Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
303. Blue Mengambil Peran


__ADS_3

Sesampainya di istana Fairy Dance, Regina benar-benar tercengang. Bangunan yang sangat besar tampak jelas dimatanya.


"Tobias, ada beberapa detail yang belum selesai. Apa itu karena serangan dari iblis?" tanya Blue yang melihat adanya kecacatan.


"Benar, Tuan. Karena serangan beberapa hari lalu. Kita tidak mempunyai desain aslinya. Hanya mengandalkan ingatan Nona Emma, sekarang dia terluka."


Blue berjalan menuju tempat Emma di rawat, kondisinya benar-benar memprihatinkan. Wajahnya sudah tidak secantik dulu, 3 tanduknya dipotong, dan tubuhnya penuh luka.


"Emma, sampai kapan kamu terus terbaring!" kata Blue dengan tegas.


Mendengar suara tuannya, Emma berusaha berdiri sekuat tenaga dengan tubuhnya. Dia segera berlutut dan berkata, "Emma siap menerima tugas!"


"Siapa yang menyuruhmu terluka parah seperti ini. Bukankah kamu akan membalas dendam, luka seperti ini terlalu ringan!"


"Maaf tuan. Aku terlalu lemah."


Blue menghela napas, dia sebenarnya masih bersyukur karena tidak terlalu banyak korban serta para jendral hidup semua.


"Anthony keluarlah!"


Seorang pria kekar muncul di depan Blue langsung melambaikan tangan. "Hai, yo tuan. Aku datang lagi, ada yang bisa aku bantu?"


"Anthony, sekarang aku benar-benar bingung bagaimana kamu menjadi lebih besar dari sebelumnya." Blue memiringkan kepalanya.


"Hehe, kamu harusnya terkejut karena yang lain bos. Lihatlah statusku!"


Nama : Anthony


Gelar : Dryad Pemula


....


Nilai Kekuatan : 2 juta.


"Aku sudah tidak bisa terkejut dengan perkembangan kalian. Baiklah segera sembuhkan bocah kecil itu, aku membutuhkan kekuatannya." Blue menunjuk Emma yang berlutut.


Tanpa menunggu perintah kedua, Anthony menyentuh dahi Emma dan sebuah cahaya hijau meledak dari dalam tubuhnya. Seketika semua tubuh dan tanduk Emma kembali seperti semula.


"Pekerjaan yang mudah. Hai peri kecil, aku sudah membuatkan tempat untukmu di pohon dunia, bagaimana jika ikut denganku?" tanya Anthony melihat Ela.


Ela memandang Blue dengan penuh arti, sepertinya dia ingin masuk dunia buatan.


"Ya, aku akan memasukkan mereka semua ke Dunia Buatan setelah persiapan selesai. Hai Anthony, apa pendapatmu tentang Iblis?"


"Semua mahluk setara, jangan membedakan mereka. Selama para iblis mengikuti aturan yang aku tentukan dan anda mau, semua bisa dilakukan."

__ADS_1


"Baiklah, aku akan memasukkan beberapa iblis lain ke Dunia Buatan. Aku ingin kamu melatih Emma, kekuatannya sekarang benar-benar membuatku kecewa."


"Ok...!"


Anthony kembali ke Dunia Buatan, sedangkan wilayah iblis akan terguncang karena sebuah istana muncul di pesisir pantai barat wilayah Venom.


Lambang Fairy Dance berkibar di atas istana. Regina mengepalkan tangan kanannya tinggi - tinggi menandakan pembukaan cabang Fairy Dance sudah resmi dibuka.


Untuk sekarang hanya ada 2 manusia disini, Blue dan Regina. Karena para iblis masih sangat mendominasi, Blue berencana memimpin Emma dan Iblis Kecil melakukan beberapa penggilingan iblis.


Tanpa sepengetahuan Serly dan Regina. Blue sudah sampai di batas utara Kerajaan Venom.


"Emma, jangan melakukan hal konyol lagi. Segera mundur jika keadaan memburuk, aku akan selalu menghubungi kalian secara berkala. Segera informasikan jika ada bahaya mendekat!"


Blue memberikan instruksi tegas, mereka bukan untuk berperang tapi untuk menggiling para iblis sebagai poin pengalaman.


"Baik, Bos!"


Iblis Kecil mengangguk, dia siap melaksanakan tugas kapan saja. Tubuhnya benar-benar sangat kuat karena penyerapan Batu Iblis Hebat.


"Tap... Tap... Tap..."


Tiga orang itu berlari berlawanan arah, Blue menyerang ke gerombolan iblis level 120. Ayunan pedangnya yang halus langsung memotong rapi musuhnya.


Kali ini dia menggunakan dua pedang karena ingin melakukan serapan cepat.


Tubuh Blue di bungkus jubah berwana merah, dia menggunakan identitas Red Devil tapi menggunakan dua pedang.


"Slash...!!!"


Blue menebas musuhnya dengan sangat rapi, kemudian dia membakarnya. Seorang Iblis bertanduk dua muncul, Blue melangkahkan kakinya ke depan.


"Yah, akhirnya kau keluar!" Blue terlihat senang di balik topengnya.


Iblis kali ini hampir sama seperti Venom, dia tidak menggunakan senjata luar melainkan senjata dari tulangnya. Benturan pedang dan tulang iblis terdengar nyaring, Blue tidak menghentikan serangannya.


"Blade Dance!" kecepatan serangannya jauh melebihi sebelumnya. Tulang lawannya tersayat sedikit demi sedikit hingga akhirnya hancur.


"Manusia, kamu memang sangat kuat. Izinkan aku menunjukkan kekuatan yang sebenarnya!" sebuah aura berwarna hitam muncul di sekitar tubuh Iblis tanpa nama tersebut.


Setelah kekuatannya di lepaskan, muncul sebuah nama yang membuat mata Blue terbuka lebar.


"Dagon, bukankah seharusnya kamu ada di neraka. Mengapa membantu iblis kecil seperti Lamia?"


"Oh, kamu tahu namaku. Iblis Lamia?"

__ADS_1


"Ya, wilayah ini kekuasaan Lamia. Jadi sudah pasti kamu sedang membantunya."


"Aku sedang mencari kekuatan dan tidak sengaja bertemu denganmu. Jangan sangkut pautkan aku dengan iblis rendahan seperti Lamia!"


"Woh... Aku tahu, kamu kabur dari Neraka, Kan?" tanya Blue dengan wajah jelek.


"Tidak, aku sudah bilang sedang mencari kekuatan!"


"Apa kamu pikir Raja Baal akan membiarkanmu lolos begitu saja. Perjanjian antara Baal dan Dewa sudah di setujui, jika ada rakyat Baal yang keluar dari Neraka artinya perang akan segera pecah karena kamu!" Blue malah membuat suasana semakin buruk.


"Sederhana saja, aku tinggal membunuhmu dan semua akan selesai."


"Haha, kamu dikurung terlalu lama ya. Aku adalah pemain jadi kamu tidak akan bisa menyingkirkan aku dengan mudah. Disisi lain, mana mungkin kamu menyentuhku."


Blue menunjukkan gelar bangsawan Neraka, menurut tatanan dunia neraka tidak boleh seorang pengawal kekerasan menyentuh atau menyakiti bangsawan tanpa perintah Raja.


Artinya Dagon tidak akan bisa melukai Blue apapun yang terjadi. Jika itu dilakukan dan Baal mengetahuinya. Dagon pasti akan dimakan atau di hukum seperti dulu.


"Bagaimana manusia bisa mendapatkan gelar bangsawan neraka. Ini pasti mimpi!"


"Tidak ada yang mustahil di dunia ini, Bung."


"Tunggu, jika kamu bangsawan neraka ada disini artinya kita di pihak yang sama!" kata Dagon dengan senyum lebar.


"Haha, kamu hidup di neraka terlalu lama. Aku pemain tidak mempunyai batasan seperti itu, jika aku mau bisa ke Neraka kapan saja." Blue tidak menunjukkan Buku Neraka karena menurutnya itu sangat beresiko.


"Tidak, tidak.. Pemain terlalu di agungkan. Bagaimana kalian tidak bisa mati dan bebas menjelajahi dunia ini?"


"Itu sama dengan yang di keluhan Odin. Mungkinkah kau bawahan Odin yang sedang menyusup di Neraka?" tanya Blue dengan polosnya.


Dagon yang sudah tidak bisa menahan diri langsung menyerang. Karena Blue menggunakan jubah api dan senjatanya berhasil menangkis pukulan lawannya, dia hanya terpental beberapa meter.


[Blue menerima kerusakan 20 ribu.]


Tanpa rasa malu, Blue meminum ramuan penambah HP dan MP. Seketika HPnya kembali seperti semula.


"Dagon, jika kamu menyerang ku lagi. Rekaman ini akan menjadi bukti kebusukan yang kau sembunyikan!"


Blue menunjukkan sebuah rekaman, layar melayang muncul di depannya. Kejadian penyerangan Dagon dan perkataannya yang menyudutkan terkait Odin di putar.


"Apa yang kamu inginkan?"


"Tidak banyak, bagaimana jika kamu menyingkirkan Lamia?"


"Terlalu berlebihan, aku tidak boleh terlalu mencolok atau Raja Baal akan muncul dan memaksaku kembali ke Neraka!"

__ADS_1


"Ada cara yang paling aman untukmu!" Blue sudah melemparkan umpan yang akan membuat hidup Dagon di ujung jurang.


__ADS_2