
Arca Eka diperintahkan untuk menggunakan wujud setinggi 15 meter, sedangkan Dwi 10 meter. Blue berencana untuk mengukur waktu supaya musuh tidak ada yang bisa lolos.
Dua raksasa setinggi 15 meter milik musuh berlari menuju Eka yang ada didepan, malangnya kedua raksasa tersebut karena Eka dalam kondisi siap tempur.
Menggunakan gaya posisi seorang kesatria, Eka mengayunkan pedang ditangan kirinya dengan sekuat tenaga.
Pedang miliknya terlihat sangat aneh, beberapa orang pintar mengetahuinya. Pedang itu adalah pedang energi yang hanya bisa digunakan oleh kesatria sejati.
Ayunan pedang Eka berhasil membelah dua raksasa secara sempurna. Keduanya tumbang tanpa merasakan sakit sedikitpun.
Sayangnya Eka hanya bisa menggunakan sayatan horizontal tersebut satu kali sehari. Oleh karena itu pertarungan selanjutnya akan jauh lebih sulit.
Tubuh raksasa yang jatuh ketanah membuat kerusakan yang sangat besar. Pemain di sekitar raksasa langsung di kirim ke Rumah Kebangkitan.
Melihat dua raksasa jatuh, Dominasi Dunia memerintahkan untuk mundur sementara. Kedua raksasa yang dimiliki Fairy Dance sangat kuat, maju tanpa rencana sama dengan bunuh diri.
Ansel adalah orang yang memerintahkan untuk mundur ketika Blue dan Red Devil datang di medan perang. Namun Dimas menentangnya, dia sangat percaya diri bisa melawan dua lawan satu.
Walaupun Dimas tidak mencolok, kemampuannya setara dengan peringkat 1000 Domain Dewa. Dia hanya tidak mengetahui bahwa Blue bisa mengalahkan orang terkuat di dunia.
Berita tentang kekalahan Carlos di wilayah Banyuwangi membuat Dimas harus merevisi ulang rencananya. Sayangnya satu kesalahan langsung mengirim dua raksasa ke neraka yang kejam.
Dimas memukul meja di depannya. "Apa-apaan! Sejak kapan Pentagon mempunyai raksasa yang begitu kuat!" katanya dengan nada tinggi.
Dihadapannya ada 7 orang sekutu yang membantu pengkhianat Dimas untuk mencapai tujuannya dan membagi wilayah kekuasaan. 8 orang di dalam ruangan yakin bahwa wilayah Pentagon akan direbut dalam 3 hari.
Namun Fairy Dance benar-benar membuat semua rencana mereka gagal. Padahal semua sudah diperhitungkan bahkan sampai logistik yang digunakan prajurit untuk perang.
"Bukankah mereka dari Fairy Dance?" tanya salah seorang pria yang mempunyai janggut tipis.
"Ini lebih aneh lagi, Pentagon yang merupakan guild berpotensi menjadi tingkat 1. Malah kalah cepat dari guild tingkat 2 yang berdiri tanpa latar belakang!" kata Dimas dengan nada tinggi.
Dia hanya hormat kepada Ansel, jadi sekutu lainnya dapat diabaikan.
Tujuh orang memandang Dimas dengan tatapan aneh. Mereka semua sudah tahu bahwa Fairy Dance memiliki dukungan yang sangat kuat, tetapi Dimas tidak mengetahui hal tersebut.
Dalam hati kecil mereka mulai ragu dengan kepemimpinan Dimas sebagai ketua dari Pentagon. Mereka sedikit menyesal memilih Dimas daripada Regina yang jelas sangat baik dalam memimpin.
Seorang wanita cantik memberikan pendapatnya. "Sebaiknya kita mundur untuk sementara. Perwakilan Dominasi Dunia dikalahkan, mereka tidak akan tinggal diam!" katanya.
__ADS_1
Wanita itu tampak familier, dia adalah mantan kekasih Blue di kehidupan sebelumnya, Sofia. Sekarang dia menjadi pendukung Dimas karena guild Darah Ungu sudah melebur bersama Dominasi Dunia.
"Apa kamu takut menghadapi Fairy Dance yang hanya beberapa orang saja?" kata Dimas yang terlihat tidak sambaran.
Sebagai seorang pemimpin seharusnya mereka memperhitungkan setiap kerugian yang diderita. Mungkin menghadapai Fairy Dance secara langsung bisa memenangkan perang tapi kerugian yang diderita akan sangat menyakitkan.
Sofia tersenyum manis, dia bagaikan bidadari yang sangat menarik. "Kamu salah, caramu memimpin adalah sumber kekhawatiran di hatiku. Jika bukan karena Dominasi Dunia tidak menyuruhku membantu, tidak sudi aku datang kesini!"
"Pelacur sialan, jadi kamu tidak sudi membantuku. Kalau begitu pergilah!" teriak Dimas dengan tatapan penuh amarah.
"Untuk kalian juga pergilah jika tidak mau membantu!" lanjutnya dengan nada tinggi.
Semua orang tersenyum, mereka menunggu momen ini untuk melarikan diri dari ruangan penuh tekanan kekalahan ini. Jika bukan karena Ansel yang menyuruhnya mendukung Dimas, pasti tidak ada yang membantunya.
Alasan Ansel membantu Dimas tidak lain untuk mendekat satu langkah ke markas Fairy Dance. Dia berencana mengepung Fairy Dance dari dua sisi, tetapi Air Kolam sudah hancur. Jadi Ansel hanya memiliki Dimas.
Oleh karena itu dia memberikan bantuan terbaiknya untuk membantu Dimas. Namun siapa yang menyangka bantuan yang dia berikan malah diusir oleh Dimas sendiri.
7 orang berdiri bersamaan, mereka meninggalkan ruangan secara bergantian. Hanya ada Dimas yang tertinggal sendirian, dia tanpa malu menghubungi Ansel bahwa budaknya telah mengkhianatinya.
"Ansel, semua budak yang kamu berikan telah pergi. Mereka berkhianat!" teriak Dimas yang masih sedikit marah.
Tanpa pikir panjang, Dimas mengarang cerita supaya 7 orang yang membantunya mendapatkan masalah besar. Ansel yang sedikit terbawa suasana langsung menyuruh pengintai untuk menyelidiki kejadian sebenarnya.
Ansel bukan orang bodoh, dia tidak mungkin percaya dengan Dimas hanya dengan perkataan. Oleh karena itu, dia harus memikirkan banyak cara untuk menyingkirkan Pentagon dan Tanduk Iblis.
"Apa Dimas berulah lagi?" tanya seorang pria tampan di sebelah Ansel.
"Yah, dia memang kepala batu. Tapi aku terkejut Fairy Dance sudah mendapatkan 2 raksasa yang tampak sangat kuat."
"Aku sudah menyelidiki semua keuangan Fairy Dance, mereka tidak kaya. Namun orang bernama Blue itu selalu mengeluarkan uang yang cukup untuk menutupi krisis guild dengan sempurna."
"Bagaimana seorang anak dari penjual teh bisa mempunyai uang sebanyak itu?"
"Aku juga masih kebingungan, Bos. Blue itu selalu mengetahui tren masa depan dengan sangat baik. Contohnya pelabuhan yang mereka bangun dengan Singa Langit, sekarang sudah menjadi tempat yang sangat ramai."
"Ya, aku sudah mengetahuinya. Beberapa kapal dari pedagang penduduk pribumi juga sudah mempercayakan kapalnya. Bagaimana dengan Desa Koral?" tanya Ansel.
"Kami mengirim beberapa pengintai. Hasilnya membuat kita harus mengurungkan niat menyerang Desa Koral!"
__ADS_1
"Memangnya apa yang ada apa?" tanya Ansel sambil mengerutkan kening.
"Anda mungkin tidak percaya, salah satu pengintai telah melihat penduduk pribumi yang sudah mencapai level 200. Terlebih lagi banyak petualang yang mempunyai level 150 keatas."
"Sialan, jadi aku terlalu lama menunggu. Sekarang apa yang bisa kita perbuat?"
"Walaupun mereka mempunyai penduduk pribumi yang kuat, kita mempunyai pemain yang berkualitas dan senjata tempur yang memadai. Dengan sedikit menggambarkan uang, pasti kita bisa meraih kemenangan."
"Ambil semua cadangan emas milik Dominasi Dunia, aku ingin melakukan perang besar melawan Fairy Dance!" kata Ansel penuh dengan semangat.
Pria tampak disebelahnya tersenyum manis. Tampak sangat puas dengan keputusan yang diambil Ansel.
Disisi lain Blue menyuruh Red Devil menghilang kemudian bergabung dengan tubuhnya. Dia langsung menemui Regina yang tampak terkejut dengan pertarungan para raksasa.
"Eka, Dwi. Untuk sementara kalian istirahat, Ela akan merawat kalian," kata Blue.
Ela yang mendapat perintah langsung keluar dari ruang penyimpanan. Dia menggunakan wujud peri kecil dan terbang menuju kedua raksasa yang menyusutkan tubuhnya hingga setinggi 150 centimeter.
"Regina, sepertinya kamu tampak sangat buruk. Bukankah 50 juta koin emas sudah ada di tanganmu?" tanya Blue dengan nada yang sangat menjengkelkan.
"Aku sekarang bingung, kamu sedang prihatin atau mengejekku. Pasti kamu tahu sebagian uang itu telah dibawa kabur para pengkhianat, sekarang aku mempunyai hutang yang sangat banyak padamu."
"Ayolah, kita teman. Mengapa bersikap seperti itu, pasti seorang Regina mempunyai rencana tersendiri untuk membayarnya, Kan?"
"Ketua Blue, sejujurnya aku sudah jatuh miskin. Sekarang hutangku padamu sekitar 58 juta koin emas atau setara dengan 655,4 miliar kredit, bagaimana mungkin aku bisa membayarnya. Bahkan jika seluruh keluargaku menjual aset ya tidak mungkin untuk menutup hutang itu."
[*655 Miliar kredit \= 655 Triliun Rupiah.]
"Zaman sudah berkembang. Mendapatkan uang sebanyak itu bukan gak yang mustahil, ditambah lagi Domain Dewa sedang naik daun."
Regina duduk di tanah karena tidak kuat menopang badannya yang kelelahan. Dia siap untuk masuk penjara, dia tidak mungkin membayar hutang sebanyak itu.
Apalagi 35 juta koin emas telah dibawa pergi oleh para pengkhianat. Dengan 15 juta koin emas mungkin bisa mengembalikan posisi Pentagon seperti semula, tetapi tidak untuk berkembang lebih tinggi.
"Bagaimana jika kamu bergabung dengan Fairy Dance, lupakan Pentagon. Bukankah kamu sudah dikhianati oleh kakak dan kedua orang tuamu?" tanya Blue.
Sebagai anak angkat Regina menggelengkan kepala. "Sejujurnya aku juga sangat sakit hati. Namun mereka adalah orang yang selalu ada di sampingku ketika masih kecil. Jadi jangan berharap lebih," katanya.
Anehnya Blue tersenyum mendengar jawaban Regina yang sangat memuaskan. Jika Regina memilih untuk bergabung dengan Fairy Dance, maka dia akan menaruhnya di tempat terpencil.
__ADS_1
Karena hanya sampah yang melupakan jasa orang tua yang membesarkannya.