewat sini," kata kepala hijau toska.


Si Rambut kuning tidak mau kalah, dia menyerahkan sebuah kartu nama. "Kakak, aku mempunyai perusahan kapal pesiar. Jika berkenan mampirlah, ayahku akan menjamu dengan sangat baik."


"Kakak, aku mempunyai banyak pelabuhan dan kendaraan besar. Jika berkenan datanglah, ayahku pasti akan memberikan harga yang terbaik," kata si rambut merah.


Ternyata ketiganya adalah generasi kedua dari pengusaha kaya di Kerajaan Kediri. Arief tidak pernah melihat mereka dalam berita maupun surat kabar.


Jelas sekali kerjaan mereka bertiga hanya bersenang-senang. Untuk merubah masa depan lebih banyak, Arief mengambil catatan dan menulis sebuah tulisan aneh.


Kemudian memberikannya pada mereka bertiga. "Aku akan berangkat sendiri, ada seseorang yang akan menemaniku. Itu adalah catatan khusus untuk kalian, semoga sukses," kata Arief sambil berlari menuju gerbang bandara.


Dia mengendarai kendaraannya menuju jalur khusus, ternyata Jessica sudah merencanakan keberangkatannya dengan Nidia.


Tentu saja Arief akan memilih terbang bersama Nidia dari pada tiga orang aneh tersebut. Dia baru mendapatkan pesan dari Nidia tentang rencana tersebut.


Bedanya mereka mempunyai tujuan yang sedikit berbeda. Nidia akan melihat tempat untuk pengembangan cabang Fairy Dance di negara Tokyo.


Karena penasaran ketiga orang aneh mengikuti Arief menuju gerbang bandara.


Seorang wanita cantik dengan tubuh sangat indah serta menggunakan gaun berwarna biru laut keluar dari mobil.


Dua pengawal membukakan pintu. Setelah membuka pintu mereka melihat Arief dan langsung memberikan hormat.


"Selamat siang, Bos." kata para pengawal dengan cepat.


"Maaf kami terlambat, Bos." Nidia memberikan salam.


Ketiganya tidak mendengar pembicaraan mereka, tetapi langsung berlari dan berteriak. "Kakak, siapa perempuan cantik itu!" Anehnya mereka bertiga berteriak mengucapkan kata yang sama dan bersamaan.


"Dia adalah salah satu pengurus kantorku. Perkenalkan dia adalah Nidia, salah satu putri cantik di kantor," kata Arief memperkenalkan Nidia dengan nada yang penuh candaan.


"Wow," ketiganya mengatakan kata yang sama lagi.


"Oh iya, Kak. Memangnya kamu bekerja dimana?" tanya rambut hijau toska.


"Aku tidak bekerja, tetapi bisa menghasilkan uang." Arief tersenyum tipis kepada mereka bertiga.


Walaupun terlihat bodoh, ketiga orang aneh tahu bahwa orang didepannya sangat kaya. Tidak perlu melihat mobil yang dia kendarai, melihat sikap hormat para pegawainya jelas sekali orang di depannya tidak sederhana.


"Aku tidak menyangka kamu masih muda sudah menjadi investor. Mungkin ini akan menjadi motivasi untuk kita," kata rambut toska.

__ADS_1


"Bacalah catatan yang kuberikan dan renungkan." Arief dan Nidia langsung pergi, kedua pengawal mengikutinya dari belakang. Walaupun mereka tidak lebih kuat dari Arief, kehadiran mereka dibutuhkan.


Jessica menggunakan jaringannya untuk mempengaruhi jadwal penerbangan, sehingga Arief dan Nidia tidak perlu menunda keberangkatannya.


Itulah alasan mengapa bandara mengalami keterlambatan selama 3 menit.


Karena perjalanan cukup lama, didalam pesawat terbang di pasang mesin virtual Domain Dewa. Sehingga Arief dan Nidia bisa bermain dan tidak membuang waktu mereka.


Jelas sekali pesawat mereka tidaklah murah, ketiga orang yang menganggap Arief sebagai kakak hanya bisa melongo melihat pesawat terbang kelas S.


"5 juta. Gila orang itu benar-benar menggunakan pesawat Kelas S yang hanya dimiliki oleh Jessica," kata rambut toska.


"Apa maksudmu?" tanya rambut merah penasaran. Dia tidak mengetahui harga tumpang pesawat kelas S tersebut.


"Bodoh, pesawat itu hanya digunakan untuk membawa utusan negara maupun orang sangat penting. Dan hal yang paling mengerikan adalah pemiliknya adalah wanita bernama Jessica yang terkenal," kata rambut toska memberikan penjelasan.


"Padahal hanya sebuah guild permainan, tetapi mereka berhasil melakukan investasi besar-besaran dan sukses," lanjutnya.


Karena pembaruan keempat membutuhkan waktu selama satu minggu, Arief hanya mengobrol ringan dengan Nidia.


Sesekali dia memberikan instruksi pada Jessica untuk melakukan investasi di berbagai bidang. Karena ingatannya cukup kuat, Arief mengingat semua bidang yang akan berpotensi besar di masa depan.


Tidak berasa sudah sampai di Negara Tokyo, bangunan yang super tinggi dan megah terlihat di sepanjang sudut negara. Pesawat Arief turun di bandara dengan sangat mulus.


"Bos, aku akan melakukan perjalanan sendiri mulai sekarang," kata Nidia memberikan salam.


"Baiklah, hati-hati. Aku akan menuju kediaman Nakamoto menggunakan mobil pribadiku."


Karena kultur yang berbeda, Arief sempat bingung ketika melihat banyak orang mengendarai mobil di jalur kanan. Sehingga dia memutuskan untuk menyewa taksi.


Karena taksi di seluruh negara sudah bisa di akses dengan online, Arief tinggal menekan ponselnya dan taksi menjemputnya tidak lebih dari 3 menit.


"Selamat pagi, Pak. Kita mau menuju kemana?" kata pak sopir menggunakan bahasa internasional yang tidak terlalu baik.


"Aku bisa menggunakan bahasa lokal, Pak. Tujuanku ke Rumah Nakamoto," kata Arief menggunakan bahasa lokal.


"Eh... Apa anda yakin?" tanya sopir sedikit ragu, dia tidak pernah mengantar seseorang menuju kediaman Nakamoto. Namun setiap orang di Negara Tokyo pasti tahu rumahnya.


"Iya, aku yakin. Seseorang mengundangku untuk datang."


Dengan tangan gemetar sopir langsung menjalankan mobilnya. Dia mengendarai mobil dengan sangat hati-hati, jika tidak nyawanya pasti akan melayang.


Suasana di dalam mobil taksi sangat canggung, sopir hanya dia dan memandang jalan. Arief tidak ingin mengganggunya, tetapi dia melihat ada yang salah.


Setelah mendengar nama Nakamoto, sopir terlihat ketakutan. Pasti ada sesuatu yang disembunyikan oleh pak sopir. Namun Arief tidak ingin menggali ketakutannya, dia akan mencari tahu sendiri.


Mobil berhenti di depan sebuah gerbang dengan tinggi 4 meter, sangat besar itulah yang sedang dipikirkan Arief.


Dua penjaga langsung menghampiri taksi dan bertanya, "Ada keperluan apa?" tanyanya.


"Aku mendapatkan undangan dari orang bernama Nakamoto," kata Arief sambil menunjukkan sebuah gambar di ponselnya.


Kedua penjaga gerbang saling memandang dan mengangguk. "Baiklah, silahkan turun dan biarkan sopir taksi pergi. Mobil khusus akan menjemput anda."

__ADS_1


Tanpa menunggu lama Arief keluar dan memberikan bayaran pada sopir taksi. Dengan sangat cepat sopir taksi kabur dari tempat kejadian.


Arief merasakan ada suatu kekuatan yang sangat kuat di belakang gerbang, oleh karena itu dia harus tetap waspada.


__ADS_2