
Blue memegang kepala Iblis Kecil dan segera memasukkannya ke Dunia Buatan. Aliran waktunya jauh berbeda, jadi Iblis Kecil akan berkembang jauh lebih cepat.
Tobias dan seluruh pasukannya sudah di kembalikan, sekarang tinggal Regina, Emma, dan Serly yang memimpin pasukan.
Iblis setia yang mengikuti Blue sudah berkembang cukup baik karena pemberian Batu Iblis secara berkala.
Sebagian dari mereka akan di kirim untuk menambang batu iblis maupun batu energi. Dengan bantuan Batu Bertuah yang tidak bisa jatuh, Blue akan merubah semua batu itu menjadi kualitas tinggi.
"Tidak mungkin aku berdiam saja. Setidaknya aku harus meningkat beberapa level sebelum kembali." Blue menarik pedangnya. Ia melihatnya penuh arti, bibirnya tersenyum manis.
Blue teringat sesuatu yang begitu menyenangkan menggunakan dua pedang. Pada kehidupan sebelumnya, dia tidak mempunyai senjata dan kekuatan setinggi ini.
Setelah kekuatannya tinggi, rasa bosan berkembang muncul. Dengan melihat dua pedang, Blue membangkitkan lagi gairah pembantaian monster.
"Emma, Regina, Serly bawa pasukan. Kita akan mengambil wilayah di sebelah timur!" kata Blue memberikan perintah.
Sembari membantu semua orang meningkat, ia akan melakukan beberapa eksperimen pada tubuh iblis.
"Serly, apa barang pesanan sudah selesai?" tanya Blue sambil melirik Serly yang terbang di sebelahnya.
"Aku adalah Iblis Kuno, jangan samaan pengetahuanku dengan iblis rendahan. Tentu saja barangnya sudah selesai." Serly membanggakan diri karena buku yang diberikan tuannya.
Blue menerima dua botol barang yang dia pesan, barang itu adalah sebuah racun yang dapat melemahkan pasukan iblis.
"Mari kita melakukan beberapa eksperimen." Dua kaki Blue langsung melangkah, dia segera berdiri di depan para pasukan iblis yang siap membantu penyerangan.
Sebelum berangkat berperang, Blue mengingat sesuatu tentang kotak hadiah yang hanya bisa dibuka ketika dia level 100.
Kotak yang dia dapat dari Malaikat Jatuh di keluarkan. Tanpa rasa takut, Blue menekan tombol buka. Cahaya kuning menembus matanya, sebuah gelang berwana kuning tampak terlihat.
"Haha, aku tidak menyangka malaikat jatuh itu memberikan benda yang begitu berharga." Tawa Blue terdengar keras dan sangat jahat.
Tanpa ragu, Blue memasang gelang. Semua orang yang setia padanya mendapatkan penambahan status.
Bahkan para manusia yang berperang dengan Dominasi Dunia juga mendapatkan peningkatan. Tanpa peningkatan saja Leon yakin bisa menang, apalagi sekarang setelah meningkatkan.
[Pecahan Gelang Zeus]
Tingkat : Dewa Rendah
Level : ~ (Mengikuti level pemain)
Bonus Status :
Keberuntungan + 100 poin.
Wibawa + 100 poin.
__ADS_1
Stamina + 100 poin.
Mental + 10 poin.
Aura Power + 10 poin.
Kemampuan Khusus :
Meningkatkan sedikit kekuatan orang yang setia padanya, termasuk pemain dan penduduk pribumi.
Menurunkan sedikit kekuatan musuhnya (selama kekuatan musuh di bawah Dewa Rendah).
Meningkatkan semua skill 1 tingkat (hanya berpengaruh pada skill bertipe cahaya).
Melihat efeknya saja sudah membuat orang ingin membunuhnya, Blue harus menyimpan benda berharga ini.
Kemudian dia teringat Segel Jiwa yang dia pelajari. Padahal dia sudah berada di depan pasukan tapi malah duduk bersila dan menggenggam gelang.
Semua diam tidak ada yang protes, setelah beberapa menit berlalu, sebuah pesan dari sistem terdengar sangat menyenangkan.
[Pecahan Gelang Zeus telah mendapatkan tuannya. Selama segel tidak hancur, benda itu tidak akan pernah jatuh.]
"Gelang yang begitu mengerikan. 5 status tersembunyi sudah diungkap hanya dengan satu benda, apa lagi yang akan diberikan Malaikat Jatuh."
Blue tanpa sadar mengeluarkan kotak level 150. Pemberitahuan langsung berwarna merah.
Dengan sigap Blue memberikan instruksi pada seluruh pasukan untuk membatalkan penyerangan. Dia tidak mengira mengeluarkan sebuah kotak saja akan menjadi hukuman berat baginya.
Tanpa menunggu lama, ia keluar dari mesin virtual untuk menenangkan diri dan istirahat. Selama seharian dia hanya berlatih dan membaca laporan perkembangan perang.
"Sepertinya aku harus turun tangan. Biarlah Leon yang mengurusnya dulu."
Satu hari berlalu, Blue segera masuk lagi ke Domain Dewa. Anehnya ia terbangun di sebuah ruangan putih tanpa ujung hanya ada dua makhluk yang sedang bertarung.
Satu adalah sosok hitam mengerikan, ia tampak seperti tengkorak dengan aura hitam menyelimutinya. Sebuah buku melayang di sebelah kirinya.
"Bukankah itu Apollyon sang Iblis Kebiasaan, mengapa dia ada disini?" kata Bee yang entah muncul dari mana.
"Sebelah kanan juga mencurigakan. Bukankah dia adalah Iksion Dewa yang dijauhkan oleh Zeus?" kaya Blue terkejut.
Pengetahuannya tentang Iblis dan Dewa sangat terbatas, tetapi keduanya adalah Dewa dan Iblis yang terkenal. Jadi sudah sewajarnya mengetahuinya.
Iksion adalah seorang raja di dunia Dewa, tetapi Zeus marah dan menghukumnya ke dasar Neraka yang sesungguhnya.
Pertarungan mereka sangat dahsyat, mereka tidak mau saling mengalah dan menghantamkan kedua pedangnya.
Blue menyadari ada yang salah, dia melihat dua buku yang berwarna hitam dan putih.
__ADS_1
"Mungkinkah?"
Tanpa ragu Blue menggunakan Mata Dewa untuk melihat buku di sebelah Iksion. Ternyata tebakannya benar, itu adalah sebuah buku suci.
[Buku Suci - Telah Jatuh]
Blue mengerutkan kening, dia masih bingung dengan penjelasan telah jatuh. Mungkinkah ada kaitannya dengan Malaikat Jatuh yang memberikannya.
Hatinya bergetar ketika melihat kedua buku bertarung hingga terluka parah. Tanpa ragu dua kaki Blue berjalan menuju tempat pertarungan.
"Berhenti!" teriaknya memberikan perintah.
Apollyon yang sudah membuat kontrak dengan Blue langsung diam, sebaliknya Iksion masih terus melancarkan serangannya.
"Aku bilang berhenti!"
Teriakan Blue membuat kedua makhluk mitologi itu terdiam kaku. Siapa yang menyangka seorang manusia bisa menghentikan Dewa dan Iblis.
"Katakan padaku, apa yang membuat kalian bertarung?" tanya Blue dengan wajah serius.
Suara serak khas iblis neraka terdengar dari Apollyon. "Dia adalah dewa hina yang mencabuli istri penolongnya."
"Kau juga budak yang hanya berlindung di bawah kaki Lucifer!" sahut Iksion.
"Haha, sangat lucu. Padahal kau hanya budak pemutar roda api!"
"Jangan memaksaku!"
Keduanya ingin bertarung lagi, Blue segera menghentikannya. "Berhenti, aku tidak menyuruh kalian bertengkar. Sekarang aku ingin bertanya, siapa kalian?"
"Aku Apollyon sang penunggu Buku Neraka. Kekuatanku masih disegel, selama pemain berhasil mencapai tugas tertentu aku akan bangkit melayani tuan yang baru." Buku Neraka memang dibuat untuk melayani pemain, sistem membuatnya seperti itu.
Disisi lain seorang pria bersayap putih di sebelah kanan memperkenalkan dirinya. "Aku Iksion, pria dari Langit yang dikirim untuk menjadi Buku Suci Dewa."
"Iksion, aku mempunyai mata Dewa jadi jangan berbohong. Kau hanyalah buku suci yang dibuang dari langit." Blue menimpali perkataan yang cenderung sedikit berbohong.
"Jadi kalian bermusuhan tapi ingatlah, Tuan kalian hanya aku. Bagaimana jika mengesampingkan permusuhan dan akan aku bangkitkan kalian berdua."
Tujuan adanya Buku Neraka dan Buku Suci adalah untuk pembangkitan jiwa didalamnya. Setelah 35 tahun, belum ada yang berhasil membangkitkan dewa atau iblis di dalam buku.
[Dual Secret Sword merespon keinginan kuat anda untuk mendamaikan Apollyon dan Iksion.]
[Sistem Eror, tidak ada data yang mengatakan senjata sihir bisa menembus alam bahwa sadar.]
[Dual Secret Sword menawarkan diri untuk menjadi wadah Buku Neraka dan Buku Suci yang telah jatuh.]
[Sistem Eror, tidak mungkin senjata sihir membangkitkan kesadaran ilahi di level sekarang.]
[Sistem eror...]
__ADS_1
Tulisan sistem eror terlalu banyak hingga Blue tidak bisa membacanya satu persatu.