Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Perkembangan


__ADS_3

Setelah berjalan cukup lama, Blue sampai di kekuasaan para orc. Ia langsung memanggil Raja Orc untuk mendengar perkembangannya.


Goa yang ditetapkan sebagai markas rahasia Fairy Dance menjadi lebih terang karena banyaknya Batu Mana. Blue memuji kebijakan Raja orc dalam memerintah pasukannya.


Hanya dalam 5 bulan, ia telah banyak merampas kekuasaan monster lainnya. Ditambah lagi semua monster tampak sangat senang bekerja di bawah kepemimpinan Raja Orc.


"Kerja bagus, karena kau sudah pantas. Maka akan aku tunjuk engkau menjadi utusanku!" kata Blue sambil menepuk pundak Raja Orc yang berlutut di depannya.


Kali ini ia tidak bisa mengeluarkan banyak energi kehidupan. Jadi ia hanya memberikan 10 ribu energi kehidupan atau setara dengan 10 ribu poin status. Sedangkan untuk Jendral Orc, Blue memberikan 100 energi kehidupan.


Karena Raja Orc sudah menjadi utusan Raja Segalanya, ia mempunyai kemampuan untuk merekrut pengikut baru.


"Aku tidak ingin pengikut biasa, pastikan mereka loyal dan berkeinginan kuat!" ucap Blue memberikan pesan.


Raja Orc menyetujuinya. "Terima kasih, Tuan."


Perkembangan Orc tidak perlu diperiksa lebih lanjut karena belum ada pemain yang berhasil sampai di wilayah. Jadi sangat mudah untuk memperluas kekuasaan.


Tujuan berikutnya adalah wilayah yang sedang perang. Blue segera mendatangi perwakilan Singa Langit di Benua Utara untuk membahas beberapa strategi, sayangnya Blue tidak diabaikan oleh perwakilan Singa Langit. Jadi ia harus pergi menemui Nevada.


Meskipun Elf Salju sudah membantu, pasukan super guild tidak mudah menyerah. Mereka terus mengepung dan mencoba mencuri desa.


Anehnya setelah 5 bulan peperangan, tidak ada satupun desa yang berhasil direbut. Hal itu karena Elf Salju terus mengacaukan keadaan dan mencegah semua super guild.


Singa Langit sangat terbantu karena mereka hanya perlu fokus untuk menggempur musuh. Sedangkan pertahanan desa akan diserahkan pada Elf Salju yang begitu cepat dan akurat.


Tidak hanya cepat dan akurat, semua Elf salju sangat pintar setelah mendapatkan energi kehidupan.


Nevada juga sangat bagus dalam memimpin pasukan, ia terus membunuh bos monster dan mengumpulkan Batu Mana.


Blue sampai di depan wilayah Elf Salju, ia melihat Nevada berhasil membunuh bos monster seroang diri. Ia langsung tepuk tangan karena merasa penampilan utusannya yang sangat bagus.


"Sangat baik, Nevada. Berapa Batu Mana yang engkau dapatkan?" tanya Blue dengan sopan.


Nevada langsung berlutut. "Salam, Tuan. Saya hanya mendapat 210 Batu Mana."


"Sangat banyak, berikan padaku." Jelas Blue ingin memilikinya semua, tetapi ia bukan orang serakah tanpa berpikir.


Nevada memimpin jalan menuju sebuah pohon besar, ia menggunakan sihir untuk membuka pintu. Blue melihat ratusan Batu Mana tertata rapi.


"Ada 5 batu kuning, hamba masih kesulitan mencari batu dengan kualitas yang lebih baik." Nevada terlihat sangat sopan.


"Jangan terlalu formal. Bagaimana dengan perkembangan ras kalian?"


"Rata-rata level ras Elf Salju 201, hal itu disebabkan karena beberapa bayi telah lahir. Saya optimis bisa meningkatkan jumlah Ras Salju dalam 5 tahun ke depan." Nevada tampak percaya diri.


"Singa Langit telah tumbuh terlalu besar, tarik mundur semua pasukan Elf Salju. Mari fokus perkembangan ras dulu, jangan ada yang mati dalam peperangan." Blue memberikan perintahnya.


Nevada tidak menunda perintah tuannya, ia langsung mengirim telepati pada semua ras Elf Salju untuk mundur.

__ADS_1


Blue melakukannya karena ia ingin melihat keseriusan Singa Langit untuk mengurus wilayah baru. Jika ia mendapatkan sesuatu yang diinginkan, pasti Elf Salju akan kembali beroperasi.


Melihat pasukan Elf Salju mundur, semua super guild mulai aktif merebut desa kekuasaan Singa Langit.


Di dalam ruang komando, seorang wakil Singa Langit menggeram marah. "Apa yang terjadi?"


"Semua Elf Salju mundur, kita harus segera menghubungi kantor pusat!"


"Cepat lakukan!"


Rayman sebagai ahli strategi langsung mengerti apa yang sedang terjadi. "Jadi bocah itu sedang menguji kita. Ia sudah menunjukkan kekuatan untuk merebut semuanya, sekarang ia hanya butuh bukti keseriusan Singa Langit."


Ruslan mengerutkan kening. Ia tidak mengerti apa yang dimaksud Rayman. "Jadi apa yang harus kita perbuat?"


"Bocah itu tidak akan terlalu terlibat dalam perluasan wilayah. Mari gandeng Fairy Dance untuk melakukan invasi di Benua Utara." Rayman mengajukan saran yang masuk akal.


"Bukankah mereka sudah berkembang?"


"Tidak, mereka hanya mengandalkan satu orang untuk bergerak di Benua Utara. Mari bantu Jessica untuk membangun pangkalan di Benua Utara."


"Maksudmu di dunia nyata?"


"Tepat sekali. Bocah itu akan mulai bergerak lagi jika kita menyatakan keseriusan dalam kerja samanya. Menyerahkan wilayah sebesar itu bukan masalah ringan, jika dijual pasti harganya lebih dari 500 juta koin emas."


"Aku mengerti maksudmu. Segera hubungi Jessica dan bantu mereka menginjakkan kaki di Benua Utara."


Blue melihat statusnya lagi, ia tampak lesu karena kelasnya benar-benar busuk. "Aku akan menggantinya."


[Pendekar Jiwa menemukan makanannya. Apa anda ingin memakannya?]


"Hah?"


Blue kebingungan, ia tanpa sadar menekan tombol setuju. Energi kehidupan yang harusnya digunakan untuk menghapus kelas malah menyelimuti tubuhnya.


[Pendekar Jiwa merasa senang. Ia menambah skill Pemakan Jiwa.]


Rasa penasarannya memuncak, Blue langsung memeriksa keistimewaan kelas Pendekar Jiwa.


[Pendekar Jiwa.]


Tingkat : Rendah


Keunggulan :


...



Mendapat skill Pemakan Jiwa.

__ADS_1


6~?.



[Pemakan Jiwa.


Tingkat : G


Setiap serangan akan memakan jiwa target. Semakin sering menyerang musuh, akan mendapat poin status gratis.]


Sekarang Blue merasa menggunakan satu miliar energi kehidupan sangat layak untuk kelasnya kali ini. Ia bisa meningkatkan poin status sebanyak mungkin selama menyerang musuh.


Dengan penuh semangat ia berlari ke sarang bos monster di ujung timur. Dual Secret Sword ditarik dan langsung menerjang monster didepannya. Pedangnya terus berayun sampai 10 ribu serangan.


[Blue mendapat 1 poin status.]


"Jadi hanya sepuluh ribu serangan. Itu mudah!" teriak Blue sangat senang dengan kelas barunya. Ia berburu seperti orang gila.


Hingga tak terasa levelnya sudah naik menjadi 203. Napas yang tidak teratur membuat Blue harus beristirahat, ia masih tersenyum meskipun sudah kehabisan napas.


Blue mendapatkan fakta baru, serangannya tidak akan mendapatkan poin tambahan ketika combo serangan lebih dari 10 ribu. Jadi setelah menyerang 10 ribu kali terus menerus, ia harus berhenti 3 jam.


"Mengapa tidak tertulis dalam sistem?" tanya Blue kebingungan.


Bee muncul dan menjawab, "Sesuai yang dikatakan Athena, tidak ada yang sempurna. Mungkin sistem memang tidak mengetahui apa Pejuang Jiwa itu, makanya ia hanya menulis kelas rendah."


"Masuk akal. Setidaknya dengan skill pemakan jiwa aku bisa punya poin status yang tak terbatas." Blue tersenyum manis.


Jessica di dunia nyata mendapat telepon dari Rayman yang menyatakan akan membantunya mengembangkan Fairy Dance.


"Akan saya sambungan dengan Ketua Leon, saya akan menuruti keputusannya." Jessica menyalurkan panggilan pada Leon karena ia percaya dengan keputusannya.


"Tut... Tut... Tut..." suara panggil terdengar. Leon mengangkatnya dengan keringat di sekujur tubuhnya. Ia sedang berlatih pedang di ruang kerjanya.


"Halo, ada yang bisa saya bantu?" tanya Leon dengan formal.


"Ketua Leon, saya Rayman dari Singa Langit."


Mereka membahas pembangunan markas Fairy Dance di Benua Utara. Leon tentu saja tahu keuangan Fairy Dance tidak sedikit, makanya ia berpikir untuk melakukan invasi ke luar benua.


Singa Langit akan membantu pengurusan dokumen dan membantu terkait penyedia jasa. Sedangkan untuk modal akan di tangani Fairy Dance secara utuh.


"Terima kasih Ketua Rayman. Semoga kerja sama kita terus berlanjut," ucap Leon dengan sopan.


"Sama-sama, Ketua Leon." Rayman segera menutup teleponnya.


Matanya melirik pada Ketua Ruslan dan berkata, "Sepertinya ketua yang baru tidak segila Jessica dan bocah itu."


"Mengapa kau tidak pernah menyebutkan namanya?"

__ADS_1


"Haha, mungkin hanya dendam pribadi seorang ahli strategi yang pernah kalah."


__ADS_2