
Regina memandang Hammer Hand dengan penuh arti, dia memejamkan mata perlahan. "Baiklah, sudah waktunya kita tampil sebagai pemeran utama. Biarkan aku memutuskan sendiri di medan pertempuran."
Langkah kalinya yang mantap membuat Hammer Hand tersenyum manis. "Akhirnya anak kecil yang aku didik sejak kecil sudah tumbuh dewasa. Sekarang adalah waktunya untukmu memutuskan ingin berada di kolam kecil atau di samudra lepas," katanya pelan.
Ketika berada di Pentagon, Regina selalu dilindungi oleh kedua orang tuanya. Bisa dibilang keselamatannya sudah dapat dipastikan, tetapi jika bergabung dengan Fairy Dance keselamatannya akan hilang.
Informasi mengatakan bahwa hampir semua pembunuh mengincar para anggota inti Fairy Dance. Itu dilakukan supaya markas besar mereka panik dan hancur, tetapi Blue benar-benar bisa menetralisir semuanya.
Bahkan pengintai yang dikirim Pentagon tidak pernah kembali lagi. Sungguh pertahanan yang sangat mengerikan.
Hammer Hand bisa menyimpulkan bahwa Fairy Dance adalah mempunyai pendukung yang bahkan super guild tidak memilikinya.
Langkah kaki Hammer Hand mengikuti Regina perlahan, dia tersenyum manis. Tidak ada penyesalan mengikuti Regina dari kecil sampai sekarang.
Pasukan Pentagon bersiap perang, Regina menggunakan peralatan terbaiknya. "Semuanya, aku ingin bertanya. Apa yang akan kalian lakukan jika aku turun tahta dari Ketua Pentagon?" tanyanya dengan suara lantang.
Hammer Hand menyatakan pendapatnya. "Aku akan mengikuti anda kemana saja, bahkan jika anda keluar dari Pentagon aku akan keluar dari organisasi," katanya tegas.
Pernyataan Hammer Hand didengar para petinggi organisasi, mereka tidak terlalu peduli dengan orang cacat jadi tidak akan terjadi apa-apa.
"Nona Regina, sejujurnya kami adalah orang yang besar karena Pentagon tapi peran anda sangat penting. Namun jika anda keluar dari Pentagon, maaf aku tidak bisa ikut!" salah satu pemain mengatakan pendapatnya.
90% mengatakan hal yang sama, mereka akan meninggalkan Regina jika meninggalkan Pentagon.
"Jadi hanya ada 10 ribu pemain yang akan ikut jika aku keluar dari Pentagon. Baiklah, sekarang jangan pikirkan itu Kakak Dimas sudah mengangkat pedangnya. Jangan biarkan mereka menembus tembok Pentagon!" teriak Regina membakar semangat pasukannya.
Blue menonton dari kejauhan, dia didampingi I lis Kecil yang bisa mengimbangi kecepatannya. Sedangkan Mahira dan orang tuanya berlatih di bawah sinar bulan.
Bee keluar dari ruang penyimpanan. "Hai, bukankah kamu sudah itu menandakan bahwa Regina sudah ada di telapak tanganmu?" tanyanya.
"Kamu tidak memahami orang itu. Pemikirannya sungguh aneh, bahkan aku tidak bisa memprediksi keputusannya."
"Lihatlah keraguannya, dia akan melepaskan posisi Ketua Pentagon untuk bergabung dengan Fairy Dance. Terus apa yang akan kamu lakukan, tidak mungkin kamu memberikan posisi penting langsung, Kan?"
"Tentu saja aku tidak bodoh, makanya Regina akan aku tempatkan di wilayah Iblis untuk sementara. Bakatnya akan berkembang setelah beberapa tahun di sana."
"Jadi rencana menjadi petualang bebas masih lama, sungguh membosankan. Mengatur ini, mengatur itu, bahkan memonopoli kekayaan. Itu membuatku sangat bosan, ayo hancurkan beberapa kota untuk bersenang-senang."
"Heh, ketika kami bertarung kamu malah menonton dengan Kaki Kepiting Goreng."
__ADS_1
"Nah itu yang aku maksud, menonton kalian bertarung adalah hiburanku."
Blue menggelengkan kepala karena sedih melihat hewan peliharaannya sama sekali tidak membantu ketika pertarungan. "Mari menonton drama kolosal yang sangat menarik," katanya.
"Kamu benar, sering-sering ya mengadu domba seseorang."
"Hai, koreksi kata-katamu. Aku tidak mengadu domba mereka, hanya saja aku memberikan jalan yang terbaik."
Bee menggelengkan kepala. "Sejak kapan ada orang yang memberikan sebuah senjata peledak untuk melihat bakat mereka!"
Blue menggaruk kepala belakangnya. "Hehe, aku hanya sedikit ikut campur. Sekaligus memastikan kemenangan Dimas," katanya dengan wajah malu.
Bee tidak menjawabnya, dia mengeluarkan wajah berwana merah dan putih yang terisi kaki Kepiting Goreng.
Regina dan Hammer Hand sampai di gerbang Pentagon. Mereka menatap Dimas yang berada di atas sebuah menara portabel yang mempunyai roda.
Dimas melompat, dia berada di depan pasukannya dengan tatapan tenang.
"Adikku tersayang. Kedatanganku kali ini tidak untuk menghancurkan Pentagon, melainkan ingin merebut posisi ketua darimu," kata Dimas dengan suara lantang.
Regina tersenyum manis. "Aku sudah mengetahuinya dari seorang teman. Tidak perlu basa-basi, mari tunjukkan kekuatan masing-masing!" katanya.
"Serang!" teriak keduanya memberikan perintah pada pasukannya.
Para pemain depan langsung mengambil posisinya, penyihir dan pemanah menggunakan keterampilannya secepat mungkin.
Regina dan Dimas sama-sama menggunakan strategi yang sama. Keduanya belajar pada naungan yang sama, jelas strategi mereka akan saling berbenturan.
Regina dan Dimas tidak mau tinggal diam, mereka langsung berlari menuju lawannya. Regina menarik pedangnya dengan mantap, dia mengayunkannya dengan kekuatan penuh.
Dimas menarik pedangnya dengan senyum manis. Pedangnya menangkis serangan Regina, tetapi kekuatannya tidak cukup. Dia langsung diterangkan beberapa meter jauhnya.
Tidak mau kalah, Dimas merubah posisinya untuk menyerang. Ayunan pedangnya sangat berat, sayangnya kecepatannya cukup lambat.
Sehingga Regina berhasil menghindarinya dengan sempurna. Benturan pedang terdengar dimana-mana, Regina dan Dimas beradu keterampilan pedang.
Karena keduanya hanya menggunakan satu pedang, tangan kirinya menganggur. Tidak habis pikir, Dimas dan Regina memanfaatkan tangan kirinya dengan sangat baik.
Adu tinju terjadi, Dimas lebih diuntungkan ketika menggunakan tangan kosong karena tangannya lebih panjang.
__ADS_1
Blue melihatnya dari jauh. "Hai, sampai kapan kalian bermain seperti itu. Segara gunakan keterampilan terbaik kalian!" katanya.
Bee mengunyah Kaki Kepiting Goreng dengan pelan sambil menatap pertarungan. "Aku jadi kepikiran. Apa kamu yakin Regina itu sangat berbakat menggunakan pedang?" tanyanya.
"Aku tidak bisa mengatakan dia berbakat menggunakan pedang. Setahuku otaknya adalah senjata terbaiknya," jawab Blue dengan suara rendah.
"Melihat pergerakannya, dia hanya menggunakan sebuah serangan yang sudah di program atau diajarkan. Dengan melakukan itu fleksibilitas serangannya sungguh jelek," kata Bee memberikan pendapatnya.
"Ya, aku mengetahuinya. Itulah tugas yang harus aku selesaikan, dengan sedikit nasihat dia akan menjadi monster cerdas!" kata Blue.
"Aku benar-benar tidak bisa memahami cara berpikir otakmu. Setelah melihatnya bertarung dari atas, aku merasa Regina tidak lebih berbakat dari Jessica ataupun Amelia."
Blue menggelengkan kepala. "Jangan meremehkan wanita tua itu. Dia mempunyai pemikiran yang jauh lebih maju dari Amelia dan Jessica jika bertarung."
"Siapa yang kamu sebut wanita tua?"
"Bukankah Regina sudah cukup tua?"
Keduanya saling memandang dengan tatapan aneh. "Eh..."
Regina sudah berumur 28 tahun, sebentar lagi akan berulang tahun. Jadi sudah sewajarnya Blue memanggilnya wanita tua. Namun Bee tidak mengetahui bahwa Regina adalah wanita berumur 28 tahun.
Regina dan Dimas saling bertukar pukulan, keduanya tersenyum manis. Sampai akhirnya pedang Dimas berhasil menusuk perut Regina dengan sempurna.
Keduanya tersenyum manis. "Terima kasih," kata Dimas. Dia merasa Regina sedang mengalah karena tidak menggunakan keterampilan terlarang yang dia kuasai.
HP Regina berkurang terus menerus. "Aku percayakan Pentagon padamu. Semoga ini dapat meredakan perasaan benci yang ada di dalam hatimu." tubuh Regina menjadi transparan, dia dikirim ke Rumah Kebangkitan.
Blue yang melihat dari jauh tersenyum lebar. "Berhasil, pilihan yang sangat tepat, Regina!"
Bee menggelengkan kepalanya. "Memangnya Regina mempunyai kesempatan untuk menang?" tanyanya.
"Hehe, bahkan jika dia menggunakan keterampilan terlarang keluarganya. Pedang Peledak akan menghancurkan semuanya."
"Yah pertunjukan yang cukup menarik. Baiklah sudah saatnya kamu menemui Regina," kata Bee.
"Ya, aku tahu itu."
Pertarungan masih berlanjut, kalahnya Regina membuat pasukan Dimas dengan mudah memukul pasukan lawan.
__ADS_1
Hammer Hand juga dikirim ke Rumah Kebangkitan, dia di kepung oleh banyak musuh karena Dimas tahu dia adalah veteran perang.